Sinopsis The Gifted Graduation Episode 10 (S1E10) (2020)

Di cerita sebelumnya, twist mengejutkan terjadi. Setelah Pang dan Wave berhasil menggagalkan konferensi pers dari menteri Pitchet, belakangan justru direktur Supot yang melakukan konferensi pers dan membeberkan perihal program Gifted ke publik. Bahkan Third, Time, dan Grace yang ditugaskan mencuri sampel virus Nyx 88 ikut dihipnotis oleh guru Pom demi mengambil paksa sampel virus tersebut. Belum jelas apakah ketiganya juga dihilangkan ingatannya oleh guru Pom. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis The Gifted Graduation Episode 10 Lengkap

Menteri Pitchet tidak percaya direktur Supot tega mengkhianati murid-muridnya sendiri. Alih-alih menjawab, Supot balik bertanya, apakah perseteruan di antara mereka jauh lebih penting ketimbang kesuksesan program Gifted. Menteri Pitchet hanya terdiam.

Tak lama kemudian, konferensi pers berlangsung dengan direktur Supot sebagai pembicaranya. Dengan tenang dan penuh percaya diri, ia menjelaskan tentang eksistensi program Gifted, pentingnya keberadaan program tersebut bagi negara, serta niatnya untuk mengadakan ujian penempatan secara nasional.

Usai menyaksikan siaran konferensi pers tersebut, Pang bergegas hendak menemui direktur Supot. Wave menyusulnya.

Di depan lift, keduanya dihadang oleh miss Darin dan dua anak buahnya. Ia menjelaskan bahwa saat ini direktur Supot sedang mengadakan pertemuan dengan pejabat tinggi kementerian. Ia sendiri diminta untuk membawa Pang ke ruangan direktur Supot.

Pang mencoba menggunakan potensinya untuk memaksa miss Darin mempertemukan dirinya dengan direktur Supot saat itu juga. Tanpa disangka, usahanya gagal. Miss Darin sama sekali tidak bergeming.

Miss Darin lantas menjelaskan bahwa saat ini sampel virus Nyx 88 ada di tangan guru Pom. Direktur Supot memanfaatkan hal itu untuk menekan menteri Pitchet. Tak lupa miss Darin menyindir Pang bahwa sudah seharusnya direktur Supot berterimakasih pada Pang karena sudah membantu mewujudkan impiannya. Pang syok mendengarnya.

Dua orang dari kementrian menjemput guru Pom. Mereka menyatakan menteri Supot telah meminta guru Pom untuk ikut bekerja di kementrian.

Di luar, ada Channon yang tengah menunggu. Ia menyindir guru Pom yang sudah bekerjasama dengan Supot dan mengkhianati murid-muridnya sendiri. Guru Pom minta agar Channon tidak usah ikut campur.

Tanpa diduga, dengan emosi Channon langsung menghajar guru Pom. Dua bodyguard kementrian langsung menghentikannya. Guru Pom mengancam bakal membawa Channon menemui Supot. Channon tidak gentar.

Guru Pom mengikat Channon di kursi yang ada di kantor Supot. Ada Pang di sana, yang hanya bisa melongo melihat aksi guru Pom terhadap Channon.

Pang lalu mempertanyakan keputusan guru Pom untuk membantu direktur Supot. Alih-alih membeberkan alasannya, guru Pom justru mengatakan bahwa Pang seharusnya menyerah sejak lama agar tidak perlu terlibat.

Sesaat kemudian Supot muncul. Ia menegaskan bahwa Pang seharusnya mengikuti saran guru Pom karena ia tidak ingin bermusuhan dengannya. Terlebih kolaborasi mereka berdua sebelumnya terbukti berjalan dengan sukses sesuai rencana.

Masih tidak terima, Pang lanut menanyakan apakah Supot tidak merasa bersalah dengan sahabat serta kekasihnya karena saat ini apa yang ia lakukan tidak berbeda dengan Pitchet. Dengan tenang Supot menjawab bahwa sepertinya Pang gagal paham dengan masa lalu yang sempat ia ceritakan.

Di masa lalu. Kembali ke momen dimana Letnan Kolonel Pitchet mengancam untuk menginfeksi Supot dengan virus Nyx 88. Terungkap bahwa saat itu Supot tidak mengerima pilihan dengan terpaksa. Justru sebaliknya, Pitchet yang membatalkan ancamannya karena menganggap Supot sangat dibutuhkan oleh kementrian. Sebagai gantinya, Pitchet meminta anak buahnya untuk menyiksa Supot hingga Supot mau bekerjasama dengan kementrian.

Pada awalnya, Supot masih keukeuh bertahan. Hingga suatu hari Yuth datang menemuinya dalam keadaan segar bugar. Supot kaget mendapati sahabatnya itu dalam keadaan masih bernyawa.

Kendati demikian, kedatangan Yuth justru membawa kabar buruk bagi Supot. Yuth ternyata sejak awal sudah berniat untuk memanfaatkan Supot demi kepentingannya sendiri, yaitu mendapatkan jabatan tinggi di pemerintahan. Kedatangannya beberapa waktu lalu ke rumah pengasingan Supot termasuk bagian dari rencananya.

Supot mencoba menggunakan potensinya untuk meminta Yuth berhenti. Tanpa disangka usahanya gagal. Supot sempat mencoba untuk kedua kalinya, dan tetap zonk.

Sambil tersenyum Yuth lantas mengungkapkan bahwa selama ini Supot sebenarnya tidak punya potensi sama sekali. Yuth lah yang memilikinya. Selama ini ia diam-diam membantu Supot hingga seolah-olah Supot yang memiliki potensi tersebut. Tidak itu saja. Yang lebih mengejutkan lagi, Supot sebenarnya adalah Yuth, dan sebaliknya, Yuth adalah Supot. Sebelum Yuth datang ke kementrian untuk pertama kalinya, Supot sengaja menghipnotis Yuth dan membuatnya merasa bahwa dirinya adalah Supot.

Supot lantas mengajak Yuth untuk bekerjasama dengannya di kementrian. Yuth menolak mentah-mentah ajakan tersebut. Ia malah mengancam akan berusaha membunuh Supot hingga salah satu di antara mereka tewas.

Merespon hal itu, Supot mempersilahkan Yuth untuk mati saja sekarang juga karena apapun yang akan ia lakukan tidak akan pernah bisa membuatnya mengalahkan Supot. Sepeninggal Supot, Yuth lantas bunuh diri dengan menggunakan sendok.

Pasca kejadian tersebut, terlihat bahwa Supot minta waktu selama 30 tahun untuk mengembangkan program Gifted. Letkol Pitchet menyetujuinya.

Semua yang ada di dalam ruangan terkejut mendengar cerita Supot. Ia menambahkan bahwa ia sengaja menceritakan hal tersebut pada Pang agar Pang tahu tidak ada gunanya untuk melawannya sekarang. Supot bahkan mengajak Pang untuk bergabung dengannya. Ia berjanji bakal melatih potensi Pang menjadi jauh lebih kuat lagi.

Seperti sudah bisa diduga, Pang menolaknya mentah-mentah. Supot pun sudah paham sehingga tidak terlalu kaget dengan respon Pang.

Pang kembali mempertanyakan perihal ujian penempatan tingkat nasional yang hendak dilakukan Supot. Ia membandingkannya dengan kondisi di Ritdha High School yang kacau akibat keberadaan program Gifted di sana.

Menjawabnya, Supot menunjukkan hasil polling publik dimana saat ini sebagian besar masyarakat antusias dengan adanya program tersebut. Mereka merasa punya harapan untuk menjadi bagian dari orang-orang yang berpotensi. Supot berbalik menanyakan apa mungkin justru Pang yang tidak ingin orang-orang lain punya kesempatan yang sama seperti dirinya.

Pang terdiam. Seolah sudah diinstruksikan sebelumnya, guru Pom kemudian melangkah maju dan mengaktifkan metronomnya. Pun begitu, Supot sama sekali tidak berniat untuk menghapus ingatan Pang. Yang ingin ia lakukan adalah menyuntikkan virus Nyx 88 kepadanya.

Guru Pom berusaha mencegahnya, namun Supot menolak. Di luar dugaan, sebelum Supot menyuntikkan virus tersebut, guru Pom meraih lengannya lantas menjentikkan tangannya hingga Supot tak sadarkan diri. Tanpa membuang waktu, guru Pom langsung membebaskan ikatan Pang dan Channon.

Sadar tidak ada pilihan lain untuk menghentikan Supot, guru Pom berniat untuk menghapus ingatannya. Di saat-saat terakhir, tanpa disangka Channon menyuntikkan virus Nyx 88 ke leher guru Pom dari belakang. Ia ternyata masih menyimpan dendam atas perbuatan guru Pom kepadanya 10 tahun yang lalu.

Tidak itu saja. Apa yang terjadi kepadanya saat itu membuat dirinya tidak lagi peduli mana yang benar dan mana yang salah.

Sesaat kemudian Supot tersadar. Ia langsung berterimakasih pada Channon, yang ternyata sudah membantunya selama ini. Informasi mengenai virus Nyx 88 yang diberikan pada Korn adalah atas perintah Supot pada Channon.

Pun begitu dengan Korn. Apa yang dilakukan oleh Korn ternyata adalah atas perintas, alias hipnotis, dari Supot. Bukan atas keinginan Korn sendiri.

Demi memberi kesempatan pada Pang untuk kabur, guru Pom mendadak menyergap Supot dan berusaha untuk menggunakan potensinya. Namun karena sudah terinfeksi virus, rasa sakit di kepala membuat guru Pom tidak bisa bertahan lama. Untungnya Pang sudah berhasil meninggalkan ruangan.

Supot lalu meminta Channon untuk membawa Pang kepadanya. Channon sempat menolak karena urusannya dengan guru Pom sudah selesai. Supot pun menggunakan potensinya untuk memerintahkan Channon melapor pada petugas keamanan sebelum ia dipersilahkan untuk hidup bebas.

Pang bersusahpayah kabur dari kejaran bodyguard kementrian. Ia mencoba menggunakan potensinya namun gagal. Ujung-ujungnya Pang terpojok dan berhasil ditangkap.

Sementara itu, Grace, Third, dan Time masih berada dalam kondisi tak sadarkan diri pasca dihipnotis oleh guru Pom. Sebuah suara tiba-tiba terdengar memanggil nama Grace. Dalam pikirannya, Grace merasa berada di dalam ruang kelas. Ia lalu mencari sumber suara tersebut. Hingga akhirnya ia bertemu dengan sosok seorang wanita dewasa.


“The Gifted Graduation” tayang setiap hari Minggu mulai tanggal 6 September 2020. Di Indonesia, Serial ini bisa disaksikan melalui kanal Youtube GMMTV secara gratis.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply