Review Komik Injustice: Gods Among Us #10 (DC Comics, 2013)

Di cerita sebelumnya, Lex Luthor berhasil menyempurnakan pil super yang memberikan kekuatan instan pada siapa saja yang mengkonsumsinya. Pun begitu, belum semuanya setuju dengan niat Superman untuk membuat ‘pasukan’ yang bisa membantu mereka menjaga perdamaian dunia. Terungkap pula bahwa Hawkgirl yang dalam beberapa waktu terakhir bersama Superman dkk adalah Martian Manhunter yang menyamar. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa yang akan dilakukan oleh Batman dan kelompoknya? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik Injustice: Gods Among Us #10 di bawah ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

In a deadly game of one-upmanship, Superman is about to reveal Batman’s identity to the world. But Batman will do anything to stop him, even if he has to bring down the JLA’s satellite headquarters.

Superman and his team head off to confront Batman. But who they find turns out to be much deadlier. Once again, former allies clash with deadly results.

The angry Man of Steel who now proclaims his grim agenda to the world is a far cry from the smiling hero who once helped a boy with a broken bike. In “The Man of Yesterday,” a young man reminisces about his hero in happier times.

Story: Tom Taylor
Art: Tom Derenick, Mike S. Miller, Bruno Redondo
Color: David Lopez, Santi Cacas
Letter: Wes Abbott
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 23 Oktober 2013

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Robin (Damian Wayne) memberitahu tentang Martian Manhunter (J’onn J’onzz) yang telah menyamar sebagai Hawkgirl dan memata-matai mereka selama berhari-hari. The Flash (Barry Allen) sempat tidak mempercayai Batman (Bruce Wayne) bakal setega itu, namun Robin menyatakan bahwa seperti itulah ayahnya. Selain memiliki data lengkap mengenai semua yang ada di sana, termasuk identitas dan keluarganya, Robin yakin Batman bisa memanfaatkan semua itu demi mendapatkan apa yang ia inginkan.

Superman (Clark Kent) kemudian merespon dengan meminta Cyborg (Victor Stone) menyiapkan sistem penyiaran darurat ke seluruh penjuru bumi. Ia menginformasikan tentang ulah Batman yang telah mengkhianati mereka. Di saat hendak menyebutkan identitas asli Batman, Batman terlebih dahulu mengaktifkan protokol Icarus yang mematikan dukungan kehidupan di Watchtower. Hilangnya energi membuat Watchtower mulai melayang jatuh ke bumi.

Lex Luthor minta Superman dan Wonder Woman (Princess Diana) untuk buru-buru memandu Watchtower mendarat di bumi dengan selamat sebelum persediaan oksigen habis. Superman menolak. Ia ingin menyelesaikan urusan sebelumnya dengan Batman. Dan berkat kerjasama Lex dengan Cyborg, ia pun berhasil memberitahukan ke seluruh penduduk bumi bahwa identitas asli Batman adalah Bruce Wayne.

Seiring dengan Watchtower yang mendarat dengan selamat, Batman meminta Alfred untuk bersiap-siap dengan segala sesuatunya. Sebelum menghadapi pers yang berdatangan ke Wayne Manor, Alfred terlebih dahulu memberikan secarik kertas pada Batman. Isinya adalah daftar apa saja yang harus dibawa Batman pada saat terpaksa harus meninggalkan tempat tersebut. Namanya sendiri ada di urutan pertama.

Superman, Wonder Woman, The Flash, dan Green Lantern (Hal Jordan) mendatangi air terjun yang merupakan pintu masuk menuju Bat Cave. Mereka berniat untuk membebaskan Hawkgirl (Shiera Sanders Hall) dan sebisa mungkin menghindari kekerasan dengan Batman. Sebelum masuk, Batman terlebih dahulu keluar. Ia kesal karena Superman telah mengambil kehidupannya.

Wonder Woman tidak mempedulikannya dan meminta Batman membebaskan Hawkgirl. Tanpa disangka, Hawkgirl ternyata baru saja tiba di Watchtower. Untuk memastikan, Lex memintanya memegang api dan terbukti itu adalah benar Hawkgirl.

Sebelum pergi, Wonder Woman menegaskan bahwa jika sekali lagi Batman menentang mereka, maka mereka tidak akan ragu untuk melawannya dengan kekerasan. Alih-alih menanggapi, Batman justru membalikkan badan dan melangkah menuju air terjun. The Flash mencegahnya, meminta Batman untuk mendengarkan pernyataan tersebut.

Tiba-tiba Batman melayang menuju angkasa. Green Lantern segera menyadari bahwa itu adalah Martian Manhunter. Bersama dengan Superman dan Wonder Woman, ketiganya mencoba mengejarnya. Apes bagi Green Lantern, belum apa-apa ia sudah dihantam oleh Martian Manhunter hingga terjatuh kembali ke bumi.

Martian Manhunter lantas meminta Superman untuk memikirkan ulang aksinya. Ia memberikan penampakan apa yang dulu pernah ia alami, tinggal di sebuah planet yang dikuasai oleh ras yang lebih kuat dan sadis. Tidak berdaya untuk melawan.

Di saat Superman tengah terdiam, Wonder Woman muncul dan menyerang Martian Manhunter. Martian Manhunter merespon dengan berubah menjadi cairan dan masuk ke dalam tubuh Wonder Woman untuk menyerang bagian dalam tubuhnya. Tidak ada cara lain, Wonder Woman meminta Superman untuk membakarnya.

Superman melakukannya dan Martian Manhunter pun tewas terbakar.

6 tahun yang lalu. Seorang anak laki-laki bernama James terjatuh dari sepedanya. Superman datang. Awalnya ia hendak memperbaiki ban sepeda James yang bengkok, namun tanpa sengaja justru membuatnya semakin parah. Ia pun kemudian membawa James (dan sepedanya) terbang untuk mengantarkannya pulang ke rumah. Ia bahkan kembali lagi beberapa jam kemudian dengan membawakan ban sepeda yang baru.

Kejadian itu membuat James ngefans berat dengan Superman.

Saat ini, James masih tetap ngefans berat dengan Superman. Meski menyadari bahwa kini Superman telah berubah demi orang-orang, namun ia merindukan sosok Superman yang dulu.


Kekeraskepalaan Batman lagi-lagi memakan korban. Kali ini adalah Martian Manhunter, yang tewas di tangan Superman. Dan lagi-lagi Wonder Woman pemicunya. Hebatnya Tom Taylor, ia membuat semua itu berjalan tanpa kita bisa dengan tegas menyatakan siapa yang bersalah. Wonder Woman memang menyerang Martian Manhunter, namun Martian Manhunter membalas dengan masuk ke dalam tubuh Wonder Woman, mengancam untuk membunuhnya. Superman pada akhirnya bereaksi demi menyelamatkan Wonder Woman.

Tentu bukan hanya di edisi ini saja Tom Taylor bermain-main dengan psikologi pembaca. Toh terbukti berhasil. Sejak edisi pertama hingga sekarang selalu saja timbul pro dan kontra terhadap aksi Superman. Saya juga termasuk korbannya, hehehe. Di edisi lalu saya merasa niat Superman sudah kelewat batas, namun di edisi ini saya setuju terhadap aksinya menyelamatkan Wonder Woman.

Bagaimana menurut teman-teman?

rk injustice10

Leave a Reply