Review Film Train Of The Dead (Netflix, 2007)

Sebelum menonton film “Train of The Dead”, atau “Chum thaang rot fai phii” dalam judul aslinya, ini saya sebenarnya hendak menonton sebuah film horor dari India yang ada di Netflix. Walau tidak ada yang salah, entah kenapa setelah 15 menit saya jadi malas melanjutkan. Mungkin karena tidak terbiasa menonton film dari negara tersebut. Sebagai gantinya, saya menghabiskan waktu untuk menyimak film horor jadul asal negeri Thailand ini. Seperti apa filmnya?

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Sinopsis Singkat

Sekelompok remaja memutuskan untuk merampok sebuah TK. Mereka adalah Joke (diperankan oleh Sura Theerakon), Kai (diperankan oleh Chaleumpol Tikumpornteerawong), June (diperankan oleh Lakana Wattanawongsiri), Mued (diperankan oleh Phoomjai Tangsanga), dan Ake (diperankan oleh Warot Pitakanonda). Saat hendak melarikan diri, June tertembak oleh polisi. Walau melihatnya, rekan-rekannya memilih untuk meninggalkannya begitu saja.

Dalam perjalanan, mobil yang dikendarai Ake menabrak sesuatu yang tidak mereka ketahui hingga akhirnya nyusruk ke sebuah toko di pinggir jalan. Apes bagi Toh (diperankan oleh Kett Thantup) yang tengah menggantikan pemilik toko berjaga, ia dijadikan sandera oleh Joke dkk.

Untuk bisa kabur, mereka memilih untuk menuju stasiun dan menyusup masuk ke salah satu kereta. Mued sempat merasa ada yang aneh dengan kereta tersebut beserta penumpangnya, namun berhubung ia adalah pecandu narkoba, teman-temannya yang lain tidak percaya.

Tak lama kereta mulai berangkat. Tanpa diduga, June muncul. Ia ternyata menggunakan rompi anti peluru sehingga tidak terluka saat terkena tembakan polisi sebelumnya.

Dalam perjalanan, Joke dan Ake melihat bahwa kebanyakan penumpang kereta tersebut adalah orang kaya. Setelah memastikan tidak ada petugas keamanan, ia mengajak rekan-rekannya yang lain untuk sekalian saja merampok kereta tersebut.

Untuk mengamati situasi, keduanya lantas menyamar menjadi pelayan. Tidak sengaja mereka bertemu dengan Rahtree (diperankan oleh Savika Chaiyadej), salah seorang penumpang. Seolah tahu niat mereka, Rahtree menyatakan bahwa tidak baik untuk berbuat kejahatan.

Kesal dengannya, Joke memerintahkan June untuk menangkap Rahtree dan menyekapnya bersama Toh.

Di saat hendak memulai aksi perampokan, kereta tiba-tiba berhenti. Mued sempat melihat ada seorang ibu dan anak di atas rel dan dilewati oleh kereta. Ketika diperiksa bersama yang lain, tidak ada seorang pun di sana. Namun kala yang lain tidak memperhatikan, Mued justru melihat keduanya masuk menembus kereta.

Kembali ke dalam kereta, seluruh penumpang tiba-tiba menghilang begitu saja. Termasuk Rahtree dan Toh yang melarikan diri dan kini bersembunyi di salah satu kamar tidur penumpang.

Kejadian aneh mulai dialami Mued, Kai, dan Ake. Terungkap bahwa June sebenarnya sudah mati ditembak oleh polisi di depan TK. Untuk membalas dendam karena ditinggalkan, ia membunuh Kai. Sementara itu, Ake dikejar-kejar oleh hantu ibu dan anak hingga terlempar keluar dari kereta. Mued sendiri tewas karena tenggelam di kamar mandi yang mendadak dipenuhi air.

Rahtree kemudian memberitahu Toh dan Joke bahwa mereka semuanya sebenarnya sudah mati. Kereta yang mereka naiki adalah kereta yang mengantarkan jiwa-jiwa ke neraka. Joke yang tidak percaya lantas berkelahi dengan Toh. Pada akhirnya ia terjatuh ke neraka, dan karena ulah jahatnya selama ini, bakal selamanya kekal di sana.

Petugas kereta memeriksa jiwa Toh. Ia ternyata masih hidup. Begitu pula dengan Rahtree. Kembali ke dunia nyata, Toh rupanya selamat dari tabrakan mobil yang dikendarai Ake. Sayangnya, meski masih hidup, Rahtree tidak bisa kembali ke dunia nyata. Tubuhnya mengalami koma dan kritis. Satu-satunya yang bisa lakukan adalah terus berada di kereta ‘hantu’ hingga suatu saat nanti ia benar-benar meninggal.

Tanggal Rilis: 10 Mei 2007
Durasi: 1 jam 28 menit
Sutradara: Sukhum Mathawanit
Produser: Sukhum Mathawanit, Thawatchai Phanpakdee, Rachada Wongampaihol
Penulis Naskah: Sukhum Mathawanit
Produksi: Pranakorn Films
Pemain: Kett Thantup, Savika Chaiyadej, Sura Theerakon, Chaleumpol Tikumpornteerawong, Lakana Wattanawongsiri, Phoomjai Tangsanga, Warot Pitakanonda, Saowaluck Siriaran

Review Singkat

Film “Train of The Dead” ini menyajikan horor yang ‘sesungguhnya’. Horor yang membuat kita berpikir 1000 kali untuk menontonnya. Bukan karena seram, namun karena benar-benar jelek. Film ini seperti ditulis oleh orang yang baru belajar menulis film, dibesut oleh sutradara yang baru belajar cara menjadi sutradara, diproduksi oleh orang yang baru belajar mengedit film, serta dibintangi oleh bintang-bintang yang baru pertama kali tampil di depan kamera. 95% isinya hanya aksi orang-orang yang mengacungkan senjata dengan gaya di(sok)kerenkan, tanpa terlihat ada makna dalam perbuatannya.

Alur ceritanya berantakan. Saya curiga editornya salah menyusun klip-klip adegan yang ada. Maju mundur tidak jelas. Ini ditambah dengan dialog yang juga tidak kalah berantakannya. Dialog yang sebagian besar isinya teks marah-marah. Bahkan untuk hal yang sepele dan tidak penting sekali pun.

Jika teman-teman pernah menonton film “Kereta Hantu Manggarai” atau “Kereta Setan Manggarai“, percayalah, jika dibandingkan dengan “Train of The Dead”, keduanya terasa bagaikan karya masterpiece.

Dengan sebagian besar adegan horor mengandalkan efek grafis kelas tempelan, sulit untuk merasa takut saat menyaksikannya. Yang ada justru geli. Termasuk saat Toh dan Joke mendadak bisa melakukan adegan pertarungan ala kungfu. Asli bikin mulut kering gara-gara sepanjang dua adegan pertarungan mereka mulut saya auto menganga.

Penutup

Saya tidak tahu apa yang ada di benak Netflix ketika memutuskan untuk membeli hak tayang film “Train of The Dead” ini. Jangan-jangan sama seperti karakter Mued di sini, sedang nge-fly karena mengkonsumsi narkoba. Walau belum banyak menonton film bergenre horor di layanan digital video streaming tersebut, saya yakin 100% bahwa ini adalah salah satu yang terburuk. 0/10.

Catatan: review serta rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

rf trainofthedead

Leave a Reply