Penyebab dan Cara Mengobati Sakit Gigi

Obbie Messakh sepertinya sama sekali belum pernah mengalami sakit gigi saat menciptakan lagu dangdut berjudul “Sakit Gigi”. Populer saat dinyanyikan oleh almarhum Meggie Z, lirik lagunya menyatakan bahwa ia lebih memilih untuk merasa nyeri maupun ngilu di bagian tubuh manusia yang befungsi untuk mengunyah dan mencerna makanan itu ketimbang harus merasakan sakit hati. Saya yakin pendapatnya akan berubah setelah ia merasakannya. Tidak itu saja, ia pasti bakalan mempelajari cara mengobati sakit gigi daripada menciptakan lagu tentangnya.

Saya sendiri sudah sering mengalaminya beberapa tahun belakangan. Penyebabnya adalah gigi bungsu yang telat tumbuh di belakang. Posisinya miring, sehingga menabrak gigi geraham yang ada di depannya. Hal itu menyebabkan rasa nyeri yang teramat sangat. Sampai sampai tidak bisa tidur.

Ilustrasi gigi bungsu di belakang

Apesnya lagi, dari hasil rontgen, dokter menyatakan bahwa posisi gigi bungsu tersebut berdekatan dengan kelendar air liur atau apalah gitu. Jadi dia tidak menyarankan untuk dicabut karena salah sedikit bisa menimbulkan komplikasi. Mau tidak mau ya sampai sekarang cuma bisa pasrah. Mengkonsumsi obat analgetik jika ngilu mulai menyerang. Untungnya, obat analgetik yang cocok bagi saya adalah yang harganya paling murah. Satu boks tidak sampai goban. Di bawah Rp 50.000,-. Dompet friendly banget pokoknya, hehehe.

Selain itu, semakin lama rasa sakitnya semakin jarang kambuh. Sepertinya karena beberapa cara pengobatan non-medis yang sudah rutin saya terapkan.

Tapi sebelum hal tersebut dibahas, coba kita pahami dulu penyebab-penyebab sakit gigi lainnya.

Tiga hal yang umum adalah menumpuknya karang atau plak gigi, gusi yang bermasalah atau infeksi, serta gigi berlubang atau retak. Yang disebut pertama bisa dikatakan yang paling sering terjadi di masyarakat. Sisa-sisa makanan yang tertinggal akan berubah menjadi plak gigi. Jika dibiarkan, plak akan menumpuk dan menjadi karang gigi. Akibatnya, pelindung gigi dan gusi menjadi hilang.

Masalah gusi juga disebabkan oleh timbunan sisa makanan. Ini dapat mengundang kuman yang jika tidak segera dibersihkan dapat menimbulkan infeksi pada gusi. Sedangkan gigi berlubang atau retak bisa diakibatkan oleh kebiasaan menggertakkan gigi, terlalu kerat menggigit makanan, atau cedera. Adanya celah akan menyebabkan saraf gigi terekspos dan menimbulkan ngilu.

Rutin ke dokter adalah salah satu cara mengobati sakit gigi

Nah, setelah tahu beberapa penyebabnya, sekarang mari kita pahami cara pengobatannya.

  1. Menggunakan sikat gigi yang berbulu lembut. Peralatan mandi jenis ini sangat disarankan bagi siapa saja yang memiliki gigi sensitif. Saya merasakan sendiri bedanya. Pada saat nyeri kumat, menggunakan bulu sikat yang lembut membuat gigi dan gusi terasa nyaman. Itu sebabnya saya terus menggunakannya meski saat sedang tidak sakit gigi sekalipun.

  2. Menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Yang ini sudah jelas lah ya. Pasta gigi semacam ini sudah pasti mengandung formula yang khusus dibuat untuk menangani rasa ngilu pada gigi.

  3. Menghindari makanan dan minuman yang mengandung asam serta soda. Asam serta soda dapat menyebabkan lapisan enamel terkikis. Yang giginya sehat saja disarankan untuk tidak berlebihan mengkonsumsinya, apalagi yang giginya sensitif. Untuk poin yang ini kebetulan saya sudah mengurangi minuman bersoda (dan juga fastfood) sejak melakukan pengaturan pola makan awal tahun kemarin. Mentok ke McD, KFC, dan sejenisnya 2 kali saja sebulan. Itu pun kalau kebetulan ngemall.

  4. Banyak minum air mineral. Ini ada kaitannya dengan poin sebelumnya. Air mineral dapat berfungsi untuk menetralisir tingkat keasaman dalam mulut. Selain meminumnya, sebaiknya juga berkumur-kumur, terutama setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang tingkat keasamannya tinggi.

  5. Rajin menjaga kesehatan mulut dan gigi. Cara yang paling gampang tapi paling banyak diabaikan. Termasuk oleh saya pribadi. Menjaga kesehatan gigi sebenarnya cukup dengan rutin menyikat gigi sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari setelah sarapan dan pada malam hari sebelum tidur.

Sebagai tambahan, disarankan untuk rutin berkonsultasi ke dokter gigi dalam beberapa bulan sekali. Setidaknya untuk memeriksa kondisi gigi dan gusi, serta melakukan perawatan ringan seperti menghilangkan plak gigi.

Semoga bermanfaat!

OK Google, tema artikel yang berhubungan: ,

Reply