Sinopsis Sweet Home Episode 7-8 (Netflix, 2020)

Di episode sebelumnya, Seok-Hyeon yang berubah menjadi monster dibunuh oleh istrinya sendiri, Seon-Yeong. Sementara itu, Hyun-Su diberi tugas untuk mencari jalan keluar yang aman dari area parkir agar mereka bisa berpindah tempat jika diperlukan. Di basement, Hyun-Su diserang oleh monster laba-laba yang sebelumnya menyerang Yi-Kyung. Sementara Eun-Hyeok, Jae-Heon, Sang-Wook, dan Ji-Su menyelamatkan Hyun-Su, si monster laba-laba justru menyusup masuk dan menyerang Du-Sik dan Su-Yeong. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis Sweet Home Episode 7 (S1E7)

Aksi Eun-Hyeok dkk memancing monster-monster lain yang bersembunyi di area parkir untuk keluar dan menyerang mereka. Dalam usahanya bertahan, tangan kanan Jae-Heon sempat terkilir sementara rambut Ji-Su harus dipotong agar tidak tertarik oleh salah satu monster. Gil-Seob kemudian muncul dan membakar monster-monster tersebut.

Eun-Yu dan Yu-Ri berusaha menolong Du-Sik dan Su-Yeong. Untunglah datang Hye-In, Ji-Eun, Jin-Ok, dan Seon-Yeong membantu keduanya. Su-Yeong yang berhasil meloloskan diri dari monster laba-laba tiba-tiba kembali dengan membawa bom molotov. Tanpa ragu ia melemparkannya ke arah monster tersebut hingga kakinya terbakar.

Sesaat kemudian datanglah Hyun-Su dkk. Hyun-Su langsung menusukkan tombak pisaunya ke tubuh monster laba-laba dan mengaktifkan sengatan listrik. Si monster laba-laba sempat menusuk dada Hyun-Su sebelum tewas, namun karena berada dalam masa Golden Hour ia pun baik-baik saja.

Perlahan Hyun-Su melangkah masuk ke ruang karantina. Ji-Eun tiba-tiba menyusul dan meminta maaf atas perlakuan mereka kepadanya. Eun-Hyeok lalu menghampiri dan mempersilahkan Hyun-Su untuk memilih, apakah hendak dikarantina atau tidak. HyunSu memilih opsi kedua.

Su-Yeong meminta dibekali senjata pada Du-Sik. Du-Sik menolak, menganggap Su-Yeong belum cukup dewasa. Su-Yeong menyatakan bahwa jika sesuatu terjadi padanya maka Yeong-Su tidak punya siapa-siapa lagi. Du-Sik terdiam mendengarnya.

Tentara militer setuju dengan tawaran Yi-Kyung. Mereka membebaskan Yi-Kyung dan memberikan alat komunikasi kepadanya. Sebelum pergi, mereka mengingatkan bahwa hari ke-15 adalah hari yang paling berat bagi mereka yang terinfeksi. Ia harus memastikan orang yang ia sebutkan sebelumnya bisa bertahan. Pihak militer juga memberitahu ada orang lain yang berhasil bertahan setelah 15 hari. Namun orang tersebut kini menghilang.

Persediaan air di apartemen terkontaminasi sehingga tidak bisa digunakan lagi. Selagi ada waktu, Eun-Hyeok meminta Du-Sik untuk meng-upgrade salah satu kendaraan di tempat parkir agar bisa bertahan saat digunakan keluar. Ia berencana untuk mencari tempat lain untuk memindahkan penghuni apartemen sebelum mereka tahu keadaan sebenarnya dan menjadi panik.

Tanpa disadari, percakapan tersebut didengar oleh Seung-Wan, orang yang paling gampang panik di antara para penghuni apartemen. Seung-Wan mengira Eun-Hyeok justru hendak kabur dan meninggalkan mereka semua. Untuk menenangkan Seung-Wan yang kalap, Sang-Wook terpaksa memukulnya. Gil-Seob juga lantas mengingatkan Seung-Wan bahwa mereka semua pasti bisa bertahan selama tidak bertindak bodoh seperti Seung-Wan.

Dengan berita yang sudah tersebar, mau tidak mau Eun-Hyeok menjelaskan kepada penghuni apartemen yang lain mengenai kondisi mereka. Jika mobil sudah siap, ia berniat mengutus beberapa orang di antara mereka yang memiliki kemungkinan sukses terbesar — Hyun-Su dan Sang-Wook — untuk berkeliling mencari persediaan makanan dan minuman serta tempat baru yang bisa mereka tinggali.

Seung-Wan menghampiri Sang-Wook dan meminta maaf atas ulahnya sebelumnya. Tanpa disangka, Sang-Wook juga meminta maaf karena telah memukul Seung-Wan. Jae-Heon yang kebetulan berada di sana senang karena Sang-Wook sudah mulai berubah.

Hyun-Su mendengar Ji-Su memainkan sebuah lagu dengan gitarnya. Ia merasa sedang berada di rumah saat mendengar melodi lagu tersebut. Ji-Su tersenyum dan berterimakasih karena ia sudah lama mencari judul untuk lagu tersebut.

Ji-Su ternyata mengalami radang usus buntu dan kondisinya saat ini cukup parah, bisa pecah kapan saja. Eun-Hyeok awalnya pasrah karena tidak tahu harus berbuat apa. Namun Eun-Yu, adik tirinya, memaksa Eun-Hyeok untuk melakukan sesuatu. Toh sebenarnya Eun-Hyeok adalah seorang mahasiswa kedokteran.

Penghuni apartemen pun berbagi tugas. Sebagian menyiapkan ruang operasi untuk Ji-Su. Sementara Yu-Ri, yang memang seorang perawat, memutuskan untuk ikut bersama Hyun-Su dan Sang-Wook dalam mencari obat dan peralatan medis yang dibutuhkan.

Sebelum pergi, Eun-Hyeok memberitahu Hyun-Su bahwa prioritas utama adalah Ji-Su. Tidak masalah jika tidak memungkinkan untuk mencari tambahan persediaan makanan.

Dalam kilas balik, terungkap bahwa saat SMA dulu Hyun-Su adalah murid yang ceria dan populer. Namun seorang murid baru, Kim Do-Hun (diperankan oleh Ahn Do-Kyu), tiba-tiba muncul dan menghancurkan hidupnya. Tidak hanya mem-bully-nya secara fisik, Do-Hun juga membuat teman-teman Hyun-Su menjauhi Hyun-Su. Belakangan diketahui bahwa Do-Hun adalah putra dari pemilik perusahaan tempat ayah Hyun-Su bekerja.

Sementara Hyun-Su berusaha bertahan agar Do-Hun tidak mengganggu keluarganya, ayah dan ibu Hyun-Su justru meminta agar Hyun-Su mengalah dan tidak mempermasalahkan soal Do-Hun. Bahkan adik Hyun-Su juga berusaha agar orang lain tidak tahu bahwa Hyun-Su adalah kakaknya. Hal itu membuat Hyun-Su marah kepada mereka.

Suatu ketika, Do-Hun meminta Park Joo-Young (diperankan oleh Ham Sung-Min), sahabat Hyun-Su, untuk tiba-tiba lompat ke depan mobil melintas. Jika ia melakukannya, Do-Hun agar memberi uang untuk biaya operasi ibu Joo-Young. Hyun-Su yang melihatnya nekad mendorong Do-Hun hingga hampir tertabrak mobil. Esok harinya ayah Hyun-Su dipecat. Tidak itu saja, beberapa hari kemudian ibu Joo-Young meninggal. Joo-Young pun menyalahkan Hyun-Su.

Kejadian-kejadian itulah yang membuat Hyun-Su tidak peduli lagi dengan keluarganya dan beberapa kali mencoba bunuh diri.

Tak lama setelah mobil yang ditumpangi oleh Sang-Wook, Yu-Ri, dan Hyun-Su keluar dari area parkir apartemen, monster raksasa menghempaskan mobil mereka hingga terguling dan ringsek.

Sinopsis Sweet Home Episode 8 (S1E8)

Sementara Eun-Hyeok, dengan dibantu oleh Eun-Yu dan Seon-Yeong, mengoperasi Ji-Su, Hyun-Su berusaha untuk melawan monster yang berukuran 3 kali lebih besar darinya. Gil-Seob sempat datang membantunya, namun sia-sia. Gil-Seob, yang sebenarnya menderita sakit parah, bahkan rela menjadi tameng agar Hyun-Su tetap hidup.

Di saat-saat terakhir, datang Yi-Kyung dengan mobil pemadam kebakaran, langsung menabrakannya ke tubuh monster raksasa. Dengan kekuatannya yang besar, si monster masih bisa bertahan dan berusaha balik menyerang Yi-Kyung.

Sementara itu, Sang-Wook berusaha mengeluarkan Yu-Ri yang terjepit di dalam mobil sebelum percikan api mengenai bensin yang bocor. Usahanya berhasil. Tepat setelah Sang-Wook membawa Yu-Ri ke dalam pipa raksasa, mobil tersebut meledak dan tanpa sengaja ledakannya ikut mengenai si monster raksasa.

Momen tersebut dimanfaatkan oleh Yi-Kyung untuk kembali menabrakkan mobil PMK hingga monster tersebut terdorong jatuh dan menancap di paku beton. Yi-Kyung lantas menjatuhkan papan konstruksi yang terbakar ke tubuh si monster agar ia mati terbakar.

Operasi Ji-Su usai. Eun-Hyeok memberitahu Jae-Heon bahwa sekarang gilirannya untuk berdoa bagi Ji-Su. Meyakini Ji-Su sosok yang kuat, Jae-Heon menyatakan bahwa sekarang bukanlah gilirannya, melainkan giliran Ji-Su sendiri.

Sementara itu, dengan memanfaatkan selang di mobil PMK, Yi-Kyung menghubungkan saluran air di luar dengan apartemen Green Home. Otomatis masalah air pun terselesaikan. Ia juga memberikan obat yang diminta oleh Gil-Seob kepadanya. Belakangan diketahui obat tersebut bukanlah untuk Gil-Seob, melainkan untuk penyakit asma Yu-Ri.

Yi-Kyung mendatangi Hyun-Su. Ia menanyakan kapan Hyun-Su merasakan gejala pertamanya. Hyun-Su kebingungan. Ia hanya memberitahu bahwa yang ia lakukan untuk bertahan adalah dengan menguatkan keinginan untuk tetap hidup. Yi-Kyung akhirnya menceritakan apa yang terjadi kepadanya saat ia pergi. Termasuk bahwa pihak pemerintah dan militer melakukan eksperimen pada orang-orang terinfeksi yang bisa bertahan selama lebih dari 15 hari dan juga bahwa ia terpaksa memberitahu mereka tentang Hyun-Su karena ia ingin tetap hidup. Hyun-Su hanya terdiam mendengarnya.

Di saat para penghuni apartemen tengah makan bersama, Seon-Yeong tiba-tiba memberitahu mereka bahwa ia sebenarnya telah terinfeksi sejak beberapa hari sebelumnya. Ia minta untuk dikeluarkan saja dari apartemen agar tidak membahayakan yang lain. Penghuni apartemen lain, terutama Byeong-Il dan Hye-In menolak. Byeong-Il mengajak yang lain melakukan voting dan mereka semua setuju agar Seon-Yeong dikarantina seperti Hyun-Su sebelumnya.

Saat hendak masuk ke ruang karantina, Seong-Yeong berpapasan dengan Yi-Kyung. Ia berpesan agar Yi-Kyung menjaga tubuhnya agar tetap hangat. Kepada Hyun-Su, Seon-Yeong menghampirinya lalu meminta maaf sambil menangis. Ia baru tahu apa yang selama ini dirasakan oleh Hyun-Su dan menyesal karena sebagai orang yang lebih dewasa ia tidak mampu menolong Hyun-Su. Hyun-Su jadi ikut menangis mendengarnya.

Di saat sedang mandi, Yi-Kyung teringat kembali percakapannya dengan pihak militer. Ia diminta untuk mengaktifkan sinyal dengan alat yang diberikan kepadanya setelah memastikan Hyun-Su bertahan lebih dari 15 hari agar pihak militer bisa menjemput Hyun-Su. Sebagai imbalannya, mereka akan memberitahu lokasi tunangan Yi-Kyung dan bagaimana wujudnya sekarang.

Tiba-tiba Yi-Kyung menyadari ada seseorang yang menghampirinya. Ternyata benar, ada seorang pria dengan senapan yang langsung mencoba menyerangnya. Dengan mudah Yi-Kyung melumpuhkannya. Namun belum sempat diketahui siapa nama dan tujuannya datang ke apartemen, orang tersebut sudah keburu pingsan.

Eun-Yu menghibur Hyun-Su yang tengah berdiam diri di tangga. Eun-Hyeok tiba-tiba muncul dan menggoda adiknya sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Salting, Hyun-Su memilih untuk pergi meninggalkan mereka.

Ji-Su bangun dan mendapati Jae-Heon tengah berjaga di sampingnya. Ia berterimakasih karena Jae-Heon sebelumnya menyelamatkan nyawanya. Jae-Heon membalas bahwa ia juga berterimakasih karena Ji-Su sudah melewati operasi tersebut dengan baik.

Saat Yi-Kyung menginterogasi pria yang menyusup masuk ke apartemen, walkie talkie yang dibawa pria tersebut tiba-tiba berbunyi. Pria itu terlihat ketakutan dan langsung membuang walkie talkienya. Terdengar suara seseorang yang meminta pria tersebut keluar dari persembunyiannya, diikuti dengan suara tembakan senapan.

Menyadari adanya bahaya, Yi-Kyung segera memerintahkan Hyun-Su dan Sang-Wook untuk menurunkan kain besar bertuliskan SOS yang ada di gedung apartemen.

Yi-Kyung masuk ke ruang karantina dan menemani Seon-Yeong. Saat berbincang, tiba-tiba hidung Seon-Yeong mengeluarkan darah. Dengan tenang Yi-Kyung menggenggam tangan Seon-Yeong.

Sementara itu, saat turun dari rooftop, Hyun-Su dan Sang-Wook melihat petugas keamanan apartemen dengan membawa alat pemotong rumput masuk ke dalam lift. Mereka bergegas menghidupkan alarm dan turun ke bawah melalui tangga. Apes, sesosok monster menghadang Sang-Wook. Ia langsung meminta Hyun-Su untuk turun terlebih dahulu.

Dengan banyaknya rintangan yang sebelumnya sengaja dibuat untuk menyulitkan monster, Hyun-Su kesulitan untuk turun menggunakan tangga. Ia memutuskan untuk langsung melompat ke bawah hingga kakinya patah.

Di saat bersamaan, lift yang digunakan petugas keamanan sudah tiba di lantai satu. Jin-Ok yang kebetulan berjaga di sana nyaris menjadi korban jika tidak keburu ditolong oleh Jae-Heon. Sayangnya, dengan tangan kanannya yang masih terkilir, kekuatan Jae-Heon tidak bisa mengimbangi kekuatan petugas keamanan yang sudah berubah menjadi monster. Tangan kiri Jae-Heon pun tertebas.

Beberapa penghuni apartemen datang, namun hanya tertegun karena melihat kondisi Jae-Heon. Tidak ingin membahayakan mereka, Jae-Heon dengan sisa-sisa tenaganya meraih pedangnya yang tinggal separuh dan kembali menyerang monster petugas keamanan. Mereka saling dorong mendorong hingga akhirnya Jae-Heon berhasil membawa mereka berdua masuk ke dalam lift. Pun begitu, karena separuh bagian pedang Jae-Heon ada tepat di depan pintu lift, maka lift tersebut tidak bisa menutup.

Kepada penghuni apartemen, Jae-Heon minta agar mereka melemparkan bom molotov ke dalam lift. Semuanya terdiam. Begitu pula dengan Hyun-Su, yang kakinya masih belum kembali pulih. Ia hanya bisa menangis sambil terus berusaha untuk bangkit. Adalah Eun-Hyeok yang kemudian mengambil bom molotov dari tangan Seung-Wan dan melemparkannya ke dalam lift. Bom meledak dan baik Jae-Heon dan monster petugas keamanan sama-sama terbakar.

Penutup

Mulai menegangkan ya bund. Satu persatu penghuni apartemen yang tangguh dan bisa diandalkan harus tewas di tangan monster. Saya pribadi tidak yakin Seon-Yeong bisa bertahan seperti Hyun-Su. Belum ditambah ada kelompok baru di luar apartemen yang menggunakan kekerasan. Di luar itu saya sebenarnya bingung. Sebetulnya misi Hyun-Su dkk di awal episode itu berhasil atau tidak. Sebelumnya dinyatakan ada peralatan medis yang dibutuhkan untuk operasi Ji-Su. Nyatanya Ji-Su bisa baik-baik saja. Atau memang karena misinya gagal maka operasi Ji-Su tetap dijalankan apapun itu resikonya?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply