Sinopsis The Gifted Graduation Episode 7 (S1E7) (2020)

Di episode sebelumnya, dengan mempertaruhkan kondisinya, Time membantu Pang menemukan tempat persembunyian Korn. Di sana, Pang bertemu dengan Chanon, yang mengungkap beberapa fakta baru mengenai peredaran virus Nyx 88. Ketika dikonfrontasi, Korn tetap tidak merasa menyesal atas perbuatannya. Bahkan, ketimbang ditangkap oleh miss Darin yang diutus oleh direktur Supot, Korn memilih untuk terjun bebas dari jendela kamar apartemennya. Hal itu membuat Pang syok. Tidak itu saja, kondisi Time yang memburuk pasca membantu Pang membuatnya menghembuskan nafas terakhir. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis The Gifted Episode 7 Lengkap

Menteri Pitchet menyalahkan direktur Supot atas apa yang sudah terjadi pada Time dan juga Korn. Ia meminta direktur Supot untuk mundur dari jabatannya sekaligus menyerahkan program Gifted pada kementerian sebagai bentuk pertanggungjawabannya.

Sementara itu, miss Darin mendatangi ruangan direktur Supot bersama beberapa orang anak buahnya. Sebelum masuk, miss Darin mengingatkan agar mereka berhati-hati terhadap potensi direktur Supot.

Setelah mendapat instruksi dari menteri Pitchet, miss Darin beserta anak buahnya bergegas masuk ke ruangan direktur Supot. Tanpa disangka, sudah tidak ada seorang pun di sana.

Miss Darin memanggil satu persatu kelompok Gifted XV untuk ditanyai perihal Korn. Semuanya datang, selain Pang. Sama seperti sebelumnya, miss Darin menanyakan apakah ada orang lain yang bekerjasama dengan Korn. Semuanya kompak menjawab tidak tahu.

Miss Darin sempat meminta Wave untuk membawa Pang menemuinya. Wave menolak dengan alasan sibuk.

Pun begitu, Wave tetap berusaha melakukannya dengan bantuan Jack dan Joe. Berkat kemampuan telepati keduanya, Wave bisa memberi instruksi pada Joe yang ada di dekatnya, untuk langsung disampaikan pada Jack yang sendirian menemui Pang.

Pada akhirnya usaha mereka gagal karena Pang teguh menolak untuk menemui miss Darin. Ia terlihat sibuk memeriksa beberapa dokumen, entah milik siapa.

Miss Darin melaporkan pada menteri Pitchet bahwa kemungkinan besar Korn memang bekerja seorang diri. Mendengarnya, menteri Pitchet meminta agar miss Darin tidak perlu lagi memikirkan hal itu dan fokus saja pada tugas utamanya. Ia berharap tugas miss Darin sudah selesai pada saat ia pulang dari konferensi di Singapura. Miss Darin mengiyakan.

Miss Darin mengumumkan ke penjuru sekolah bahwa Supot tidak lagi menjabat sebagai direktur Ritdha High School. Hingga nanti penggantinya ditunjuk, ia sendiri yang akan menjabat posisi tersebut.

Miss Darin mengumpulkan murid-murid Gifted dan memberitahu bahwa kegiatan Gifted akan terus berlangsung. Pang, yang ikut hadir, tiba-tiba menginterupsi dan menanyakan soal murid-murid Gifted yang terinfeksi virus.

Di ruangannya, miss Darin memberitahu Pang bahwa salah satu potensi Korn adalah faktor penyembuhan yang cepat. Dengan demikian, selama ia tidak meninggal, maka ia akan baik-baik saja.

Yang menjadi masalah adalah virus Nyx 88 yang sempat diminum oleh Korn sebelum ia melompat dari apartemennya. Efek samping dari potensi penyembuhan Korn adalah perkembangan virus dalam otaknya yang ikut melaju.

Miss Darin sendiri berjanji akan berusaha keras untuk menyembuhkan Korn. Ia juga beralasan bahwa kasus meninggalnya Time disebabkan oleh ketidakbecusan Supot.

Sebagai penutup, miss Darin meminta agar Pang tidak menyalahkan dirinya. Satu-satunya orang yang menurut miss Darin bersalah adalah direktur Supot. Sehingga dengan tidak ada lagi Supot di sekolah mereka, maka sekolah bakal bisa berubah menjadi lebih baik.

Setelah terdiam sejenak, Pang lantas menanyakan apakah ada yang bisa ia bantu. Miss Darin menjawab bahwa satu-satunya yang ia butuhkan saat ini adalah file audio aktivasi potensi yang biasa digunakan saat ujian penempatan Gifted.

Waktu berlalu. Pang melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa miss Darin mencoba membuat berbagai macam perubahan di sekolah. Ia juga terlihat sibuk mengurusi banyak hal.

Menjelang akhir semester, Pang menemui miss Darin. Ia sempat bertemu dengan Grace, dimana Miss Darin mengaku khawatir karena sampai sekarang Grace seolah tidak peduli dan tidak berusaha untuk menemukan potensinya. Setelah Grace berlalu, Pang lantas menyerahkan file audio aktivasi potensi yang sebelumnya ia ambil dari guru Pom pada miss Darin.

Pang menemui Grace di perpustakaan. Ia mencoba membujuk Grace untuk lanjut mencoba menemukan potensinya. Grace menolak karena tidak ingin mengalami nasib yang sama seperti rekan-rekannya.

Pang mengatakan bahwa miss Darin sedang berusaha untuk mencari obat penawarnya. Mendengarnya, Grace langsung membawa Pang menuju klinik, tempat dimana murid-murid baru Gifted yang terinfeksi dirawat.

Di sana, Third mengantarkan Pang ke ruang tempat salah satu rekannya dirawat. Kondisinya ternyata sangat parah. Seluruh ingatannya sudah hilang. Ia hanya bisa berdiam diri karena tidak bisa berkata-kata maupun berinteraksi dengan benda dan orang lain. Pang kaget melihatnya.

Dengan emosi, Pang menemui miss Darin dan mengkonfrontasinya perihal murid-murid baru Gifted yang kondisinya semakin memburuk. Miss Darin mengaku bahwa metode penyembuhan yang diberikan oleh kementrian ternyata tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

Pang tidak percaya dan menyatakan bahwa kredibilitas miss Darin sudah hilang di matanya. Mendengarnya, miss Darin berusaha menenangkan Pang dan berjanji akan menemui menteri Pitchet esok harinya untuk lebih fokus lagi pada penyembuhan murid-murid yang terinfeksi.

Hal itu membuat Pang makin tidak percaya karena ia tahu persis bahwa menteri Pitchet masih berada di luar negeri. Miss Darin masih mencoba beralasan bahwa ia lupa mengenai hal itu dan akan secepat mungkin menemui menteri Pitchet di saat ia kembali ke Thailand.

Pang yang sudah tidak lagi peduli menyatakan bahwa ia tidak tahu lagi siapa yang lebih buruk, direktur Supot atau miss Darin.

Miss Darin memanggil Punn dan menanyakan apakah ia sudah berhasil mengkopi potensi Wave. Punn merespon dengan senyuman.

Tidak hanya Wave, Punn bahkan sudah mengkopi potensi dari Time, Pang, Ohm, dan Mon. Miss Darin kagum mendengarnya dan yakin bahwa potensi Punn bisa lebih dikembangkan lagi.

Miss Darin lantas menanyakan apakah mungkin bagi Punn untuk mengkopi potensi seluruh rekan-rekannya sebelum ia lulus. Meski secara teoritis memungkinkan, Punn merasa bahwa efek sampingnya bisa membuat kondisi mentalnya terganggu.

Miss Darin merespon bahwa rasa khawatir tidak akan membuat kemampuan Punn berkembang. Ia membandingkan potensi Punn yang menurutnya jauh lebih baik ketimbang Wave dan Pang. Ia juga berjanji akan membantu Punn mengembangkan potensi asal Punn percaya kepadanya.

Untuk merayakan ulang tahun Nantam, Pang dkk berkumpul kembali. Pang mencoba memberitahu pada rekan-rekannya bahwa miss Darin tidak benar-benar serius menangani murid-murid yang terinfeksi. Punn yang sudah berada di pihak miss Darin langsung membantahnya.

Rekan-rekan Pang yang lain juga merasa bahwa sudah tidak ada lagi gunanya mempermasalahkan hal itu. Toh pada akhirnya mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Ohm yang selama ini biasanya diam kali ini ikut menyalahkan Pang. Satu persatu dari mereka kemudian pergi meninggalkan Pang seorang diri. Termasuk Wave.

Pang bergegas mengejar Wave. Ia meminta maaf karena waktu itu pergi mencari Korn seorang diri. Bagi Wave, yang menjadi masalah bukanlah itu. Melainkan sikap Pang yang dianggapnya hanya mencari dirinya di saat butuh saja. Ia tidak tahu apakah memang dianggap sebagai teman atau sekedar alat untuk mewujudkan rencana Pang.

Wave menambahkan bahwa ia tidak lagi heran kenapa Pang yang dulunya dekat dengan Ohm hubungannya menjadi renggang. Bisa saja hubungannya dan Pang setelah ini juga ikut merenggang.

Usai mengatakan hal tersebut, Wave pergi meninggalkan Pang yang tidak bisa berkata apa-apa.

Grace masuk ke kamar tempat Third dirawat. Saat melangkah ke dalam, yang ia lihat ternyata adalah ruang sekolah yang kosong.

Sesaat kemudian ia tersadar. Ia kembali berada di kamar Third dengan Third sendiri ada di hadapannya. Third menyatakan Grace sudah mematung selama beberapa saat.

Dengan panik, Grace langsung menceritakan apa yang terjadi pada Third. Mendengarnya, Third yakin bahwa hal itu ada kaitannya dengan potensi Grace.

Seseorang mengirim pesan pada Pang dan memintanya datang ke sebuah tempat. Setibanya di sana, Pang mendapati sebuah ruangan berdebu, bekas ruang penelitian yang ditunjukkan di awal episode pertama.

Tak lama tiga orang muncul. Mereka adalah direktur Supot, guru Pom, dan Time. Dengan tersenyum direktur Supot menyatakan bahwa Time sudah berhasil disembuhkan.


“The Gifted Graduation” tayang setiap hari Minggu mulai tanggal 6 September 2020. Di Indonesia, Serial ini bisa disaksikan melalui kanal Youtube GMMTV secara gratis.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply