Review Film Justice League: Gods and Monsters (2015)

Akhirnya ada waktu juga untuk nonton film animasi teranyar dari DC Entertainment dan Warner Bros. Animation, Justice League: Gods and Monsters. Sesuai namanya, film ini bercerita tentang Justice League, kumpulan superhero dari jagat komik DC. Bedanya, setting dunia dalam Gods and Monsters adalah alternate reality, yang terpisah dari jagat DC yang kita kenal pada umumnya. Jadi, jangan harap bakal ketemu karakter yang sama dengan yang biasanya.

jl_gm_bluray

Fokus cerita ada pada superhero Superman, Batman, dan Wonder Woman. Di dunia ini, Superman (Hernan Guera) punya kepribadian sombong, arogan, bergaya hidup mewah, bahkan suka main perempuan. Sedangkan Batman (Kirk Langstrom) adalah seorang vampir yang setidaknya sehari sekali harus minum darah manusia agar tetap hidup. Wonder Woman? Berasal dari planet New Genesis, planetnya para dewa, ia (Bekka) adalah salah satu dari New Gods, cucu dari Highfather (pemimpin dewa), yang terdampar ke bumi karena satu dan lain hal.

Seru kan? Oh ya, satu lagi, di jagat ini, ketiga pahlawan kita adalah sosok yang sadis bin brutal. Jadi tidak ada maap-maapan buat para penjahat, hohoho.

Nah, sebelum menyimak film animasinya ini, ada baiknya teman-teman membaca dan menonton beberapa komik dan film animasi pendukungnya, yang sengaja dirilis oleh DC agar kita lebih paham dengan dunia alternatif Gods and Monsters beserta asal usul tokoh utamanya. Agar tidak tambah bingung, perhatikan juga urutannya sebagai berikut:

Kembali ke topik utama kita, mengenai film Justice League: Gods and Monsters.

Cerita dimulai di planet Krypton, sesaat sebelum planet meledak. Ternyata Superman adalah anak dari General Zod dan ia yang mengirimkan Kal-El ke bumi.

[spoiler title=”Asal usul Superman”]Kejutannya, SEHARUSNYA Kal-El adalah anak dari Jor-El dan Lara. Jadi ceritanya, saat itu ia belum dilahirkan. Namun dalam pesawat tersebut terdapat mesin yang bisa membentuk janin dan manusia dengan menggunakan DNA atau identitas genetik sepasang manusia. Lara sudah memasukkan identitas genetiknya, tapi saat Jor-El akan melakukannya, Zod datang dan mencegahnya. Dengan alasan bahwa ia dan pasukannya juga punya transport untuk survive dari kehancuran planet, sudah sewajarnya jika yang dikirimkan ke bumi adalah keturunannya. Maka jadilah, DNA Lara ‘menikah’ dengan DNA Zod, menghasilkan Kal-El selama dalam perjalanan pesawat tersebut ke bumi.[/spoiler]

Seperti sudah dijelaskan di komik prekuelnya, setibanya di bumi, Kal-El ditemukan (dan akhirnya dirawat) oleh sepasang suami istri imigran Meksiko. Fakta yang baru terungkap, sesaat setelah mereka berhasil membawa bayi Kal-El, Lex Luthor dan pasukannya datang dan membawa pesawat tersebut ke STAR Labs untuk diobservasi.

Adegan kemudian maju ke masa kini, dimana Batman, Wonder Woman, dan Superman menyerbu sebuah markas teroris yang sedang mencuri data rahasia pemerintah. Tentu saja, lawan ecek-ecek seperti ini bisa dengan mudah dibasmi oleh ketiganya. Yay! Hanya saja, aksi brutal mereka yang tidak menyisakan satu musuh pun dalam keadaan hidup semakin memicu reaksi masyarakat yang tidak setuju dengan cara mereka. Salah satu karakter yang vokal mendemo Justice League adalah Louis Lane, reporter dari PlanetNWZ.Com, yang menganggap mereka bertiga tidak ada bedanya dengan teroris.

Cerita berlanjut dengan adanya pembunuhan terhadap para ilmuwan. Ada Victor Fries, Ray Palmer, dan terakhir Silas Stone (dan juga Victor Stone). Familiar dengan nama-nama itu? Ya, di jagat DC mereka adalah Mr. Freeze, Atom, dan Cyborg. Yang menjadi masalah, pelaku pembunuhan, trio robot misterius, sengaja meninggalkan bukti-bukti yang mengarah pada Superman dkk — Victor dihisap darahnya, Ray dipotong menjadi dua, dan ayah anak Stone dibakar menggunakan laser.

Untuk menenangkan suasana sekaligus mencari informasi lebih lanjut, terutama setelah pemerintah mulai membentuk tim forensik untuk menyelidiki keterkaitan mereka bertiga, Superman kemudian mendelegasikan tugas. Ia akan mengundang Louis Lane ke Watchtower (yang memberikan dua fakta menarik, bahwa (a) energi Watchtower beasal dari pesawat luar angkasa Superman; dan (b) Superman sendiri tidak tahu banyak tentang Krypton karena sebagian besar datanya hilang), Wonder Woman mengorek info dari Steve Trevors, dan Batman ngoprek komputer Silas di Gotham University.

Saat bertemu dengan Steve, Wonder Woman teringat kembali pada masa lalunya, dan misteri di prekuel tentang bagaimana Wonder Woman bisa mendadak muncul di bumi akhirnya terjawab di adegan ini.

[spoiler title=”Asal usul Wonder Woman”]Untuk menghentikan perang yang berkepanjangan antara New Genesis dan Apokolips, diadakan pernikahan antara Orion, anak dari Darkseid, dengan Bekka (Wonder Woman). Meski awalnya bimbang, tapi malam hari menjelang pernikahan Orion membawanya pergi ke suatu tempat dan di sana ia melihat kepribadian sebenarnya dari Orion, yang benar-benar tulus menginginkan perdamaian. Orion juga lah yang memberikan pedang plus bonus mother box pada Wonder Woman.

Baca juga  Rekap Sinopsis Goblin Episode 1 & Preview Episode 2 (2 Desember 2016)

Esoknya, setelah mereka resmi menikah, tiba-tiba pasukan New Genesis menyerang dan menghabisi pasukan Apokolips, termasuk Darkseid! Ya, ternyata event pernikahan hanyalah strategi dari Highfather untuk menghancurkan Apokolips. Orion yang sempat diajak meninggalkan TKP oleh Bekka menolak dan menyerang Highfather hingga akhirnya ia pun dibunuh.

Tidak terima dengan Highfather yang sudah membunuh Orion, Wonder Woman pun menggunakan boom tube untuk meninggalkan tempat tersebut.[/spoiler]

Di Gotham University, Batman berhasil menemukan petunjuk penting, bahwa ternyata, ketiga ilmuwan yang terbunuh, dan beberapa ilmuwan lainnya, sedang bersama-sama mengerjakan proyek pemerintah yang dinamakan Project Fair Play. Salah satu dari ilmuwan tersebut adalah Will Magnus, sahabat karibnya sejak kuliah di kampus tersebut.

[spoiler title=”Asal usul Batman”]Di komik prekuel sudah disebutkan bahwa perubahan Kirk menjadi vampir adalah karena menggunakan serum untuk menyembuhkan kanker yang dideritanya. Di film muncul fakta tambahan, bahwa Will (dan Tina, pacarnya saat itu) adalah orang yang membantunya menciptakan serum tersebut. Tina sendiri diam-diam juga menyukai Kirk.[/spoiler]

Batman kemudian memutuskan untuk sowan ke rumah Will. Will mengatakan ia tidak tahu menahu mengenai alasan terjadinya pembunuhan tersebut dan berkeras menyatakan bahwa Project Fair Play bukanlah apa-apa. Batman yang tidak mempercayainya kemudian berpura-pura pergi sebelum akhirnya diam-diam kembali lagi dan mengetahui bahwa saat itu para ilmuwan Fair Play (yang masih hidup) sedang berkumpul di tempat Will, untuk mendiskusikan masalah rekan-rekan mereka yang terbunuh.

Tiba-tiba muncullah ketiga robot misterius yang langsung menghabisi mereka satu persatu, termasuk juga Tina. Batman serta Superman dan Wonder Woman yang datang menyusul juga tidak berdaya mencegahnya. Namun setelah diperiksa ternyata denyut nadi Will masih ada sehingga Batman pun membawanya ke Watchtower.

Semakin ruwetnya masalah membuat Hernan memutuskan untuk menemui Lex Luthor, yang saat ini berada di sebuah satelit luar angkasa. Dari Lex, Superman mengetahui bahwa ternyata project Fair Play adalah proyek pemerintah untuk membuat senjata yang dapat mengalahkan Superman. Selain itu, ia mendapat fakta baru bahwa sebenarnya data mengenai planet Krypton yang ada di pesawat adalah data palsu, sedang data asli — yang juga sudah dipelajari hingga khatam oleh Lex — ada pada pemerintah. Teknologi yang ada pada satelit tersebut, yang digunakan Luthor untuk memetakan alam semesta dan membongkar segala rahasianya, juga berasal dari teknologi Krypton. Saat Superman meninggalkan pesawat, robot misterius muncul dan meledakkan satelit tersebut.

Menganggap bahwa Superman lah yang membunuh Luthor, pihak pemerintah akhirnya memutuskan untuk melakukan penyerangan besar-besaran terhadap Watchtower. Dengan pedenya, Superman maju menghadapi mereka (ditemani oleh Wonder Woman) dan meminta Batman untuk menghidupkan perisai Watchtower. Yang tidak disadari Superman, semua tentara dan kendaraan tempur yang mengepung Watchtower saat itu telah menggunakan senjata berteknologi Fair Play.

[spoiler title=”Ending cerita”]Saat Superman dan Wonder Woman menghadapi pasukan pemerintah, di Watchtower muncul Tina yang kemudian berubah menjadi robot platina. Setelah menahan Kirk, ia menyembuhkan Will dengan menyuntikkan nanites (tidak ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia). Ternyata selama ini otak pelakunya adalah Will, dimana ia berniat untuk mencuci otak seluruh umat manusia agar dapat saling terhubung. Kebetulan, ia butuh energi dari pesawat Superman agar mesin cuci otaknya dapat berfungsi optimal.

Yang menarik, alasan kenapa ia sengaja mengkambing hitamkan Justice League, selain urusan energi pesawat, adalah karena Tina. Tina yang asli ternyata sudah mati beberapa waktu setelah mereka menikah. Penyebabnya, Tina terus meminta Will untuk membantu menyembuhkan Kirk. Karena cemburu, ia emosi dan mendorong Tina, hingga ia terjatuh dan kepala mengenai meja. Untuk menyembunyikan hal tersebut, ia kemudian membuat robot tiruannya.

Saat keadaan mulai genting, dengan Superman dan Wonder Woman pun mulai kewalahan menghadapi pasukan pemerintah, tiba-tiba dari boom tube muncul Lex Luthor, yang memberitahukan pada Trevor bahwa penjahat sebenarnya adalah Will Magnus. Bersama-sama mereka semua berusaha untuk membuka perisai Watchtower, tapi gagal. Superman, dengan jurus yang keren, sempat sukses menggoyahkan gedung Watchtower. Meski tidak mematikan perisai, tapi goncangan tersebut membuat Batman berhasil meloloskan diri dan mematikan perisai.

Pertempuran tahap kedua pun berlanjut. Antara Superman melawan ketiga robot, Wonder Woman melawan Platina, dan Batman melawan Will. Tentu saja, endingnya sesuai yang diharapkan. Yah, kecuali untuk pesawat Superman yang terpaksa harus diledakkan di luar angkasa karena energinya sudah tidak stabil dan Will yang memutuskan untuk bunuh diri.

Di akhir cerita, Louis Lane mulai percaya pada Justice League, Wonder Woman memutuskan untuk kembali ke New Genesis / Apokolips untuk menyelesaikan urusannya dengan Highfather (ditemani oleh Lex Luthor) dan Superman serta Batman memutuskan untuk memulai lagi dari awal urusan mereka sebagai Justice league, hanya kini dengan meniadakan kekerasan.[/spoiler]


Final words: Belum ada kabar apakah akan ada sekuel untuk Justice League: Gods and Monsters. Yang jelas, untuk serial film mininya, Chronicles, sudah dikonfirmasi akan dilanjutkan ke Season 2 tahun depan. Masih ada beberapa plot cerita untuk dieksplor jika diputuskan untuk dibuatkan sekuelnya. Tentang Wonder Woman vs Highfather, kemungkinan hubungan Hernan dengan Louis Lane, nasib Lex Luthor (yang di sini menjadi amat mirip dengan karakter Metron, dewa pengetahuan yang menggunakan kursi melayang), dan lain-lain. Tapi jika menilik pada keputusan Superman di ending cerita, sepertinya saya tidak terlalu bersemangat untuk menonton sekuelnya nanti (jika ada)…

Reply