Sinopsis Love You As The World Ends Episode 5 (NTV, 2021)

Di cerita sebelumnya, terungkap bahwa Tsuboi dan anak buahnya sebenarnya orang baik. Mereka menyelamatkan penduduk desanya yang dikarantina dengan paksa untuk dijadikan bahan eksperimen penelitian terkait virus golem. Sementara itu, tim pengumpul sampel mendatangi gedung tempat Tsuboi dan Hibiki berada dan berniat menghabisi mereka karena dianggap teroris. Hibiki dan Kurumi bahkan nyaris bertemu, namun kembali terpisah karena sekelompok golem. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis Lengkap Love You As The World Ends Episode 5 (S1E5)

Obat asma untuk Yuzuki sudah hampir habis. Untuk mencarinya, Hibiki mencarikan tempat yang sekiranya aman bagi yang lain di pelabuhan, tepatnya di dalam salah satu kapal yang bersandar, lantas pergi bersama Min Jun.

Sebagian warga sipil yang berada di balai mulai mempertanyakan kenapa mereka belum juga dipindahkan ke Yokohama. Termasuk Shori dan Mana. Tentara yang bertugas meminta mereka untuk bersabar karena jika persiapan sudah selesai mereka pasti akan segera dipindahkan.

Sepeninggal mereka, ternyata itu semua hanya alasan belaka. Faktanya, bus yang digunakan untuk memindahkan warga sipil sudah beberapa hari belum juga kembali dari Yokohama.

Yoon Jian melaporkan pada Kouki bahwa ia telah menyiapkan persediaan rahasia serta mengkonfirmasi adanya catu daya cadangan. Mendengarnya, Kouki menyatakan hanya tersisa satu kepingan lagi sembari membuka catatan hasil tes Kurumi yang kini sibuk membantu urusan medis di balai.

Todoroki menyamar menjadi tentara dan menemui Kurumi. Ia mengaku hendak membawa Kurumi meninggalkan tempat tersebut. Saat ditanya mengenai Hibiki, Todoroki menyatakan bahwa Hibiki sudah meninggal. Hal itu membuat Kurumi syok.

Seorang tentara melihat percakapan mereka dan curiga pada Todoroki. Ia lantas membawa Todoroki ke sebuah ruangan untuk diinterogasi. Belum sempat Todoroki menjawab, terdengar keributan di luar.

Salah seorang tentara yang dibawa ke balai untuk diobati ternyata terinfeksi virus dan berubah menjadi golem. Warga pun panik dan berhamburan menghindar darinya.

Dalam perjalanan, Hibiki dan Min Jun melihat tiga orang tengah dikejar golem. Hibiki memutuskan untuk membantu mereka. Ketiganya mengaku sebagai reporter yang khusus datang dari Yokohama untuk meliput apa yang sebenarnya terjadi di dalam area blokade. Tanpa disangka, salah seorang di antaranya, Komae Satoshi, adalah suami dari Shoko.

Usai urusan golem yang nyasar di balai dibereskan, Kurumi ternyata menghilang. Kepada Kouki, tentara yang sebelumnya menangkap Todoroki melaporkan bahwa ia adalah orang terakhir yang berbicara dengan Kurumi.

Kouki lalu memberitahunya bahwa sebagai teroris seharusnya Todoroki sudah ditembak. Jika tidak ingin hal itu terjadi, ia menyarankan agar Todoroki memberitahukan apa yang ia katakan pada Kurumi.

Kurumi berdiri di ujung rooftop bangunan, berniat untuk bunuh diri. Seorang tentara berhasil mencegahnya.

Kurumi kemudian dibawa ke ruangan Kouki. Kepadanya, Kurumi mengaku hidupnya hampa jika Hibiki memang benar sudah mati. Kouki merespon dengan menunjukkan Mana yang ternyata sudah terinfeksi (akibat serangan golem sebelumnya) dan berubah menjadi golem.

Kouki menyalahkan Kurumi atas kejadian tersebut. Untuk menebusnya, ia meminta agar Kurumi melupakan Hibiki dan masa lalunya, lalu mendedikasikan sisa hidupnya untuk keperluan medis.

Hibiki membuatkan peta untuk Satoshi yang lantas berpisah dengan rekan-rekannya untuk menemui Shoko dan Yuzuki. Sebelum melanjutkan mencari obat dengan Min Jun, wajah Hibiki sempat difoto oleh seorang reporter. Para reporter kemudian mengikuti Hibiki dan Min Jun.

Kouki akhirnya memberitahu Kurumi bahwa di dalam tubuhnya terdapat gen yang bisa mengatasi virus golem. Dengan demikian, vaksin bisa segera dibuat dan Mana bisa diselamatkan. Kurumi kaget mendengarnya.

Hibiki dkk tiba di sebuah rumah sakit. Setelah berpesan agar kedua reporter menunggu di luar, ia dan Min Jun masuk ke dalam bangunan.

Tak lama, Yoon Jian dengan beberapa orang tentara tiba di rumah sakit yang sama. Yoon Jian segera menginstruksikan mereka untuk mengumpulkan barang-barang yang dibutuhkan.

Apes bagi Hibiki dan Min Jun, saat obat untuk Yuzuki berhasil ditemukan, mereka ketahuan oleh 2 orang tentara. Untuk menyelamatkan diri, mereka terpaksa berpencar dan berjanji untuk bertemu di tempat sebelumnya.

Satoshi tiba di kapal dan bertemu Shoko serta Yuzuki. Anehnya, Shoko justru terlihat takut dengan kedatangan Shoko. Komoto dan Kanae yang tidak menyadarinya malah menyambut Satoshi dengan gembira.

Hibiki berhasil keluar dengan selamat. Ia terkejut melihat dua orang reporter tengah digigit zombie.

Saat mencari jalan keluar, Min Jun bertemu dengan kakaknya, Yoon Jian. Walau sempat gembira melihat adiknya, Yoon Jian langsung berubah begitu mengetahui Min Jun bersama dengan kelompok ‘teroris’. Ia bahkan hendak menangkap adiknya sendiri.

Untungnya Hibiki kemudian tiba. Di saat Yoon Jian lengah, Min Jun menendang tangan Yoon Jian perlahan agar pistolnya terlepas. Ia pun pergi meninggalkan tempat tersebut bersama Hibiki.

Yoon Jian sempat hendak memberitahukan hal tersebut pada para tentara. Namun ia membatalkan niatnya.

Shoko mempertanyakan kenapa Satoshi mengaku sebagai suaminya. Pasalnya mereka berdua sudah bercerai. Satoshi menjawab bahwa hal tersebut tidak penting karena toh ia adalah ayah dari Yuzuki. Ia juga menyatakan sudah berubah, tidak seperti dulu lagi.

Yuzuki terbangun. Melihat wajah ayahnya, ia ketakutan dan langsung memeluk ibunya.

Saat hendak keluar dari rumah sakit, lengan kanan Min Jun tertembak oleh salah seorang tentara. Sesaat kemudian, giliran tentara tersebut yang dikeroyok oleh sekelompok golem.

Beberapa saat kemudian, keduanya kembali ke kapal. Tanpa membuang waktu, Hibiki langsung menyerahkan obat asma Yuzuki pada Kanae yang menunggu kedatangan mereka di luar bersama Komoto.

Satoshi ternyata adalah pria yang posesif. Tahu obat Yuzuki dicarikan oleh Hibiki, ia marah dan menuduh Shoko punya hubungan rahasia dengan Hibiki. Tidak ingin Yuzuki ketakutan, Shoko berdalih mengatakan bahwa ia masih tetap mencintai Satoshi. Satoshi jadi tenang usai mendengarnya.

Di kamar, Kurumi melepaskan kalung cincin tunangan yang ia pakai dan meletakkannya di jendela. Dengan muka tegar ia lalu mendatangi ruangan Kouki dan Yoon-Jian. Kurumi lalu menyatakan siap melakukan apa saja demi keperluan medis. Kouki menyambutnya dengan meraih tangan Kurumi.

Belakangan Yoon-Jian menemui Todoroki dan mengatakan bahwa Todoroki sudah melakukan pekerjaannya dengan baik.

Shoko mengaku mengajak Satoshi ke kapal yang ada golemnya. Akibatnya, tangan Satoshi digigit olehnya. Perceraian Shoko dan Satoshi ternyata disebabkan oleh masalah KDRT. Shoko tidak hanya kesal kepadanya, melainkan juga ingin membunuhnya untuk membalas dendam.

Pun begitu, kemudian terungkap bahwa yang mengajak Satoshi ke kapal golem sebenarnya adalah Yuzuki. Ia melakukannya untuk melindungi ibunya.

Komoto tidak setuju dan secara langsung menganggap Yuzuki sudah berbuat kejahatan. Shoko tidak rela anaknya dihukum dan berjanji akan menggantikan Yuzuki menerima hukumannya.

Setelah berpikir sejenak, Hibiki menghampiri keduanya. Ia meminta agar mereka berdua tidak usah memikirkan hal itu lagi. Komoto masih tidak terima, namun dengan tegas Hibiki menyatakan bahwa ia yang akan bertanggung jawab. Komoto pun terdiam.

Esok harinya, Hibiki dkk berniat untuk melanjutkan perjalanan ke Yokohama. Sebelum itu, Hibiki mendatangi Satoshi di kapal. Ia sebenarnya berniat untuk mengikatnya dan meninggalkan Satoshi begitu saja di sana, namun Satoshi justru menyerangnya. Mau tidak mau Hibiki terpaksa membunuhnya.

Dalam perjalanan, Hibiki berjanji akan kembali lagi ke Miura setelah melewati blokade dan tiba di Yokohama.

Beberapa waktu kemudian Hibiki dkk tiba di perbatasan Yokohama. Mereka terkejut mendapati seluruh orang yang ada di sana sudah berubah menjadi golem.

Penyebaran virus di luar area blokade Miura ternyata sudah diprediksi oleh Kouki. Itu sebabnya ia memerintahkan agar Yoon-Jian mengumpulkan persediaan dari rumah sakit-rumah sakit di Miura.

Hibiki juga kemudian menyadari bahwa satu-satunya tempat aman yang tersisa adalah garnisun Yokosuka. Ia mengajak rekan-rekannya untuk menuju ke sana.

Last modified on February 17, 2021 3:05 pm

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.