Sinopsis Love You As The World Ends Episode 4 (NTV, 2021)

Di cerita sebelumnya, Mamiya dkk terjebak dalam sebuah pusat perbelanjaan yang dikuasai oleh kelompok Tsuboi yang anggotanya bersenjatakan pedang. Nyawa Kanae kini menjadi taruhan jika Mamiya tidak mau menuruti permintaan Tsuboi. Sementara itu, Kurumi kini dipercaya untuk menjadi bagian dari tim pengumpul sampel golem yang tampaknya tengah menuju ke area pusat perbelanjaan tempat Mamiya berada. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis Lengkap Love You As The World Ends Episode 4 (S1E4)

Setelah menyerahkan seluruh senjata mereka pada kelompok Tsuboi, Hibiki dkk diikat dan dibawa ke basement. Melewati Mia, Hibiki menanyakan apakah semua yang ia lakukan hanya akting. Mia mengiyakan.

Tsuboi ternyata mengurung banyak golem di salah satu ruangan basement. Untungnya Hibiki dkk tidak digabungkan dengan mereka. Melainkan dikurung di satu ruangan tersendiri. Sudah ada Shoko dalam kondisi terikat di sana.

Seorang tentara muda, Umino Wataru, mengagumi keberanian Kurumi ikut dalam tim pengambil sampel walau ia hanya warga sipil. Setelah tahu Kurumi tengah mencari seseorang, Wataru memberitahu bahwa ia bisa merasakan apa yang dirasakan Kurumi.

Seorang tentara tiba-tiba meminta truk berhenti karena melihat sesuatu dari kejauhan.

Listrik di bangunan padam sementara generator darurat tidak menyala. Mendengarnya, Hibiki berbisik pada Kanae yang ada di sebelahnya, bahwa ia pasti akan membawa mereka semua ke Yokohama. Ia lalu menawarkan diri untuk membantu memperbaiki generator tersebut.

Tim pengambil sampel tiba di area bangunan tempat Hibiki berada. Sementara yang lain mengamankan lokasi, Kurumi diminta untuk menunggu. Melihat ada papan informasi orang hilang tak jauh dari tempatnya berada, Kurumi lantas menulis sesuatu di kertas dan menempelkannya di sana.

Tiba-tiba saja seorang pria muncul dan memitingnya dari belakang dengan menggunakan pedang. Ia dan seorang temannya kemudian membawa Kurumi ke dalam. Tanpa Kurumi sadari, di saat bersamaan Hibiki tengah melintas di tangga yang ia lewati.

Tak lama Kurumi tiba di sebuah ruangan. Terdapat beberapa warga sipil di sana. Setelah memastikan bahwa Kurumi adalah seorang dokter, Tsuboi meminta Kurumi mengobati kaki kakek Kakei yang terluka parah.

Komoto khawatir dengan keselamatan dirinya. Kanae berusaha meyakinkan bahwa Hibiki pasti akan menyelamatkan mereka. Berbeda dengan Todoriki, yang menganggap Hibiki sebagai pengkhianat dan pasti bakal meninggalkan mereka begitu saja.

Hibiki sendiri saat itu sudah selesai memperbaiki generator. Ia mempersilahkan salah satu anak buah Tsuboi yang menjaganya untuk menghidupkan generator. Momen tersebut ia manfaatkan untuk diam-diam memasukkan obeng dan kunci inggris ke saku celananya.

Begitu generator dinyalakan, Hibiki langsung menyerang dua orang yang mengawalnya dan mengunci mereka di luar. Ia segera berlari untuk menyelamatkan rekan-rekannya namun tiba-tiba bertemu dengan beberapa orang.

Di balai Yokosuka. Kepada sersan Kojiro, Yoon Jian menceritakan bahwa ilmuwan di sana tengah meneliti mengenai penyebab penyebaran virus golem di Semenanjung Miura. Walau belum 100% yakin, virus tersebut ditengarai berasal dari luar negeri, masuk melalui pelabuhan Mira, menular ke tikus liar, sebelum kemudian bermutasi hingga menjadi seperti sekarang.

Dari hasil pengambilan sampel darah, ditemukan adanya golem yang memiliki antibodi. Antibodi tersebut sangat penting bagi pembuatan vaksin. Itu sebabnya proses pengumpulan sampel menjadi tidak kalah pentingnya.

Kepala pleton 2 tiba-tiba muncul dan melaporkan bahwa tim pengumpul sampel baru saja diserang oleh teroris. Ia minta ijin untuk melakukan perlawanan dan penembakan terhadap mereka. Sempat ragu, Kojiro akhirnya mengijinkan.

Di saat kepala pleton hendak meninggalkan ruangan, Kouki meminta agar Kurumi dilindungi karena ia adalah sosok yang penting untuk pembuatan vksin. Kepala pleton mengiyakan.

Hibiki berlari ke sana kemari untuk mencari jalan aman menuju basement. Di saat hendak melompati pagar, kalung cincin tunangannya terjatuh ke seberang dan diambil oleh seorang anak perempuan berbaju merah. Sadar tidak mungkin mengambilnya, plus khawatir tertangkap, Hibiki memutuskan untuk membiarkannya dan pergi mencari jalan lain.

Kurumi usai mengambil tindakan darurat pada Kakei. Orang yang sebelumnya mengawal Hibiki muncul dan memberitahu Tsuboi bahwa Hibiki kabur. Tsuboi segera pergi bersamanya untuk mencari Hibiki.

Meski Todoriki menyatakan Hibiki sebagai pengkhianat, Kanae dan yang lain tetap percaya pada Hibiki. Todoriki memilih untuk diam dan tidak mendebat mereka.

Tak lama Mia muncul dan memberitahu mereka bahwa Hibiki baru saja kabur meninggalkan mereka begitu saja. Melihat Kanae dkk tidak begitu mempercayainya, dengan kesal Mia menyatakan bahwa semua orang pasti seperti itu. Suatu saat siapa pun itu pasti akan lebih mementingkan dirinya sendiri dan meninggalkan yang lain.

Hibiki masuk ke dalam sebuah ruangan. Tanpa disangka sudah ada Tsuboi di sana, menunggu dengan menodongkan pistolnya ke arah Hibiki.

Tsuboi lantas menanyakan kenapa Hibiki mau melindungi dan menyelamatkan rekan-rekannya. Hibiki menjawab bahwa baginya mereka adalah kerabat / orang dekat. Sama seperti Tsuboi yang melindungi beberapa warga sipil.

Sebelum bertemu Tsuboi, Hibiki ternyata berpapasan dengan penduduk desa tempat Tsuboi tinggal. Mereka semua percaya pada Tsuboi dan yakin Tsuboi bakal melindungi mereka.

Kakei menceritakan pada Kurumi bahwa ia dan yang lain adalah orang yang pertama terkena infeksi virus. Mereka dikarantina di lembaga penelitian Yokosuka. Bahkan bukan hanya yang terinfeksi. Penduduk lain yang tinggal di area sekitar pun ikut dikumpulkan di lembaga tersebut. Mereka semua dijadikan obyek penelitian dan eksperimen. Ujung-ujungnya virus tersebut menular secara masif pada orang-orang di sana. Dan orang yang menyelamatkan mereka semua dari tempat tersebut adalah Tsuboi.

Meski bersikap tegas dan terlihat sadis, Tsuboi dan anak buahnya belum pernah sekali pun membunuh orang. Mereka hanya menggunakan pedangnya untuk menyerang golem. Itu pun sebatas untuk melindungi Kakei dan yang lain.

Bagi Kakei, jika terpaksa, ia rela mengorbankan dirinya demi Tsuboi.

Mendengarnya, Kurumi lantas ganti bercerita tentang seseorang yang sangat ia kenal (Hibiki). Waktu kecil, ibu Hibiki meninggal karena sakit. Beberapa waktu setelahnya, ayah Hibiki, Mamiya Takuro, pergi meninggalkannya. Banyak yang menyatakan bahwa Takuro pergi demi wanita lain. Kendati demikian, hingga sekarang Hibiki tetap percaya bahwa ayahnya tidak melakukan hal seperti itu. Ia yakin suatu saat nanti ayahnya bakal kembali.

Mia yang mendengarkan cerita Kurumi terdiam.

Hibiki menghampiri Tsuboi dan berlutut di hadapannya. Ia memohon agar Tsuboi mau bekerja sama dengan dirinya untuk membawa semua orang ke Yokohama. Tanpa diduga, Tsuboi justru menyatakan bahwa Hibiki salah jika menganggap Yokohama adalah tempat yang aman.

Haru tiba-tiba muncul dan memberitahu pasukan pertahanan sudah mengurung mereka. Sesuai informasi Haru, di luar kepala pleton sedang memberikan instruksi pada anak buahnya untuk masuk dan menghabisi teroris. Tujuan mereka hanya satu, membawa pulang Kurumi dalam kondisi selamat.

Tsuboi menemui pengikutnya dan meminta mereka untuk bersiap meninggalkan tempat tersebut. Kurumi mencoba meyakinkan bahwa pasukan pertahanan pasti akan melindungi mereka, namun Tsuboi tidak menghiraukannya. Ia memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan golem agar perhatian pasukan pertahanan teralihkan.

Kakei lalu mengatakan bahwa ia akan tetap tinggal karena sulit untuk bergerak. Mendengarnya, Tsuboi langsung mendatangi dan mulai memapahnya. Begitu juga Kurumi.

Di saat hendak pergi, Tsuboi melihat Mia yang justru duduk di kursi. Ia mengajaknya untuk segera pergi bersama yang lain, namun Mia menolak. Ia mengaku tidak bisa meninggalkan seseorang.

Sesuai perintah Tsuboi, Haru membuka pintu golem dan memancing mereka keluar, ke arah pasukan pertahanan.

Sementara itu, Hibiki yang tengah berlari menuju basement sempat bertemu dengan seorang golem yang muncul dari balik toilet. Ia hendak membunuhnya namun Mia mencegahnya. Mia memberitahu bahwa itu adalah kekasihnya yang asli, yang terinfeksi karena saat itu sengaja menunggu Mia.

Hibiki kemudian mengikat golem tersebut dan memasukkannya kembali ke toilet. Sebelum Hibiki pergi, Mia memberitahu Sihir Pemanipulasi Golem.

Tak lama setelah Hibiki pergi, sekelompok golem datang. Mia buru-buru masuk ke dalam toilet dan menguncinya dari dalam. Sudah pasrah, Mia lalu memeluk erat kekasihnya dan membiarkannya menggigit lehernya.

Kelompok Tsuboi berhasil meninggalkan gedung. Kurumi tiba-tiba dipanggil oleh seorang anak perempuan berbaju merah. Ia berterimakasih karena Kurumi telah menyelamatkan kakek Kakei.

Kurumi kemudian menyadari bahwa anak tersebut mengenakan kalung cincin pertunangan miliknya. Mengetahui Kurumi terus-terusan melihat kalungnya, anak tersebut lantas memberikannya pada Kurumi.

Setelah yakin bahwa itu benar-benar cincin miliknya, Kurumi masuk kembali ke dalam dan berteriak memanggil Hibiki.

Sekelompok golem mengepung ruangan tempat Kanae dan yang lain disekap. Sebuah obor menyala ujug-ujug melayang dan jatuh di depan para golem. Anehnya, mereka langsung menyingkir menjauhinya. Di seberang terlihat Hibiki dengan membawa satu buah obor lain, bersiap untuk menyerang para golem.

Dari Mia, Hibiki ternyata mendapat informasi mengenai golem yang takut terhadap api. Hal serupa juga sudah diketahui oleh Yoon Jian dan Kouki di balai.

Setelah membebaskan rekan-rekannya, bersama-sama Hibiki dkk berlari meninggalkan gedung. Hibiki sempat mendengar teriakan Kurumi memanggil namanya. Ia hendak masuk ke dalam, namun sekelompok golem muncul sehingga ia terpaksa membatalkan niatnya.

Di luar, Todoriki melihat 3 orang tentara dan Shun melangkah ke arah yang berlawanan. Ia langsung teringat pada Hongo yang dibunuh oleh tentara. Terbakar emosi, Todoriki yang kebetulan sedang membawa busur dan anak panah Hibiki langsung melesatkan anak panahnya ke arah mereka tanpa bisa dicegah oleh Hibiki.

Anak panah tersebut mengenai salah seorang di antaranya. Siapa sangka bahwa yang terkena adalah Wataru. Hibiki segera menarik Todoriki untuk kabur sementara salah seorang tentara merespon dengan tembakan ke arah keduanya.

Mendengar suara tembakan, Kurumi bergegas berlari menuju sumber tembakan. Salah seorang tentara tiba-tiba menahannya dan menginformasikan pada atasannya bahwa ia telah menemukan Kurumi.

Setelah menjauh dari TKP, Hibiki akhirnya mengkonfrontasi Todoriki. Ia mempertanyakan aksi Todoriki membunuh tentara tersebut. Todoriki tidak merasa bersalah karena toh Hongo tewas dibunuh oleh pihak militer.

Todoriki lanjut menyalahkan Hibiki karena strategi yang ia buat berujung pada ditangkapnya mereka oleh kelompok Tsuboi. Ia menegaskan bahwa tidak mau lagi bekerjasama dengannya. Todoriki pun memberi dua pilihan, dirinya atau Hibiki yang pergi.

Setelah terdiam beberapa saat, Hibiki menyatakan bahwa dia yang akan pergi. Ia lalu melangkah meninggalkan yang lain.

Kurumi bersikeras untuk terus mencari Hibiki, sementara tentara yang tadi menahannya menegaskan bahwa mereka adalah teroris. Ia menunjukkan tubuh Wataru yang sudah tidak bernyawa sebagai buktinya. Kurumi tidak bisa berkata apa-apa. Apalagi setelah mendengar yang membunuhnya adalah pria bertubuh tinggi besar dan menggunakan busur.

Hibiki melangkah dengan gontai. Teringat Kurumi, Hibiki mulai menangis. Sesaat kemudian seorang golem berjalan ke arahnya. Sudah putus asa, Hibiki hanya duduk terdiam dan membiarkannya.

Di saat-saat terakhir, Min Jun datang dan membunuh golem tersebut. Kanae, Shoko, Komoto, dan Yuzuki menyusulnya. Mereka mengatakan bakal ikut dengan Hibiki.

Min Jun beralasan Hibiki adalah teman percaya semenjak ia datang ke Jepang. Kanae memberitahu bahwa lebih baik ia ikut dengan orang yang ia percaya. Sementara bagi Shoko Hibiki adalah sahabat Yuzuki. Komoto saja yang dengan santai memberitahu bahwa ia sekedar ikut-ikutan kaum mayoritas.

Todoriki kembali ke bangunan sebelumnya. Ia melihat pesan dari Kurumi yang tertempel di papan pengumuman. Todoriki lalu mengambilnya.

Sersan Misumi minum teh bersama Kouki. Misumi ternyata tahu bahwa Kouki telah sengaja menghilangkan rekaman CCTV saat kejadian penembakan Hongo. Ia juga yang menghasut dirinya agar mengubah laporan terhadap sersan Kojiro. Kouki tetap tenang dan tidak bereaksi.

Sesaat kemudian Misumi terlihat seperti tersedak. Perlahan tubuhnya terjatuh dan ia pun tewas. Kouki ternyata diam-diam sudah meracuni minumannya.

Tak lama Yoon Jian datang dan mengkonfirmasi bahwa Misumi benar sudah meninggal.

Dalam adegan flashback, terungkap bahwa dokter yang menangani ibu Hibiki pada saat ia meninggal adalah Kouki. Tidak itu saja, Kouki ternyata mengenali Hibiki.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply