Sinopsis The Gifted Graduation Episode 1 (S1E1) (2020)

Iseng cek kanal Youtube GMMTV pagi tadi dan surprise ternyata serial anyar “The Gifted Graduation” yang baru mulai tayang hari Minggu tanggal 6 September 2020 kemarin sudah langsung tersedia di sana. Dengan subtitle bahasa Inggris pula. Entah apakah ada teks bahasa lain, termasuk Indonesia, atau tidak. Yang jelas, gak perlu berlama-lama juga, berikut ini sinopsis lengkap The Gifted Graduation episode 1 yang merupakan sekuel dari seri “The Gifted” di tahun 2018 lalu. Selamat menyimak!

Sinopsis The Gifted Episode 1 Lengkap

Class I 10th grade student Time aspires to become a Gifted student, only to learn from his senior Third that the Minister of Education has ordered the termination of the Gifted Program due to the chaos brought by the Gifted Class 15 two years ago. Indignant, Time gathers support from his schoolmates to demand the reinstatement of the Program.

Dua orang pria dan seorang wanita berada dalam sebuah ruangan. Si wanita terikat di kursi. Salah seorang pria yang mengenakan kacamata lantas menghidupkan mesin gelombang elektromagnetik yang ada di sana. Sesaat kemudian wanita tersebut berteriak kencang dan terlihat kesakitan.

Si pria berkacamata berharap bahwa yang mereka lakukan itu bisa segera berakhir. Pria yang satu lagi membalas bahwa itu semua barulah permulaan.

Saat ini adalah hari pertama tahun ajaran baru di Ritdha High School. Time, salah seorang murid baru, menemukan pin logo Gifted di halaman. Dengan tersenyum ia mengambilnya.

Saat sedang menunggu kelas dimulai, seorang siswi yang baru saja datang duduk di sebelah Time. Namanya Grace. Dengan gaya cuek, Grace mengambil pelembab bibir dari dalam tasnya, dan mengoleskannya ke bibirnya.

Tiba-tiba tiga orang murid senior masuk ke dalam kelas. Mereka memperkenalkan diri sebagai pengawas murid yang diutus oleh pihak sekolah untuk memeriksa pakaian para murid baru di hari pertama sekolah. Ketuanya, Third, menjelaskan beberapa aturan yang harus dipatuhi. Mulai dari tempat duduk murid laki-laki dan perempuan yang harus terpisah, hingga kerapian seragam dan penampilan.

Melihat rambut Grace yang keriting, Third sempat memarahinya karena menganggap Grace sengaja mengeritingnya. Grace membantah dan menyatakan bahwa itu adalah keriting alami. Karena tidak percaya, Third hendak memegangnya. Secara reflek Grace mendorongnya.

Dua orang rekan Third lantas meminta agar Third tidak usah terlalu mempermasalahkannya.

Third kemudian menuju meja Time yang tengah menimang-nimang pin Gifted yang ia temukan sebelumnya. Melihat pin tersebut, Third langsung merebutnya dan menyatakan bahwa hanya murid kelas Gifted saja yang boleh memilikinya.

Time lalu menanyakan apakah ia bisa mendapatkan kembali pin tersebut jika ia masuk ke dalam kelas Gifted. Third menjawab bahwa kelas Gifted sudah setahun lebih ditiadakan. Time terdiam mendengarnya.

Saat makan siang di kantin, teman-teman Time membahas mengenai kebijakan-kebijakan sekolah yang baru. Termasuk pembentukan pengawas sekolah serta minuman di kantin yang tidak terlalu enak rasanya.

Alih-alih ikut bergosip ria, Time malah mendatangi Third yang sedang ngobrol bersama dua rekannya sesama pengawas. Ia minta diberitahu mengenai alasan kelas Gifted diberhentikan oleh pihak sekolah.

Third lantas menceritakan mengenai kekacauan yang dilakukan oleh murid-murid Gifted setahun yang lalu. Hal itu berujung pada keputusan menteri pendidikan untuk menghentikan Gifted.

Perhatian Time tiba-tiba teralihkan dengan hadirnya si kembar Jack dan Jo di kantin. Keduanya adalah anggota Gifted yang terdahulu.

Direktur sekolah Supot Chueamanee menemui menteri pendidikan yang baru. Ia mencoba meyakinkannya untuk menghidupkan kembali program Gifted. Menteri tersebut menolak.

Time dan 2 orang temannya ternyata sengaja masuk Ritdha High School agar bisa bergabung dengan Gifted. Untuk memaksa pihak sekolah membuka kembali kelas tersebut, mereka lantas mengadakan petisi di situs Students.Move milik kementerian pendidikan. Time juga memberikan orasi untuk meminta dukungan dari murid-murid yang lain.

Third muncul dan menghentikan aksi Time dkk. Ia mempertanyakan Time yang bisa dengan pedenya merasa yakin bisa diterima dalam kelas Gifted jika memang seandainya program tersebut dibuka kembali.

Time menjawab ia sendiri tidak yakin. Namun jika kelas tersebut diadakan kembali, setidaknya ia bisa menguji apakah dirinya memang bisa diterima atau tidak sebagai murid kelas Gifted.

Time melanjutkan bahwa mereka sebagai murid seharusnya juga diberi hak berpendapat mengenai kelas Gifted. Apakah perlu dilanjutkan atau diberhentikan. Kali ini Third tidak bisa membalasnya.

Sementara itu, Grace sedang berada di ruang BP gara-gara insiden rambut keritingnya kemarin. Setelah menonton aksi Time dkk yang terekam di CCTV, guru BP meminta agar Grace meluruskan rambutnya.

Grace yang tidak mau melakukannya lalu mengkonfirmasi apakah para murid Gifted berhak untuk berpakaian dan berpenampilan sesuka mereka. Guru BP tersebut mengiyakan. Grace pun bertekad untuk masuk ke dalam kelas tersebut.

Situs Students.Move ternyata diblokir oleh jaringan sekolah. Dengan demikian, tidak ada seorang murid pun yang bisa mengisi petisi dukungan terhadap kelas Gifted. Time jadi makin yakin bahwa orang-orang dewasa, khususnya pihak sekolah, tidak peduli dengan suara mereka.

Mendengarnya, Grace meminta agar mereka tidak menyerah begitu saja.

Malam harinya, Time dan Grace menyusup masuk ke ruang administrasi. Time sempat khawatir dengan kamera CCTV yang terpasang di langit-langit. Grace meminta Time mengabaikannya karena itu hanya kamera dummy.

Grace ternyata bisa dengan mudah menembus password laptop di sana. Ia mengaku bisa melakukan banyak hal, walau tidak ada satu pun yang benar-benar mahir. Dengan sigap Grace membuka blokir situs Students.Move agar bisa diakses oleh yang lain.

Time bergegas bersiap untuk pergi agar tidak ketahuan. Grace mencegahnya. Ia mengingatkan bahwa petisi bersifat anonymous. Artinya, siapa saja yang memiliki ID bisa mengisi petisi tersebut tanpa diketahui oleh orang lain. Grace menyarankan untuk mengambil database murid dan menggunakannya untuk mengisi petisi sebanyak-banyaknya.

Time tidak menyetujuinya. Ia menganggap itu adalah perbuatan curang. Kendati demikian, Grace menyatakan bahwa itu harus mereka lakukan agar bisa menang. Toh sebelumnya pihak sekolah yang terlebih dahulu memblokir situs tersebut. Time akhirnya setuju.

Sesaat kemudian terdengar suara langkah kaki dari luar. Ada Third dan beberapa rekannya yang sedang berkeliling memeriksa situasi di sekolah.

Time meminta Grace untuk keluar terlebih dahulu sementara ia yang meneruskan mengkopi database sekolah. Ia berharap Third dkk bakal fokus mengejar Grace. Apesnya, saat rekan-rekannya melakukan hal itu, Third langsung menyadari ada yang tidak beres di ruang administrasi.

Tidak ada seorang pun di ruangan tersebut saat Third memasukinya. Time rupanya masih sempat bersembunyi di sudut ruangan. Kendati demikian, Third masih penasaran dan mengecek laptop yang ada di meja. Terlihat ada pesan notifikasi yang menandakan laptop tersebut baru saja digunakan.

Sadar aksinya terpergok, Time buru-buru kabur meninggalkan ruangan. Third mengejarnya.

Saat bersembunyi di sebuah ruangan kosong, tanpa sengaja Time melihat ada beberapa orang yang tengah membahas soal Gifted. Setelah mereka pergi, Third masuk dan tanpa basa basi mengkonfrontasinya perihal ruang administrasi.

Time mengaku hanya membuka blokir situs, tidak lebih. Third menegaskan bahwa hal itu bisa membuat Time dikeluarkan. Time membalas bahwa ia ingin agar semua murid bisa menggunakan hak mereka untuk mengisi petisi.

Third terdiam. Ia bahkan mengaku tidak menemukan siapa siapa di sana saat ditanya oleh rekannya. Setelah menjawabnya, Third pergi meninggalkan Time begitu saja.

Sesuai rencana, petisi aktivasi Gifted mendapat banyak persetujuan. Kepada Grace, Time mengaku kecewa terhadap dirinya sendiri yang sudah melakukan cara ilegal untuk itu. Grace sekali lagi mengingatkan bahwa pihak sekolah yang sudah terlebih dahulu mengecewakan mereka.

Menteri pendidikan menghubungi direktur Supot dan memberitahu bahwa posisi kepala bidang akademik sekolah yang kosong akan diisi oleh orang pilihannya. Orang yang dimaksud adalah Miss Darin Wattanasin. Direktur Supot sebenarnya tidak setuju, namun ia juga tidak bisa menolaknya.

Di hadapan seluruh murid Ritdha High School, miss Darin mengumumkan bahwa kelas Gifted diadakan kembali. Tes masuknya akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Time, Grace, dan yang lain senang mendengarnya. Bahkan termasuk Third.

Direktur Supot menyambut kedatangan guru Pom setelah 1 tahun vakum. Ia tidak mempermasalahkan apa yang telah terjadi sebelumnya dan berharap guru Pom juga melakukan hal yang sama. Dan seperti sebelumnya, guru Pom kembali ditugaskan sebagai penasehat kelas Gifted.

Direktur Supot meyakini bahwa dari awal kementrian pendidikan sebenarnya tidak ingin Gifted dihentikan. Mereka hanya ingin melakukan kompromi dengannya. Hasilnya adalah keberadaan kepala bidang akademik yang baru.

Miss Darin tengah mengamati ruang kerjanya yang baru saat seseorang membawakan hadiah dari menteri pendidikan. Setelah mengunci pintunya, miss Darin membuka hadiah tersebut. Ada sebuah botol kecil berisi cairan berwarna coklat kemerahan serta secarik kertas yang bertuliskan “Semoga Sukses Dalam Misimu”.

Miss Darin lalu memasukkan cairan tersebut ke dalam air. Warna cokelat kemerahan dari cairan tersebut perlahan memudar.

Tak lama kemudian, miss Darin terlihat membawakan secangkir teh berwarna merah cokelat pada direktur Supot. Ia beralasan hendak merayakan hari pertamanya bekerja. Direktur Supot menerimanya, namun batal meminumnya setelah mencium baunya. Alih-alih, ia mengajak miss Darin ngobrol.

Kendati demikian, pada akhirnya direktur Supot meminum teh tersebut.

Menteri pendidikan kesal karena miss Darin tidak mematuhi perintahnya. Teh yang diberikan miss Darin pada direktur Supot ternyata hanyalah teh biasa, tidak dicampur cairan sebelumnya.

Miss Darin tidak membantah. Ia tahu bahwa menteri pendidikan ingin agar direktur Supot disingkirkan. Pun begitu, ada tujuan utama yang lebih penting daripada itu. Ia berharap menteri pendidikan mau mempercayainya. Menteri pendidikan lantas memberikan waktu 2 bulan pada miss Darin.

Guru Pom tidak begitu percaya pada miss Darin. Direktur Supot memintanya tidak usah memikirkan hal itu. Cukup fokus pada murid-murid Gifted saja.

Tidak semua murid setuju dengan hadirnya Gifted kembali. Time yang penasaran mencoba mencari tahu tentang murid-murid Gifted yang terdahulu.

Time mendatangi kembali ruang kosong tempat sebelumnya ia bersembunyi dari kejaran Third. Mendengar ada yang datang, ia buru-buru bersembunyi di balik rak.

Tanpa disangka, satu persatu anggota kelas Gifted sebelumnya muncul. Mulai dari Jack, Jo, Ohm, Claire, Punn, Korn, hingga Mon. Dengan kekuatannya, Ohm lalu memunculkan kembali catatan-catatan di papan tulis yang sebelumnya ia buat tidak terlihat.

Mon kemudian menanyakan apakah berarti sekarang rencana mereka bisa diteruskan. Wave, yang tiba-tiba muncul, mengiyakan. Ia mengingatkan bahwa ia adalah bagian penting dari rencana mereka, bukan Pang yang masih belum juga datang.

Wave lalu menunjukkan sebuah kaset yang diklaim berisi senjata rahasia untuk melawan direktur Supot. Isinya ternyata adalah soal ujian masuk Gifted yang menggunakan gelombang khusus.

Mendengar isi kaset tersebut, otak Time merespon. Ia berteriak kesakitan sembari memegangi kepalanya. Hal itu membuat Wave dkk menyadari keberadaannya. Mon bergegas mendorong rak tempat Time bersembunyi dan menemukan Time di sana.

Pang yang baru masuk perlahan melangkah menghampiri Time. Ia menanyakan apakah Time adalah Gifted. Time hanya bisa terbengong-bengong.


“The Gifted Graduation” tayang setiap hari Minggu mulai tanggal 6 September 2020. Di Indonesia, serial TV ini bisa disaksikan melalui kanal Youtube GMMTV secara gratis.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply