Sinopsis Sweet Home Episode 9-10 (Netflix, 2020)

Di episode sebelumnya, persediaan air di apartemen Green Home terkontaminasi sehingga mereka harus mencari persediaan air atau sekaligus tempat tinggal yang baru. Hyun-Su dan Sang-Wook dikirim untuk misi tersebut. Yu-Ri ikut serta karena mereka juga harus mencari obat-obatan dan alat medis untuk operasi Ji-Su yang baru diketahui menderita radang usus buntu akut. Misi mereka nyaris gagal jika saja Yi-Kyung tidak kembali tepat waktu dengan membawa mobil PMK. Sementara itu, petugas keamanan apartemen yang selama ini menghilang tiba-tiba muncul dalam wujud monster. Aksinya mengantarkan Jae-Heon sebagai korban. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis Sweet Home Episode 9 (S1E9)

Ji-Su sangat terpukul dengan kematian Jae-Heon. Apalagi terungkap bahwa sebelum melawan monster petugas keamanan, Jae-Heon sempat mengungkapkan rasa cintanya pada Ji-Su.

Tak lama Eun-Yu datang dan duduk di samping Ji-Su. Mendengar Ji-Su merasa orang-orang di sekelilingnya selalu bernasib buruk, Eun-Yu menceritakan bahwa kedua orang tuanya dulu meninggal gara-gara ia memaksa mereka mengantarkannya nonton pertunjukan balet. Pun begitu dengan Eun-Hyeok, yang kemudian memutuskan berhenti dari kuliahnya agar bisa membiayai kursus balet Eun-Yu. Awalnya Eun-Yu bertekad untuk menjadi pebalet yang handal untuk membalas budi pada Eun-Hyeok, namun cedera berkepanjangan di pergelangan kaki kirinya memupuskan cita-citanya.

Sebelum pergi, Eun-Yu bertekad akan membuktikan ucapan Ji-Su salah dengan cara terus bertahan hidup bersamanya.

Sebuah mobil militer datang menyerbu apartemen Green Home. Yi-Kyung mengira itu ada hubungannya dengan alat komunikasi yang sebelumnya diberikan pihak militer kepadanya. Perkiraannya salah. Yang datang adalah sekelompok orang bersenjata.

Begitu melihat ada tentara yang sebelumnya ditangkap Yi-Kyung di sana, pemimpin mereka, Shin Jung-Seop (diperankan oleh Heo Joon-Seok), tanpa basa basi menusukkan pisaunya berulang kali tubuh pria tersebut. Ia lantas meminta anak buahnya untuk memotong ibu jari pria itu dan mencoba membuka akses sidik jari sebuah koper dengannya. Ternyata gagal. Ia lalu dengan dingin membunuh pria tersebut.

Sementara sebagian anak buah Jung-Seop mencari apa ada orang lain yang bersembunyi, salah satu anak buahnya membuat lingkaran dengan lipstik sebagai pembatas. Seluruh penghuni apartemen wajib terus berada di dalam lingkaran tersebut. Jika tidak akan dibunuh.

Untuk mempertegas ucapannya, ia lantas menembak Ji-Eun. Semua kaget melihatnya. Hyun-Su hendak menghampirinya, namun dicegah Eun-Hyeok. Tak lama kemudian Ji-Eun pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Gil-Seob sengaja membiarkan dirinya tertangkap agar Sang-Wook bisa lolos. Yeong-Su yang sebelumnya bersama Gil-Seob juga diminta untuk bersembunyi di dalam lubang angin. Salah seorang sempat curiga dan memeriksa lubang angin tersebut. Namun ternyata Yeong-Su sudah tidak ada lagi di sana. Hanya ada semacam cairan lendir berwarna hijau yang menetes dari langit-langit.

Yi-Kyung melihat anak buah Jung-Seop memasukkan koper ke dalam mobil mereka. Diam-diam ia mengambil koper tersebut. Tak lama ia bertemu dengan Sang-Wook dan Yeong-Su. Bersama-sama mereka mengatur strategi untuk mengalahkan Jung-Seop dkk. Mereka sempat bertemu dengan monster berbentuk lendir hijau, namun Yeong-Su memberitahu bahwa itu adalah monster baik yang telah menyelamatkannya.

Untuk mencari kesempatan, Eun-Hyeok berpura-pura bergabung dengan pihak Jung-Seop. Ketika anak buah Jung-Seop menemukan Seon-Yeong di ruang karantina, Eun-Hyeok terpaksa hanya bisa pasrah melihat Jung-Seop menembak kepala Seon-Yeong. Anehnya, salah seorang anak buah Jung-Seop, Jung Ui-Myeong (diperankan oleh Kim Sung-Cheol), terlihat berduka dan menutup kelopak mata Seon-Yeong yang terbuka.

Beberapa saat kemudian, Seon-Yeong ternyata hidup kembali dan berada dalam fase berubah menjadi monster. Tangannya menjadi berujung lancip. Setelah sempat membunuh salah satu anak buah Jung-Seop, Seon-Yeong menghampiri Eun-Hyeok dan hendak membunuhnya. Hyun-Su bergerak cepat dan menjadi tameng untuk melindungi Eun-Hyeok. Melihat Seon-Yeong yang sepertinya sudah tidak bisa disadarkan lagi, dengan terpaksa Hyun-Su membunuhnya.

Tahu Hyun-Su bukanlah orang biasa, Jung-Seop langsung menembak jantungnya. Setelah membakar tubuh Seon-Yeong, ia pergi ke rooftop bersama beberapa anak buahnya dengan membawa Hyun-Su.

Satu persatu anak buah Jung-Seop berhasil dibunuh oleh Yi-Kyung dan Sang-Wook. Saat hendak membebaskan para penghuni apartemen, seorang anak buah Jung-Seop lain, Ho-Yeon (diperankan oleh Cha Woo-Young), muncul dan menembak Du-Sik. Ia sempat menghajar Yi-Kyung, namun berkat bantuan Byeong-Il, Seung-Wan, dan Jae-Hwan, Yi-Kyung akhirnya bisa membunuh orang tersebut.

Beberapa waktu kemudian, Gil-Seob terlihat terkejut saat memeriksa kondisi Du-Sik. Tidak jelas apakah ia masih hidup atau sudah mati. Namun tiba-tiba terlihat ada darah menetes dengan deras.

Di rooftop, Jung-Seop sengaja menembak jantung Hyun-Su berulang-ulang hingga ia hidup dan kemudian mati lagi. Hingga kemudian, tanpa disangka, Ui-Myeong membunuh Jung-Seop dan anak buahnya yang lain. Satu orang yang tersisa, Kim Nam-Il (diperankan oleh Yoon Joo-Man), menyerah begitu saja. Ui-Myeong ternyata adalah orang yang terinfeksi dan bisa bertahan lebih dari 15 hari. Atau disebut dengan special infectee. Selama ini ia hanya berpura-pura saja mengikuti Jung-Seop.

Alih-alih berterimakasih, Hyun-Su menanyakan kenapa Ui-Myeong harus membunuh mereka. Ui-Myeong menyatakan bahwa mereka bukanlah apa-apa dibanding dirinya dan Hyun-Su yang sudah terinfeksi. Hyun-Su lalu memberitahu bahwa ada monster yang tidak membunuh manusia. Di saat yang sama, ada helikopter militer melintas dan menyebarkan pamflet mengenai special infectee.

Di lantai 1, Nam-Il dikeroyok oleh para penghuni apartemen. Nam-Il memberitahu bahwa situasi akan berbahaya jika dua orang yang ada di atas — Hyun-Su dan Ui-Myeong — turun ke bawah. Ia lalu menunjukkan pamflet dari pihak militer, dimana tercantum siapa saja yang memberi informasi mengenai keberadaan special infectee akan dijamin keselamatannya.

Di kamar 1408, Hyun-Su menunjukkan Myung-Sook yang masih tetap berbentuk seperti bayi dalam janin. Ui-Myeong akhirnya percaya bahwa ada monster yang tidak membunuh manusia. Pun begitu, ia lantas balik bertanya pada Hyun-Su. Apakah Hyun-Su yakin ada manusia yang tidak akan membunuh monster.

Dalam perjalanan turun ke lantai satu dengan lift, Hyun-Su terus memikirkan pertanyaan Ui-Myeong. Sementara itu, para penghuni apartemen berjaga di depan pintu lift dengan senjata mereka masing-masing.

Sinopsis Sweet Home Episode 10 (S1E10)

Penghuni apartemen lega melihat yang ada di dalam lift adalah Hyun-Su dan Ui-Myeong. Mereka meminta Hyun-Su untuk menyingkir karena masih belum percaya pada Ui-Myeong. Pun begitu, Hyun-Su meminta mereka agar percaya kepadanya dan membiarkan Ui-Myeong bersamanya. Para penghuni apartemen akhirnya mengiyakan.

