Sinopsis Detention Episode 7 & 8 (Netflix, 2020)

Di cerita sebelumnya, Shen Hua membantah telah melakukan sesuatu terhadap Yun-Hsiang. Setelah melalui serangkaian rapat dan investigasi, dewan sekolah memutuskan bahwa justru Yun-Hsiang-lah yang telah merayu Shen Hua. Yun-Hsiang jadi depresi dan memutuskan untuk bunuh diri. Momen keterpurukan itu dimanfaatkan Jui-Hsin untuk mengambil alih tubuh Yun-Hsian dan mengurung jiwa Yun-Hsiang di dimensi lain. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis Detention Episode 7 (S1E7) “Re: Re: Detention”

Kondisi Greenwood High School dulu ternyata tidak seketat sekarang. Saat itu yang menjadi kepala sekolah adalah pak Yin, yang sepertinya adalah ayah dari bu Yin Tsui-Han, guru kelas Jui-Hsin / Yun-Hsiang. Shen Ching (kepala sekolah saat ini) dan Kuo-Feng masih menjadi bawahannya. Keduanya tidak setuju dengan cara pak Yin memimpin dan berusaha untuk menjatuhkannya.

Terungkap jelas bahwa Shen Ching ingin agar Greenwood High School ditutup dan tanahnya digunakan untuk keperluan bisnis dengan keluarganya sebagai pemegang hak pengelolaannya. Ia berbagi tugas dengan Shen Hua, putranya, untuk mengurus birokrasinya. Karena sudah yakin rencananya akan berhasil, Shen Ching memberitahu Kuo-Feng segalanya dan memintanya untuk pensiun. Meski tidak terima, Kuo-Feng sulit menolak karena merasa ikut andil ketika dulu mereka mengkudeta kepsek Yin.

Wen-Liang tiba di sekolah. Ia sempat melihat Yun-Hsiang dan langsung menyadari bahwa itu adalah Jui-Hsin. Apes, sebelum bisa berbuat apa-apa, Jui-Hsin sudah keburu mengurungnya di dimensi lain.

Hubungan Yun-Hsiang dengan Min-Hui semakin dekat. Bahkan mereka sudah nge-date dan berciuman. Min-Hui juga memberikan kalung giok pada Yun-Hsiang. Hingga suatu ketika Yun-Hsiang menemukan secarik kertas yang mengisyaratkan ada janji rahasia antara Min-Hui dan Tsui-Han. Ia sempat menguping percakapan keduanya dan samar-samar mengetahui adanya sebuah rencana besar yang tengah mereka rancang.

Penasaran, Yun-Hsiang menanyakan pada Chung-Ting apa yang sebenarnya ia lakukan. Chung-Ting akhirnya menceritakan bahwa ia dan sekelompok orang lainnya diam-diam membaca buku yang ilegal serta mendengarkan siaran radio yang tidak terdaftar dengan radio khusus (yang sampai sekarang dibawa paman Wei). Walau sempat ragu, Chung-Ting lalu memberikan daftar buku-buku yang mereka baca.

Di dunia nyata, paman Wei kembali mendengar suara dirinya sedang bercakap dengan Yun-Hsiang / Jui-Hsin via radio. Namun tiba-tiba ia merenung dan sepertinya tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh arwah Jui-Hsin.

Sikap Min-Hui tiba-tiba berubah. Ia menjaga jarak dengan Yun-Hsiang. Tidak itu saja, ia meminta Yun-Hsiang untuk tidak perlu lagi datang ke ruangannya. Yun-Hsiang yang sedih lalu melepaskan kalungnya dan meninggalkannya di meja Min-Hui.

Shen Ching dan Kuo-Feng menginterogasi Yun-Hsiang. Mereka rupanya sudah tahu bahwa Min-Hui dan Tsui-Han bergabung dalam klub buku ilegal. Mereka memaksa Yun-Hsiang untuk memberitahu siapa saja orang-orang lain yang ada dalam klub tersebut. Yun-Hsiang mengaku tidak tahu. Mendengarnya, Shen Ching merespon dengan menyatakan akan membiarkan Min-Hui jika Yun-Hsiang memberitahukannya.

Beberapa waktu kemudian, polisi tiba-tiba mendatangi Greenwood High School dan menangkap beberapa orang. Termasuk Min-Hui. Yun-Hsiang kaget melihatnya.

Sementara itu, Kuo-Feng mempersilahkan Shen Ching untuk masuk ke dalam ruang kepala sekolah yang sudah kosong dan duduk di meja kerjanya yang baru.

Shen-Ching dan Kuo-Feng memberikan surat dari Min-Hui pada Yun-Hsiang. Dalam surat tersebut, Min-Hui secara tidak langsung menyatakan bahwa Yun-Hsiang-lah yang keliru memahami tindakannya. Semuanya tidak lebih dari urusan guru dan murid. Setelah membaca surat tersebut di rooftop sekolah (gedung Hancui), Yun-Hsiang memutuskan untuk melompat dan bunuh diri.

Yun-Hsiang tersadar dan mendapati dirinya di dalam penjara. Terdapat tubuh Min-Hui dan Chung-Ting tergeletak di dalam sel. Di sampingnya ada seorang wanita yang kepalanya ditutupi kain. Perlahan Yun-Hsiang menghampirinya dan menarik kain tersebut. Tanpa disangka, ia tiba-tiba kembali berada di gudang sekolah, saat awal terperangkap di dunia Jui-Hsin.

Paman Wei tiba di sekolah. Saat berkeliling, ia mendengar suara Wen-Liang yang meminta pertolongan. Untungnya, cukup dengan membuka ruangan tempat Wen-Liang dikurung, Wen-Liang sudah langsung keluar dari dimensi lain. Ia pun mengajak paman Wei untuk bergegas menyelamatkan Yun-Hsiang.

Di saat bersamaan, Yun-Hsiang yang mengulang segala sesuatunya saat itu sedang bersama Chung-Ting. Sama seperti paman Wei, ia bisa mendengar percakapan tersebut dari radio yang dipegang Chung-Ting. Sedikit demi sedikit ingatannya mulai pulih. Setelah meminta Chung-Ting mengambilkan minum, ia lalu berkomunikasi dengan mereka dan menjelaskan bahwa dirinya terperangkap di dunia Jui-Hsin. Tanpa membuang waktu, Wen-Liang minta agar Yun-Hsiang mencari tahu apa yang sebenarnya ditakuti oleh Jui-Hsin. Atau apa yang membuat ia ingin membalas dendam.

Sekilas Yun-Hsiang teringat saat ia berada di penjara. Reflek ia menyebut nama Chung-Ting. Sesaat kemudian Chung-Ting datang sehingga mau tidak mau Yun-Hsiang tidak bisa melanjutkan komunikasinya dengan paman Wei dan Wen-Liang.

Arwah Jui-Hsin mendatangi Kuo-Feng untuk balas dendam. Kuo-Feng awalnya tidak gentar, namun tiba-tiba ia melihat dirinya sendiri sudah dalam kondisi tergantung di tali bunuh diri.

Sinopsis Detention Episode 8 (S1E8) “Rain of Freedom”

Seorang murid memberitahu Shen Hua bahwa instruktur Kuo-Feng masih belum terlihat. Padahal sebentar lagi jadwalnya untuk memberi pidato perpisahan. Shen Hua lalu meminta agar jadwalnya ditukar dan ia pergi mendatangi ruangan Kuo-Feng setelah sebelumnya mengabarkan hal tersebut pada ayahnya, Shen Ching.

Alih-alih mendapati Kuo-Feng, Shen Hua justru dihadang oleh Jui-Hsin (dalam wujud Yun-Hsiang). Jui-Hsin hendak membalaskan dendam Yun-Hsiang dan membuat mata serta mulut Shen Hua menghilang. Tiba-tiba terdengar suara Yun-Hsiang yang meminta agar Jui-Hsin menghentikan aksinya.

Sesaat kemudian Jui-Hsin sudah berada di samping Yun-Hsiang, yang kala itu tengah duduk di rooftop sekolah. Yun-Hsiang menanyakan apakah mungkin ada jalan lain. Tanpa berkata apa-apa, Jui-Hsin meraih tangan Yun-Hsiang dan melompat ke bawah bersamanya.

Seperti sebelumnya, Yun-Hsiang lalu berada di dalam penjara bersama Hui-Min dan Chung-Ting. Wanita yang wajahnya tertutup kain ternyata adalah Jui-Hsin. Yun-Hsiang memaksa Jui-Hsin untuk ikut keluar bersamanya. Anehnya, begitu melangkah keluar dari pintu gerbang, Yun-Hsiang sekarang berada di dekat papan pengumuman, saat Jui-Hsin dan ibunya pulang dari kuil.

Terungkap bahwa sebenarnya yang melaporkan ayah Jui-Hsin, Tao-Chin, sebenarnya adalah Jui-Hsin, bukan ibunya.

Yun-Hsiang mengingatkan Jui-Hsin untuk tidak menutup-nutupi kesalahan-kesalahan yang pernah ia buat. Jui-Hsin membalas dengan menyatakan Yun-Hsiang pun pernah melakukan hal yang sama. Yaitu menutupi fakta-fakta bahwa ayahnya berselingkuh dari ibunya. Terungkap bahwa Yun-Hsiang pernah makan malam bersama ayahnya dan selingkuhannya di meja yang sama. Yun-Hsiang bahkan pernah meminta agar ayahnya membawanya ikut saat kembali ke ibukota.

Di luar dugaan Jui-Hsin, kali ini Yun-Hsiang mengkonfrontasi ayahnya. Ia menyatakan tidak ingin terlibat lagi dalam kebohongan-kebohongannya. Jui-Hsin terkejut mendengarnya.

Pembawa acara mengumumkan sesi berikutnya, yaitu perpisahan staff senior. Jui-Hsin terlihat melangkah memasuki ruangan. Di saat bersamaan, tubuh Kuo-Feng terjatuh ke atas panggung dalam kondisi leher terikat. Murid-murid yang ada di sana jadi panik dan berhamburan keluar ruangan.

Begitu pula Shen Ching. Ia gemetar melihat tubuh Kuo-Feng yang sudah tidak bernyawa di hadapannya. Jui-Hsin lalu memanggil namanya sembari menghampirinya.

Tak butuh waktu lama bagi Shen Ching untuk memahami sosok berwujud Yun-Hsiang tersebut adalah Jui-Hsin. Setelah menyatakan niatnya untuk membalas dendam atas kematian Min-Hui dan yang lain, Jui-Hsin tanpa membuang waktu mencekik leher Shen Ching. Dengan sisa-sisa tenaganya, Shen Ching menjelaskan bahwa justru Jui-Hsin-lah yang membuat Min-Hui terbunuh. Dulu Jui-Hsin ingin menyingkirkan Tsui-Han karena cemburu kepadanya. Ia pun menuruti permintaan Shen Ching, memberikan daftar buku terlarang dari Chung-Ting dengan harapan Min-Hui tidak ikut ditangkap.

Jui-Hsin menolak penjelasan tersebut dan terus mencekik Shen Ching hingga tewas.

Setelah terus ditekan oleh Yun-Hsiang, ternyata memang benar adalah Jui-Hsin yang menyerahkan daftar buku tersebut pada Shen Ching. Ia bahkan kemudian menerima piagam penghargaan atas tindakannya membela negara. Kendati demikian, Jui-Hsin lalu berdalih bahwa itu semua ia lakukan karena dipaksa oleh Shen Ching dan Kuo-Feng.

Wen-Liang dan paman Wei / Chung-Ting tiba di ruang perayaan. Jui-Hsin langsung mengenali Chung-Ting. Ia kaget melihat Chung-Ting masih hidup.

Chung-Ting mengatakan bahwa ia menyesal karena sudah memberikan daftar buku tersebut pada Jui-Hsin. Ia juga tidak percaya Jui-Hsin tega menyerahkan daftar tersebut ke Shen Ching. Di sisi lain, sejak awal ia sudah tahu resikonya. Dan kala itu ia mengambilnya karena ingin bisa ngobrol lebih lama dengan Jui-Hsin.

Chung-Ting melanjutkan bahwa Min-Hui sudah tahu kalau Jui-Hsin yang membocorkan rahasia mereka. Sehari sebelum ditangkap, Min-Hui bahkan meminta agar murid-murid yang tergabung dalam klub buku untuk mengaku diperdaya olehnya, sehingga mereka semua nantinya dibebaskan. Min-Hui juga khusus berpesan pada Chung-Ting untuk menjaga Jui-Hsin dan menyerahkan sepucuk surat yang telah ia tulis untuk Jui-Hsin.

Dalam surat tersebut terungkap bahwa Min-Hui memang benar-benar mencintai Jui-Hsin, tidak berubah walau kondisinya di luar harapan.

Jui-Hsin yang menyesal kemudian masuk ke dunianya dan berniat untuk bunuh diri (lagi). Yun-Hsiang berusaha mencegahnya dengan memberitahu bahwa ia adalah orang yang bisa memahami perasaan Jui-Hsin.

Yun-Hsiang dan Jui-Hsin terlempar ke momen dimana Min-Hui hendak dieksekusi. Min-Hui terlihat tenang. Kata-kata terakhirnya adalah harapan agar suatu hari nanti kebebasan akan datang di negeri China.

Jui-Hsin berterimakasih karena Yun-Hsiang sudah membantunya menghilangkan rasa dendam di hatinya. Sambil mengembalikan kalung giok Jui-Hsin, Yun-Hsiang juga berterimakasih karena Jui-Hsin sudah menemaninya di kala ia terpuruk. Ia berjanji selanjutnya akan terus berjuang dengan bekal kekuatan yang telah diberikan oleh Jui-Hsin. Jui-Hsin tersenyum mendengarnya.

Tubuh Jui-Hsin lalu mulai samar dan sedikit demi sedikit menghilang. Yun-Hsiang berkaca-kaca melihatnya. Sesaat kemudian ia sudah kembali ke dunianya. Tepatnya di pelukan Wen-Liang yang tengah menangis.

Yun-Hsiang bersiap untuk pergi ke sekolah. Di ruang makan, ibunya memastikan apakah Yun-Hsiang tidak ingin pindah ke sekolah lain. Yun-Hsiang menegaskan bahwa ia tidak apa-apa dan pasti mereka bisa melaluinya.

Di jalan, ia bertemu dengan Wen-Liang, yang lantas mengajak Yun-Hsiang untuk membonceng sepedanya. Mereka sempat melewati rumah Chung-Ting dan membantunya beres-beres rumah sebentar. Sepeninggal keduanya, Chung-Ting mendengar berita di radio mengenai kondisi keuangan Greenwood High School yang mengalami defisit dan tidak sanggup lagi membayar gaji karyawan akibat beberapa perbuatan Shen Ching.

Dampaknya, selain area Greenwood yang lalu dibeli konselor Li dengan harga murah, guru-guru mogok mengajar. Kendati demikian, murid-murid tetap berusaha melanjutkan sekolah mereka. Dengan cara saling membantu belajar dan mengajar. Di luar dugaan, mereka malah terlihat menikmatinya.

Saat sedang berada di rooftop gedung Hancui bersama Wen-Liang, Yun-Hsiang kembali melihat sinar melayang berbentuk bola di lorong sekolah. Namun ketika ditanya oleh Wen-Liang, Yun-Hsiang mengaku tidak ada apa-apa.

Dalam pertemuan dengan konselor Li dan Li Fen, Shen Hua secara tidak langsung kesal dengan ulah konselor Li yang membebankan semua kesalahan pada ayahnya. Ia menyatakan bahwa meski sekarang mereka bisa menang, namun tidak selamanya mereka akan berada di posisi itu. Konselor Li yakin dengan segala masa lalu Shen Ching dan Kuo-Feng yang sudah terbongkar ke publik, Shen Hua tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Shen Hua berdiri dari kursinya. Sambil melangkah pergi ia merasa tidak yakin dengan apa yang barusan diucapkan konselor Li.

Penutup

Pada akhirnya saya nyatakan bahwa “Detention” bermain main dengan ending yang sudah bisa diprediksi. Meski alurnya dibuat berbelit-belit, nyatanya tidak ada twist yang mengejutkan di dalamnya. Ada after credit scene yang mungkin sengaja disematkan sebagai jembatan apabila suatu saat nanti dibuat season berikutnya. Saya pribadi tidak akan antusias mengharapkannya karena sudah pasti akan terasa sangat dipaksakan.

Apakah semua misteri sudah terjawab? Sebenarnya sih tidak. Tapi jujur saja, setelah menonton hingga episode akhir, saya sudah tidak tertarik lagi dengan jawaban-jawabannya. Termasuk tentang sinar berbentuk bola yang dilihat Yun-Hsiang.

Bagaimana menurut teman-teman?

Oh ya, saya tidak tahu pasti apakah karakter Shen Ching di akhir memang sudah tewas atau ditahan oleh polisi. Tidak jelas nasibnya. Tapi ya sudahlah ya, gak penting juga, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply