Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 11 & Preview Episode 12 (2016)

Di sinopsis Cinderella and Four Knights episode sebelumnya, perasaan Kang Seo-Woo (Lee Jung-Shin) terhadap Eun Ha-Won (Park So-Dam) semakin menggebu-gebu. Sayangnya, Ha-Won tidak terlalu menyadarinya karena sibuk dengan perasaannya sendiri terhadap Kang Ji-Woon (Jung Il-Woo). Ji-Woon sendiri berada di antara dua pilihan, antara menerima pinangan Park Hye-Ji (Son Na-Eun) untuk menjadi kekasihnya (dan agar ia tidak menangis lagi) atau menuruti kata hatinya yang saat ini lebih menyukai Ha-Won. Permasalahan makin rumit dengan Kang Hyun-Min (Ahn Jae-Hyeon) yang tidak rela ditinggalkan begitu saja oleh Hye-Ji, ditambah dengan Hye-Ji yang barusan mengalami musibah dan terpaksa harus tinggal untuk sementara waktu di Sky House. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis Cinderella and Four Knights episode 11 kali ini?

Dok. gambar dan video © tvN of Korea Selatan

Sinopsis Episode 11

Hye-Ji menginap di kamar Ha-Won. Dengan suasana yang agak kaku, Ha-Won menyambutnya dan mengatakan ia sama sekali tidak keberatan karena toh kamar tersebut terlalu besar baginya. Namun ia jadi merasa tidak nyaman ketika Hye-Ji mengatakan bahwa ia senang Ji-Woon segera mendatanginya pada saat ia ada masalah.

Saat Hye-Ji keluar untuk mengambil minum, Hyun-Min yang sedari tadi menunggunya di ruang tengah segera mencegatnya. Ia mencoba berdalih bahwa tadi ia sudah sempat akan mengangkat telpon dari Hye-Ji.

“Kamu tahu, hari ini kamu juga selangkah di belakang Ji-Woon” potong Hye-Ji, lantas pergi meninggalkan Hyun-Min yang tak bisa berkata apa-apa mendengarnya.

Ji-Woon masuk ke kamar Ha-Won untuk mengantarkan barang Hye-Ji yang tertinggal. Ia berbasa-basi menanyakan bagaimana Ha-Won bisa pulang, yang ditanggapi Ha-Won dengan ketus. Sadar bahwa Ha-Won sedang ngambek, Ji-Woon pun pamit keluar kamar.

Hari berganti. Ha-Won terbangun dan tidak mendapati Hye-Ji di tempat tidur. Saat menuju ke dapur, ia mendengar Ms. Beolgyo sedang menggumam bahwa keadaan jadi aneh. Ia pun menghampirinya dan menanyakan apa yang dimaksud Ms. Beolgyo, sekaligus menanyakan kondisi mansion yang sepi. Ternyata yang dimaksud oleh Ms. Beolgyo adalah kehadiran Hye-Ji di mansion yang membuat Kang bersaudara menjadi bersikap ‘tidak biasa’. Yang pertama adalah Seo-Woo, yang malu karena dilihat oleh Hye-Ji dengan penampilan ala kadarnya karena baru bangun tidur. Yang kedua Hyun-Min, yang juga malu gara-gara Ms. Beolgyo memberikan celana dalamnya begitu saja di depan Hye-Ji. Dan yang ketiga adalah Ji-Woon, yang bersikap sangat ramah pada Hye-Ji.

Ha-Won sedikit tidak terima dan mengatakan pada saat ia datang mereka juga seperti itu. Tapi Ms. Beolgyo menjelaskan bahwa pada saat Ha-Won datang tidak ada satu pun dari mereka yang mengubah sikapnya, sehingga jelas situasinya berbeda. Ha-Won nyengir kesal mendengarnya. Ia jadi makin galau saat Ms. Beolgyo bercerita bahwa tadi adalah pertama kalinya ia melihat Ji-Woon bersikap ramah pada seorang wanita. Ditambah dengan penampilan Hye-Ji yang cantik, sudah pasti Kang bersaudara tertarik kepadanya.

Ha-Won meninggalkan dapur dan kembali ke kamarnya sambil mengomel, menganggap selama ini ia tidak diperlakukan sebagai wanita oleh yang lain. Tanpa sengaja ia melihat Hye-Ji sedang berdiri di taman sambil merasakan angin yang berhembus meniup rambutnya, dan tanpa disadari Ha-Won terpana melihatnya 😀 Saat tersadar, ia langsung membandingkan penampilannya dengan Hye-Ji yang berbeda 180 derajat.

adegan_cinderella_11c

Di kamarnya, Ha-Won kembali ngedumel mengenai semua pria yang dianggap sama saja, hanya tertarik pada kecantikan wanita. Tiba-tiba sebuah tulisan di buku yang sedang ia baca membuatnya terdiam.

Your own inherent charm will attract the one fated to be with you.

Membaca kalimat tersebut membuat Ha-Won kembali pede dengan kharisma yang ia miliki. Ia lalu berhias dan berganti pakaian untuk ‘menampilkan’ kharismanya. Usai berdandan, ia pun keluar menuju ruang tengah. Seo-Woo yang sedang menonton TV terpana melihatnya, hingga tanpa sadar menjatuhkan remote TV. Saat Ha-Won menanyakan apakah ia tampak aneh, Seo-Woo tidak bisa menjawabnya dan malah memanggil saudara-saudaranya. Ha-Won segera menutup mulut Seo-Woo, tapi terlambat, Ji-Woon sudah keburu mendengarnya dan ia pun keluar dari kamarnya. Melihat gaya Ha-Won, ia tidak berkomentar apa-apa, justru menanyakan mengapa Seo-Woo tiba-tiba memanggilnya. Karena malu, Ha-Won segera berlari masuk ke kamarnya.

Kembali ke kamarnya, Ji-Woon memikirkan ulah Ha-Won barusan dan ia mengira Ha-Won lari karena masih marah kepadanya. Sementara itu, Ji Hwa-Ja (Kim Hye-Ri) sedang sarapan bersama dengan CEO Kang (Kim Yong-Geon). CEO Kang mengomelinya karena sibuk memfoto makanan dan mempostingnya di sosmed, yang ia anggap tidak ada gunanya. Hwa-Ja berdalih bahwa ia ingin mengingat semua momen bersama CEO Kang, termasuk hidangan yang ia makan.

Hwa-Ja lantas mengatakan ia akan memberi hadiah pada CEO Kang. CEO Kang pura-pura gembira mendengarnya karena mengira Hwa-Ja akan memberikan dasi yang ia beli kemarin (dan sudah diintip oleh CEO Kang). Ternyata yang diberikan kepada CEO Kang adalah sebuah kemeja. CEO Kang pun terdiam dan jadi berpikir untuk siapa Hwa-Ja membelikan dasi tersebut.

adegan_cinderella_11d

Hye-Ji mendatangi kantor polisi dan membawakan makanan untuk ayahnya. Namun ia tidak diperbolehkan untuk menemuinya karena sedang menjalani pemeriksaan. Polisi pun tidak memperkenankannya untuk memberikan makanan tersebut. Sekembalinya ke mansion, Hye-Ji mencoba menghubungi pamannya untuk meminta pertolongan, tapi ditolak dengan alasan sedang sibuk. Hyun-Min yang memperhatikannya dari kejauhan diam-diam menelpon seseorang. Yang ia hubungi ternyata adalah temannya (Kang Eui-sik, mohon ralat jika salah) dan ia meminta informasi mengenai kasus ayah Hye-Ji. Teman Hyun-Min mengatakan bahwa hakim yang bertugas di pengadilan nanti adalah senior ayahnya, jadi kemungkinan besar ia akan membelanya. Ia lalu memberikan secarik kertas untuk Hyun-Min.

