Sinopsis The Gifted Graduation Episode 9 (S1E9) (2020)

Di cerita sebelumnya, masa lalu direktur Supot dan hubungannya dengan menteri Pitchet mulai terungkap. Supot mengaku bahwa semua yang ia lakukan adalah keterpaksaan, agar program Gifted tidak jatuh ke tangan menteri Pitchet. Namun benarkah apa yang ia ceritakan sebelumnya? Obat yang dikembangkan oleh Supot dan guru Pom sendiri saat ini terbukti berhasil menetralisir efek virus Nyx 88. Pun begitu, obat tersebut belum bisa sepenuhnya menyembuhkan orang-orang yang terinfeksi. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis The Gifted Graduation Episode 9 Lengkap

Miss Darin mengumpulkan murid-murid Gifted untuk membahas perihal bocornya rekaman video potensi mereka ke publik. Ia meminta agar mereka tidak usah memikirkan hal tersebut karena ia sendiri yang akan mencari tahu siapa pelakunya. Wave merasa aneh karena kemungkinan besar orang yang membocorkan video tersebut adalah orang dalam di kementerian pendidikan.

Punn sempat membantah karena menurutnya yang paling tertekan justru pihak kementrian. Kendati demikian, miss Darin langsung menghentikan perdebatan keduanya sebelum berlanjut. Ia lantas menambahkan bahwa pihak kementrian bakal mengakui kebenaran video tersebut dan tidak akan menyanggahnya.

Murid-murid Gifted kaget mendengarnya. Miss Darin melanjutkan bahwa menteri Pitchet merasa bahwa memang sudah saatnya keberadaan program Gifted diketahui oleh publik. Tidak peduli bagaimanapun reaksi mereka nantinya.

Supot memberitahu Pang bahwa publikasi eksistensi orang-orang berpotensi seperti mereka bakal lebih menguntungkan bagi pemerintah. Mereka tidak perlu lagi merahasiakannya dan juga bisa memanfaatkan keberadaan Gifted untuk kepentingan negara secara terang-terangan.

Supot lalu mengingatkan Pang bahwa berjuang tidak cukup hanya dengan bermodal idealisme. Ia juga harus meningkatkan kemampuannya.

Di bawah pengawasan direktur Supot dan guru Pom, Pang mulai melatih potensinya agar bisa lebih kuat lagi. Ia sudah berhasil mengontrol orang lain hanya melalui suara saja, tanpa perlu memegang nadi mereka. Pun begitu, ingatan tentang apa yang sudah terjadi pada Namtam, Korn, dan perpecahan dengan rekan-rekan Gifted-nya membuat Pang tidak mau melanjutkan latihannya.

Supot mengingatkan bahwa Pang tidak akan bisa menang apabila potensinya tidak berkembang. Mendengarnya, Pang bertekad untuk berusaha dengan caranya sendiri tanpa bantuan Supot.

Miss Darin melaporkan pada menteri Pitchet bahwa murid-murid Gifted secara tidak langsung menerima keputusan untuk tidak membantah kebenaran video mereka yang beredar. Sedari awal miss Darin ternyata sudah tahu bahwa itu semua adalah bagian dari rencana menteri Pitchet. Menteri Pitchet sendiri merespon dengan mengingatkan bahwa masih ada yang lebih penting lagi di luar hal itu. Miss Darin mengiyakan.

Miss Darin memberitahu Punn dan Claire bahwa keduanya terpilih untuk mendemonstasikan potensi mereka pada saat konferensi pers. Punn menyatakan bahwa dirinya sendiri sudah cukup karena ia bisa menunjukkan potensi rekan-rekannya yang lain. Ia juga menegaskan bahwa dirinya dan Claire sudah tidak lagi berpacaran. Claire lantas pergi sembari memperingatkan agar Punn tidak mengkopi potensi miliknya.

Sepeninggal Claire, terlihat ada alat perekam yang tertempel di bawah meja.

Punn menemui Wave dan menanyakan kenapa ia memata-matai miss Darin dengan alat perekam. Wave menjawab bahwa ia ingin memastikan apakah benar miss Darin dan kementrian tidak ada hubungannya dengan insiden bocornya rekaman video potensi mereka ke publik.

Punn dengan tegas menyatakan bahwa ia setuju dengan publikasi kemampuan mereka. Ia mengaku lebih baik menghadapinya secepatnya ketimbang harus merasa was was tanpa tahu kapan rahasia mereka bakal terungkap. Jika memang Wave tidak yakin publik akan menerima mereka, yang harus ia lakukan adalah berusaha agar publik bisa menerima, bukan malah menjauh.

Untuk menenangkan diri, Wave mendengarkan musik di kamarnya dengan menggunakan earphone sembari minum minuman ringan milik Pang yang kebetulan ada di kulkas. Tak lama kemudian Pang masuk ke kamar. Wave kaget dan buru-buru melepaskan earphone-nya.

Insiden ackward tersebut berujung pada hubungan Pang dan Wave yang kembali membaik.

Pang memanggil rekan-rekannya untuk berkumpul di kamar, kecuali Punn dan Claire. Kendati demikian, hanya Ohm dan Mon yang datang. Ohm memberitahu bahwa Jack dan Joe sudah tidak ingin terlibat lagi. Pun begitu dengan Mon, yang menyatakan hal yang sama lantas pergi meninggalkan mereka.

Tanpa disangka, Ohm juga mengungkapkan hal yang sama. Ia merasa apa yang mereka kerjakan sekarang sudah tidak semenyenangkan dahulu. Pada akhirnya hanya Wave yang tetap berada di pihak Pang.

Time memberitahu guru Pom bahwa kondisi teman-temannya yang terinfeksi virus Nyx 88 sudah mulai membak. Namun ia khawatir aksinya menyelundupkan obat pada mereka cepat atau lambat bakal ketahuan oleh miss Darin. Guru Pom menyadari hal itu dan berharap agar Pang berhasil menghentikan konferensi pers yang dilakukan oleh menteri Pitchet.

Pang sempat menanyakan kenapa harus dirinya yang menjalankan rencana tersebut. Ia yakin probabilitas keberhasilan mereka akan lebih besar jika direktur Supot sendiri yang menjalankan rencana mereka. Guru Pom menjelaskan bahwa justru Pang yang harus melakukannya karena secara tidak langsung mewakili masa depan yang hendak digadang-gadang oleh kementerian terkait program Gifted.

Sebelum konferensi pers dimulai, Wave ijin ke toilet pada miss Darin. Miss Darin mempersilahkan namun ia memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menemani Wave.

Melihatnya, Punn mengingatkan agar miss Darin tidak mempercayai Wave. Namun mengingat menteri Pitchet sudah datang, miss Darin meminta agar Punn tidak usah memikirkan Wave.

Di salah satu bilik toilet, Wave mengeluarkan laptop yang sebelumnya sudah disembunyikan di dalam tempat sampah. Setelah menyalakannya, ia terlihat mengirimkan sesuatu pada Time.

Sementara itu, Pang berhasil menyusup saat miss Darin dan anak buahnya sedang menyambut kedatangan menteri Pitchet. Beberapa saat kemudian, ia masuk ke ruang konferensi pers dan menyatakan bahwa ia juga punya sesuatu yang hendak dipresentasikan ke publik.

Bersamaan dengan itu, Wave menampilkan informasi mengenai virus Nyx 88 ke layar yang ada di ruang konferensi pers. Ia menanyakan nantinya menteri Pitchet akan menjelaskan mengenai virus Nyx 88 itu juga ke publik.

Punn langsung bereaksi dan menuduh Pang belum bisa move on. Tanpa terlalu menghiraukan Punn, Pang melanjutkan pernyataannya mengenai virus Nyx 88 yang sudah sengaja disebarkan oleh kementrian untuk mengontrol murid-murid Gifted.

Miss Darin berusaha berdalih dan mengatakan bahwa konferensi pers ini dibuat untuk menyelesaikan insiden bocornya rekaman video potensi murid-murid Gifted ke publik. Pang tanpa basa basi menyanggahnya. Ia mengungkap tujuan sebenarnya dari konferesi pers tersebut. Yaitu untuk mengadakan tes penempatan Gifted secara besar-besaran ke publik melalui konferensi pers yang disiarkan secara langsung itu.

Baik menteri Pitchet maupun miss Darin sudah tidak membantahnya lagi. Namun mereka tetap keukeuh untuk melanjutkan rencana. Mendengarnya, Pang mengancam bakal mempublikasikan keberadaan Nyx 88.

Tanpa disangka, miss Darin mengaku sengaja membiarkan Pang masuk dengan mudah. Ia lantas meminta dua anak buahnya untuk menangkap Pang. Ohm tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya dan menghadang keduanya.

Alih-alih percaya, Punn yang memang sudah diliputi rasa benci pada Pang justru menghampiri Ohm dan memintanya untuk menyingkir dengan menggunakan potensi milik Pang yang sudah dikopinya. Ohm melakukannya.

Kedua anak buah miss Darin lanjut menangkap Pang. Hal itu membuat Punn curiga. Ia langsung menanyakan kenapa Pang menyerah begitu saja.

Tanpa berkata apa-apa, Pang berbalik dan menatap tajam ke arah Punn.

Sementara itu, Time ternyata diminta untuk mencari keberadaan laboratorium virus Nyx 88 berdasarkan data yang dikirimkan oleh Wave. Setelah mendapat lokasinya, adalah Third dan Grace yang menuju ke sana untuk mengambil virus Nyx 88.

Begitu mendapat laporan dari Third dan Grace, Wave langsung mengirimkan pesan pada Pang dan berusaha untuk kabur dari anak buah miss Darin yang mengawalnya.

Pang memberitahu bahwa kehadirannya di ruang konferesi pers hanyalah untuk menahan mereka semua sementara rekan-rekannya mencari dan mengambil sampel virus Nyx 88. Ia kembali menegaskan agar pihak kementrian mau mendengarkan permintaannya jika tidak mau eksistensi virus tersebut terungkap.

Salah satu anak buah miss Darin membawa Pang ke sebuah tempat dengan diikuti oleh Punn. Punn menyatakan bahwa ulah Pang tidak ubahnya dengan apa yang dilakukan oleh Anti-Gifted. Sebelum meninggalkan Pang di sana, Punn memastikan bahwa tidak semudah itu untuk mencuri sampel virus Nyx 88.

Grace dan Third baru menyadari bahwa tidak semua sampel virus yang ada adalah asli. Ada formula logis sebagai penanda di masing-masing sampel. Tidak punya waktu banyak, Grace memutuskan untuk membawa semua sampel tersebut.

Saat hendak melarikan diri, keduanya terpergok oleh anak buah miss Darin. Grace dan Third berusaha kabur dan masuk ke sebuah ruangan. Mengira sudah aman, tanpa disangka Punn tiba-tiba masuk ke ruangan tersebut.

Tanpa banyak basa basi, Punn menggunakan potensi Pang untuk memaksa Grace memberikan sampel virus kepadanya. Yang tidak ia ketahui, Pang ternyata sebelumnya sudah menggunakan potensinya pada Grace dan memintanya untuk tidak menyerahkan sampel virus tersebut pada siapapun kecuali dirinya.

Mengetahui usahanya gagal, Punn berusaha untuk merebut tas ransel Grace secara paksa. Third menghadangnya. Dengan potensi Mon, Punn dengan mudah mengangkat tubuh Third dan mencekiknya.

Seketika mata Punn berubah menjadi hitam, sama seperti mata salah satu kepribadian gandanya. Punn mengancam akan membunuh Third jika Grace tidak menyerahkan sampel virus tersebut kepadanya.

Sementara itu, beberapa waktu sebelumnya, Chanon tiba-tiba muncul dan membukakan pintu untuk Pang. Tanpa menyia-nyiakan waktu, Pang bergegas mencari keberadaan Grace dan Third.

Begitu melihat aksi Punn pada Third, Pang langsung menghentikannya. Momen tersebut dimanfaatkan oleh Third dan Grace untuk melarikan diri.

Saat Punn berusaha mengejar, Pang kembali mencegahnya. Namun aksinya tidak berarti bagi Punn yang memiliki kekuatan dari potensi Mon. Seolah tidak terkontrol, Punn memiting leher Pang dan berusaha untuk membunuhnya.

Sesaat kemudian Claire masuk dan meminta Punn untuk menghentikan perbuatannya. Punn yang sudah tidak lagi terkontrol emosinya berbalik memarahi Claire.

Di saat Punn lengah, Pang berhasil membalikkan keadaan. Alih-alih menghajar Punn atau menggunakan potensinya, Pang berusaha menyadarkan Punn bahwa apa yang ia lakukan bukanlah untuk melukai Punn. Malah sebaliknya. Baginya Punn bukanlah musuh, melainkan teman. Punn terdiam mendengarnya.

Third dan Grace berhasil lolos. Di depan bangunan, keduanya langsung dijemput oleh Chanon dan mobilnya.

Setelah mendapat laporan mengenai hal itu, Pang menghubungi menteri Pitchet. Pada akhirnya menteri Pitchet memastikan bahwa konferensi pers dibatalkan.

Miss Darin mengatakan bahwa ia tidak yakin Pang bakalan menyebarkan virus tersebut sehingga tidak seharusnya menteri Pitchet menuruti ancamannya. Menteri Pitchet membalas dengan mengingatkan pada miss Darin siapa musuh mereka yang sebenarnya.

Tak lama Wave bergabung dengan Pang, Punn, dan Claire. Meski sudah paham bahwa tujuan Pang baik, Punn tetap menyatakan bahwa ia tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh Pang. Pang tidak mempermasalahkannya dan berharap, di luar ketidaksetujuan Punn, mereka berdua masih bisa berteman seperti biasa. Punn menjawab bahwa ia akan memutuskan terlebih dahulu mana jalan yang akan ia ambil sebelum kembali berteman dengan Pang.

Melihat Punn pergi, Claire minta agar Pang tidak marah kepadanya, lantas ikut pergi mengejar Punn.

Punn, yang kini terlihat kembali normal, berterimakasih pada Claire karena sudah menemaninya selama ini. Pun begitu, ia merasa bakal menghambat Claire jika mereka terus bersama.

Mendengarnya, Claire minta maaf karena sudah berubah tanpa ia sadari. Ia sudah mencoba untuk tidak melakukannya, namun tidak sanggup.

Dengan mata berkaca-kaca, Punn menggenggam tangan Claire. Ia minta agar Claire tidak usah merasa bersalah. Keduanya lantas berpelukan sambil menangis.

Ohm, Jack, Joe, dan Mon menyambut Pang dan Wave dengan ceria. Ohm menyatakan perlu dibuat perayaan mengingat misi Pang sudah berjalan dengan sukses.

Third dan Grace tiba di tempat Time. Miss Darin tiba-tiba menghubungi Third dan minta agar apapun yang terjadi jangan sampai sampel virus tersebut jatuh ke tangan direktur Supot maupun guru Pom.

Sesaat kemudian guru Pom datang dan meminta sampel virus Nyx 88. Khawatir dengan peringatan miss Darin, Third langsung merebut ransel Grace. Ia menanyakan apa yang hendak dilakukan oleh guru Pom pada sampel virus tersebut.

Guru Pom menjawab bahwa ia akan memeriksa keaslian sampel-sampel virus tersebut dan menyimpannya di tempat aman. Third tidak percaya dan berniat untuk pergi bersama dengan Time dan Grace. Di saat itulah mereka baru menyadari adanya metronome yang biasa digunakan guru Pom untuk menghapus memori seseorang.

Tanpa berkata apa-apa lagi, guru Pom menjentikkan jempolnya dan menghipnotis Third, Time, dan Grace. Ia lantas mengambil ransel Grace dan pergi meninggalkan mereka begitu saja.

Menteri Pitchet masuk ke sebuah ruangan dan mendapati direktur Supot di sana. Tak lama kemudian, Punn mengabarkan bahwa konferensi pers segera dimulai. Pang dkk kaget begitu melihat yang melakukan konferensi pers adalah direktur Supot.


“The Gifted Graduation” tayang setiap hari Minggu mulai tanggal 6 September 2020. Di Indonesia, Serial ini bisa disaksikan melalui kanal Youtube GMMTV secara gratis.

sinopsis giftedgraduation episode9 2

Leave a Reply