Yang Harus Dipersiapkan Saat Traveling: Itinerari

Secara sederhana, yang dimaksud dengan itinerari / itinerary / itin adalah catatan yang berisi daftar atau tabel rencana kegiatan dari waktu ke waktu selama traveling. Catatan ini umumnya dilengkapi dengan detil dari kegiatan itu sendiri. Mulai dari biaya yang harus dipersiapkan, jalur transportasi atau moda transportasi yang digunakan, hotel / losmen / guesthouse yang dijadikan tempat menginap, apa saja yang hendak dilakukan, hingga perkiraan durasi kegiatan. Tujuannya jelas, untuk membuat keseluruhan perjalanan menjadi lebih mudah dan berlangsung efisien tanpa membuang-buang waktu untuk hal yang tidak penting.

Manfaat Menyiapkan Itinerari

Memang tidak semua traveler menyiapkan itinerari. Ada yang memilih untuk goes with the flow. Ikut saja kemana kaki melangkah tanpa ada tujuan yang pasti. Tidak salah juga kok. Tapi dari pengalaman saya pribadi, sangat disarankan bagi traveler pemula untuk memiliki rencana kegiatan setidaknya di beberapa traveling perdananya.

Kenapa demikian?

Ini yang saya rasakan sendiri manfaatnya. Menyiapkan itinerari akan melatih kita untuk mengatur rute perjalanan / jadwal kegiatan yang paling efektif dan efisien, sesuai dengan kondisi tubuh dan terutama budget kita. Dari satu trip ke trip yang lain, kemampuan kita dalam membuat itinerari saya yakin akan semakin meningkat. Kita jadi tahu kegiatan apa saja yang memang cocok bagi kita, obyek wisata apa yang sesuai dengan selera kita, berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk menuju dari satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki, dan lain sebagainya.

Itu sebabnya saya paling heran dengan kebiasaan anggota grup traveling di Facebook meminta itinerari dari anggota lain. Padahal belum tentu minat, kondisi, maupun budgetnya sama. Sementara itinerary sendiri sifatnya adalah personal. Yang cocok bagi saya belum tentu cocok bagi orang lain.

Contoh sederhana. Salah satu kegiatan yang belakangan saya selipkan dalam perjalanan ke luar negeri adalah masuk ke dalam mall. Banyak yang anti melakukannya karena berpendapat buat apa jauh-jauh ke negeri orang kalau hanya untuk nge-mall. Tidak salah, tapi itu kalau tujuannya masuk ke mall adalah untuk shopping. Padahal, saya masuk ke mall adalah untuk lebih mendalami kebiasaan penduduk lokal.

Tidak jarang ada hal menarik yang bisa saya dapatkan. Yang unik misalnya, di Vietnam, security pria-nya (mayoritas) cakep cakep. Tampangnya selevel artis atau bintang film. Sebaliknya, security wanita-nya justru (mayoritas) kekar-kekar dan berkulit gelap. Jadi penasaran sebenarnya, ada gak ya alasan khusus untuk itu?

Kembali lagi ke itinerary, apapun itu tujuannya, saya yakin tidak semua orang setuju untuk memasukkan aktivitas nge-mall ke dalam jadwal kegiatan mereka. Kendati demikian tidak ada masalah karena, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sifatnya itin adalah personal, bukan general.

Tidak ada salahnya juga untuk menyimak itinerari dari orang lain. Yang penting jangan asal di-copy-paste. Sesuaikan kembali dengan kebutuhan, kebiasaan, dan kemampuan kita. Bisa berabe kalau seandainya kita pergi bersama keluarga dengan anak kecil dan orang paruh baya, lantas itin yang kita copas ternyata mencantumkan aktivitas trekking ke gunung, hehehe.

Manfaat lain dari adanya jadwal kegiatan adalah untuk menghindari keterlambatan yang sifatnya fatal. Misalnya, gagal naik kereta api / bus ke kota lain karena salah jadwal. Atau telat check-in pesawat karena terlalu asik membeli oleh-oleh.

Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Membuat Itinerari

Sebelum membuat itinerary, ada beberapa hal yang harus sudah kita persiapkan dan kita ketahui terlebih dahulu. Yaitu:

  • Negara / Kota tujuan traveling. Ini penting untuk nantinya menentukan kegiatan apa saja yang bisa dilakukan selama traveling, kuliner yang bisa dicicipi, serta tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi.

  • Durasi traveling, termasuk jam tiba di tujuan dan jam pulang kembali ke tanah air. Ini penting untuk lebih detil menjadwalkan aktivitas-aktivitas apa saja yang bisa dilakukan setiap harinya. Jika kita tiba di malam hari misalnya, kemungkinan besar di hari pertama kita hanya bisa langsung menuju ke hotel untuk check-in. Atau jika kita pulang di pagi hari, jadwal kegiatan sehari sebelumnya sebaiknya tidak terlalu padat / tidak banyak memakan energi.

  • Jumlah orang yang ikut traveling bersama. Keuntungan dari solo traveling adalah kita tidak terlalu pusing dalam membuat itin. Berbeda dengan apabila ada lebih dari satu orang yang berangkat bareng. Aktivitas mau tidak mau harus disesuaikan dengan anggota trip yang lain.

  • Besarnya budget. Ada yang ketat soal pengeluaran, ada pula yang tidak memikirkannya. Saya pribadi biasanya menentukan budget maksimal yang bisa saya keluarkan, lantas membangun itinerary dimana budget bisa ditekan agar tidak melebihi batas tersebut. Lebih lanjut soal budget akan dibahas di artikel terpisah.

  • Moda transportasi yang hendak digunakan. Khususnya untuk perjalanan dalam dan antar kota (jika ada). Apakah hendak menggunakan transportasi publik (bus, MRT, dan sejenisnya), taksi, atau berjalan kaki (untuk dalam kota). Sebaiknya sudah dipertimbangkan dari awal karena akan berpengaruh terhadap budget dan juga penggunaan waktu.

Setelah kelima hal di atas sudah ditentukan, barulah kita menentukan kegiatan dan aktivitas selama traveling sekaligus mengatur jadwalnya. Kita bisa memulainya dengan membaca buku travel di kota atau negara yang bersangkutan, mencari referensi di internet, bertanya di forum atau grup diskusi, dan lain sebagainya.

Contoh itinerari sederhana bisa disimak di artikel Catatan Perjalanan ke Sri Lanka.


Di atas sempat saya sampaikan bahwa itinerary sebaiknya dipersiapkan oleh traveler pemula. Lalu bagaimana dengan yang sudah terbiasa nge-trip? Ada cara yang lebih seru untuk membuat perjalanan kita tetap efektif tanpa harus terikat jadwal. Saya sudah menerapkannya setahun belakangan, baik untuk perjalanan dalam maupun luar negeri. Seperti apa? Tunggu saja tulisan berikutnya, ya.

P.S.: Tulisan ini adalah bagian dari seri artikel “Persiapan Traveling”. Baca juga tulisan sebelumnya mengenai Tas Ekstra di https://curcol.co/yang-wajib-dibawa-saat-traveling-tas-ekstra-15982.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: ,

Reply