Ui-Myeong memberitahu Hyun-Su rencananya. Yaitu untuk mengumpulkan sebanyak mungkin orang-orang seperti mereka. Ia mengajak Hyun-Su ikut dengannya. Hyun-Su awalnya menolak. Namun setelah melihat beberapa orang penghuni membantai monster berlendir hijau, meski Yeong-Su sudah berusaha menjelaskan bahwa itu monster yang baik, Hyun-Su lantas berubah pikiran. Ia bahkan tidak mengindahkan Eun-Hyeok yang mengajaknya berbicara.

Entah benar atau tidak, Ui-Myeong menceritakan pada Eun-Hyeok dan Yi-Kyung perihal Operation Golder Hour. Sebuah operasi dari pihak militer dimana mereka berniat untuk menghabisi penduduk sipil sebanyak-banyaknya karena bisa kapan saja berubah menjadi monster. Khawatir dengan itu, sepeninggal Ui-Myeong, Yi-Kyung akhirnya memberitahu Eun-Hyeok mengenai alat komunikasi yang diberikan pihak militer kepadanya.

Meski kecewa dengan Yi-Kyung karena tidak jujur kepadanya, Eun-Hyeok tidak memberi keputusan apa-apa. Ia hanya menyimpan alat tersebut di laci. Tanpa disadari, ada Jae-Hwan yang mendengar percakapan mereka. Belakangan ia diam-diam mencuri alat tersebut dan mengaktifkannya.

Byeong-Il dan Seung-Wan mengikat Nam-Il. Hye-In tiba-tiba datang dan menanyakan apakah Nam-Il tahu dimana anjingnya, Bom, berada. Nam-Il mengaku tidak tahu.

Du-Sik ternyata telah terinfeksi. Ia sengaja mengurung diri di kamarnya sambil mengobrol dengan Myung-Sook yang masih berada di kamar mandi. Tiba-tiba terlihat pintu kamar mandi terbuka.

Sementara itu, Gil-Seob menyadari ada sesuatu di dekat tempat mereka menguburkan jenazah penghuni apartemen. Ia dengan bersemangat melakukan penggalian. Yu-Ri sempat mendatanginya dan mengingatkan bahwa Gil-Seob sedang sakit keras. Pun begitu Gil-Seob tidak menghiraukannya. Justru Yu-Ri yang mendadak tak sadarkan diri.

Di kamar mandi, Sang-Wook melihat inhaler asma milik Yu-Ri yang sudah kosong. Tahu ada yang tidak beres, ia segera mencari Yu-Ri dan berusaha membawanya ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan mobil. Di pintu keluar, Ui-Myeong menghadang mereka.

Hyun-Su yang kemudian muncul meminta Ui-Myeong tidak mempermasalahkan hal itu. Tanpa diduga, setelah beberapa langkah Sang-Wook dan Yu-Ri keluar dari apartemen, Ui-Myeong langsung menembak mereka. Beberapa tembakan terlihat mengenai punggung Yu-Ri.

Tidak berhenti sampai di situ, Ui-Myeong lanjut menembaki penghuni apartemen lain yang berada di sana. Berusaha melindungi Hye-In, Byeong-Il menjadi korban. Yi-Kyung berusaha menembak Ui-Myeong dengan senapannya, namun tidak berarti sama sekali bagi Ui-Myeong.

Di saat terdesak, Hyun-Su melindungi teman-temannya dan menyerang Ui-Myeong. Lagi-lagi bukan hal sulit bagi Ui-Myeong untuk mengalahkan Hyun-Su. Ui-Myeong juga sempat memberitahu Hyun-Su bahwa yang dibunuh oleh Hyun-Su bukanlah Seon-Yeong, melainkan dirinya. Dalam kilas balik terlihat bahwa Ui-Myeong bisa masuk ke dalam tubuh siapa saja dan menguasainya.

Ui-Myeong hendak lanjut membantai penghuni apartemen ketika tiba-tiba gerhana matahari muncul dan sinarnya mengenai tubuh Hyun-Su. Entah kebetulan atau terpengaruh oleh sinar tersebut, tubuh Hyun-Su bergetar hebat. Tangan kanannya berubah menjadi sayap berukuran besar dengan ujung-ujung yang tajam. Ui-Myeong bertepuk tangan gembira melihatnya.

Kendati demikian, kegembiraan Ui-Myeong hanya berlangsung sesaat. Kekuatan Hyun-Su kini berada di atas Ui-Myeong. Ia pun langsung menggunakan sayapnya untuk menebas habis tubuh Ui-Myeong hingga menyisakan darahnya semata.

Tidak bisa mengontrol diri, Hyun-Su hendak menyerang Eun-Hyeok, Eun-Yu, dan Ji-Su. Tanpa disangka, Du-Sik tiba-tiba muncul dan memeluk Hyun-Su tanpa mempedulikan tubuhnya yang terluka terkena sayap tajam Hyun-Su. Ia terus berbisik pada Hyun-Su agar Hyun-Su kembali tenang. Pada akhirnya usaha Du-Sik berhasil walau harus dibayar dengan nyawanya.

Sang-Wook berhasil membawa Yu-Ri ke mobilnya. Namun demikian, akibat luka parah yang dideritanya, Yu-Ri akhirnya menutup mata.

Gil-Seob tiba-tiba teringat bahwa Du-Sik sempat menitipkan hadiah bagi Su-Yeong dan Yeong-Su kepadanya. Hadiah yang dimaksud berupa medali atau pin berbentuk dinosaur dan bunga. Su-Yeong dan Yeong-Su menerimanya dengan gembira.

Beberapa waktu kemudian, Su-Yeong memberitahu Yi-Kyung bahwa Gil-Seob tidak bisa dibangunkan dari tidurnya. Ketika diperiksa, Gil-Seob ternyata sudah meninggal.

Saat menggali lubang untuk menguburkan Gil-Seob dan Byeong-Il di bekas hasil galian Gil-Seob sebelumnya, Yi-Kyung menemukan adanya pintu menuju terowongan bawah tanah, tepat seperti perkiraan Gil-Seob selama ini. Salju mendadak turun, seolah menandakan ada harapan baru bagi mereka untuk bertahan hidup.

Satu pasukan militer datang dan mengepung apartemen Green Home dari kejauhan. Mereka meminta agar penghuni apartemen menyerahkan orang yang terinfeksi pada mereka.

Di saat yang sama, entah bagaimana ceritanya, Nam-Il terlihat sudah berhasil meloloskan diri dan kini berada di dalam terowongan bawah tanah. Tanpa sengaja ia menginjak granat yang masih aktif dan meledak bersamanya. Mendengar suara ledakan, pihak militer mengira penghuni apartemen melakukan perlawanan. Mereka merespon dengan menghujani bangunan apartemen dengan tembakan.

Sementara penghuni apartemen menuju terowongan bawah tanah, Hyun-Su tetap tinggal dan mendatangi pasukan militer. Eun-Hyeok yang mengaku pada Eun-Yu hendak menjemput Hyun-Su ternyata juga memilih untuk tetap berada di apartemen. Rupanya Eun-Hyeok sudah terinfeksi dan tidak ingin membahayakan yang lain.

Hyun-Su sendiri sepertinya memiliki kemampuan yang berbeda dengan monster lainnya. Meski berulangkali ditembak tepat di jantung oleh tentara militer, ia masih bisa terus berdiri dan berjalan ke arah mereka.

Beberapa jam berlalu. Penghuni apartemen sudah kelelahan berjalan tanpa tahu arah di dalam terowongan. Bom tiba-tiba muncul dan mengajak Hye-In mengikutinya. Diikuti oleh Yi-Kyung dan beberapa penghuni apartemen lain, tempat yang dituju Bom tanpa disangka adalah jalan keluar dari terowongan.

Apesnya, tepat di pintu keluar, sudah ada pasukan militer menunggu kedatangan mereka. Begitu tahu bukan Yi-Kyung yang mengaktifkan sinyal, pimpinan mereka memberikan penawaran lain yang diterima oleh Yi-Kyung. Sementara penghuni lain dibawa ke suatu tempat oleh militer, Yi-Kyung diperintahkan untuk seorang diri mencari dan menangkap Hyun-Su.

Hyun-Su terbangun dan mendapati dirinya ada di dalam sebuah mobil. Tanpa disangka, pengemudinya adalah Sang-Wook. Terlihat bekas luka di wajahnya sudah tidak ada lagi.

Penutup

Ending yang memuaskan sekaligus membingungkan. Memuaskan melihat wujud monster Hyun-Su yang benar-benar keren, membingungkan karena banyak pertanyaan baru yang muncul. Netflix sepertinya handal membuat kita penasaran dan menunggu-nunggu kelanjutan ceritanya di season berikutnya (jika ada).

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply