Sinopsis The Gifted Graduation Episode 2 (S1E2) (2020)

Di cerita sebelumnya, diketahui 2 tahun telah berlalu semenjak kejadian dalam “The Gifted”. Pada saat tahun ajaran baru, seorang murid baru bernama Time berhasil membuat pihak sekolah menghidupkan kembali program Gifted berkat bantuan dari Grace, murid baru lainnya. Time sendiri ternyata juga memiliki potensi yang tersembunyi. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis The Gifted Episode 2 Lengkap

Alih-alih menjawab pertanyaan Pang apakah ia adalah Gifted, Time yang ketakutan memilih untuk kabur begitu saja. Berhubung saat itu mereka hendak membahas hal penting, Pang memutuskan untuk membiarkannya.

Pang dkk kemudian melanjutkan rapat mereka. Mereka ternyata sudah tahu bahwa menteri pendidikan tengah mengincar Direktur Supot. Oleh sebab itu, Pang berencana untuk membuat kebakaran di salah satu lab sekolah. Insiden itu pastinya bisa membuat pihak kementrian memutuskan untuk menutup kembali program Gifted.

Mon sempat menanyakan apakah mereka harus senekad itu. Pang mengiyakan karena tidak ada pilihan lain. Ohm mengamini sekaligus mengingatkan bagaimana mereka telah kehilangan Namtam.

Wave lanjut menanyakan perihal murid yang tadi mengintip mereka alias Time. Bukannya menjawab, Pang malah terdiam dan memikirkan hal lain.

Di kelas 8, guru tengah marah-marah pada murid-murid yang sibuk sendiri dan tidak mendengarkannya. Tidak berbeda dengan Pang, yang memilih untuk menyimak grup chat Gifted di ponselnya. Rekan-rekannya sedang membahas tenggat waktu rencana mereka yang semakin dekat.

Aksi Pang tersebut ketahuan oleh sang guru. Ia pun mengomelinya dan menyindir Pang yang sebelumnya diterima di kelas Gifted karena kebetulan belaka. Pang cuek dan memilih untuk kabur begitu pak guru tidak melihatnya.

Rencana yang dimaksud adalah mengkonfrontasi Time. Adalah Ohm, Jack, dan Joe yang lantas mencegat Time dan mengajaknya berbicara di sebuah ruangan. Ada Mon dan juga Korn di sana.

Setelah Ohm, Jack, dan Joe memperkenalkan diri mereka sebagai The Gifted Avengers, Wave masuk dan mengomeli ketiganya.

Time berniat untuk pergi namun langkahnya terhenti saat Claire masuk bersama dengan Punn. Time ternyata mengenali Claire yang sekarang cukup populer sebagai artis.

Ke-ge-er-an, Claire langsung mengira Time sebagai fansnya dan menandatangani seragam Time. Bukannya senang, Time malah menanyakan apakah coretan tersebut bisa hilang kalau dicuci.

Sesaat kemudian giliran Pang yang masuk. Tanpa basa basi, Time menegaskan bahwa ia tidak peduli dengan yang mereka lakukan. Kendati demikian, Pang menyatakan bahwa suka tidak suka Time sudah menjadi bagian dari mereka. Pang menambahkan bahwa suara yang didengar Time di kepalanya saat mengintip mereka adalah tanda bahwa sel Gifted dalam dirinya telah bereaksi.

Time tidak percaya karena masih mengira program Gifted berkaitan dengan kemampuan akademik. Untuk meyakinkannya, Ohm lantas menunjukkan kemampuannya menghilangkan dan menampilkan kembali barang.

Selanjutnya giliran Claire yang menunjukkan kemampuannya. Ia membaca aura Time dan menjelaskan apa yang tengah dipikirkan oleh Time. Time tidak membantahnya.

Pang lalu menyatakan bahwa jika tidak dilatih, maka potensi dalam diri Time akan terbuang sia-sia. Ia pun menawarkan untuk membantu Time berlatih. Lebih tepatnya Ohm yang akan melakukannya. Time setuju.

Karena sama-sama belum tahu potensi Time, Ohm dkk memintanya melakukan berbagai macam kegiatan. Baik yang memanfaatkan kekuatan fisik maupun kecerdasan pikiran. Sejauh ini belum ada satu pun yang membuahkan hasil.

Tanpa sengaja Third melihat Time masuk ke dalam sebuah ruangan bersama Ohm, Jack, dan Joe.

Beberapa saat kemudian, Time sempat bertanya tentang potensi Pang. Sebelum Ohm menjelaskan, Wave, Pang, Claire, Korn, Mon, dan Punn masuk. Ohm lantas meminta Third untuk pergi karena mereka semua hendak melakukan rapat.

Third mendatangi Time yang sedang makan sendirian di kantin. Setelah mengembalikan pin Gifted milik Time, Third menceritakan tentang Ohm dkk yang menurutnya adalah murid-murid bermasalah. Ia melanjutkan bahwa murid-murid Gifted tersebut telah meledakkan bom di ruang konferensi pada saat Direktur Supot sedang menjamu menteri pendidikan 2 tahun lalu. Meski ledakannya tidak dahsyat, namun jatuh korban jiwa. Salah satunya adalah anggota Gifted.

Third mengingatkan agar Time menjaga jarak dengan mereka. Terlebih gara-gara merekalah program Gifted sebelumnya ditutup.

Time kembali ke ruangan sebelumnya dan langsung mengkonfrontasi Pang dkk. Ia menganggap apa yang dilakukan mereka telah membunuh mimpi murid-murid yang lain. Termasuk dirinya. Apalagi jika ternyata mereka sedang berusaha untuk menutup kembali program The Gifted.

Pang sempat hendak menggunakan kekuatannya untuk menenangkan Time, namun ia membatalkannya. Alih-alih, Pang memastikan bahwa apa yang ia lakukan tidak akan merusak mimpi Time. Justru sebaliknya, Time diminta untuk berpikir apakah mimpinya bisa menghancurkan mimpi orang lain.

Time lantas mengancam akan mengadukan hal tersebut pada pihak sekolah. Pang mempersilahkan. Ia yakin tidak akan ada yang percaya karena Time tidak punya bukti sama sekali.

Sepeninggal Time, Pang mengaku tidak jadi menggunakan kekuatannya pada Time karena tidak ingin bersikap seperti direktur Supot. Punn mengingatkan bahwa rencana mereka bisa saja gagal gara-gara Time.

Time sendiri ternyata benar-benar mengadukan rencana Pang dkk untuk membakar sekolah. Apesnya, guru bagian administrasi, pak Wisit, sama sekali tidak mempercayainya.

Sesaat kemudian guru Pom masuk ke ruang administrasi. Time kembali menjelaskan bahwa murid-murid Gifted, terutama Pang, berniat untuk membakar sekolah. Meski sudah mengaku melihat dengan mata kepala sendiri, guru Pom menyatakan bahwa bisa jadi Time salah sangka. Selain tidak punya bukti kuat, Pang adalah murid kelas 8, bukan kelas Gifted.

Saat Time hendak menjelaskan, guru Pom memotongnya dan meminta Time untuk pergi karena ia akan membahas hal penting dengan pak Wisit.

Guru Pom mencegat Pang di lorong sekolah. Tanpa basa basi ia mempertanyakan kenapa Pang tidak memberitahunya jika ingatannya telah kembali. Pang mengaku tidak ingin meletakkan guru Pom di posisi yang sulit seperti sebelumnya.

Mendengar hal itu, guru Pom jadi yakin bahwa Pang adalah otak di balik insiden sekolah sebelumnya (sepertinya soal ledakan). Ia mengingatkan bahwa apa yang telah dilakukan Pang dkk sebelumnya sudah berakibat fatal dan hampir menewaskan Namtam.

Pang kemudian menyatakan akan menceritakan semuanya pada guru Pom. Tidak peduli guru Pom bakal setuju atau tidak dengan rencananya. Guru Pom membalas bahwa yang menjadi masalah bukan tentang setuju atau tidak. Melainkan karena ia tidak bisa melindungi Pang dkk jika terjadi sesuatu.

Mendengarnya, Pang justru ingin agar kali ini guru Pom tidak ikut campur. Guru Pom menolak. Keputusannya untuk ikut campur atau tidak akan bergantung pada apa yang dilakukan oleh Pang dkk.

Time tertidur saat sedang melihat-lihat akun sosmed Pang. Entah bermimpi atau tidak, ia tiba-tiba seperti melihat Pang, Mon, Punn, dan Ohm yang tengah menyidak ruang lab yang hendak dibakar.

Begitu terbangun, tanpa membuang waktu Time bergegas menuju ruang lab yang ia lihat. Ia sepertinya memiliki potensi untuk mencari keberadaan seseorang dengan cara memikirkan orang yang dimaksud.

Tak lama setelah Time masuk ke dalam ruang lab, api mulai menyala. Ia berusaha untuk mematikannya. Namun anehnya, Pang tiba-tiba muncul dan menariknya. Sesaat kemudian timbul ledakan.

Berikutnya giliran Jack dan Joe yang muncul dengan membawa pemadam api. Setelah api dimatikan, dua orang yang mengenakan penutup wajah kabur dari ruang lab.

Pang segera menginformasikan hal itu pada Wave, yang mengawasi segala sesuatunya melalui kamera CCTV sekolah. Terlihat total ada 6 orang yang berlari dari arah ruang lab tersebut. Setelah tahu arah mereka, Wave lanjut memberitahu Mon dan Punn.

Dua orang tersebut ternyata bertugas untuk mencegat mereka. Ohm dan Korn datang membantu, walau yang disebut terakhir bisa dengan mudah ditaklukkan dan membuat salah seorang di antaranya berhasil lolos.

Ohm menjelaskan pada Time bahwa sedari awal mereka berniat untuk mencegah terjadinya pembakaran lab, bukan sebaliknya. Orang-orang yang mereka tangkap saat itu adalah kelompok Anti-Gifted, kelompok yang sebenarnya bertanggungjawab terhadap peledakan sekolah 2 tahun lalu.

Salah seorang di antaranya mempertanyakan kenapa Pang menghalangi aksi mereka. Toh tujuan mereka sama, ingin menutup program Gifted. Pang menegaskan bahwa cara yang ia tempuh adalah anti kekerasan, berbeda dengan cara mereka.

Untuk memastikan kelompok Anti-Gifted tidak lagi berbuat ulah, Pang menggunakan potensinya pada mereka. Ia meminta mereka untuk tetap di ruangan tersebut dan nantinya mengakui semuanya pada pihak sekolah.

Time masih menganggap apa yang dilakukan Pang dkk salah. Menurutnya, mereka sudah melangkah aturan sekolah dan seharusnya membiarkan guru-guru yang menangani masalah semacam itu.

Pang lantas menjelaskan panjang lebar mengenai sistem sekolah yang berantakan akibat adanya program Gifted. Begitu pula dengan kehadiran kelompok Anti-Gifted yang secara tidak langsung lahir akibat dirinya.

Pang melanjutkan bahwa sejak kegagalan mereka menutup program Gifted 2 tahun lalu, ia dan yang lain selalu merencanakan segala sesuatunya dengan sangat hati-hati. Pang juga memastikan bahwa apapun itu yang mereka lakukan tidak akan menggunakan jalur kekerasan.

Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengajak murid-murid biasa untuk bergabung melawan pihak sekolah. Seiring berjalannya waktu, pada akhirnya mereka berpisah jalan. Murid-murid biasa lanjut dengan cara mereka sendiri dan mendirikan kelompok Anti-Gifted.

Berbeda dengan cara Pang, Anti-Gifted memilih cara yang ekstrim. Yaitu dengan memasang bom di ruang konferensi. Wave yang mengetahui Namtam ada di gedung yang sama segera memintanya untuk memberitahu direktur Supot dan orang-orang lain yang ada di ruang konferensi. Orang-orang tersebut selamat. Apesnya, justru Namtam yang masih berada di dalam ruangan saat bom meledak karena sedang membantu seseorang untuk keluar dari sana.

Pasca kejadian tersebut, program Gifted resmi dihapus. Tidak itu saja. Meski selamat, Namtam kemudian dibawa ibunya ke luar negeri untuk menjalani perawatan.

Mendengar semua itu, Time lalu menanyakan bagaimana ia bisa percaya bahwa semua yang diceritakan Pang adalah benar. Wave menghampirinya dan mengingatkan bahwa Pang bisa saja membuat Time percaya tanpa harus bersusah payah menceritakan semuanya. Pang mencoba menghentikan penjelasan Wave, namun Wave tidak peduli dan memberitahu Time tentang potensi Pang.

Pada akhirnya Time menyatakan bahwa ia tidak punya alasan untuk menentang Pang dkk selama apa yang mereka lakukan tidak menghancurkan mimpi orang lain.

Punn lantas menanyakan bagaimana Time bisa menemukan mereka di ruang lab karena hal itu pasti bukanlah sebuah kebetulan. Time menceritakan apa yang ia alami sebelumnya. Mendengarnya, Punn yakin bahwa potensi Time telah bangkit dan itu bakal sangat bermanfaat untuk rencana mereka selanjutnya di saat ujian penempatan Gifted.

Anggota Anti-Gifted yang kabur melaporkan apa yang terjadi pada pimpinan mereka. Belum terlihat jelas siapa orangnya, namun pimpinan Anti-Gifted memastikan bahwa ia sudah punya rencana lain untuk menggagalkan rencana Gifted di saat ujian penempatan.


“The Gifted Graduation” tayang setiap hari Minggu mulai tanggal 6 September 2020. Di Indonesia, Serial ini bisa disaksikan melalui kanal Youtube GMMTV secara gratis.

Last modified on September 22, 2020 7:45 am

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.