Sinopsis L.U.C.A.: The Beginning Episode 5 (tvN, 2021)

Di cerita sebelumnya, dari hasil tes yang dilakukan Jong-Hwan terhadap sampel sel tubuh Zi-Oh (sebelumnya saya tulis Ji-O, mulai sinopsis episode 5 ini akan saya tulis dengan nama Zi-Oh), diketahui bahwa DNA Zi-Oh memiliki karakteristik binatang belut listrik, kelelawar, lalat buah, ubur-ubur, dan juga ikan sturgeon. Itu membuat Zi-Oh memiliki kekuatan energi listrik dan kemampuan regenerasi yang di atas rata-rata manusia normal. Zi-Oh sendiri berhasil tertangkap oleh Yi-Son. Kendati demikian, dalam perjalanan menuju Human Tech, Zi-Oh kabur dan justru mobil yang dikendarai Yi-Son meledak. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Dok. gambar dan video © tvN of Korea Selatan

Sinopsis L.U.C.A.: The Beginning Episode 5 (S1E5)

Di detik-detik terakhir sebelum mobil meledak, Yi-Son ternyata masih bisa meloloskan diri.

Beberapa waktu kemudian, Zi-Oh menghubungi Goo-Reum dari telepon umum, mengaku tidak tahu dimana dirinya berada saat ini. Setelah melacak lokasinya, Goo-Reum bergegas menuju ke sana.

Dalam perjalanan, Goo-Reum teringat pesan Jong-Hwan sebelumnya. Saat itu Jong-Hwan mengingatkan Goo-Reum bahwa Zi-Oh adalah monster yang bisa menghancurkan ekosistem manusia. Jika memang tidak bisa menangkapnya, Goo-Reum harus menembaknya (alias membunuhnya).

Tak lama Goo-Reum tiba di tempat Zi-Oh menelponnya. Sesaat kemudian Zi-Oh muncul dan melangkah menghampirinya. Goo-Reum merespon dengan menyiapkan pistol di balik punggungnya.

Di hadapan Goo-Reum, Zi-Oh mengungkapkan kegalauannya. Ia merasa selalu sendiri dan kini mulai terganggu dengan orang-orang yang selalu membencinya. Zi-Oh menanyakan apakah seperti itu yang dirasakan Goo-Reum.

Zi-Oh lantas meletakkan kepalanya di bahu Goo-Reum. Ia lanjut bertanya bagaimana Goo-Reum bisa bertahan padahal ia ingat semua kejadian buruk yang menimpanya. Mendengarnya, diam-diam Goo-Reum melepaskan jemarinya dari pelatuk.

Goo-Reum membawa Zi-Oh ke tempat tinggalnya. Karena hendak masuk kerja, Goo-Reum meninggalkan Zi-Oh di sana. Kendati demikian, Goo-Reum sempat kembali lagi untuk menyiapkan makanan bagi Zi-Oh sembari menanya-nanyainya.

Ketika ditanya apakah Zi-Oh berniat menghancurkan ekosistem manusia dengan kekuatannya, Zi-Oh balik bertanya buat apa ia melakukannya karena ia sendiri juga manusia. Entah setuju atau tidak dengan jawaban Zi-Oh, Goo-Reum merespon dengan pamitan untuk lanjut ke kantor.

Terjadi serangan siber yang membuat banyak jaringan online terputus. Termasuk jaringan milik NFS. Dari seorang koleganya, Jong-Hwan mendapati bahwa berkas-berkas penting miliknya kemungkinan besar hilang akibat insiden tersebut.

Terungkap bahwa ‘serangan siber’ yang terjadi sebenarnya adalah ulah Cheol-Soo. Dokumen Jong-Hwan yang hilang sepertinya juga yang berkaitan dengan Zi-Oh.

Jung-A menemui Cheol-Soo untuk memberinya selamat karena sudah berhasil menangkap Zi-Oh. Mereka kemudian merayakannya sambil minum-minum.

Jung-A berniat untuk membuat 101 klona Zi-Oh di awal. Ia sengaja menggunakan nomer cantik untuk menarik perhatian publik. Langkah selanjutnya adalah meneruskan proses tersebut hingga hadir 1,01 juta klona.

Dengan jutaan anak-anak yang percaya dan patuh pada mereka, keduanya yakin era baru akan segera dimulai.

Jung-A menambahkan bahwa semua itu adalah takdir Zi-Oh sebagai generasi pertama eksperimen LUCA. Cheol-Soo berjanji akan langsung memusnahkan Zi-Oh begitu selnya diklonakan. Jung-A mengangguk tanda setuju. Sebagai balasannya, Jung-A berjanji tidak lama lagi Cheol-Soo bakal menempati posisi sebagai direktur NFS.

Ponsel Cheol-Soo tiba-tiba berdering. Ia terkejut mendapat kabar mengenai lolosnya Zi-Oh.

Cheol-Soo tiba di Human Tech. Melihat Yi-Son dalam keadaan tak sadarkan diri karena dibius dan harus dirawat, Cheol-Soo memaksa ilmuwan di sana untuk membangunkannya. Yoo-Na yang berusaha mencegahnya ikut kena imbasnya, ditampar berulangkali oleh Cheol-Soo.

Yi-Son dan Yoo-Na masuk ke ruangan Joong-Kwon. Joong-Kwon kaget dan memerintahkan Yi-Son untuk kembali ke ruangannya untuk dirawat. Yi-Son tidak menghiraukan. Ia menghampiri Joong-Kwon dan minta agar suntikan yang membuat tangan kanannya menjadi kuat disuntikkan juga ke bagian tubuhnya yang lain.

Joong-Kwon enggan melakukannya karena efek sampingnya bisa membuat bagian tubuh Yi-Son diamputasi. Yi-Son beralasan bahwa ia ingin bisa menyelesaikan misinya menangkap Zi-Oh. Dan itu tidak mungkin dilakukan dengan kondisinya saat ini.

Joong-Kwon meminta Yoo-Na untuk membawa Yi-Son kembali ke ruangannya. Tanpa disangka, Yoo-Na mendukung niat Yi-Son dan meminta agar Joong-Kwon melakukan hal yang sama pada dirinya. Joong-Kwon pun akhirnya tidak punya pilihan lain selain melakukannya.

Usai menyuntikkannya pada Yi-Son, Joong-Kwon mengkonfirmasi apakah Yoo-Na tetap berniat melakukannya dengan segala resikonya. Meski efek sampingnya berat, Yoo-Na tidak bergeming karena baginya lebih baik berbagi rasa sakit dengan rekan seperjuangannya.

Di saat Joong-Kwon hendak menyuntikkan cairan tersebut pada Yoo-Na, Yi-Son mencegahnya.

Goo-Reum menghubungi Jong-Hwan, memberitahu soal Zi-Oh yang ada bersamanya. Seperti sebelumnya, Jong-Hwan mengingatkan agar Goo-Reum memborgol Zi-Oh dan memasukkannya ke dalam sel di kantor polisi agar lebih aman. Ia berjanji akan datang ke kantor polisi esok harinya.

Sesaat kemudian seorang wanita melintas di depan mobil Jong-Hwan. Setelah menutup telponnya, Jong-Hwan memeriksa kondisinya. Wanita itu ternyata Yoo-Na yang menyamar.

Kembali ke dalam mobil, Yi-Son yang diam-diam masuk langsung membius Jong-Hwan. Tak lama ia memberikan kartu akses pada Tae-O dan memerintahkannya mengambil dokumen milik Jong-Hwan.

Hujan petir membuat Zi-Oh terbangun di tengah malam. Ia jadi penasaran dengan tirai yang ada di dinding kamar Goo-Reum. Saat dibuka, yang ada di baliknya adalah peta kasus yang tengah diselidiki Goo-Reum.

Salah satu foto di sana, foto Goo-Reum dan keluarganya saat masih kecil, mengembalikan ingatan Zi-Oh saat ia dibawa ke rumah Goo-Reum oleh Young-Jae. Zi-Oh lalu masuk ke kamar Goo-Reum dan memberitahukannya tentang hal itu.

Sementara itu, Jong-Hwan tersadar dengan mobilnya sudah berada di pinggir sungai. Ia menanyakan darimana Jong-Hwan mendapatkan data tes Zi-Oh. Setelah Yi-Son menyuntikkan etanol ke tubuh Jong-Hwan, Jong-Hwan memberitahu bahwa Goo-Reum yang sebelumnya mengantarkan Zi-Oh kepadanya. Pun begitu, ia berbohong dengan menyebutkan bahwa Zi-Oh sudah tidak lagi bersama Goo-Reum.

Begitu mendengar Jong-Hwan ternyata sudah sempat mencetak hasil tes Zi-Oh, Yi-Son mengabarkannya pada Tae-O yang sudah standby di NFS. Ia lalu mendorong mobil Jong-Hwan hingga tenggelam di sungai.

Goo-Reum memberitahu Zi-Oh bahwa orang yang bernama Joong-Kwon kemungkinan adalah kunci untuk menemukan ingatan Zi-Oh yang hilang. Goo-Reum mengaku bahwa meski dalam pekerjaannya ia bisa membedakan mana orang baik dan mana orang jahat, saat ini ia tidak bisa memutuskan Zi-Oh termasuk yang mana. Zi-Oh merespon bahwa ia berharap dirinya adalah orang yang membunuh orangtua Goo-Reum agar Goo-Reum tidak perlu tersiksa lagi mencari siapa pembunuh kedua orangtuanya. Ia pun mengingatkan agar Goo-Reum membunuhnya dengan hati-hati, jangan sampai nanti tertangkap dan jadi terdakwa.

Goo-Reum mendapat kabar soal kematian Jong-Hwan. Bersama dengan Jin-Hwan dan Yoo-Cheol, ia mendatangi NFS. Kehadirannya tepat di saat jasad Jong-Hwan hendak diautopsi. Goo-Reum langsung syok begitu mengetahui itu benar jasad Jong-Hwan.

Setelah menghadiri pemakaman Jong-Hwan, Goo-Reum seorang diri mendatangi TKP. Tanpa ia sadari, di seberang sungai ada Yi-Son yang mengawasi.

Beberapa waktu kemudian Goo-Reum pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Ia mengungkapkan kesedihannya pada Zi-Oh karena sudah ditinggalkan oleh seseorang yang ia anggap sebagai ayahnya sendiri.

Lagi-lagi, tanpa disadari Goo-Reum, di luar Tae-O memasang sesuatu di mobilnya.

Sebelum tidur, Goo-Reum berucap agar Zi-Oh jangan pernah kabur darinya. Ia tetap harus bersamanya selamanya. Perlahan Zi-Oh meninggalkan kamar Goo-Reum dan mengatakan bahwa ia tidak akan pergi darinya selamanya.

Goo-Reum memaksa Jin-Hwan untuk menyelidiki kematian Jong-Hwan. Jin-Hwan menolak dengan alasan jaksa sudah menutup kasus tersebut, menganggapnya sebagai kecelakaan tunggal. Seberapa keras Goo-Reum memaksa, Jin-Hwan yang taat pada aturan tetap tidak mau melakukannya.

Karena Goo-Reum terus memaksa, Jin-Hwan mempersilahkan Goo-Reum melakukan penyelidikan sendiri. Sebagai gantinya, ia diminta untuk meninggalkan Unit Tindak Kekerasan.

Jin-Hwan meninggalkan ruangan dengan keadaan kesal. Yoo-Cheol memberi kode agar Jin-Soo dan yang lain menyusul Jin-Hwan. Ia kemudian mendatangi Goo-Reum dan memberitahu bahwa ada cara lain untuk mendapatkan surat perintah penyelidikan. Yaitu dengan menggali kehidupan Jong-Hwan.

Goo-Reum mendatangi NFS dan menemui salah seorang rekan Jong-Hwan. Darinya, ia mendapat informasi mengenai kemungkinan Jong-Hwan mengalami stres dan minum-minum akibat dokumen pentinngya hilang. Di sisi lain, rekan Jong-Hwan menyatakan Jong-Hwan tidak pernah minum-minum sebelumnya.

Goo-Reum lantas meletkkan karangan bunga dan kue favorit Jong-Hwan di meja kerjanya. Melihat meja tersebut berantakan, Goo-Reum mulai merapikannya. Ia tersenyum melihat ada foto Jong-Hwan tengah bermain gitar di sana.

Dalam perjalanan pulang, Yi-Son, Tae-O, dan Yoo-Na membuntuti mobil Goo-Reum. Ia lalu memerintahkan Tae-O untuk mematikan mobil Goo-Reum melalui alat yang sudah dipasangkan sehari sebelumnya.

Setelah mobil Goo-Reum berhenti, tanpa membuang waktu Yi-Son dan Yoo-Na menghampirinya dan melumpuhkan Goo-Reum.

Zi-Oh melihat berita penculikan Goo-Reum di televisi. Ia langsung ngeh pelakunya adalah orang yang menyerangnya begitu melihat adanya senjata yang tertinggal di TKP, sebuah kerambit.

Zi-Oh lantas pergi menemui Won-Yi. Ia memintanya untuk menghubungi Yi-Son. Setelah hubungan tersambung, Zi-Oh mengambil alih. Zi-Oh meminta Yi-Son menemuinya di LC Plaza dua jam lagi jika memang ingin membunuhnya.

Setelah telpon ditutup, Won-Yi meminta agar Zi-Oh jangan pernah mendatanginya lagi. Walau mereka berteman, Won-Yi tidak ingin terlibat lagi dengannya. Dengan cuek Zi-Oh menyatakan ia pasti akan datang lagi jika memang ada perlunya. Tidak itu saja, ia sekalian membawa ponsel dan mobil Won-Yi.

Di LC Plaza, Zi-Oh berhasil memancing agar Yi-Son dan Yoo-Na masuk ke dalam mall. Zi-Oh kemudian memadamkan listrik di basement dan menghampiri Tae-O yang berjaga di mobil.

Keduanya langsung terlibat perkelahian. Zi-Oh sempat nyaris kalah, tapi lagi-lagi kekuatan listrik menyelamatkannya.

Tanpa membuang waktu, Zi-Oh mengeluarkan Goo-Reum yang disekap di dalam bagasi. Setelah bersembunyi di balik mobil, Zi-Oh berpesan agar Goo-Reum segera meninggalkan tempat tersebut. Ia akan tetap tinggal melawan mereka dan berjanji akan mendatangi Goo-Reum jika ia masih hidup.

Sebaliknya, Zi-Oh minta agar Goo-Reum tetap hidup karena ia masih harus tahu apakah benar Zi-Oh yang membunuh kedua orangtuanya atau bukan.

Goo-Reum memaksa untuk membantu Zi-Oh menghadapi Yi-Son dan Yoo-Na. Zi-Oh menggenggam tangan Goo-Reum, mengucapkan selamat tinggal, lantas mengeluarkan sedikit aliran listrik untuk membuat Goo-Reum pingsan.

Beberapa saat kemudian, Zi-Oh pergi dengan membawa Tae-O ke suatu tempat. Tanpa ia sadari, Yoo-Na dan Yi-Son mampu melacak keberadaannya melalui ponsel Tae-O.

Di tempat tersebut, Zi-Oh memukuli Tae-O agar Tae-O mau memberitahu siapa atasannya. Walau babak belur, Tae-O sama sekali tidak mau membuka mulut.

Tak lama, Yi-Soon dan Yoo-Na tiba. Bersamaan dengan itu, Zi-Oh mulai menyetrum Tae-O dengan energi listriknya.

Setelah berkeliling, keduanya berhasil menemukan Tae-O dalam kondisi lengan kanan terluka parah. Karena Zi-Oh sudah tidak terlihat di sana, mereka memutuskan untuk pergi dengan membawa Tae-O.

Zi-Oh ternyata bersembunyi di luar dan langsung membuntuti mereka dengan mobilnya.

Goo-Reum kembali ke kantor polisi dan memberitahu bahwa penculiknya berhubungan dengan nomer polisi yang sempat ia beritahukan pada Jin-Hwan beberapa waktu lalu. Mendengarnya, Jin-Hwan meminta Goo-Reum dan Yoo-Cheol untuk mengikutinya.

Yi-Son dan Yoo-Na tiba di Human Tech. Yi-Son langsung membopong Tae-O ke dalam.

Zi-Oh yang membuntuti mereka lantas ikut masuk ke dalam. Yi-Son ternyata sudah mengetahui aksinya dan menyambutnya. Ia bahkan membukakan pintu akses laboratorium rahasia dan mempersilahkan Zi-Oh masuk untuk mengetahui semua tentang Zi-Oh. Syaratnya satu. Zi-Oh harus mengalahkannya terlebih dahulu.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply