Sinopsis The Gifted Graduation Episode 5 (S1E5) (2020)

Di cerita sebelumnya, terungkap bahwa ramuan berwarna merah milik miss Darin yang hilang bernama Nyx 88. Tidak hanya itu, Nyx 88 ternyata merupakan virus yang didesain khusus menyerang orang-orang yang memiliki potensi alias Gifted. Saat ini, virus tersebut sudah menyebar ke hampir semua murid baru Gifted. Belakangan diketahui bahwa pelakunya, sekaligus pemimpin dari kelompok Anti-Gifted, tak lain adalah Korn. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis The Gifted Episode 5 Lengkap

Punn mendatangi miss Darin di ruangannya. Ia meminta pertanggungjawaban miss Darin atas insiden yang terjadi pada murid-murid baru kelas Gifted. Sebaliknya, miss Darin justru meminta Punn untuk berpikir ulang apakah Pang layak untuk menjadi pemimpin Gifted mengingat hilangnya virus Nyx 88 terjadi saat Pang dkk membuat ulah di saat ujian penempatan, yang notabene merupakan rencana Pang. Pun terdiam.

Guru Pom melaporkan pada direktur Supot bahwa seluruh murid Gifted angkatan XVI telah terinfeksi virus. Meski bisa menangani gejalanya, mereka masih belum mampu mengatasi virus tersebut sepenuhnya.

Pang tiba-tiba masuk dan memberitahu keduanya mengenai virus Nyx 88 yang berasal dari miss Darin. Tanpa disangka, direktur Supot ternyata sudah tahu mengenai hal itu. Ia mengatakan bahwa miss Darin sama sekali tidak berniat untuk menggunakan virus tersebut ke murid-murid Gifted.

Direktur Supot lantas menambahkan bahwa virus tersebut adalah buah dari perseteruannya dengan menteri pendidikan. Ia minta maaf karena atas alasan tertentu masih belum bisa meminta miss Darin bertanggung jawab. Kendati demikian, direktur Supot berjanji akan berupaya mencari siapa pelaku penyebaran virus tersebut. Ia juga memastikan guru Pom bakalan menjaga keselamatan murid-murid Gifted.

Mendengarnya, Pang menanyakan apakah ada yang bisa ia bantu. Direktur Supot mengiyakan, walau hanya sebatas meminta Pang memahami bahwa yang ia lakukan saat ini adalah demi kebaikan mereka semua.

Di ruang tunggu klinik, miss Darin menemui murid-murid baru Gifted. Tidak jelas apa yang ia katakan pada mereka, namun terlihat ekspresi wajah mereka yang kaget. Sebagian syok. Sementara itu, guru Pom menggunakan potensinya pada dokter klinik. Begitu pula direktur Supot, yang memanfaatkan potensinya untuk menenangkan orang tua-orang tua murid Gifted yang terinfeksi.

Di akhir pemberitahuannya, miss Darin meminta agar murid-murid Gifted tetap tenang karena mereka akan segera sembuh.

Mon kurang setuju dengan langkah yang dilakukan pihak sekolah. Pang menyatakan bahwa itu adalah cara terbaik. Keadaan agak bertambah ribet apabila berita mengenai murid baru Gifted yang terinfeksi menyebar ke publik.

Mendengarnya, Mon sempat menanyakan apakah mereka sekarang berada di pihak direktur Supot. Pang membantah. Ia mengaku hanya merasa apa yang dilakukan direktur saat ini sudah tepat sehingga mereka tidak perlu ikut campur. Ohm setuju dengan pendapat Pang.

Berbeda dengan Wave. Dari hasil analisa rekaman CCTV di laptop miss Darin, ia menemukan adanya kejanggalan. Terlihat bahwa murid yang mencuri virus Nyx 88 bisa masuk begitu saja, tanpa perlu mendobrak atau merusak pintu ruangan. Dengan password di seluruh ruangan yang sudah di-reset oleh Wave sebelum ujian penempatan, bisa dipastikan orang yang ada di belakang kejadian tersebut adalah orang yang mengetahui password tersebut. Alias ada di antara mereka sendiri.

Hal tersebut langsung menimbulkan perdebatan di antara mereka. Pang menolak mentah-mentah dugaan tersebut. Terlebih karena tidak adanya bukti yang benar-benar kuat. Pun begitu, sepeninggal Pang, Punn memberitahu Wave kalau ia punya cara untuk mencari siapa pengkhianat di antara mereka. Yaitu dengan memaanfaatkan potensi Claire.

Melalui teleconference, direktur Supot, guru Pom, dan miss Darin melaporkan perkembangan insiden virus di sekolah. Tanpa disangka, miss Darin menggunakan momen tersebut untuk menyalahkan direktur Supot yang membiarkan saja murid Gifted angkatan XV berbuat ulah di saat ujian penempatan.

Meski kesal, direktur Supot berusaha untuk tetap tenang. Sambil tersenyum ia menyatakan tidak akan menyalahkan miss Darin walaupun ia tahu persis apa tujuan miss Darin membawa virus tersebut ke sekolah. Miss Darin tidak berani meresponnya.

Guru Pom kemudian menceritakan bahwa asal mula penyebaran virus tersebut adalah pada saat murid murid baru Gifted melakukan general check up di klinik sekolah. Tepatnya pada saat dilakukan pengambilan darah dengan jarum suntik. Ini dikarenakan adanya 1 orang murid yang tidak terinfeksi karena tidak menjalani sesi tersebut. Baik menteri maupun miss Darin terlihat kaget mendengarnya.

Guru Pom memberitahu Grace bahwa ia tidak terinfeksi virus sehingga tidak perlu menjalani karantina seperti rekan-rekannya. Karena Grace masih khawatir, guru Pom memberi penjelasan lebih detil mengenai bagaimana virus tersebut menyebar dan hanya menyerang orang-orang yang potensinya sudah aktif.

Third sedang berdiam diri di ruang tunggu klinik saat kepalanya mendadak sakit. Grace muncul dan berniat memanggil perawat untuk memberikan penghilang rasa sakit. Third menolak karena hal itu tidak bakal menyembuhkannya.

Pang tiba-tiba masuk ke klinik. Melihatnya, Third langsung emosi. Ia menganggap Pang adalah pelaku penyebaran virus. Tanpa basa basi, ia memegangi Pang dan memaksanya untuk mengaku. Diperlakukan demikian, secara reflek Pang mendorong Third hingga Third kembali merasa sakit kepala. Grace segera menolongnya sembari mempertanyakan tujuan Pang datang ke klinik. Pang tidak menjawabnya.

Claire menggunakan potensinya untuk melihat aura rekan-rekannya. Semuanya menunjukkan perasaan takut. Claire jadi merasa tidak ada gunanya menggunakan potensinya untuk mencari si pelaku.

Punn meyakini Claire bisa melakukan lebih dari itu. Claire sempat menolak namun Punn berhasil meyakinkannya. Claire ternyata kini tidak hanya sekedar mampu membaca aura, melainkan juga membaca isi hati seseorang.

Agar bisa membuat penawar virus, direktur Supot meminta menteri untuk mengirimkan seluruh informasi yang mereka miliki terkait virus Nyx 88. Menteri mengaku tidak memiliki wewenang untuk itu. Saat ditanya siapa sebenarnya yang berwenang, pak menteri hanya terdiam.

Miss Darin tiba-tiba merespon dan meminta menteri untuk menuruti permintaan direktur Supot. Saat ini nyawa murid-murid baru Gifted lebih penting ketimbang urusan politik dan sejenisnya. Menteri kaget mendengar perkataan miss Darin. Tanpa mengiyakan, ia langsung mengakhiri sesi tele konferensi mereka.

Kepada direktur Supot, miss Darin berjanji akan melakukan segalanya untuk mendorong pak menteri memberikan seluruh informasi mengenai virus Nyx 88. Beserta penawarnya.

Claire mulai membaca satu persatu isi hati atau detil ketakutan yang dirasakan rekan-rekannya. Dimulai dari Jack dan Joe (yang takut direktur Supot bakal menggunakan virus tersebut pada mereka), Ohm (yang takut masa depannya akan hancur), dan Wave (yang takut tidak berusaha cukup keras untuk mencegah semua itu terjadi).

Saat Claire hendak membaca isi hati Korn, Mon meminta agar Claire tidak melanjutkannya. Ia merasa tidak ada gunanya melakukan hal itu. Terlebih mereka juga tidak bisa memastikan apakah Claire sendiri pelakunya atau bukan.

Di tengah-tengah keributan, Claire tiba-tiba menyatakan bahwa tidak ada seorang pun di antara mereka yang telah mencuri virus Nyx 88.

Perilaku Claire mendadak berubah. Ia menjadi lebih temperamental. Bahkan kepada Punn sekali pun. Kendati demikian, ia merasa tidak ada yang berubah dari dirinya.

Sementara itu, di rooftop, Wave minta maaf pada Pang karena perbuatannya telah mengakibatkan mereka semua berbeda pendapat. Pang tidak setuju. Meski tidak suka, ia menyadari apa yang diungkapkan Wave sebelumnya ada benarnya. Ada salah satu di antara rekan mereka yang telah berkhianat.

Claire menemui Korn di ruang fotografi. Setelah sempat curhat mengenai Punn, Claire menanyakan apakah Korn merupakan pelaku penyebaran virus atau bukan. Alih-alih menjawabnya, Korn hanya merespon bahwa Claire pasti sudah bisa tahu jawabannya dengan potensi yang ia miliki.

Saat Korn hendak meninggalkan ruangan, Punn tiba-tiba muncul. Baik Korn maupun Claire kaget melihatnya. Lebih mengagetkan lagi, Punn ternyata sebelumnya sudah menyadap ponsel Claire dan menggunakannya untuk merekam percakapan Claire dan Korn barusan.

Tanpa banyak basa basi, Punn mempertanyakan kenapa Korn tega melakukan semua itu. Tanpa disangka, Korn mengeluarkan sebilah pisau dan menusuk perut Punn. Ia lantas pergi begitu saja meninggalkan Punn yang terluka.

Korn tengah mengemasi barang-barangnya saat Pang dkk menghampirinya. Mereka langsung mengkonfrontasi Korn atas apa yang sudah ia lakukan.

Tanpa menutup-nutupi lagi, Korn mengaku bahwa ia adalah pendiri sekaligus pemimpin Anti-Gifted. Pang jadi emosi, apalagi mengingat apa yang terjadi pada Namtam akibat ulah kelompok Anti-Gifted.

Sesaat kemudian, Wave memegang kepalanya dan terjatuh. Hal itu diikuti oleh Ohm, Mon, Jack, Joe, dan terakhir Pang. Korn ternyata sudah lebih dulu membuka tabung gas yang sepertinya mengakibatkan mereka tak sadarkan diri.

Saat Korn meninggalkan ruangan, dari kejauhan Grace terlihat melihat ke arah Korn dengan wajah ketakutan.

Miss Darin menghampiri direktur Supot yang sedang mengawasi murid-murid Gifted yang dikarantina di klinik melalui CCTV. Ia memberitahu bahwa menteri sudah setuju untuk menyerahkan segala informasi mengenai virus Nyx 88.

Selain berterimakasih, direktur Supot merasa sedikit prihatin pada miss Darin karena awalnya virus Nyx 88 hendak ia gunakan untuk menekan pihak sekolah. Miss Darin berusaha tetap tenang dan menyatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah kesembuhan murid-murid Gifted.

Direktur Supot kemudian menanyakan mengenai pelaku penyebaran virus. Miss Darin menjawab bahwa pelakunya adalah murid Gifted angkatan XV namun Pang tidak mau memberitahunya. Mendengarnya, direktur Supot memastikan bahwa Pang bukanlah pelakunya.

Ia menambahkan bahwa adanya perbedaan pendapat di antara sebuah kelompok adalah hal yang biasa. Apalagi di kalangan anak muda yang masih idealis. Tidak terkecuali dalam kelompok Gifted XV.

Sembari tersenyum, direktur Supot menyatakan bahwa butuh waktu bagi orang-orang seperti Pang untuk memahami bahwa kelompok yang baik bukanlah yang berisi orang-orang yang memiliki pemikiran yang sama. Melainkan yang berisi orang-orang dengan keinginan yang sama. Seperti dirinya dan miss Darin. Miss Darin tersenyum simpul mendengarnya.


“The Gifted Graduation” tayang setiap hari Minggu mulai tanggal 6 September 2020. Di Indonesia, Serial ini bisa disaksikan melalui kanal Youtube GMMTV secara gratis.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply