Review Komik Injustice: Gods Among Us #9 (DC Comics, 2013)

Di cerita sebelumnya, pasukan Apokolips yang dipimpin oleh Kalibak menyerang bumi. Masifnya serangan ditambah dengan provokasi Kalibak membuat Superman tidak tahan lagi dan membantai seluruh pasukan Apokolips, termasuk Kalibak. Hal itu membuat Batman syok. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak jawabannya dalam sinopsis komik Injustice: Gods Among Us #9 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Superman’s standing with the public is on the rise after responding to a surprise attack by Apokolips. That development has forced Batman’s rebels even further into the outsider role–and now their teams are about to face off!

In the Fortress of Solitude, the Kents confront Luthor over his plans to give other people super powers. Meanwhile, Superman confronts the Flash over…a game of chess?

Luthor presents the pill that will produce an army of super-soldiers. Robin takes matters into his own hands, leading to a deadly encounter in the Batcave with his father.

Story: Tom Taylor
Art: Bruno Redondo, Tom Derenick, Jheremy Raapack
Color: David Lopez, Santi Cacas
Letter: Wes Abbott
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 25 September 2013

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di Watchtower. Meski berhasil mengalahkan pasukan Apokolips, Superman (Clark Kent) merasa mereka belum cukup kuat. Mereka butuh orang-orang yang kuat, superhero, atau apapun yang bisa membantu. Wonder Woman (Princess Diana) merespon bahwa sudah tidak ada lagi orang-orang seperti itu. Lex Luthor muncul dan menyatakan bahwa sebentar lagi akan ada.

Sementara itu, di markasnya, Batman (Bruce Wayne) keukeuh menganggap Superman telah berbuat salah dengan membantai pasukan Apokolips. Huntress (Helena Bertinelli) tidak setuju. Ia menganggap dengan situasi seperti kemarin Superman sudah melakukan hal yang benar. Terlebih ia juga secara tidak langsung menyelamatkan nyawa mereka semua, terutama Green Arrow (Oliver Queen) dan Black Canary (Dinah Lance) yang sempat berada di ujung tanduk.

Huntress pun berniat untuk keluar dari tim Batman. Batman mencegahnya, menyatakan bahwa Superman dkk tengah memiliki agenda lain yang ia anggap lebih berbahaya. Yaitu menciptakan pasukan supernya sendiri. Kendati demikian, Batman tidak mau mengaku darimana ia mendapatkan informasi tersebut.

Hal itu membuat Huntress tidak percaya dan keceplosan menyebutkan nama asli (pertama) Batman. Sebagian yang ada di sana kaget karena mereka memang belum mengetahui identitas sebenarnya dari Batman. Batman memastikan bahwa yang ia katakan benar adanya sembari membuka penutup wajahnya.

Di saat bersamaan, muncul berita bahwa ada sekelompok orang yang tengah mengacau di kota Gotham. Batman segera mengenali mereka sebagai kelompok sekte pemuja Superman. Setibanya di TKP, mereka berusaha untuk membubarkan kelompok tersebut, yang berniat untuk mengusir seluruh kriminal di kota dan bersikeras tidak akan tunduk pada siapa pun selain Superman.

Tak lama Superman datang bersama Wonder Woman dan Green Lantern (Hal Jordan). Dengan sekali perintah, orang-orang tersebut bubar grak. Superman pun meminta Batman dkk untuk pergi karena mereka tidak diperlukan di situ. Batman sebenarnya tidak terima, namun Catwoman (Selina Kyle) memintanya untuk kali ini mengalah.

Di Fortress of Solitude. Dengan bantuan teknologi krypton, Lex berhasil menciptakan pil untuk memberikan kekuatan super instan pada siapa pun yang mengkonsumsinya. Jonathan dan Martha Kent yang berada di sana tidak setuju akan rencana Lex tersebut. Pun begitu Lex tidak menghiraukan mereka.

Martha kemudian bercerita tentang awal mereka mengetahui kekuatan Clark. Yaitu pada saat Clark kecil marah selimutnya hilang dan melampiaskannya dengan menghantam traktor hingga terguling. Bagi Jonathan dan Martha, saat ini Clark sedang berada dalam kondisi emosi dan labil. Alih-alih pasukan, Clark butuh seseorang untuk diajak ngobrol.

Dengan Lex kini mengalami apa yang dialami oleh Clark (menjadi satu-satunya orang yang selamat di antara orang-orang yang ia kenal / sayangi), Jonathan dan Martha berharap bahwa pada saatnya nanti, ketika Clark benar-benar kehilangan kendali, Lex bisa menemukan cara untuk menyelamatkannya.

Sementara itu, di Watchtower, The Flash (Barry Allen) mengungkapkan ketidaksetujuan yang sama. Tidak mau beradu argumen, Superman mengajaknya bermain catur. Sembari bermain, Superman memberitahu niatnya untuk memusnahkan semua senjata di muka bumi. Ia beralasan itu bisa melindungi banyak nyawa.

The Flash merespon bahwa jika itu dilakukan, maka selanjutnya Superman akan melakukan hal yang sama untuk yang lain. Rokok, pengemudi yang kebut-kebutan, pemilik anjing yang tidak merantai anjingnya, dan lain-lain. Superman terdiam mendengarnya.

Lex mepresentasikan pil ciptaannya pada Superman dkk. Ia ingin agar masing-masing mencari kandidat siapa siapa saja orang yang mereka percaya untuk mengkonsumsi pil tersebut. Tidak semuanya setuju dengan rencana tersebut.

Di saat tidak ada orang, Robin (Damian Wayne) diam-diam mengambil prototype dari pil super tersebut lalu ber-teleport menuju kota Gotham. Di Bat Cave, ia sempat bertemu dengan Alfred sebelum Batman kemudian datang.

Batman awalnya tidak peduli ketika Robin langsung berpamitan pergi. Alfred berbisik mengingatkan bahwa Robin sudah dengan inisiatif sendiri mendatangi Bat Cave. Mendengarnya, Batman menghentikan Robin dan mengajaknya berbicara terlebih dahulu.

Robin lalu memberitahu bahwa ia kecewa karena Batman meninggalkannya begitu saja di Arkham Asylum pasca insiden tewasnya Nightwing. Batman beralasan saat itu Robin memilih untuk tidak berada di pihaknya. Robin jadi emosi mendengar jawaban Batman dan menganggap Batman egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri yang tidak ingin dianggap salah.

Alfred berusaha menenangkan Robin. Reflek, Robin mendorong Alfred dengan kuat hingga terhempas ke monitor. Batman yang kaget melihatnya ganti secara spontan menatap ke arah Robin dengan tatapan emosi. Robin pun menghantamnya. Tubuh Batman terlontar mengenai uang koin raksasa yang ada di Bat Cave. Koin tersebut mulai goyah.

Di saat koin raksasa tersebut hendak menimpa Alfred. Hawkgirl palsu tiba-tiba muncul dan menahannya. Ia lantas mengajak Robin untuk kembali ke Watchtower. Batman memerintahkan Hawkgirl untuk meninggalkan Robin di Bat Cave. Melihat Hawkgirl yang terdiam, Robin jadi curiga. Terlebih dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya di Watchtower.

Robin kemudian mengaktifkan bom api yang membuat tubuh Hawkgirl palsu berubah menjadi wujud aslinya, Martian Manhunter (J’onn J’onzz).

Setelah api reda, Robin sudah tidak lagi ada di sana. Begitu pula dengan kostum Nightwing.


Well, apa yang dikatakan Robin pada Batman sesuai dengan apa yang ada di pikiran saya terhadapnya, hehehe. Kendati demikian, jujur saya akui bahwa di edisi ini Superman sudah mulai melangkah melewati batas. Kehadiran Lex ternyata sama buruknya dengan keberadaan Wonder Woman di sampingnya. Di sisi lain sulit untuk menghujatnya karena nyatanya di jagat ini Lex dan Superman berteman. Bahkan disebutkan bahwa pil super adalah hasil rancangan keduanya selama bertahun-tahun. Siapa tahu karakter Superman yang ada pun tidak sepenuhnya sesuai dengan yang kita kenal di canon.

gambar #22979

Leave a Reply