Teman Hyun-Min lantas menyinggung ayah Hye-Ji yang dituduh melakukan penggelapan dan sebagai anak pastinya Hye-Ji malu. Hyun-Min emosi mendengarnya dan langsung melemparkan gelas yang ia minum ke tembok hingga pecah. Ia mengingatkan temannya bahwa ayahnya juga baru mendirikan firma hukum setelah kehilangan pekerjaannya karena dituduh korupsi, jadi seharusnya ia juga bisa merasakan apa yang dirasakan Hye-Ji dan tidak usah banyak bicara.

Setibanya kembali di mansion, Hyun-Min mendapati Hye-Ji di ruang tengah. Hye-Ji berniat untuk pergi begitu melihat Hyun-Min.

“Kau tidak perlu khawatir lagi,” cegah Hyun-Min.

“Ayahmu ingin kau menerima ini,” ujar Hyun-Min sembari menyerahkan kertas yang tadi ia dapat dari temannya.

“Bagaimana bisa kau dapat ini?” tanya Hye-Ji.

“Tidak ada di dunia ini yang tidak bisa ku lakukan. Kau masih belum tahu kemampuanku?” jawab Hyun-Min pongah.

Ia melanjutkan, “Tidak perlu berterima kasih padaku. Tapi kalau kau mau tahu alasan aku melakukan ini karen a aku tidak mengangkat telpon darimu waktu itu, jadi aku merasa tak enak…”

Hyun-Min hendak memberikan sesuatu pada Hye-Ji, tapi Hye-Ji sudah lebih dulu memotong pembicaraannya.

“Kau tidak perlu pergi melakukan ini untukku,” ucap Hye-Ji. “Aku tidak nyaman menerima bantuan darimu. Bagaimanapun, aku berterima kasih untuk ini.

adegan_cinderella_11a

Hye-Ji pun pergi meninggalkan Hyun-Min. Hyun-Min mengeluarkan benda yang tadi hendak ia berikan pada Hye-Ji, dan ternyata itu sebuah kunci. Ia lalu masuk ke kamar Ji-Woon dan memberikan kunci itu kepadanya. Hyun-Min memberitahunya bahwa itu adalah kunci locker dimana barang-barang Hye-Ji (yang disita oleh pengadilan) berada dan ia meminta Ji-Woon untuk mengambilnya. Hyun-Min juga berpesan pada Ji-Woon untuk tidak memberitahu Hye-Ji bahwa kunci tersebut berasal darinya.

Di kamar, Hye-Ji membaca surat dari ayahnya sambil menangis.

Hye-Ji, ayah baik-baik saja.
Yang bisa ku katakan cuma satu, maafkan ayah.
Jangan khawatirkan ayah dan lanjutkanlah hidupmu.
Hidupmu tidak akan berubah sedikit pun karena ayah.
Tunggulah sebentar lagi, ayah akan segera kembali.

Ji-Woon masuk ke kamar Hye-Ji dan langsung terdiam begitu mengetahui ia sedang menangis. Beberapa saat kemudian, setelah Hye-Ji tidak lagi menangis, Ji-Woon mengajak Hye-Ji untuk jalan. Tujuannya adalah locker tempat barang-barang Hye-Ji berada. Hye-Ji senang mengetahuinya dan berterima kasih pada Ji-Woon. Ji-Woon merasa tidak enak dan hendak mengatakan yang sebenarnya, namun Hye-Ji keburu mengajaknya makan, sehingga ia mengurungkan niatnya.

Mereka pun makan ramen instan di sebuah minimarket. Hye-Ji heran Ji-Woon mau makan makanan seperti itu sehingga ia pun menanyakan apakah Ji-Woon sering memakannya dan dengan siapa. Ia pun langsung terdiam ketika Ji-Woon mengatakan ia sering makan bersama Ha-Won. Hye-Ji lantas menanyakan apakah sikap baik Ji-Woon kepadanya sama dengan yang ia lakukan pada ha-Won. Ji-Woon menjawab ia tidak tahu karena merasa tidak banyak berbuat baik pada Ji-Woon. Sebelum sempat Hye-Ji bertanya lagi, Ji-Woon mengalihkan pembicaraan dan menawarkan untuk membelikan kopi bagi Hye-Ji.

Saat membeli kopi, Jin-Woon melihat bingkisan-bingkisan untuk merayakan White Day (mirip Valentine Day, tapi yang memberi bingkisan adalah pria). Ia pun membeli satu buah bingkisan dan memasukkannya ke kantong bajunya. Kembali ke meja, Hye-Ji melihat ada bingkisan di saku Ji-Woon dan ia menjadi sedikit curiga.

Di mansion, Ha-Won menanyakan kondisi rumah yang kembali kosong pada Ms. Beolgyo. Ia lalu menceritakan bahwa Seo-Woo sedang bekerja dan Ji-Woon sedang pergi bersama Hye-Ji. Ms. Beolgyo jadi kasihan pada Ha-Won yang selalu sendirian semenjak Hye-Ji tinggal di rumah itu. Ms. Beolgyo pun menyatakan kekesalannya pada Ji-Woon yang selalu saja memperhatikan Hye-Ji. Bukannya membuat Ha-Won senang, ia justru semakin kesal mendengar perkataan Ms. Beolgyo.

adegan_cinderella_11e

Ha-Won lantas mencari Hyun-Min di kamarnya. Melihat ia sedang asik main game, Ha-WOn mengajaknya untuk makan bersama. Hyun-Min menolak, mengaku ia sedang tidak mood. Karena tidak ingin makan sendirian, Ha-Won nekat mematikan layar TV sehingga mau tidak mau Hyun-Min menuruti keinginannya. Di meja makan, Hyun-Min geleng-geleng kepala melihat selera makan Ha-Won yang tidak seperti biasanya. Ia lalu menanyakan penyebabnya, yang dijawab Ha-Won bahwa itu karena hatinya sedang terasa kosong. Hyun-Min menyindirnya sedang rindu pada tunangannya. Ha-Won kesal dan menyuruhnya diam saja.

“Kau ingin makan dengan aku, tapi aku disuruh diam? Terserahlah. Suruh saja Kang Ji Woon duduk di sini,” ujar Hyun-Min sambil berdiri dari kursi.

“Dia pergi keluar. Bersama Hye-Ji.”

Mendengarnya, Hyun-Min kembali duduk dan menanyakan kemana perginya mereka.

“Kenapa? Sepertinya kau tiba-tiba tertarik ketika aku mengatakan Hye-Ji pergi dengan Ji-Woon.” sindir Ha-Won.

“Apa maksudmu? Aku tidak tertarik kok.” bantah Hyun-Min.

Ha-Won mengatakan bahwa sebaiknya Hyun-Min jujur saja jika memang penasaran atau tertarik, daripada nanti dia sakit perut. Hyun-Min pun membalasnya, menanyakan apakah Ha-Won kesal selalu ditinggalkan oleh mereka berdua. Ha-Won jadi tersedak mendengarnya dan berdalih bahwa ia tidak merasa ditinggalkan. Keduanya pun tidak jadi makan dan saling mengatai 😀

Ji-Woon dan Hye-Ji tiba kembali di mansion dan berpapasan dengan Ha-Won dan Hyun-Min. Hye-Ji menceritakan bahwa Ji-Woon baru saja membantunya mengambil kembali barang-barangnya. Baik Ha-Won dan Hyun-Min tidak berkata apa-apa dan satu persatu pergi meninggalkan mereka. Setelah menyimpan barang-barang tersebut, Ji-Woon mendatangi Hyun-Min dan mengatakan apa ia telah melakukan apa yang diminta Hyun-Min. Hyun-Min merespon dengan ucapan terima kasih.

“Apa yang kau lakukan, bersembunyi di sini?” tanya Ji-Woon.

Melihat Hyun-Min hanya terdiam, Ji-Woon berbalik badan dan melangkah keluar kamar sembari berkata, “Hari ini hari terakhir aku membantumu.”

“Aku akan terus meminta bantuanmu melakukan ini.” ucap Hyun-Min tiba-tiba. “Maksudnya.. mengurus Hye-Ji.”

Ji-Woon menghentikan langkahnya. “Tidak ada alasan bagiku untuk melakukannya, kan? Aku tidak punya hak.”

“Aku yang tidak punya hak.” jawab Hyun-Min. “Aku ahli menyakitinya, tapi aku tidak ahli menyembuhkan rasa sakitnya.

“Jadi kau mau berbuat baik padanya tapi pura-pura aku yang melakukannya?” tanya Ji-Woon.

“Lagipula, kau sudah biasa baik padanya.”, ujar Hyun-Min tanpa menjawab pertanyaan Ji-Woon. “Dia tidak akan merasa tertekan jika dia mengira kau yang melakukannya.”

“Bukan karena kau aku akan melakukan ini. Aku hanya melakukan ini sebagai temannya. Karena aku menghargai Hye-Ji. Juga, jangan buat Hye-Ji menangis lagi mulai sekarang.”

adegan_cinderella_11b

Ha-Won sedang berjalan di taman sambil ngedumel karena cemburu pada Ji-Woon yang lebih perhatian pada Hye-Ji. Tiba-tiba saja Ji-Woon muncul di belakangnya dan menanyakan kenapa ia berbicara sendiri. Ha-Won kaget dna jadi salting. Ji-Woon lantas meminta maaf karena telah meninggalkannya (saat menjemput Hye-Ji). Ia lalu hendak memberikan bingkisan White Day pada Ha-Won, namun mengurungkannya. Sebaliknya, ia mengajak Ha-Won untuk jalan-jalan. Ha-Won yang salting malah reflek menolak 😀 Ji-Woon melanjutkan bahwa ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Ha-Won, namun karena Ha-Won sudah terlebih dulu menolak, maka ia pun pergi meninggalkannya.

Seo-Woo yang baru pulang kerja menghampiri Ha-Won yang sedang galau di ruang tengah. Ia menanyakan apakah Ha-Won terlihat murung gara-gara tidak nyaman berada sekamar dengan Hye-Ji. Ha-Won membantah. Seo-Woo lalu meminta agar Ha-Won baik-baik pada Hye-Ji karena ia baru saja mengalami musibah. Mempertimbangkan kata-kata Seo-Woo, saat Hye-Ji hendak mencuci pakaian, Ha-Won menawarkan diri untuk melakukannya. Hye-Ji sebenarnya menolak, namun Ha-Won terus memaksa, sehingga Hye-Ji pun pasrah. Apes bagi Hye-Ji, baju-baju yang dicucikan Ha-Won malah sebagian jadi mengecil karena Ha-Won salah mencucinya. Mengetahui Ha-Won memang berniat membantunya, Hye-Ji tidak mempermasalahkannya.

Masalahnya, Hye-Ji kini tidak punya baju lagi untuk ganti. Ha-Won menawarkan bajunya untuk dipakai, namun Hye-Ji menolaknya dan mengatakan sebaiknya ia pergi saja dengan Ji-Woon untuk membeli baju baru. Ha-Won terdiam mendengarnya. Mengetahui sikap Ha-Won yang berubah, Hye-Ji menanyakan apakah Ha-Won sudah tahu bahwa ia sudah mengungkapkan perasaannya pada Ji-Woon. Hye-Ji juga kembali bercerita bahwa yang ada selama ini di sisinya adalah Ji-Woon, sehingga ia ingin mencoba berpacaran dengannya.

“Lalu apa Ji-Woon sudah menjawabnya?” tanya Ha-Won. “Apa… dia sudah memberimu jawaban?”

“Ya,” jawab Hye-Ji sambil mengangguk, “Ji-Woon mungkin merasakan hal yang sama denganku. Bukankah begitu?”

adegan_cinderella_11f

CEO Kang memanggil Lee Yoon-Sung (Choi Min) dan memintanya untuk mengawasi Hwa-Ja. Ia curiga Hwa-Ja telah berselingkuh sehingga Yoon-Sung diminta untuk mengikutinya kemana saja. Saat itu, Hwa-Ja sedang dipijat oleh Park Soo-Kyung (Choi Eun-Kyeong), ibu tiri Ha-Won. Soo-Kyung mencoba melancarkan rencananya yang sebelumnya sudah ia rancang bersama Choi Yoo-Na (Ko Bo-Gyeol) di episode lalu. Secara tidak langsung Ia menyampaikan ‘gosip’ mengenai Hwa-Ja yang sudah pernah menikah sebelumnya, yang ia dengar dari istri CEO grup lain. Soo-Kyung juga berjanji akan melaporkan pada Hwa-Ja apabila ia mendengar gosip-gosip lain tentang Hwa-Ja. Tanpa ia sangka, Hwa-Ja justru marah mendengarnya dan menganggapnya tukang gosip. Ia pun mengancam akan berbicara dengan manajernya agar Soo-Kyung dipecat. Keluar dari ruang pijat, Hwa-Ja menghubungi orang yang dikatakan Hwa-Ja telah menggosipkan dirinya, dan mengancam akan memberikan konsekuensinya baginya apabila lain kali ia bergosip lagi tentangnya.

Malam harinya, Ha-Won tidak bisa tidur memikirkan kembali tentang Ji-Woon dan semua yang sudah pernah ia lakukan bersamanya. Sementara itu, Hye-Ji mendatangi Ji-Woon di ruang workshopnya dan menanyakan apakah besok ia bisa menemaninya beli baju. Ji-Woon menyanggupi.

Esok harinya, Soo-Kyung datang ke spa tempat ia bekerja dan dikabari bahwa ia telah dipecat. Ia pun pulang ke rumah dengan menangis. Yoo-Na menanyakan mengapa ibunya menangis. Sambil menyalahkan Yoo-Na, Soo-Kyung bercerita bahwa ia telah dipecat dari pekerjaannya dan bingung harus mencari pekerjaan dimana lagi di usia yang sudah tidak muda seperti dirinya. Bukannya sedih karena ibunya dipecat, Yoo-Na justru sedih karena rencana mereka untuk menjodohkan Yoon-Na dengan salah satu penerus Haneul Group gagal total. Keduanya pun menangis di ruang tamu.

Untuk sementara, Hye-Ji akhirnya mengenakan baju yang dipinjamkan Ha-Won. Usai mandi, ia menuju ruang makan untuk mengambil jeruk. Hyun-Min yang melihat sosoknya dari belakang mengira itu adalah Ha-Won. Ia pun dengan pede menghampiri dan membelai kepalanya sembari mengingatkan bahwa sebaiknya ia mengeringkan rambutnya dulu sebelum makan. Tubuhnya langsung kaku begitu mengetahui yang ada di sebelahnya adalah Hye-Ji. Begitu tersadar, ia segera meminta maaf pada Hye-Ji, namun Hye-Ji langsung berlalu meninggalkannya tanpa berkata apa-apa.

[socialpoll id=”2388086″]

Ha-Won mengetuk pintu kamar Ji-Woon. Karena tidak ada jawaban, ia pun mengintip ke dalamnya. Tidak ada seorang pun di sana. Tiba-tiba Hye-Ji datang dan mengatakan ia hendak pergi ke suatu tempat bersama Ji-Woon. Saat mereka berdua hendak berangkat, Ji-Woon baru sadar dompetnya ketinggalan, sehingga ia kembali masuk ke dalam untuk mengambilnya. Melihat bingkisan White Day yang ada di dekat dompet, Ji-Woon ikut mengambilnya dan tersenyum-senyum sendiri. Saat itu mendadak Ha-Won, yang tadi melihat Ji-Woon berlari masuk ke kamarnya, muncul di belakangnya. Ha-Won menjadi cemburu mengira bingkisan tersebut akan diberikan pada Hye-Ji, terlebih Ji-Woon secara reflek menyembunyikan bingkisan tersebut (dan dompetnya) ke punggungnya.

“Maaf karena aku baru tahu sekarang,” ucap Ha-Won.

“Apa maksudmu?” tanya Ji-Woon heran.

“Aku pasti sudah gila salah paham denganmu,” jawab Ha-Won. “Aku mendengar semuanya dari Hye-Ji. Jadi.. jangan buat aku salah paham lagi.”

Tanpa menunggu respon Ji-Woon, Ha-Won pergi keluar meninggalkannya.

Tak lama, Ms. Beolgyo mengabarkan pada Ha-Won bahwa ayahnya datang menjenguknya. Mengira yang datang adalah Eun Gi-Sang (Seo Hyun-Chul), ayah tirinya, Ha-Won dengan senang menyambutnya. Ternyata yang datang adalah Kang Jin-Young, orang yang ia kenal sebagai teman ibunya. Mereka berdua lalu lanjut mengobrol di kamar Ha-Won sembari minum teh. Ha-Won pun mempertanyakan mengapa tadi Ms. Beolgyo bisa mengatakan bahwa yang datang adalah ayahnya.

Di dalam perjalanan, Ji-Woon menghentikan mobilnya dan menanyakan apa yang dikatakan Hye-Ji pada Ha-Won. Hye-Ji menceritakan sesuai apa yang ia ceritakan sebelumnya pada Ha-Won. Ji-Woon kaget mendengarnya.

“Kau tidak merasakan hal yang sama?” tanya Hye-Ji. “Tapi kau sering menolongku. Jika kau tidak merasakan hal yang sama, kenapa kau datang saat itu?

“Maafkan aku,” jawab Ji-Woon.

“Maaf kenapa?” tanya Hye-Ji bingung.

“Sepertinya kau harus pergi sendiri saat ini. Sampai jumpa nanti di rumah.” ucap Ji-Woon tegas.

Hye-Ji tidak berkata apa-apa dan melangkah keluar dari mobil. Ji-Woon langsung pergi meninggalkan Hye-Ji begitu saja.

adegan_cinderella_11h

Saking kagetnya mendengar penjelasan Jin-Young bahwa ia adalah ayah kandungnya, gelas teh Ha-Won sampai terjatuh. Jin-Young lalu mengatakan bahwa karena ‘ayahnya’ sudah ada bersamanya, maka mereka bisa hidup bersama. Ha-Won kesal mendengarnya dan meminta Jin-Young untuk keluar. Tapi karena Jin-Young tidak mau melakukannya, maka Ha-Won sendiri yang memutuskan untuk keluar.

Ji-Woon tiba tepat di saat Jin-Young melangkah keluar mansion. Ia sempat melihat ke arah Jin-Young, namun tidak berbuat apa-apa. Di dalam, Ms. Begyoel menceritakan apa yang barusan terjadi pada Ji-Woon, yang tidak dapat menemukan Ha-Won di dalam rumah. Ha-Won sendiri berjalan sendirian dengan gontai. Ia mencoba menghubungi ayah tirinya, namun telponnya tidak diangkat. Sementara itu, Ji-Woon berusaha mencari keberadaan Ha-Won dan terus menerus mencoba menghubunginya. Tapi karena Ha-Won saat itu sedang terus menerus mencoba menghubungi ayahnya, maka telpon dari Ji-Woon tidak bisa masuk. Bahkan setelah itu baterainya mulai lemah.

Saat telpon dari Ji-Woon bisa masuk dan Ha-Won mengangkatnya, ponsel Ha-Won benar-benar mati karena kehabisan baterai. Ji-Woon yang saat itu hanya sempat mendengar tangisan Ha-Won menjadi makin panik.

Preview Episode 12

» Sinopsis ep 12 selengkapnya

Reply