Sinopsis L.U.C.A.: The Beginning Episode 2 (tvN, 2021)

Di cerita sebelumnya, Ji-O yang mengalami amnesia diburu oleh kelompok Yi-Son. Ia belum menyadari bahwa kekuatan super yang ia miliki berasal dari hasil eksperimen yang dilakukan oleh Human Tech Laboratorium di bawah pimpinan Joong-Kwon. Sementara, Goo-Reum, seorang detektif yang tengah menyelidiki sebuah kasus rahasia, sempat ditolong oleh Ji-O sebelum kemudian ia tanpa sengaja melihat dengan mata kepalanya sendiri kekuatan listrik yang dimiliki Ji-O. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Dok. gambar dan video © tvN of Korea Selatan

Sinopsis Lengkap L.U.C.A.: The Beginning Episode 2 (S1E2)

Ledakan energi listrik Ji-O ternyata juga turut menghempaskan Goo-Reum hingga ia tak sadarkan diri. Ia bahkan nyaris tertimpa mobil yang terlontar ke udara. Selain itu beberapa orang yang kebetulan berada di dekat TKP juga ikut terluka.

Yi-Son hendak membawa Ji-O yang saat itu tergeletak di jalan. Tae-O dan Hwang-Sik mencegahnya. Mereka mengingatkan ada terlalu banyak orang di sana. Mau tidak mau Yi-Son pergi meninggalkan Ji-O.

Yi-Son melaporkan pada Cheol-Soo bahwa saat ini Ji-O berada di rumah sakit dalam kondisi kritis. Cheol-Soo kesal karena Ji-O nyaris mati gara-gara Yi-Son.

Tak lama Joong-Kwon nimbrung. Ia memberitahu bahwa Ji-O tidak mungkin diselamatkan jika terus berada di rumah sakit. Walau memiliki kemampuan regenerasi yang lebih baik ketimbang manusia normal, Ji-O tetap bisa mati jika mengalami kondisi kritis. Ia harus sesegera mungkin dibawa ke laboratorium. Atau setidaknya, seandainya Ji-O keburu meninggal, ia harus sudah berada di laboratorium sebelum sel-sel dalam tubuhnya ikut mati.

Yi-Son menyatakan bahwa ada beberapa orang polisi yang berjaga di depan kamar Ji-O. Cheol-Soo tidak peduli. Ia tetap memerintahkan Yi-Son untuk membawa Ji-O dari rumah sakit. Ia juga berpesan agar Yi-Son membawa Yoo-Na bersamanya.

Cheol-Soo mendatangi kamar Yoo-Na. Yoo-Na ternyata adalah wanita yang kaki kanannya buntung di episode lalu. Cheol-Soo memberitahu bahwa sudah waktunya Yoo-Na mendapatkan kaki baru.

Beberapa saat kemudian Joong-Kwon masuk ke kamar Yoo-Na. Setelah memeriksa sekilas kaki Yoo-Na, Joong-Kwon mengatakan bahwa kondisi kakinya cukup buruk. Pun begitu, ia bisa ‘memperbaikinya’.

Yi-Son bertemu dengan Yoo-Na yang sudah memiliki kaki normal. Setelah tahu Yoo-Na baru saja berlari sejauh 12km, tanpa banyak basa basi Yi-Son mengajaknya ikut dengannya.

Goo-Reum masih tak sadarkan diri. Di alam bawah sadar, ia teringat dengan masa lalunya.

Saat masih kecil, ayah Goo-Reum membawa seorang anak laki-laki untuk menginap semalam di rumah. Goo-Reum penasaran dan menanyakan apakah itu adiknya. Alih-alih menjawab, ibu Goo-Reum meminta Goo-Reum untuk masuk ke kamar dan tidur.

Malam harinya, Goo-Reum yang tidak bisa tidur keluar dari kamar. Tanpa diduga, ia mendapati anak laki-laki tersebut memakan makanan yang ada di kulkas. Kaget ulahnya ketahuan, anak laki-laki itu menatap dengan wajah ketakutan ke arah Goo-Reum. Sesaat kemudian muncul energi listrik yang membuat Goo-Reum terpental.

Tak lama Goo-Reum terbangun. Nyaris berbarengan, Jin-Hwan kemudian masuk memeriksa kondisi Goo-Reum. Tahu Goo-Reum baik-baik saja, Jin-Hwan lanjut mengecek kondisi Ji-O.

Di depan ruang ICU, Yoo-Cheol melaporkan bahwa kondisi tubuh Ji-O yang terluka parah. Termasuk organ-organ dalamnya. Yoo-Cheol menambahkan tentang kondisi di TKP saat itu yang seperti baru saja mengalami ledakan bom. Kendati demikian, Jin-Hwan tidak begitu percaya kepadanya.

Yoo-Cheol sendiri heran kenapa luka tusukan yang dialami Ji-O ada di bagian-bagian yang tidak vital. Jika ingin membunuh Ji-O seperti halnya membunuh Man-Sik, si pelaku tentunya mengincar bagian-bagian vital Ji-O.

Goo-Reum lalu bergabung dengan keduanya. Ia memberitahu bahwa sesaat sebelum terjatuh dari atap, Goo-Reum melihat ada seorang pria bersama Ji-O. Selain itu juga ada semacam ledakan.

Jin-Hwan akhirnya percaya dengan pernyataan Yoo-Cheol sebaliknya. Ia langsung membagi tugas pada seluruh anak buahnya. Selain Goo-Reum, yang disuruh untuk pulang ke rumah dan mengambil cuti selama 2-3 hari. Walau kesal, mau tidak mau Goo-Reum menurut.

Malam harinya, Goo-Reum mengecek database kriminal kepolisian mengenai Ji-O. Ternyata ada beberapa kasus yang berhubungan dengannya. Dalam adegan flashback, seluruhnya terjadi pasca Ji-O terbangun dalam kondisi amnesia setahun yang lalu.

Masih berdasarkan database kepolisian, Goo-Reum mendapati bahwa identitas Ji-O baru didaftarkan 10 tahun setelah ia lahir. Yang mendaftarkannya adalah Shin Eun-Sun dari gereja Euicheon. Begitu ingat bahwa gereja yang sama berkaitan dengan kasus rahasia yang sedang ia selidiki diam-diam, Goo-Reum mengambil alat kejut listrik miliknya dari laci dan bergegas pergi.

Kondisi Ji-O makin kritis. Bahkan denyut nadinya mulai hilang. Dalam adegan flashback, sekilas terlihat bahwa anak laki-laki yang dulu tinggal di tempat Goo-Reum adalah Ji-O.

Petugas medis berusaha untuk mengembalikan denyut nadi Ji-O dengan alat pacu jantung. Tanpa disangka, alat tersebut bereaksi terhadap energi listrik Ji-O, mengakibatkan aliran listrik di seluruh rumah sakit sempat padam. Untungnya setelah itu Ji-O kembali bernafas.

Jin-Hwan mendapat kabar dari Jong-Hwan bahwa sampel darah Ji-O yang ia kirimkan aneh, tidak seperti darah manusia pada umumnya. Walau heran, Jin-Hwan berjanji akan segera datang menemuinya.

Cheol-Soo melaporkan pada Jung-A bahwa sebentar lagi harapan Jung-A terkabul. Jung-A belum mau sepenuhnya percaya karena belum ada bukti. Ia sekali lagi menegaskan bahwa sudah ada banyak wanita pengikut mereka yang berharap banyak pada sel L.U.C.A., sel yang ada pada tubuh Ji-O. Cheol-Soo memastikan bahwa kali ini ia pasti akan membawa Ji-O.

Yi-Son, Tae-O, Hwang-Sik, dan Yoo-Na tiba di rumah sakit. Begitu pula dengan Goo-Reum.

Pada Yoo-Cheol yang sedang ikut berjaga di depan kamar Ji-O, Goo-Reum minta ijin untuk masuk dan menemui Ji-O. Yoo-Cheol mempersilahkan.

Goo-Reum lantas masuk dan duduk di samping Ji-O. Ia ternyata sudah ingat bahwa pria yang ada di hadapannya adalah anak laki-laki yang dulu menginap di rumahnya.

Sesaat kemudian, Yi-Son, Tae-O, dan Yoo-Na yang menyamar menjadi petugas medis mendatangi kamar Ji-O dan beralasan hendak memindahkannya ke ruang ICU di bangunan lain. Goo-Reum yang curiga memutuskan untuk ikut dengan mereka ke dalam lift.

Melihat mereka menekan tombol B3, Goo-Reum langsung mempertanyakannya. Tidak tahan lagi berbasa-basi, Yoo-Na membalas dengan serangan. Kemampuan bela dirinya ternyata berada di atas Goo-Reum.

Setelah Yoo-Na berhasil membanting Goo-Reum, Ji-O tiba-tiba tersadar. Ia menanyakan siapa mereka. Tae-O hendak menjawab dengan suntikan penenang, namun bisa dihindari oleh Ji-O.

Bergantian Ji-O menghadapi Yi-Son, Tae-O, dan Yoo-Na. Goo-Reum juga ikut membantu. Dalam pertarungan tersebut, tombol lift tanpa sengaja tertekan di lantai 2. Begitu pintu lift terbuka, Ji-O segera berlari keluar, disusul oleh yang lain.

Sementara itu, Yoo-Cheol dan beberapa orang detektif yang sebelumnya menggunakan lift lain, mendapati lift yang digunakan Ji-O dalam keadaan kosong. Hanya tersisa tempat tidur pasien yang terjungkal. Menyadari ada yang tidak beres, Yoo-Cheol memerintahkan yang lain untuk mencari Ji-O.

Adegan kejar-kejaran kembali terjadi. Ji-O harus menghindar dari kelompok Yi-Son serta Yoo-Cheol sekaligus. Ia kemudian tiba di dalam gudang dan bersembunyi di balik rak kain.

Beberapa saat kemudian, Goo-Reum yang melihat ada bercak darah di dekat pintu gudang melangkah masuk ke dalam. Belum sempat ia memeriksa, Yoo-Cheol keburu datang dan mengajaknya memeriksa tempat lain.

Yi-Son yang sebelumnya hendak memeriksa gudang akhirnya kembali lagi ke sana. Ji-O sudah menghilang. Hanya tersisa bekas pakaian Ji-O yang berlumuran darah.

Di NFS, Jin-Hwan mendapat penjelasan dari Jong-Hwan perihal darah Ji-O. Selain memiliki golongan darah yang sangat langka, karakteristiknya juga tidak sama seperti darah manusia maupun hewan. Jong-Hwan minta ijin untuk memeriksa si pemilik darahnya secara langsung, namun Jin-Hwan tidak mengijinkan.

Ponsel Jin-Hwan berdering. Seseorang mengabarkan bahwa Ji-O baru saja melarikan diri dari rumah sakit. Jin-Hwan makin heran kenapa orang yang kondisinya kritis malah bisa kabur.

Di depan bangunan rumah sakit, Yoo-Cheol memerintahkan Goo-Reum bersama beberapa orang untuk memeriksa bagian belakang bangunan.

Sementara itu, Ji-O yang hendak keluar dari pintu depan membatalkan niatnya karena melihat ada banyaknya polisi yang berjaga. Pun begitu ketika ia mengecek bagian belakang yang dijaga oleh Goo-Reum.

Ji-O pada akhirnya berhasil keluar dari area rumah sakit. Goo-Reum yang sempat melihatnya segera memberitahu Yoo-Cheol dan berusaha mengejar Ji-O.

Saat menyeberang jalan, kepala Ji-O mendadak pusing mendengar suara klakson dan kereta yang kebetulan melintas. Spontan ia berpegangan pada tiang lampu yang ada di dekatnya. Energi listrik dalam tubuhnya tiba-tiba keluar dan mengakibatkan lampu di sekitarnya padam.

Kejadian tersebut dilihat oleh Goo-Reum dan Yi-Son. Keduanya bergegas menuju tempat Ji-O berada. Untungnya Ji-O keburu meninggalkan TKP. Melihat Ji-O berjalan ke arah stasiun, Goo-Reum langsung mengabarkannya pada Jin-Hwan, yang baru saja tiba di rumah sakit menjemput Yoo-Cheol.

Cheol-Soo melabrak Joong-Kwon yang sebelumnya menyatakan Ji-O tidak akan sembuh dengan sendirinya. Joong-Kwon merespon bahwa kemungkinan besar Ji-O sudah mampu melewati batas kemampuannya. Dengan demikian ia tidak bisa lagi memprediksi atau memperkirakan kemampuan Ji-O.

Menurut Joong-Kwon, aksi Ji-O berulang kali menggunakan energi listrik dalam tubuhnya bisa jadi telah membuat sel tubuhnya yang lemah mati dan menyisakan sel-sel yang kuat saja. Selain itu, amnesia yang ia alami kemungkinan disebabkan oleh sel otak yang terbakar akibat ledakan energi listrik dalam tubuh Ji-O.

Di stasiun. Melihat Ji-O masuk ke dalam kereta, Goo-Reum ikut masuk ke dalam. Di pemberhentian berikutnya, Goo-Reum juga ikut turun setelah melihat Ji-O turun di gerbong depan. Kendati demikian ia tidak berhasil menemukan sosok Ji-O.

Di saat hendak duduk untuk beristirahat, Goo-Reum melihat kunci pintu menuju terowongan bawah tanah yang gosong. Ia memutuskan untuk memeriksanya. Goo-Reum sempat hendak menghubungi Jin-Hwan, namun tidak ada sinyal di sana.

Setelah berjalan beberapa saat, Ji-O muncul di hadapannya. Ia mengaku penasaran kenapa Goo-Reum terus mengikutinya dengan tatapan mata yang penuh dendam. Alih-alih menjawabnya, Goo-Reum menyatakan bahwa justru ia yang telah mencari Ji-O seumur hidupnya karena ingin mendapat jawaban darinya.

Goo-Reum lantas menanyakan apa yang terjadi pada kedua orang tuanya. Karena amensia, Ji-O sama sekali tidak mengingatnya.

Sesaat kemudian Yi-Son muncul. Goo-Reum mencoba menghadangnya, namun gagal. Ji-O memilih untuk kabur dari mereka. Tak lama Tae-O dan Hwang-Sik muncul, ikut mengejarnya.

Goo-Reum yang hendak menyusul malah dihadang oleh Yoo-Na. Apes, ia terjatuh dan kepalanya membentur rel hingga tak sadarkan diri. Dari kejauhan terlihat kereta melaju ke arahnya.

Ji-O yang melihatnya segera menggunakan energi listriknya untuk melumpuhkan Yi-Son dkk sekaligus menghentikan kereta. Melihat ada ledakan listrik, si masinis segera menarik rem darurat.

Hwang-Sik yang sempat terkena sengatan listrik pada akhirnya tewas tertabrak. Ji-O sendiri berhasil menyelamatkan Goo-Reum, dimana kereta tersebut berhenti tak jauh dari tempat keduanya berada.

Tak lama Jin-Hwan dan beberapa orang polisi memasuki terowongan bawah tanah. Mengetahui hal itu, Yoo-Na mengajak Yi-Son dan Tae-O untuk segera pergi dari sana. Sementara itu, Ji-O terlihat menggendong Goo-Reum yang pingsan.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply