Sinopsis The Gifted Graduation Episode 6 (S1E6) (2020)

Di cerita sebelumnya, Pang dkk akhirnya mengetahui bahwa Korn adalah pelaku penyebaran virus. Korn juga terang-terangan menyatakan bahwa dirinya adalah pendiri sekaligus pemimpin Anti-Gifted. Pun begitu, Korn masih berhasil lolos dari sergapan rekan-rekannya itu. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis The Gifted Episode 6 Lengkap

Grace ternyata tahu semua yang terjadi. Setidaknya soal Korn sebagai pelaku penyebaran virus Nyx 88 serta perselisihannya dengan angkatan Gifted XV lainnya. Ia menceritakan hal tersebut pada Third dan Time. Grace juga mengungkapkan rencananya untuk menemukan Korn yang sudah berhasil kabur dengan bantuan pihak sekolah.

Setelah mengetahui hal tersebut dari Grace, guru Pom melaporkannya pada direktur Supot dan miss Darin. Miss Darin menganggap guru Pom tidak becus sebagai pengawas kelas Gifted karena membiarkan hal tersebut terjadi begitu saja tanpa sepengetahuannya. Guru Pom tidak terima karena merasa sudah berbuat sebisanya untuk mengakrabkan diri dengan Korn.

Sebelum perdebatan di antara keduanya makin memanas, direktur Supot menengahi. Ia meminta miss Darin untuk memimpin pencarian terhadap Korn sementara dirinya dan guru Pom akan mengurus masalah virus dan juga murid-murid yang terinfeksi.

Perdebatan turut terjadi di kelompok Gifted XV. Mon dan Claire berusaha membela Korn. Mereka yakin Korn punya alasan tersendiri untuk melakukan semua itu. Berbeda dengan Punn, yang mengusulkan bekerjasama dengan pihak sekolah menemukan Korn. Sikap Punn yang semakin keras sempat membuat Claire terdiam.

Mon terus bersikeras bahwa ada pihak lain yang sudah membuat Korn terpaksa menyebarkan virus di sekolah. Ia berharap mereka mau bersama-sama terlebih dahulu menemukan Korn dan melindunginya dari pihak sekolah karena walau bagaimanapun Korn adalah teman mereka.

Agar tidak berlarut-larut, Ohm langsung meminta pendapat Pang. Belum bisa memutuskan, Pang minta waktu untuk berpikir.

Mon berusaha merayu Claire untuk berpihak kepada Korn dan tidak mengikuti keinginan Punn dan Wave. Claire menolak. Selain karena Pang belum mengambil keputusan, ia tidak ingin hubungannya dengan Punn jadi makin renggang.

Mendengarnya, Mon menanyakan mana yang menurut Claire lebih penting. Menjadi kekasih Punn atau melakukan sesuatu yang benar. Setelah berpikir sejenak, Claire setuju untuk mengikuti Mon.

Belum tahu harus memutuskan apa, Pang berusaha menghindar dari Wave, Ohm, dan Punn. Apesnya ia malah bertemu dengan Mon dan Claire.

Keduanya lantas berusaha membujuk Pang untuk mempertimbangkan usulan mereka. Yaitu terlebih dahulu menemukan Korn dan mencari tahu apa yang sebenarnya mendasari Korn melakukan semua hal itu. Pang merespon, seandainya ia mengikuti kemauan mereka pun ia tetap tidak tahu dimana Korn berada.

Tanpa disangka, TIme tiba-tiba muncul dan menyatakan bakal membantu menemukan Korn.

Miss Darin menemui Punn. Dengan alasan Punn lebih punya kapasitas sebagai pemimpin ketimbang Pang, miss Darin mengaku ingin mendengar langsung dari Punn bahwa dirinya dan rekan-rekannya yang lain sama sekali tidak bekerjasama dengan Korn.

Punn terdiam dan mengingat kembali apa yang sudah terjadi belakangan ini. Pada akhirnya ia mengiyakan dan memastikan bahwa dirinya, Pang, dan yang lainnya bukanlah pelaku penyebaran virus.

Time mengajak Pang ke kamarnya untuk mulai mencari keberadaan Korn dengan potensinya. Sesaat kemudian Grace datang dan meminta Time untuk kembali ke ruang rawat. Grace jadi makin panik begitu tahu Time berniat membantu Pang menemukan Korn. Ia tidak ingin kondisi Time jadi makin parah karena menggunakan potensinya. Dengan tetap tenang Time mengatakan bahwa saat ini mereka adalah Gifted. Dan sebagai Gifted mereka tidak bisa berpangku tangan begitu saja. Grace terdiam mendengarnya.

Karena sama sekali tidak punya petunjuk, Time terpaksa berusaha mencari Korn di seluruh wilayah Thailand. Tangannya menyusuri satu persatu area di negara tersebut hingga akhirnya memastikan bahwa Korn masih berada di Bangkok.

Selanjutnya, Time mulai menggunakan peta Bangkok untuk mendeteksi keberadaan Korn. Meski terlihat menahan kesakitan, Time sama sekali tidak mau berhenti. Hal itu membuat Grace dan Pang khawatir.

Tak lama kemudian Time berhasil menemukan bangunan tempat Korn berada. Mendadak ia memegangi kepalanya dan berteriak kesakitan.

Di klinik, dokter dan perawat berusaha menangani kondisi Time. Grace minta agar Pang segera menemukan Korn agar apa yang sudah dilakukan Time tidak sia-sia.

Saat hendak pergi, Pang bertemu dengan Punn yang menanyakan apa yang tengah terjadi. Pang menyatakan tidak apa-apa dan berlalu meninggalkan Punn.

Pang tiba di apartemen tempat Korn berada. Pun begitu, ia sama sekali tidak tahu di kamar mana Korn tinggal. Saat sedang mencari informasi dari penghuni apartemen, seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Orang itu adalah Chanon.

Chanon mengaku juga tengah mencari Korn. Namun ia tidak setuju dengan metode yang dilakukan Pang. Ia mengajak Pang untuk menunggu di mobil bersamanya. Chanon yakin akan tiba waktunya bagi Korn untuk setidaknya pergi ke minimarket untuk membeli makanan atau minuman.

Memori Chanon yang dulu dihapus oleh guru Pom ternyata telah kembali dengan sendirinya setelah 10 tahun berlalu. Tidak hanya itu, ia juga tahu soal Pang dkk.

Sesuai prediksi Chanon, tak lama Korn keluar dari bangunan apartemen. Melihatnya, Pang hendak buru-buru menghadangnya. Chanon mencegahnya. Ia menyarankan agar Pang bersabar dan menunggu hingga Korn kembali agar mereka bisa menyergap Korn di kamar dan mengurangi resiko Korn melarikan diri.

Punn memeriksa kamar Time dan melihat gambar bangunan apartemen tempat Korn berada di laptop Time. Tanpa membuang waktu, Time melapor pada miss Darin.

Pang menanyakan dimana Chanon berada selama ini. Chanon menceritakan bahwa sejak ingatannya kembali, ia memutuskan untuk bekerja di kementrian dan turut mengawasi perkembangan kelas Gifted. Itu sebabnya ia tahu segalanya yang sudah dialami oleh Pang dkk.

Chanon menambahkan bahwa tujuan sebenarnya dari menteri Pitchet adalah untuk menjatuhkan direktur Supot dan mengambil alih program Gifted. Awalnya, virus Nyx 88 ditujukan untuk direktur Supot semata. Namun Chanon sendiri juga tidak tahu kenapa sampai sekarang direktur Supot masih baik-baik saja.

Lebih lanjut, Chanon menceritakan bahwa sebelumnya ia hendak menghubungi Pang untuk mengingatkan akan adanya virus Nyx 88 tersebut di sekolah. Kendati demikian, karena resikonya terlalu besar, ia memilih untuk memberitahu Korn. Sayangnya, respon Korn di luar perhitungannya.

Begitu tahu Korn sudah menyebarkan virus tersebut di sekolah, Chanon menyelinap masuk dan melihat Pang pergi meninggalkan sekolah. Ia lantas membuntuti Pang hingga pada akhirnya bertemu di apartemen Korn.

Sesaat kemudian Korn terlihat kembali ke apartemen. Pang dan Chanon bergegas membuntutinya dan, sesuai rencana sebelumnya, menyergap lantas membawa Korn masuk ke kamarnya.

Pang kemudian menanyakan siapa sebenarnya yang sudah memaksa Korn menyebarkan virus tersebut. Jawaban Korn masih sama. Ia melakukannya tanpa paksaan dari siapa pun. Ia sendiri yang berinisiatif melakukannya dan sekarang sangat puas melihat hasilnya.

Korn beralasan bahwa apa yang telah ia perbuat bakalan membuat program Gifted dianggap berbahaya dan pada akhirnya ditutup untuk selamanya.

Wave dan Claire menemui Punn. Wave tahu bahwa Punn sudah memberitahu miss Darin perihal keberadaan Korn. Kini ia khawatir dengan Korn karena melihat miss Darin pergi meninggalkan sekolah bersama beberapa orang petugas. Wave menganggap Punn sudah mengkhianati Pang selaku pemimpin mereka.

Punn tidak terima. Alih-alih, ia meminta Wave yang harus berpikir ulang apakah ia masih perlu percaya pada Pang atau tidak. Pasalnya, saat ini Pang sedang mencari keberadaan Korn tanpa sama sekali memberitahu maupun berkonsultasi pada mereka. Wave jadi terdiam mendengarnya.

Pang mendapat pesan bahwa miss Darin sedang menuju apartemen Korn. Apesnya, sesaat kemudian Chanon melihat mobil yang dikendarai miss Darin sudah tiba di depan apartemen.

Tidak lagi sempat untuk kabur, Pang menyarankan agar Korn menyerahkan diri dan membuat pengakuan agar ia dimaafkan. Korn menolak karena merasa tidak bersalah. Ia hanya melakukan apa yang menurutnya harus dilakukan, memusnahkan Gifted yang dianggapnya jahat.

Mendengar hal itu, Pang menyatakan bahwa sudah tidak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk membantu Korn. Ia menolak ajakan Chanon untuk kabur dan memilih untuk menunggu kedatangan miss Darin di kamar Korn.

Saat Pang dan Chanon tengah berdebat, Korn tiba-tiba sudah berada di pinggir jendela. Setelah meminum cairan virus Nyx 88 yang tersisa, dengan tenang Korn menjatuhkan dirinya tanpa bisa lagi dicegah oleh Pang dan Chanon.

Dengan miss Darin yang sudah tiba di depan kamar Korn, Chanon berusaha keras menarik Pang masuk ke kamar sebelah. Hal itu berhasil ia lakukan tepat pada waktunya.

Setelah mengambil pisau milik Korn yang terjatuh di lantai, miss Darin bergegas turun untuk menemui jasad Korn yang sudah tergeletak bersimbah darah di halaman apartemen.

Di klinik, Pang mendapati Grace tengah menangis. Tak lama guru Pom keluar dari ruang perawatan dan memberitahu Pang bahwa Time telah meninggal. Pang syok mendengarnya.

Sekembalinya di kamar, Pang melampiaskan perasaannya dengan menangis dan berteriak sekuat tenaga.


“The Gifted Graduation” tayang setiap hari Minggu mulai tanggal 6 September 2020. Di Indonesia, Serial ini bisa disaksikan melalui kanal Youtube GMMTV secara gratis.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply