Mengenal Sistem Poin di Fun World

Setelah hampir setengah tahun tidak menginjakkan kaki ke gerai game center manapun gegara PSBB, beberapa hari lalu akhirnya rasa rindu bermain arcade bisa terobati. Dari 4 game center yang sempat saya datangi, pilihan bermain saya jatuhkan pada cabang Fun World yang ada di Royal Plaza. Selain soal penerapan protokol kesehatan, jujur saya tidak begitu mengamati detil yang ada di masing-masing pusat permainan yang saya kunjungi. Lumayan kaget jadinya begitu tau ada beberapa perubahan yang diterapkan di FunWorld. Salah satunya cukup mendasar.

DISCLAIMER: Tulisan ini berdasarkan apa yang saya lihat dan alami di Fun World Royal Plaza Surabaya. Kondisi bisa berubah di lain waktu atau di cabang lain.

Tingkat Kesulitan Jackpot Ditambah

Ada 3 mesin jackpot yang saya mainkan. Yaitu Dream Factory, Trolley, dan Crazy Clock. Dari ketiga mesin tersebut, setting angka perolehan jackpot masih sama. Berturut-turut di angka 200 tiket, 100-200 tiket, dan 150 tiket. Yang berubah adalah tingkat kesulitannya.

Untuk 2 mesin yang disebut pertama kebetulan sudah berubah sejak beberapa minggu sebelum pandemi. Namun untuk Crazy Clock rupanya sekarang ikut-ikutan di-tweak. Sebelumnya, untuk menghentikan jarum jam di angka tertentu, kita bisa menekan tombol sebelum jarum jam menyentuh angka tersebut. Sekarang? Tombol harus ditekan TEPAT saat jarum jam berada di angka yang kita inginkan. Dan itu SULIT sekali.

Untuk Dream Factory sebenarnya juga sedikit dipersulit lagi. Sebelumnya, setiap beberapa kali jackpot, titik acuan jackpot akan bergeser setengah angka ke belakang (kecepatan putaran melambat) hingga sampai di satu titik dan selanjutnya akan bergeser maju lagi hingga kembali ke titik awal. Sekarang? Titik acuan jackpot bisa berpindah secara acak setiap kali kita berhasil mendapatkan jackpot. Tidak lagi ada polanya.

Perolehan Tiket Mesin Street Basketball Ditambah

Selain ketiga mesin jackpot di atas, saya juga sempat mencoba mesin favorit saya, Street Basketball. Sebelumnya, output tiket di mesin tersebut sekedar formalitas belaka. Sedikit sekali keluarnya. Kalau tidak salah hanya 1 tiket per 40 poin pengaturannya. Sekarang? Ada peningkatan signifikan. Menjadi 1 tiket per 15 poin. Lumayan, kan?

Jumlah Pegawai Berkurang Drastis

Menurut informasi dari pihak Fun World, masa pandemi membuat mereka terpaksa melakukan pengurangan karyawan. Dan ini memang langsung terlihat begitu saya memasuki area Funworld. Jika sebelumnya minimal ada 6-7 orang di setiap shift-nya, kini hanya ada 2-3 orang saja. Bahkan seluruh pegawai bagian security dirumahkan.

Kebijakan ini sepertinya berlaku pula di cabang lain karena saat mengunjungi gerai Tunjungan Plaza 3 kondisinya tidak berbeda. Hanya terlihat 2 orang pegawai saja.

Dengan demikian, sebaiknya kita sekarang perlu ekstra hati-hati apabila bermain di Fun World dan arcade center lainnya. Jangan sampai keasyikan main lalu jadi lengah. Sekedar informasi, salah satu mesin yang sering jadi TKP kasus pencurian adalah mesin Street Basketball. Banyak yang meletakkan begitu saja ponsel atau dompetnya pada saat bermain. Mereka merasa barang berharga tersebut bakal aman dan terlindungi. Nyatanya, saat bermain biasanya kita jadi tidak memperhatikan ketika ada orang tidak bertanggung jawab mencopet barang-barang tersebut. FYI aja lah.

Penggunaan Sistem Poin Bermain

Ini adalah perubahan yang paling mengejutkan. Setau saya, di Indonesia baru Fun World yang menggunakan sistem poin atau kredit. Berbeda dengan di luar negeri yang memang sudah umum seperti itu. Di Hong Kong misalnya.

Pada sistem yang baru ini, saat kita mengisi kartu dan membeli saldo, maka yang kita peroleh bukan lagi saldo bermain dalam bentuk rupiah seperti biasanya, melainkan poin. Untuk saat ini, 1 poin bernilai Rp 2.000,-. Artinya, jika kita membeli saldo sebesar Rp 100.000,-, maka kartu kita akan terisi 50 poin (di luar bonus, ya).

Kartu yang kita miliki maupun saldo sisa di dalamnya otomatis akan mengikuti sistem yang baru ini, jadi tidak perlu khawatir. Tidak perlu repot membeli kartu baru atau menggantinya kok.

Karena sudah menggunakan sistem poin, otomatis informasi biaya bermain yang muncul di alat gesek kartu juga berubah. Sayangnya ada kenaikan biaya bermain pula.

gesekan crazy clock

Crazy Clock dibandrol 3.5 poin atau setara Rp 7.000,- / sesi permainan.

gesekan dream factory

Dream Factory dibandrol 2.5 poin atau setara Rp 5.000,- / sesi permainan.

gesekan trolley

Trolley (Tower Crane) dibandrol 2.5 poin atau setara Rp 5.000,- / sesi permainan.

Untuk tabel bonus yang baru dari masing-masing jenis kartu bermain Fun World (FunCard, FunGold, FunPremium) bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

tabel topup saldo

Untuk topup minimum yang diberlakukan adalah Rp 20.000,- (10 poin). Masih sama dengan sebelumnya. Yang berubah adalah penawaran bonus 100%-nya. Sebelumnya cukup dengan membayar Rp 300.000,- saja. Kini dinaikkan batasnya menjadi 2x lipat, Rp 600.000,-.

Dampak Penggunaan Sistem Poin Di Kemudian Hari

Dengan melakukan migrasi ke sistem poin, jaringan game center Fun World kini bisa jadi lebih fleksibel dalam menentukan pemasukan mereka. Yang berasal dari pemotongan poin bermain tersebut tentunya. Jika suatu saat mereka menginginkan kenaikan pemasukan, mereka tinggal mengubah nilai konversi rupiah ke poin ke angka yang lebih tinggi. Dari Rp 2.000,- menjadi Rp 2.500,- misalnya. Begitu pun sebaliknya. Kerja mereka juga menjadi lebih efektif karena pengaturan biaya bermain di masing-masing mesin tidak perlu lagi diutak-atik.

Di sisi konsumen, jangan kaget jika ilustrasi di atas benar-benar diterapkan di kemudian hari. Terutama jika jumlah pelanggan yang datang dan bermain sudah kembali normal. Untuk sekarang dan beberapa bulan ke depan sepertinya masih aman.


Sebagai pengguna, saya pribadi masih belum terbiasa dengan sistem poin yang diterapkan di Fun World. Karena tidak lagi mencantumkan angka rupiah, saya jadi TIDAK MERASA kalau biaya bermain mengalami kenaikan. Begitu pula dengan jatah bermain yang tersisa di kartu. Tau-tau sudah habis tanpa terasa, hehehe.

Perubahan ke sistem poin sendiri bagi saya tidak masalah. Sebagai orang yang kuliah dan pernah bekerja di bidang IT dan sistem informasi jelas saya mendukung hal-hal yang berkaitan dengan efisiensi dan efektifitas kerja berbasis sistem. Saya cuma kesal dengan pengaturan jackpot yang semakin lama semakin dipersulit. Jadi mikir 1000x untuk mengumpulkan tiket di Funworld sekarang…

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply