Wat Phantao, SP Chicken, dan Lila Thai Massage | Catper Thailand 2023 Day 1 (4 Oktober 2023)

Bulan Oktober tahun lalu saya kembali traveling ke Thailand. Yang membedakan, kali ini saya memasukkan Chiang Mai dan Chiang Rai ke dalam destinasi.

Kebetulan saya belum pernah mengunjungi kedua kota tersebut sebelumnya.

Total saya akan berada di Chiang Mai selama 6 malam, semalam di Chiang Rai, serta menghabiskan sisanya di Bangkok.

Menuju Chiang Mai

Seperti sebelumnya, saya menggunakan maskapai Scoot untuk terbang dari Surabaya menuju Chiang Mai.

Dan seperti sebelumnya, ada masa transit semalam di Changi Airport di antara kedua kota tersebut.

Keribetan di gerbang imigrasi Bandara Juanda masih terulang.

Bahkan lebih parah. Sampai diminta menuju kantor untuk diinterogasi.

Baru lolos setelah memberitahu alasan bepergian adalah untuk membuat konten Youtube. Yang memang benar saya lakukan.

Untungnya, petugas imigrasi di Chiang Mai tidak ikutan rese’.

Terasa seperti jaman sebelum pandemi. Ramah dan hanya bertanya untuk memastikan bukti reservasi yang ada. Tidak mengintimidasi seolah saya berniat jahat di negaranya.

Di sisi lain, saya jadi tahu bahwa perlakuan kasar dan kurang bersahabat dari petugas imigrasi Bangkok tidak hanya saya alami sendiri.

Bule-bule yang sudah sering ke Thailand, termasuk yang sempat tinggal di sana pun, mengalami hal serupa. Itu sebabnya banyak yang memilih untuk masuk melalui Chiang Mai.

Menuju Old Town

Old Town adalah pusat kota Chiang Mai yang dikelilingi oleh tembok kuno.

Suasana lokal masih kental di dalamnya.

Terdapat pula banyak kuil Buddha. Tersebar di berbagai penjuru.

Saya memilih untuk menggunakan songthaew dari bandara menuju Old Town. Ongkosnya cuma 30 baht.

Jauh lebih murah ketimbang naik taksi maupun ojol.

Namun karena rute songthaew dari bandara tidak masuk ke dalam Old Town, saya hanya turun di salah satu gerbang tembok. Dan melanjutkan dengan berjalan kaki.

Menuju Cozy by Funhwan. Akomodasi tempat saya menginap selama 3 hari.

Kocek yang harus saya rogoh hanya 410 ribu saja. Atau sekitar 130 ribuan per malam.

Kondisi kamar yang terletak di belakang sebuah cafe ternyata sangat baik. Jauh di luar perkiraan.

Selain AC dan kamar mandi dalam, juga disediakan sejumlah snack dan minuman gratis.

Wat Phantao – Kuil Seribu Tempat Pembakaran Dari Abad 14

Setelah mandi dan beristirahat sejenak, saya putuskan untuk berkeliling tipis tipis sembari mencari makan siang.

Yang akhirnya menjadi destinasi perdana adalah Wat Phantao, kuil yang bangunannya terbuat dari kayu jati.

bangunan wat phantao dari depan

bangunan wat phantao dari depan

Dibangun pada abad 14, kebetulan kuil tersebut berjarak hanya 200 meter saja dari Cozy.

Awalnya, area kuil Phantao merupakan bagian dari bangunan istana kerajaan. Tempat tinggal raja Chao Mahawong yang berkuasa saat itu lebih tepatnya.

Setelah sang raja tidak lagi menjabat, barulah bangunan tersebut direnovasi dan dialihfungsikan menjadi kuil.

Hal menarik lainnya adalah bangunan stupa atau chedi berbentuk lonceng di belakang kuil.

stupa di belakang kuil phantao

stupa di belakang kuil phantao

Mirip sekali dengan stupa-stupa yang ada di Myanmar.

Three Kings Monument – Tugu Penghormatan Pendiri Kota

Bersebelahan dengan Wat Phantao sebenarnya adalah Wat Chedi Luang, salah satu kuil terpopuler di Chiang Mai.

Namun karena kondisinya sudah terlalu ramai, saya memilih untuk datang lagi di lain hari.

Sebagai penggantinya, saya berjalan menuju Three Kings Monumen. Yaitu tugu yang dibangun untuk menghormati tiga raja pendiri Chiang Mai.

Mereka adalah raja Mangrai, raja Phaya Ruang, dan raja Ngam Muang.

Monumen ini terletak di sebuah ruang publik. Berdampingan dengan bangunan Chiang Mai City Arts and Cultural Center.

penampakan three kings monument

penampakan three kings monument

Terpantau ada banyak turis berkunjung dan berfoto saat saya tiba di TKP.

Mayoritas tentu saja ingin selfie di depan tugu rancangan seniman nasional Khun Kaimook Chuto tersebut.

Nyicip SP Chicken – Kuliner Ayam Bakar Khas Chiang Mai

Saatnya untuk makan siang.

Rencana awal sebenarnya adalah mencicipi ayam hainan di Kiat O Cha. Hanya berjarak sekitar 100 meter dari Three Kings Monument.

Sayang restoran yang terkenal di kalangan warga lokal tersebut sudah keburu sold out.

Destinasi pun bergeser ke SP Chicken. Diapresiasi oleh Michellin Guide, rumah makan ini populer akan menu ayam panggang dan salad pepaya-nya.

menu sp chicken

menu sp chicken

Untuk ayam panggang lumayan enak. Tapi untuk salad papaya, karena ternyata di dalamnya ada topping udang-udang kecil, saya kurang bisa menikmati. Takut tiba-tiba alergi.

ayam panggang thailand ala sp chicken

ayam panggang thailand ala sp chicken

Antara Tempat Pijat dan Penjara Wanita

Ada satu hal menarik di kota Chiang Mai.

Yaitu keberadaan jaringan tempat pijat Lila Thai Massage.

Seluruh terapisnya adalah mantan narapidana wanita di Chiang Mai Women’s Prison atau Women’s Correctional Institution.

Kebetulan, si pemilik, Naowarat Thanasrisutharat, merupakan mantan direktur di penjara tersebut.

Jadi, agar para narapidana nantinya tidak lagi berbuat kriminal, selama menjalani masa hukuman mereka dibekali berbagai macam ketrampilan.

Salah satunya ya ini, skill sebagai tukang pijat.

Bahkan sebelum bebas pun mereka sudah diberi kesempatan untuk praktek di sebuah tempat.

Nantinya, setelah bebas, mereka bisa langsung bekerja di cabang Lila Thai Massage yang tersebar di seluruh penjuru kota.

salah satu cabang lila thai massage

salah satu cabang lila thai massage

Untuk bangunan penjaranya sendiri sekarang sudah terbengkalai.

bangunan womens prison yang terbengkalai

bangunan womens prison yang terbengkalai

Namun saya kurang tahu apakah dipindah ke tempat lain atau bagaimana. Karena dari luar bangunannya terlihat masih bagus.

Penutup

Untuk malam harinya sebenarnya saya sempat blusukan di area permukiman sisi barat Old Town.

Tapi karena terlalu gelap sulit untuk merekam suasana saat itu.

Eniwei, rekap perjalanan saya di Chiang Mai untuk hari pertama juga bisa disimak pada video di bawah ini.

Selamat Trepling dan sampai jumpa di catper edisi berikutnya.

catper thailand 2023 day1

Leave a Reply