Yang Harus Dipersiapkan Saat Traveling: Kekuatan Fisik

Meski menyenangkan dan membuat hati bahagia, liburan atau traveling juga bisa menjadi sebuah aktivitas yang menguras energi. Terutama jika kita tidak menggunakan jasa tour dan memilih untuk melakukan segala sesuatunya dengan budget seminim mungkin. Oleh karena itu, artikel berikut ini jelas bukan untuk mereka mereka yang mode liburannya ala turis. Atau yang hobi mager di kamar hotel. Bukan pula untuk kegiatan berlibur jangka pendek. Minimal berdurasi 1-2 minggu lah.

Kenapa Harus Menyiapkan Kekuatan Fisik?

Saat melakukan traveling, saya pribadi rata-rata berjalan kaki sejauh 7-8 km tiap harinya. Tentu saja ada alasannya.

Pertama, saya paling tidak bisa berdiam diri di dalam kamar saat sedang berlibur. Dimanapun itu. Entah di dalam negeri maupun di luar negeri. Bahkan saat melipir ke kota-kota yang sudah acap dikunjungi, Yogyakarta misalnya, gatel rasanya kalau hanya leyeh leyeh di atas tempat tidur.

Jam 8 pagi biasanya saya sudah keluar dari penginapan demi menjelajah area yang bersangkutan. Siang atau sore hari terkadang balik ke hotel sejenak untuk mandi dan beristirahat selama 1-2 jam, setelah itu cabut lagi sampai malam. Rugi rasanya sudah beli tiket pesawat mahal mahal kalau gak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk berkeliling.

Kedua, saya lebih suka berjalan kaki ketimbang naik kendaraan saat sedang berlibur. Bisa lebih dekat melihat dan merasakan kehidupan penduduk lokal. Tapi kalau destinasi yang dituju jaraknya lumayan jauh ya tentu saja tetap menggunakan kendaraan. Kebetulan saya sudah paham batas kekuatan fisik saya saat berjalan.

Selain memang hobi walking walking, metode liburan yang saya gunakan seringkali adalah sebisa mungkin berhemat untuk hal-hal yang bisa dihemat. Transportasi dan kuliner adalah dua di antaranya.

Nah, jika teman-teman punya gaya berlibur yang sejalan dengan saya, atau sebaliknya, punya gaya yang berbeda tapi ingin merasakan gaya liburan yang seperti di atas, jangan sampai mengabaikan urusan kekuatan fisik dalam daftar persiapan yang harus dilakukan.

Meningkatkan Stamina Tubuh

Agar tidak salah paham, sebelumnya perlu saya informasikan bahwa kekuatan fisik yang dimaksud di sini bukanlah kekuatan otot ya, melainkan lebih kepada stamina tubuh agar bisa beraktivitas dalam jangka waktu panjang dan tidak mudah merasa lelah. Jika tidak terbiasa, berjalan kaki seharian pasti bakal menimbulkan rasa letih berlebih di hari berikutnya. Ujung-ujungnya jadi gagal menjalankan itinerari sesuai dengan yang sudah direncanakan.

Untuk persiapan traveling dalam jangka waktu 2 minggu ke atas, minimal 1 bulan sebelumnya saya akan mulai berolahraga secara intensif setiap 2-3 hari sekali. Sekali lagi, bukan olahraga yang berat dan ekstrim. Melainkan yang memang fokus pada peningkatan stamina. Jogging misalnya.

Yuk jogging

Baca juga: Manfaat jogging untuk kesehatan

Berhubung dalam seminggu saya bisa 1-2 kali berkunjung ke arcade center, untuk keperluan persiapan fisik saya juga biasanya memanfaatkan mesin basket Street Basketball. Jangan anggap remeh permainan tersebut. Kalau stamina kita kaleng kaleng, dijamin main sekali dua kali aja udah nyerah. Saya sudah merasakan sendiri bagaimana tubuh saya menjadi lebih sehat dan stamina meningkat hanya dengan modal berlatih di mesin tersebut, hehehe.

Menjaga Kesehatan Sebelum dan Selama Liburan

Yang ini tentunya tidak perlu dibahas secara detil yah. Sudah pasti tahu manfaatnya. Yang paling penting, kita harus memahami tubuh kita terlebih dahulu. Apa yang biasanya membuat tubuh kita menjadi tidak sehat? Makanan apa yang seharusnya kita hindari? Obat-obatan apa yang perlu dibawa?

Saya pribadi butuh waktu bertahun-tahun traveling untuk bisa menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Dulu bisa segala macam jenis obat saya bawa untuk berjaga-jaga. Mulai dari obat sakit kepala sampai obat diare. Sekarang paling hanya permen Tolak Angin dan Natrium Diklofenax untuk berjaga-jaga apabila sakit gigi karena geraham bungsu tumbuh saya (yang tidak bisa dicabut) kumat. Yang paling penting (untuk kasus diri saya, dan mungkin berbeda dengan kasus orang lain) adalah istirahat malam yang berkualitas.

Yuk tidur

Itu sebabnya saya lebih memilih untuk menginap di kamar single ketimbang di kamar dorm. Untuk memastikan bahwa di malam hari saya bisa tidur dengan lelap tanpa ada gangguan yang tidak penting.

Oh ya, jika mungkin teman-teman belum tahu, Tolak Angin cukup ampuh mencegah penyakit datang saat kita banyak melakukan aktivitas. Saya biasa mengkonsumsinya sebelum tidur. Yang berbentuk sirup sachetan maupun permen sama saja. Saya pilih opsi yang kedua karena lebih praktis dan tidak banyak memakan tempat dalam ransel.

Menahan Nafsu Makan Yang Berlebih

Bagi sebagian orang saya paham bahwa ini cukup berat untuk dilakukan. Apalagi yang doyan wisata kuliner. Namun saat bepergian ke luar negeri, saya sebisa mungkin menahan diri untuk mencicipi makanan yang aneh aneh. Di luar masalah halal haram, saya cuma ingin menghindari terkena sakit maag, diare, atau food poisoning hanya karena gatel icip icip makanan, hehehe.

Sudah banyak kok yang mengalami. Bisa dibaca-baca sendiri curhat mereka di berbagai grup traveling.

Lalu bagaimana cara menahan nafsu makan kita saat sedang berlibur?

Cara yang saya gunakan adalah dengan mengurangi porsi makan selama setidaknya 1 bulan sebelum traveling. Saya hanya akan makan sehari dua kali di waktu pagi / menjelang siang dan sore / menjelang malam. Jadwal ini saya sesuaikan dengan kebiasaan makan atau itinerari di saat traveling. Dengan cara tersebut, pada saat masuk ke dalam sesi liburan, lambung sudah terbiasa untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan setiap harinya.

Yuk eating

Bagi yang sudah sering berpuasa saya yakin juga tidak akan kesulitan dalam menahan nafsu makan saat liburan.


Tulisan ini adalah bagian dari seri artikel Persiapan Traveling. Baca juga tulisan sebelumnya tentang pakaian yang dibawa saat liburan di sini.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: ,

Reply