Yang Harus Dibawa Saat Traveling: Perlengkapan / Kebutuhan Pribadi

Tinggal dua jenis barang lagi yang tersisa untuk dibahas dalam seri “Persiapan Traveling”. Salah satunya ya ini, yang berkaitan dengan perlengkapan pribadi. Pribadi di sini maksudnya bersifat spesifik sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Bisa saja saya membawanya karena dianggap perlu, namun teman-teman yang membaca artikel ini merasa tidak perlu untuk membawanya. Sah-sah saja.

Pada dasarnya, ada 3 macam barang yang termasuk dalam kebutuhan pribadi. Yaitu perlengkapan mandi, perlengkapan perawatan tubuh, serta obat-obatan. Kita akan bahas satu persatu.

Oh ya, agar tidak rancu, pembahasan di bawah ini mengacu pada perjalanan traveling jangka menengah ke atas ya. Minimal 1-2 minggu. Yang bepergian dalam waktu singkat juga boleh ikut membaca kok, asal jangan protes kalau ada yang dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan, hehehe.

Perlengkapan Mandi

Yang termasuk dalam perlengkapan mandi pada umumnya adalah shampoo, sabun, sikat gigi plus odol, serta handuk. Untuk shampoo saya biasanya membawa yang berbentuk sachet. Jumlahnya saya sesuaikan dengan jumlah hari bepergian. Namun jika jangka waktunya terlalu lama (di atas 2 minggu), saya hanya akan membawa seperlunya dan membeli di negara atau kota tujuan traveling jika sudah habis.

Untuk sabun saya biasanya membawa yang jenisnya cair dengan ukuran botol kemasan paling kecil yang tersedia. Jangan lupa, untuk perjalanan internasional, ukuran botol cairan maksimal adalah 100 ml. Hampir di semua bandara petugas cukup ketat untuk urusan aturan ini. Jadi tidak perlu buang-buang energi untuk coba-coba membawa botol cairan dalam ukuran besar. Entah apapun itu isinya.

Untuk sikat gigi, biasanya saya menggunakan yang model lipat. Kalau tidak salah keluaran Formula. Satu set sudah lengkap dengan odol dan kotak penyimpannya. Untuk kondisi khusus, misal saat gigi terasa sedang tidak bisa kompromi, saya menggantinya dengan sikat gigi ukuran biasa, yang punya lebih banyak pilihan model dan tekstur.

Untuk handuk, well, ini sesuai dengan tingkat kenyamanan masing-masing individu yah. Saya pribadi tidak punya aturan khusus untuk barang ini. Mulai dari handuk biasa, sport towel, kain microfiber, sarung, sampai kanebo yang biasanya untuk mengelap mobil, semuanya sudah pernah saya gunakan. Saya sesuaikan saja dengan beban ransel. Apabila sudah terlalu berat, ya saya bawa yang ringan. Apabila sudah terlalu padat, ya saya bawa yang ukurannya ringkas. Begitu pula sebaliknya.

Perlengkapan Perawatan Tubuh

Yang termasuk dalam perlengkapan perawatan tubuh di antaranya adalah pembersih muka, deodorant / parfum, hair wax, peralatan make up, dan sejenisnya. Pria dan wanita tentu saja memiliki kebutuhan yang berbeda. Untungnya, sebagai kaum adam, untuk kategori ini barang bawaan saya tidak terlalu banyak. Hanya sabun muka dan deodorant / parfum saja.

Untuk sabun muka, seperti biasa, saya pilih yang memiliki ukuran kemasan paling kecil. Beberapa merk kini juga mengeluarkan kemasan sachet / mini pouch yang cocok untuk dibawa bepergian. Satu sachet dapat digunakan untuk 3-4 hari. Sayangnya, agak sulit untuk mencari pembersih muka dalam bentuk sachet tersebut.

Dulu saya biasanya membawa deodorant. Namun karena tubuh saya gampang mengeluarkan keringat sementara banyak aktivitas yang saya lakukan di luar ruangan saat traveling, akhirnya saya berpindah haluan ke spray pengharum tubuh. Bagusnya, selain lebih ringan, ukuran kemasan body spray juga lebih kecil.

Obat-obatan

Selain yang sifatnya spesifik terhadap kesehatan masing-masing individu, sebaiknya kita membawa pula obat-obatan berikut: antiseptik (sudah ada yang berbentuk sachet), obat diare / obat maag, anti-inflamasi, obat masuk angin, dan vitamin. Merknya bebas yah, karena biasanya cocok-cocokan. Sebagai contoh, untuk anti-inflamasi saya menggunakan Natrium Dikflonax, dan untuk obat tersebut, yang ngefek bagi tubuh saya justru yang harganya kelas kampung. Cuma 20 ribuan untuk satu boks, wkwkwk.

Untuk vitamin saya menggunakan Kamil, yang merupakan perpaduan minyak jintan, minyak zaitun, dan propolis. Sedang untuk obat masuk angin, saya cukup membawa permen Tolak Angin (bukan promosi) yang praktis dan bisa dikonsumsi kapan saja.

Karena penting untuk menjaga kesehatan tubuh selama dalam perjalanan, saya menerapkan aturan “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Seusai sarapan, saya pasti mengkonsumsi satu butir vitamin. Sedangkan pada saat menjelang tidur, atau pada sore hari apabila badan mulai terasa capek, saya mengkonsumsi satu permen Tolak Angin. Selain itu, apabila hendak menjajal kuliner yang terkenal pedas, setidaknya 15 menit sebelumnya saya akan minum obat maag / diare. Dilengkapi dengan istirahat yang cukup, alhamdulillah selama bertahun-tahun traveling jarang sekali menderita sakit saat berada jauh dari rumah.

Yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga pola makan. Jangan sampai telat sarapan, apalagi apabila hendak melakukan kegiatan berat di pagi hari. Asupan gizi juga harus selalu dijaga. Minimal konsumsi buah dalam dua hari sekali. Kalau tidak bisa yang fresh ya yang berupa jus kemasan boleh lah. Yang penting ada buah-buahnya, hehehe.

Tips Trik Membawa Perlengkapan Pribadi

Berikut ini beberapa tips dan trik terkait perlengkapan pribadi dalam kaitannya dengan traveling:

  • Simpan masing-masing jenis perlengkapan pribadi dalam wadah tersendiri. Jika jumlahnya tidak banyak, perlengkapan mandi dan perawatan tubuh boleh saja disatukan. Yang jelas jangan dihempaskan begitu saja ke dalam ransel atau koper. Selain lebih rapi, juga lebih aman dan gampang dibawa bila penginapan kita memiliki kamar mandi luar. Untuk obat-obatan, biasanya saya masukkan ke dalam kantong plastik tersendiri. Nanti tinggal dipindah-pindahkan saja antara tas utama dengan tas ekstra (jika membawanya).
  • Sesuai aturan dalam penerbangan internasional, kita hanya boleh membawa cairan (apapun itu) dalam jumlah 1 liter. Selain itu, kemasan cairan yang diperbolehkan maksimal berukuran 100 ml. Dengan demikian, bawalah perlengkapan pribadi dalam ukuran kemasan seminimal mungkin yang ada di pasaran. Jangan sampai kita berurusan dengan petugas bandara hanya gara-gara masalah sepele ini.
  • Apabila jumlah peralatan pribadi yang bisa dibawa sekiranya tidak mencukupi, siapkan dana cadangan untuk membeli peralatan pribadi yang bersangkutan di negara atau kota tujuan. Atau jika bisa memastikan di tempat tujuan gampang ditemui minimarket / supermarket, tidak ada salahnya untuk sekalian saja membeli perlengkapan pribadi tersebut di sana.
  • Untuk perjalanan dalam negeri, kita bisa memanfaatkan fasilitas free bathroom amenities yang diberikan oleh Airy Rooms. Pengalaman selama ini menginap di jaringan Airy, standar kamar mereka cukup terjaga. Mungkin hanya sekali dua kali saya mendapati penginapan yang tidak memberikan fasilitas sesuai standard Airy. Asyiknya lagi, dengan harga yang murah, kita juga mendapatkan gratis sebungkus snack. Mulai dari cokelat hingga keripik.
    Agar tidak mubazir, di malam pertama bepergian, biasanya saya menginap di salah satu hotel jaringan Airy. Setelah itu baru pindah ke tempat lain yang lebih murah. Atau jika tidak, saya pindah ke hotel lain dalam jaringan yang sama setiap harinya. Dengan demikian, tanpa perlu membawa perlengkapan pribadi (dan kudapan), saya sudah mendapatkannya secara gratis, hehehe.
  • Agar tidak terlupa atau ketinggalan, sebaiknya simpan selalu satu wadah berisi perlengkapan pribadi dan obat-obatan di dalam tas ransel yang digunakan untuk traveling. Pada saat packing kita tinggal mengecek kembali apakah ada yang perlu diganti karena sudah kadaluwarsa atau rusak.
  • Jika sensitif terhadap merk tertentu, sebaiknya pastikan perlengkapan pribadi yang dibawa mencukupi selama durasi traveling. Atau setidaknya, cari tahu terlebih dahulu dimana bisa mendapatkan produk merk tersebut di negara atau kota tujuan traveling.

Tulisan ini adalah bagian dari seri artikel “Persiapan Traveling”. Baca juga pembahasan sebelumnya mengenai Dokumen Identitas Pribadi di https://curcol.co/yang-wajib-dibawa-saat-traveling-dokumen-identitas-pribadi-16090.

Selamat jalan-jalan!

Last modified on June 15, 2019 9:21 am

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.