Rekap Sinopsis Girl From Nowhere Season 2 Episode 7 & 8 (Netflix, 2021)

Akhirnya kita sampai di penghujung serial Girl From Nowhere Season 2. Yaitu episode ke-tujuh dan ke-delapan. Sekedar mengingatkan, di cerita sebelumnya, Yuri berulangkali mengintervensi strategi Nanno dan memaksakan caranya sendiri yang ia anggap lebih praktis dan to the point.

Walau belum jelas, dari percakapan keduanya, terungkap bahwa baik Nanno dan Yuri sama-sama merupakan ‘bawahan’ dari sesuatu. Mungkin raja / ratu iblis.

Akankah konflik keduanya memanas di dua episode akhir musim ini? Simak rekap sinopsisnya di bawah ini untuk tahu jawabannya.

Sinopsis Episode 7: JennyX (S2E7)

Jane adalah seorang selebgram yang menggunakan nama JennyX. Hampir setiap malam ia melakukan live streaming. Baik untuk sekedar menyapa penggemarnya maupun untuk mempromosikan produk sponsor.

Suatu hari, di sekolah Jane bertemu dengan Nanno, siswi baru yang mengaku sebagai fans berat JennyX. Tidak seperti fans Jane yang lain, Nanno tahu bahwa Jane sebenarnya sudah mulai merasa tidak nyaman dengan aktivitasnya sebagai artis dunia maya.

Sedikit demi sedikit terungkap bahwa ia dimanfaatkan oleh kedua orangtuanya. Tanpa mempedulikan Jane, mereka meminta Jane untuk terus melakukan live streaming dan menerima segala macam produk. Bahkan yang sebenarnya tidak boleh dikonsumsi / dipakai oleh Jane sekali pun.

Titik baliknya adalah saat Jane tanpa sengaja menguping pembicaraan kedua orangtuanya. Alih-alih membelikan hadiah untuk ulang tahunnya, mereka malah memutuskan untuk membeli follower agar bisa menaikkan rate card JennyX.

Bosan dengan imejnya sebagai sosok yang periang dan baik hati, Jane mengaku pada Nanno bahwa ia ingin bisa terlepas dari semua itu. Mendengarnya, Nanno menawarkan apakah Jane mau keluar dari dunia ini.

Seusai sekolah, Jane melakukan live streaming dan membongkar semuanya ke publik. Termasuk tentang produk-produk sponsor yang sebenarnya tidak ia sukai. Serta tentang orangtuanya yang telah ‘memperbudaknya’ selama ini.

Jane melanjutkan bahwa ia ingin melakukan bunuh diri.

Respon penonton pun beragam. Ada yang khawatir, ada pula yang tidak percaya.

Tanpa disangka, Jane kemudian benar-benar bunuh diri di depan kamera. Semuanya kaget. Termasuk kedua orangtuanya yang ikut menonton live streaming tersebut.

Tentu saja ia tidak sungguh-sungguh mati. Adalah Nanno yang merencanakan sekaligus mengatur semua itu.

Dengan dirinya yang sudah dianggap mati, Jane pun mulai melakukan apa yang selama ini ia inginkan. Dimulai dari merubah total penampilannya. Dengan tato dan tindik di hidung.

Di luar dugaan, Yuri turun tangan dan membongkar kedok bunuh diri palsu Jane. Bukannya kesal, Nanno justru tersenyum melihat aksi Yuri.

Tidak sekedar memberikan informasi ke media, Yuri juga melakukan live streaming dan seolah-olah beraksi sebagai detektif.

Hal itu membuat Jane makin kesal. Ia menelpon Yuri dan janjian bertemu dengannya.

Saat bertemu, Yuri mengadu domba Jane dengan Nanno. Ia mengaku adalah Nanno yang sebenarnya memiliki semua bukti bahwa Jane masih hidup dan mengubah penampilannya. Yuri menyarankan agar Jane pergi meninggalkan Nanno.

Kata-kata Yuri membuat Jane bimbang. Ia bahkan mulai berpikir untuk kembali ke kehidupannya sebelumnya.

Nanno merespon bahwa Jane hanya perlu bersabar sebentar lagi.

Alih-alih mengikuti saran Nanno, Jane justru makin bimbang.

Malam harinya, Nanno yang mengetahui perasaan Jane, memancing Jane untuk membunuhnya seperti yang diminta oleh Yuri.

Sesaat setelah Nanno (terlihat) tewas, Yuri menghubungi Jane. Ia meminta agar Jane tenang dan memberi instruksi selanjutnya.

Beberapa waktu kemudian Jane melakukan live streaming sambil berlari di jalanan. Ia mengaku tengah melarikan diri pasca disekap dan disiksa oleh seseorang. Tak lama Yuri bergabung dalam live streaming tersebut untuk membuatnya lebih meyakinkan.

Di luar perkiraan mereka, Nanno tiba-tiba muncul dan melakukan live streaming sembari mengaku sebagai JennyX yang asli.

Setibanya di rumah, Jane mendapati bahwa orangtuanya kini menganggap Nanno sebagai putri mereka, Jane. Mereka bahkan tidak mengenali Jane sama sekali.

Terungkap bahwa menjadi populer adalah keinginan Jane sejak kecil. Itu sebabnya kedua orangtuanya melakukan apa saja demi mewujudkan impian putri mereka.

Jane lantas mempertanyakan pada Nanno apakah yang ia lakukan sesalah itu sehingga Nanno harus melakukan semua ini. Ia lalu pergi meninggalkan keluarganya.

Yuri muncul. Ia melihat bahwa bekas luka di leher Nanno saat Jane membunuhnya ternyata tidak benar-benar pulih. Yang berarti Nanno tidak lagi kebal / tidak bisa mati seperti sebelumnya.

Ia juga menanyakan kenapa Nanno tidak menjawab pertanyaan Jane sebelum ia pergi. Yuri menduga Nanno sebenarnya juga mulai ragu dengan metodenya.

Dengan girang Yuri melangkah pergi meninggalkan Nanno.

Sinopsis Episode 8: The Judgement (S2E8)

Nanno berkenalan dengan Junko Jiraiyawat, siswi pemenang olimpiade biologi. Sebuah insiden kecil mengungkap fakta bahwa Junko sebenarnya mengidap penyakit hemofilia, kondisi dimana tubuh bisa mengalami pendarahan secara berlebihan.

Belakangan, Nanno bertemu dengan ibu Junko, Waan. Waan memberitahu bahwa kondisi tubuh Junko membuatnya harus rutin menerima injeksi obat. Kendati harus terus menerus mengurusi Junko, Waan mengaku tidak keberatan.

Malam harinya, Nanno yang menyusup masuk ke rumah Junko mengetahui bahwa Waan menggunakan serbuk misterius sebagai bahan injeksi Junko.

Esok harinya, Nanno menemui Waan, yang kebetulan merupakan staf di UKS. Nanno menanyakan tentang seorang guru, yang dijawab Waan kalau guru tersebut sudah mengundurkan diri.

Anehnya, tidak hanya guru tersebut saja yang ‘menghilang’. Sebagian besar guru pun tidak diketahui keberadaannya dalam beberapa waktu belakangan.

Tidak langsung mendapat jawaban dari Waan tidak membuat Nanno menyerah.

Beberapa waktu kemudian ia mengirimkan foto serbuk misterius yang digunakan Waan serta bukti adanya potongan tubuh manusia yang disembunyikan. Nanno rupanya sudah tahu bahwa Waan selama ini sengaja menyuntikkan serbuk tersebut, yang justru membuat tubuh Junko lemah.

Nanno mengancam bakal mempublikasikan foto-foto tersebut ke internet. Waan merespon dengan mengajaknya bertemu.

Yuri tiba-tiba muncul dan menyarankan agar Nanno langsung saja membunuh Waan.

cuplikan girl from nowhere season 2 e8

cuplikan girl from nowhere season 2 e8

Terungkap bahwa Yuri bisa hidup kembali dan berubah memiliki kemampuan seperti Nanno karena sebelumnya telah meminum darah Nanno. Sambil tertawa ia mengatakan bahwa mereka bagaikan ibu dan anak.

Nanno merespon dengan mempertanyakan kenapa hanya bunuh bunuhan yang ada di kepala Yuri. Yuri hanya tersenyum mendengarnya.

Nanno bertemu dengan Waan. Awalnya ia menduga Waan sengaja membunuh guru-guru yang lain. Ia juga menduga Waan sengaja melemahkan Junko agar bisa mendapat sumbangan dari orang lain.

Waan lantas mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan.

Junko rupanya memiliki kepribadian ganda sebagai seorang psikopat. Hal itu disebabkan karena sering di-bully sejak kecil.

Tertarik dengan organ tubuh manusia, Junko lalu menyalurkan ketertarikannya itu dengan menghabisi teman-teman serta gurunya. Mau tidak mau Waan turun tangan untuk menutupi perbuatan putrinya.

Ia juga pada akhirnya sengaja melemahkan Junko agar ia tidak lagi membunuh orang lain.

Uang sumbangan untuk Junko pun tidak ia gunakan. Melainkan ia berikan pada keluarga orang-orang yang dibunuh oleh Junko.

Tanpa disangka, Yuri tiba-tiba muncul dengan mendorong Junko yang ada di kursi roda. Junko terlihat kesal karena tahu ibunya yang telah membuatnya lemah seperti sekarang ini.

Tidak itu saja. Terungkap bahwa Yuri adalah orang yang telah menghasut Junko agar membunuh teman dan gurunya.

Junko sendiri tidak merasa bersalah karena yang ia bunuh adalah orang-orang yang telah merendahkannya.

Kejutan lain hadir. Yuri menyatakan bahwa belakangan ia sudah diam-diam mengubah isi injeksi Junko dengan vitamin. Junko sebenarnya sudah pulih dan hanya berpura-pura masih dalam kondisi lemah saja.

Sambil memegang pisau yang diberikan Yuri, Junko perlahan bangkit dari kursi rodanya.

Ia lalu mendekati ibunya dan mulai menyerangnya.

Sementara itu, Nanno menanyakan kenapa Yuri membantu Junko meski sedari awal sudah tahu Junko adalah pembunuh sebenarnya. Yuri rupanya menganggap Junko sama seperti dirinya, sebagai korban dari ulah orang-orang di sekitarnya.

Pertarungan Waan melawan Junko masih berlanjut. Walau pisau kini berada di tangan ibunya, Junko tetap tidak gentar.

Waan terus mencoba menenangkan Junko. Usahanya gagal. Junko sudah terlanjur kecewa karena dianggap sebagai monster oleh ibunya.

Di saat Junko merebut pisau dari ibunya dan hendak menusuknya, Nanno tiba-tiba mencegahnya.

Tanpa disangka, Waan malah mengambil pisau itu dan menusukkannya ke tubuh Nanno. Tidak itu saja, ia lanjut berulangkali menusuk tubuh Nanno dengan pisau tersebut.

Yuri tertawa puas melihatnya.

Setelah ibunya usai membunuh Nanno, Junko mengambil pisau yang sama lalu membunuh ibunya.

Sedangkan Yuri menghampiri Nanno, menyatakan bahwa era Nanno sudah berakhir.

Sebelum pergi, Yuri menggores tangannya lalu mengoleskan darahnya ke bibir Junko.

Pun begitu, setelah itu Yuri dan Junko berpisah jalan. Di luar dugaan, dari kejauhan terlihat Nanno mengawasi mereka dengan tenang.

Penutup

Ending dari season 2 Girl From Nowhere ini memang agak membagongkan. Nanno yang sebelumnya dinyatakan tidak lagi hidup abadi (immortal), di akhir justru terlihat sudah hidup kembali.

Ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Seperti Waan yang langsung dibunuh oleh Junko sehingga Nanno kembali kebal. Atau Yuri sebenarnya juga memberikan darahnya untuk Nanno.

Apapun itu, dengan penutup yang sedemikian rupa, dapat dipastikan musim ketiga dari serial ini bakalan hadir suatu saat nanti.

sinopsis girl from nowhere s2 e7 e8

8 Comments

  1. Ryu

    Tapi kayaknya ga se OP itu deh Yuri, karna kita tau sendiri se OP apa Nanno. Ga mungkin juga Nanno bisa kalah ama Yuri. Gw sendiri ga terlalu suka ama Yuri, soalnya kurang serem gitu. Dan ngehukumnya masih nggunain perasaan. Contohnya kek junko ini, kalo Nanno ga pernh membenarkan, tpi si Yuri membenarkan dengan dalih korban.
    Btw Nanno di s2 ini ketawanya kurang

    • Comment by post author

      Oh iya, gk kepikiran ke situ sih. Bisa jadi karena ‘tercipta’ dari Nanno, Yuri gk akan pernah bisa bunuh Nanno.
      Dan berhubung sy takut kalo denger Nanno ketawa, seneng banget di season ini ketawanya gak banyak, wkwkwk. Mending bunuh2an sadis aja lah daripada ketawa2 😀

  2. EXO

    Menurutku Nanno masih immortal sih, kalian inget ga pas awal2 episode season kedua, Yuri udah muncul walau cmn sekelibat doang dan terkesan masih nantangin Nanno kalau ga salah pas episode sekolah khusus cewek digabung sama sekolah khusus cowok. wkwkwk Apa mungkin sebetulnya cerita Girl From Nowhere season dua ini prequel dari season 1 ?

  3. Green tomato

    Kemungkinan yuri jadi punya kekuatan gara gara ga sengaja keminum darah nanno pas di eps 4 ga sih?
    Kan nanno matinya di bathub berair, otomatis darahnya kecampur sama air. Terus yuri yang di bunuh dengan cara di cemplungin ke air keminum air yang udah kecampur darah nano itu.
    Atau emang yang di eps 4 itu yuri sama nano emang udah punya rencana buat celakain 2 pelaku dari awal?
    Agak bingung sih sebenernya eps 4 menceritakan tentang kisah yuri sebenarnya atau dia cuma nyamar jadi manusia buat ngehukum pelaku.
    Dan yuri ini keknya gabisa maafin mereka gara gara dia merupakan pihak yang dibully sedangkan nano dari awal ga pernah berada di pihak manapun.

    • Comment by post author

      Iya, hidup kembali / berubahnya yuri emang karena minum darahnya Nanno di bathtub. Jadi sebelum itu dia masih manusia biasa.

      Nanno rencananya cmn mo bikin Nana sm Tubtim ngerasain apa yg mereka lakuin ke orang lain. Beda sm Yuri yg dari awal sdh berniat untuk bunuh keduanya.

  4. Suga

    Jujur si ga suka gw sama s2 soal nya ada yuri di mana2 aga lebih berkelas yang s1

Leave a Reply