Ribetnya RedDoorz

Dalam perjalanan singkat saya ke Jakarta dan Bandung beberapa waktu lalu, saya putuskan untuk memesan penginapan di kota kembang dengan melalui jaringan hotel budget RedDoorz. Kebetulan saya sudah pernah mencicipi salah dua kompetitornya, Airy Rooms dan ZEN Rooms. Biar adil gitu. Dan hasilnya?

Pengalaman booking hotel paling TIDAK MENYENANGKAN yang pernah saya alami selama saya traveling!

Saya coba ceritakan kronologisnya dari awal.

Pertama-tama, saya memesan kamar di RedDoorz @ Paskal Hyper Square untuk tanggal 8-10 Januari 2019. Pemesanan saya lakukan pada tanggal 31 Desember 2018. Biaya menginap per malam adalah Rp 120.000,-. Totalnya jadi Rp 240.000,-. Karena ada pilihan untuk bayar di tempat, saya pun memilih opsi tersebut. Sampai di sini semuanya terlihat lancar.

SMS konfirmasi pemesanan kamar bayar di tempat

H-1. Tanggal 7 Januari 2019, sekitar pukul 10. Saya mendapat telpon otomatis (via mesin) dari pihak RedDoorz. Mengkonfirmasi pemesanan hotel saya. Di situ saya diminta untuk menekan tombol 1 untuk konfirmasi. Atau tombol 2 untuk membatalkan. Tentu saja saya pilih yang nomer 1.

Saya sempat kagum dengan proses konfirmasi ini. Praktis dan tidak berbelit.

Sayangnya tidak seperti itu kenyataannya.

Masih di hari yang sama. Pukul 2 siang. Ada pesan SMS dan email masuk dari RedDoorz. Intinya meminta saya melengkapi data diri untuk MENGKONFIRMASI pemesanan saya. Saya lupa apa saja isian form data diri yang diminta, tapi ada nomer identitas segala. Di akhir pengisian form muncul pesan bahwa pesanan SUDAH DIKONFIRMASI dan KUNCI KAMAR akan disiapkan di hari kedatangan saya ke hotel.

SMS permintaan data diri untuk konfirmasi

Email permintaan data diri untuk konfirmasi

Beres? Belum saudara-saudara sekalian sebangsa setanah air.

Hari H, tanggal 8 Januari 2019, pukul setengah 11. Lagi-lagi saya mendapat pesan SMS dan email yang menyatakan bahwa saya punya waktu 90 MENIT untuk melakukan KONFIRMASI BOOKING. Jika lewat dari batas waktu yang ditentukan maka pemesanan kamar saya akan HANGUS. Yang bikin geregetan, saat tautan ke halaman konfirmasi diklik, yang muncul hanya opsi untuk MELAKUKAN PEMBAYARAN atau MEMBATALKAN PESANAN saja.

Email untuk konfirmasi dalam waktu 90 menit

Ribetnya RedDoorz

Dengan posisi saat itu sedang berada di kereta Argo Parahyangan jurusan Jakarta – Bandung, jelas saya jadi panik dong. Mau bayar bagaimana. Dari awal pilih opsi bayar di tempat juga karena ingin membayar menggunakan cash, bukan dengan kartu kredit.

Saya putuskan untuk ngomel-ngomel ke Customer Service RedDoorz yang untungnya menyediakan fitur Live Chat. Setelah memberitahukan nomer pemesanan dan menunggu hampir 30 menit, pihak CS menyatakan bahwa pesanan saya sudah dikonfirmasi dengan pihak hotel dan sudah CLEAR.

Email dari CS menyatakan booking sudah clear

Sebenarnya masih agak kesal karena masih juga diberi batas waktu. Tapi ya sudahlah. Setidaknya bisa sedikit bernafas lega.

Benarkah?

Guess what. Jam 12 lebih sedikit ada telpon masuk dari RedDoorz. Via mesin lagi. Sama seperti sebelumnya, diminta untuk tekan tombol 1 (untuk konfirmasi) atau 2 (untuk membatalkan).

Bukti telpon masuk dari pihak RedDoorz

Super sekali. Bahkan ‘bantuan’ dari pihak CS mereka sendiri pun tetap tidak mampu meyakinkan sistem RedDoorz bahwa saya benar-benar ingin menginap di tempat mereka dan sama sekali tidak ingin membatalkan pesanan saya.

Pada akhirnya, saya tiba di RedDoorz @ Paskal Hyper Square (alias Hotel Hyper Inn) pukul 14.30 dan pihak hotel dengan tenang melayani pemesanan saya. Tidak disinggung sama sekali tentang keterlambatan dari batas waktu pukul 2 siang yang sebelumnya disampaikan oleh CS RedDoorz.

Jujur saya seratus persen bingung dengan sistem atau kebijakan yang diterapkan oleh pihak RedDoorz. Saya sudah puluhan kali menginap dengan sistem bayar di tempat menggunakan berbagai platform booking hotel dan TIDAK ADA SATU PUN yang bersifat paranoid seperti RedDoorz.

Ini seperti orang yang mempersilahkan kita tinggal di rumahnya, tapi setiap waktu kita diawasi. Takut kalau-kalau ntar nyolong barangnya dia.

Karena ini pertama kalinya saya menggunakan RedDoorz (dan berkat kejadian ini terus terang belum ada minat untuk menggunakannya lagi), saya tidak tahu apakah sistem konfirmasi booking serupa juga diterapkan apabila kita melakukan pembayaran secara penuh di muka. Yang jelas, sebagai traveler sekaligus pengguna, saya merasa SANGAT TERGANGGU dan SANGAT TIDAK NYAMAN dengan apa yang telah saya alami bersama RedDoorz.

Semoga ada pihak RedDoorz yang bisa menanggapi. Atau mungkin ada teman-teman yang pernah mengalami hal yang sama, bisa berbagi pengalamannya di kolom komentar di bawah.

Reply