Berburu Hadiah Capit Boneka di Seoul

Permainan capit boneka alias claw machine sempat ngehits di Korea Selatan beberapa tahun lalu. Saat itu kabarnya kita bisa melihat penampakannya dengan mudah di area-area perbelanjaan dan hiburan seperti Myeongdong, Gangnam, Sangsudong, dan sebagainya. Lalu bagaimana dengan sekarang di tahun 2019? Apakah masih menjamur seperti dulu? Atau justru sudah mulai berkurang gaungnya? Sebagai pecinta mesin arcade, saya luangkan waktu saat berlibur di Korsel untuk mengeceknya secara langsung. Yuk simak hasil perburuan saya.

Apa Itu Claw Machine?

Claw machine atau mesin capit adalah salah satu permainan arcade dimana kita bisa langsung mendapatkan hadiah berupa barang jika berhasil menang. Cara bermainnya sederhana. Kita hanya perlu mengatur posisi capitan lantas menekan tombol yang sudah disediakan untuk menjatuhkan capitan tersebut. Nantinya, capitan akan otomatis menutup di saat sudah mencapai dasar mesin. Apabila posisinya tepat di atas hadiah yang kita inginkan, maka sudah tentu hadiah tersebut bakal bisa kita bawa pulang.

Claw machine di game center

Tentu saja, prakteknya tidak segampang teori di atas. Pada dasarnya mesin ini adalah perpaduan antara skill dengan keberuntungan. Kita harus memahami dengan baik bagaimana cara kerja mesin yang bersangkutan dan juga mengetahui posisi yang tepat untuk menjatuhkan capitan. Ada mesin yang capitannya akan berputar dengan sudut tertentu saat dijatuhkan. Ada pula yang tidak berputar sama sekali. Jenis dan ukuran hadiah yang tersedia juga berpengaruh besar. Tehnik mencapit boneka dengan hadiah yang berbentuk kotak misalnya jelas tidak sama.

Bagaimana dengan unsur keberuntungan?

Hampir semua claw machine memiliki pengaturan khusus untuk memastikan si pemilik atau pengelola tidak merugi. Sejago apapun si pemain! Cukup panjang pembahasan mengenai hal ini. Silahkan saja meluncur ke artikel saya terdahulu di sini dan di sini.

Claw Machine di Seoul

Di kota Seoul, mesin capit boneka dapat ditemui di tiga tempat.

Yang pertama di game center atau arcade center. Terus terang saya agak kesulitan dalam mencarinya karena informasi yang saya peroleh dalam bahasa Korea. Tidak ada terjemahannya. Pencarian langsung via Google Maps juga tidak terlalu membuahkan hasil.

Total ada 3 game center yang saya temukan di Seoul. Yaitu Zzang Games, Funny Land, dan Ppokky Ppokky. Yang disebut terakhir mengkhususkan diri dalam hal claw machine, sedang dua sisanya juga menyediakan mesin-mesin permainan arcade dan simulasi. Uniknya, game yang tersedia beserta biaya permainannya hampir sama di semua cabang kedua arcade center tersebut yang sempat saya datangi.

Deretan mesin capit boneka

Detil pembahasan mengenai game center ini akan saya tulis di artikel terpisah.

Yang kedua di dalam hotel atau tempat-tempat hiburan. Yang ini memang saya temui di Pulau Jeju, tepatnya di Hotel Ramada City Hall dan di TrickEye 3D Museum, namun saya yaqueen kalau di Seoul kita juga bisa menemukan mesin serupa di dalam hotel maupun di dalam tempat hiburan / museum. Mungkin ada teman-teman yang pernah melihatnya di salah satu hotel di sana?

Yang ketiga di trotoar alias di pinggir jalan. Jumlahnya memang tidak sebombastis yang diberitakan beberapa tahun lalu, namun lumayan bikin surprise saat sedang berjalan santai dan tanpa sengaja menemukan mesin capit boneka tergeletak di hadapan mata. Auto kalap untuk menjajal, hehehe.

Pengalaman Bermain Capit Boneka di Seoul

Berhubung tidak ada mesin arcade yang mengeluarkan tiket untuk ditukar dengan hadiah / souvenir di Seoul, mau tidak mau saya mencoba berburu hadiah langsung dari claw machine. Saya sudah tidak pernah memainkannya di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir, jadi otomatis balik ke newbie lagi, hehehe. Sadar diri, target saya hanya satu atau dua hadiah saja. Untuk kenang-kenangan liburan di Korea Selatan.

Percobaan pertama saya lakukan di Funny Land cabang Seogyodong, beberapa ratus meter dari stasiun subway Sangsu (exit 1). Mata saya langsung tertuju pada mesin mini yang menyajikan hadiah headset bluetooth model Airpods. Biaya bermainnya hanya 500 KRW (atau sekitar 6 ribu rupiah). Cocok buat yang modal cekak seperti saya.

Sayangnya, meski capitannya kuat dan mudah untuk mencapit kotak headsetnya, namun selalu saja dilepas tepat di depan lubang hadiah. Kondisi serupa terjadi pula di mesin-mesin lainnya. Alhasil tidak lanjut bermain karena sudah pasti mesinnya di-rigged.

Untuk melepas kekesalan, saya mencoba bermain di mesin basket yang ada di lantai 2. Biayanya 1,000 KRW (atau sekitar 12 ribu rupiah) per sesi. Permainannya sedikit berbeda dan rasanya belum ada di Indonesia, dimana satu sesi bisa berlangsung sampai 7 ronde! Lumayan puas sekaligus pegel, hehehe.

Percobaan kedua saya lakukan di hotel Ramada City Hall. Ada 2 mesin capit di sana. Satu memberikan hadiah berupa boneka ukuran kecil. Satunya lagi berupa barang seperti portable fan, tisue, dan sebagainya. Keduanya berbandrol 1,000 KRW untuk sekali main.

Kondisi mesin di sini rupanya tidak jauh berbeda. Sudah diatur sedemikian rupa agar tidak mudah untuk dimenangkan. Lagi-lagi dengan skenario yang (nyaris) sama. Capitan kuat, tapi akan drop skill saat bergerak menuju lubang hadiah.

Percobaan ketiga saya lakukan di Zzang Games entah cabang apa. Saya tidak bisa menemukannya kembali di Google Maps, wkwkwk. Yang jelas lokasinya tepat di seberang Ppokky Ppokky, di gang yang penuh dengan restoran dan kafe padat penduduk lokal. Sama sekali tidak ada turis atau wisatawan asing di sana. Dan di game center misterius ini, hanya dalam 2 kali percobaan, saya langsung mendapatkan gantungan tas yang super keren.

Hadiah kemenangan

Mesin yang bersangkutan sebenarnya cukup bersahabat. Sayangnya, posisi hadiah yang lain tidak memungkinkan untuk dicapit. Jadinya hanya bisa membawa pulang si bebek (atau ayam?) itu aja. Not bad, lah ya.

Kesimpulan

Mesin-mesin capit di Seoul, dan kemungkinan Korea Selatan pada umumnya, punya hadiah yang lebih bervariasi ketimbang yang ada di Indonesia. Tidak melulu boneka. Mungkin hampir sama variatifnya dengan yang ada di Jepang. Sayangnya, sulit menemukan mesin yang masih ‘perawan’ alias yang masih belum diutak-atik settingnya hingga menjadi lebih sulit menang dari yang seharusnya. Tapi yah, menghabiskan waktu sejenak untuk berburu hadiah dari claw machine jelas merupakan salah satu aktivitas yang seru, menyenangkan, sekaligus unik di Seoul.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , , , ,

Reply