Penerapan Protokol Kesehatan di Game Center Pada Era New Normal

Panjang ya judulnya? Tapi bagaimana lagi. Bingung mau disingkat seperti apa, hehehe. Intinya, setelah satu persatu pusat perbelanjaan dan game center dibuka kembali untuk umum, saya pribadi jadi penasaran, seperti apa sih penerapan protokol kesehatan (pencegahan COVID-19) di berbagai arcade center yang ada. Apakah sesuai dengan anjuran pemerintah? Atau hanya seadanya alias formalitas belaka? Simak hasil survey dan liputan saya berikut.

DISCLAIMER: Apa yang saya sampaikan di bawah adalah berdasarkan apa yang saya alami / lihat pada saat berkunjung. Bisa saja terjadi perubahan penerapan di lain waktu.

Fun World

Ada dua gerai Fun World yang sudah saya datangi. Yang pertama di Tunjungan Plaza 3 (TP3) sedang yang satu lagi cabang favorit saya, yaitu di Royal Plaza Surabaya.

FunWorld Tunjungan Plaza Surabaya

Jalur keluar masuk dijadikan satu di bagian depan, dekat counter. Counter bagian depan sendiri untuk sementara ditutup, sehingga hanya ada satu counter, yaitu di bagian dalam. Ada petugas yang berjaga untuk mengecek suhu tubuh pengunjung dengan menggunakan thermo gun. Terlihat ada hand sanitizer di meja depan, tapi saya tidak diminta untuk menggunakannya pada saat masuk. Untungnya, di bagian dalam disediakan satu hand sanitizer yang bebas digunakan oleh pengunjung.

Hand sanitizer untuk pelanggan

Terdapat pembatas plastik pada mesin-mesin yang letaknya berdekatan. Ada pula yang sebagian dimatikan sehingga mesin yang hidup berselang seling alias tidak mungkin bermain secara bersebelahan dalam jarak dekat.

Pembatas plastik antar mesin

Untuk mesin basket, jujur saya agak kurang memperhatikan. Tapi kalau tidak salah semua mesin aktif dan tidak terdapat pembatas antar mesin. Jika saya salah mohon diralat. Tapi jika benar, mungkin bisa jadi masukan bagi pihak FunWorld TP, mengingat potensi berkeringat saat bermain basket cukup besar.

Untuk bagian counter sudah diberi pembatas plastik. Total hanya ada 2 orang pegawai (termasuk yang di bagian depan tadi) yang terlihat.

counter funworld tp

FunWorld Royal Plaza Surabaya

Akses masuk menggunakan satu pintu. Terdapat thermo gun dan hand sanitizer di meja depan, namun saat saya masuk tidak ada petugas yang berjaga di sana. Bebas masuk begitu saja. Tidak disediakan pula hand sanitizer bagi pengunjung di bagian dalam.

Terdapat pembatas platik pada mesin yang letaknya berdekatan. Untuk mesin basket, hanya sebagian saja yang dinyalakan sehingga tetap ada jarak aman apabila ada lebih dari 1 mesin yang digunakan bermain bersamaan. Ada beberapa mesin yang juga dimatikan untuk menghindari orang bermain bersamaan dalam jarak dekat.

pengaturan mesin street basketball

pembatas plastik antar mesin

Untuk pegawai, hanya ada 1 orang teknisi dan 1 karyawan yang berjaga di counter saja pada saat saya datang. Untuk counter tidak jauh berbeda dengan cabang Tunjungan Plaza, sudah diberi pembatas plastik.

Trans Studio Mini / KidCity

Baru ada satu gerai Trans Studio Mini / KidCity yang sempat saya datangi, yaitu cabang Rungkut Surabaya.

TSM / KidCity Rungkut Surabaya

Tepat di depan eskalator ada petugas yang berjaga. Pertama-tama kita akan dicek suhu dengan menggunakan thermo gun, selanjutnya diminta untuk mengisi data nama dan nomer telpon pada form yang tersedia. Setelah itu, kita akan diminta untuk membersihkan tangan dengan menggunakan hand sanitizer.

Dengan area yang cukup lapang, pihak TSM bisa leluasa mengatur ulang posisi mesin-mesin mereka agar tidak terlalu berdekatan. Untuk satu mesin yang bisa dimainkan bersamaan, hanya ada 1 sisi saja yang diaktifkan. Dengan demikian tidak ada orang yang bermain bersamaan dalam jarak dekat. Trik yang sama digunakan untuk mesin simulasi balapan karena tidak terlihat adanya pembatas plastik. Kecuali pada bagian counter.

salah satu bagian dimatikan

jarak lapang antar mesin

Untuk mesin Street Basketball yang jumlahnya cukup banyak, mesin yang aktif berselang seling. Ada jarak antar pemain meski bermain bersamaan sekaligus.

mesin basket di trans studio mini rungkut

Saat saya berkunjung, hanya terlihat ada 2 orang karyawan yang bertugas. Tidak terlihat adanya hand sanitizer yang bisa digunakan bebas oleh pengunjung.

Mr. Token

Ada 2 gerai Mr. Token yang sempat saya datangi, yaitu cabang Maspion Margorejo yang kebetulan tidak jauh dari rumah serta cabang CITO.

Mr. Token Maspion Margorejo Surabaya

Saat saya datang gerai ini masih belum beroperasi kembali. Namun dari luar (karena tidak ada pintunya) terlihat bahwa mesin-mesin sudah diatur sedemikian rupa untuk mengikuti protokol kesehatan. Seperti adanya pembatas plastik dan mesin-mesin tertentu yang diberi tanda silang alias tidak diaktifkan. Akses keluar masuk sepertinya juga menggunakan satu pintu karena sebagian besar jalur masuk diberi penghalang.

mr token maspion sudah siap tapi masih tutup

Mr. Token CITO (City of Tomorrow) Surabaya

Akses masuk menggunakan sistem satu pintu dimana jalur lain diberi penghalang berupa tali pembatas maupun mesin yang rusak. Tidak ada penjaga di pintu masuk. Pun begitu dengan keberadaan thermo gun dan hand sanitizer.

Untuk mesin yang berdekatan / bersebelahan sudah diberi pembatas plastik. Ada pula yang hanya dinyalakan sebagian untuk mesin yang bisa dimainkan bersamaan oleh lebih dari satu orang. Mesin capit es krim misalnya.

sebagian mesin mati di mr token cito

Bagian counter sudah menggunakan pembatas plastik, namun hanya terlihat 1 orang pegawai saja pada saat saya berkunjung.

Timezone

Saya baru sempat mengunjungi satu gerai Timezone saja di Surabaya, yaitu cabang Plaza Surabaya.

Timezone Plaza Surabaya

Terdapat petugas berjaga di jalur keluar masuk yang menerapkan sistem satu pintu. Selain mengecek suhu dengan thermo gun, kita akan diminta membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer. Kendati demikian, tidak disediakan hand sanitizer di bagian dalam.

Ada pembatas plastik antar mesin, namun anehnya tidak semua mesin diberi pembatas. Ada yang dibiarkan begitu saja walau jaraknya berdekatan. Mungkin lupa dipasang karena terlihat ada pembatas plastik yang tergeletak begitu saja di pinggir tembok.

pembatas plastik antar mesin di timezone plaza surabaya

Sekilas hampir semua mesin menyala. Namun untuk mesin yang memang bisa dimainkan bersamaan oleh beberapa orang, sebagian sisi pemain dimatikan. Sayangnya, untuk mesin basket terlihat semuanya aktif dan tidak diberikan pembatas.

Untuk bagian counter tidak ada bedanya dengan game center lain. Sudah diberikan pembatas plastik. Untuk area souvenir sepertinya juga lebih dilapangkan agar pengunjung tidak berdesakan saat masuk ke area tersebut.

Yang patut diacungi jempol, jumlah pegawai yang bertugas terlihat tidak mengalami pengurangan. Saat saya berkunjung, minimal terlihat ada 4-5 karyawan dan 1 teknisi.

Kesimpulan

Dari beberapa game center yang sudah saya datangi di atas, yang menurut saya paling serius menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah terhadap pencegahan penyebaran virus corona / pandemi COVID-19 adalah Trans Studio Mini (TSM) / KidCity. Mungkin karena dari awal mereka memiliki modal area yang luas sehingga bisa leluasa membuat pengaturan ulang terhadap mesin-mesin mereka. Di luar itu, walau tidak praktis, saya mengapresiasi disediakannya form data pengunjung untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Sedikit saran, mungkin bisa diubah ke sistem elektronik via QR code agar lebih praktis lagi. Itu pulpennya kan dipakai berulang-ulang soalnya, hehehe.

Bagaimana menurut teman-teman?

Reply