Sinopsis Bad Genius The Series Episode 9 (S1E9) (2020)

Di cerita sebelumnya, aksi mencontek Bank ketahuan. Pun begitu, ia berusaha untuk tidak membocorkan bahwa Lin adalah partnernya. Sementara itu, saat diinterogasi, Lin diminta untuk membuktikan bahwa ia memang ikut ujian STIC di Australia karena kebetulan sedang menginap di rumah ibunya. Tanpa disangka, ibu Lin tiba-tiba muncul. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis Bad Genius The Series Episode 9 Lengkap

Ibu Lin menyatakan bahwa putrinya benar mengikuti ujian STIC di Australia karena ingin menemuinya. Ia juga memastikan bahwa Lin adalah anak yang cerdas sehingga ia tidak mungkin berbuat curang dalam ujian.

Pengawas ujian percaya dan memperbolehkan Lin untuk pergi.

Ibu Lin menghentikan mobilnya di tengah jalan dan turun dari mobilnya. Lin mengikutinya dari belakang. Ia menanyakan kenapa ibunya hanya diam saja dan tidak menghukumnya. Ibu Lin menjawab bahwa ia tidak mungkin melakukannya karena dulu ia pindah ke Australia dengan alasan yang sama dengan Lin.

Ibu Lin kemudian bercerita bahwa dulu ia meninggalkan ayah Lin karena ingin mengejar cita-citanya bersekolah S3 di Australia. Walau dilarang oleh ayah Lin, ibu Lin tetap nekat berangkat.

Hubungan keduanya jadi makin berantakan setelah ibu Lin berkenalan dengan Jeff. Diam-diam ibu Lin berselingkuh hingga akhirnya ketahuan oleh ayah Lin. Kendati demikian, dengan kehidupan di Australia yang dirasakan lebih nyaman, ibu Lin memilih untuk bercerai dan menikah dengan Jeff.

Lin lantas menanyakan kenapa ibunya menceritakan semua itu kepadanya.

Ibu Lin menjawab bahwa kini, di saat putrinya (bersama Jeff) berusia 6 tahun, ia selalu teringat dengan Lin. Kebetulan dulu ibu Lin meninggalkan Lin di saat ia berusia yang sama. Dan tidak hanya teringat, melainkan juga menyesali keputusannya dahulu. Keputusan untuk meninggalkan ayah Lin dan Lin.

Oleh sebab itu, ibu Lin mencoba mengingatkan Lin bahwa dengan melakukan hal yang salah untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, bisa saja suatu saat nanti Lin bakal kehilangan segalanya yang ia cintai. Mendengarnya, Lin jadi merasa bersalah dan menyesali perbuatannya.

Terakhir, ibu Lin memberitahu bahwa ia dan keluarganya di Australia tidak keberatan jika Lin benar-benar memutuskan untuk sekolah di sana. Ibu Lin mengkofirmasi apakah Lin masih ingin melanjutkan studinya di Australia. Lin mengiyakan.

Dalam sebuah wawancara, ayah Pat menyatakan bahwa ia ingin mewariskan hotel yang ia miliki untuk Pat. Itu sebabnya ia memilih untuk tidak lagi mengembangkannya saat ini dan membiarkan nanti Pat yang mengambil alih di waktu yang tepat.

Saat ditanya oleh pewawancara, Pat mengaku hendak berkuliah di Boston School of Economics, tempat ayahnya dulu kuliah. Bekalnya adalah nilai ujian STIC yang cukup tinggi, 1460. Si pewawancara kagum mendengarnya.

Si pewawancara kemudian meminta tips agar orang lain juga bisa memperoleh skor ujian STIC yang baik. Pat menjawab bahwa ia hanya menerapkan apa yang diajarkan oleh ayahnya. Yaitu melakukan apa saja untuk bisa berada di puncak.

Sesaat usai menjawab, bibir Pat terasa kaku. Di hadapannya ternyata sudah ada Bank. Pat lantas memberi kode agar Bank menunggu sejenak.

Usai wawancara, Pat memberikan sisa uang bayaran Bank kepadanya. Ia kemudian menanyakan apa yang terjadi dengan Bank. Bank menjawab bahwa ia memang tidak dipenjara, namun pihak kedubes sudah menghubungi pihak sekolah. Tanpa menjelaskan lebih lanjut, Bank pergi meninggalkan Pat yang tampak panik.

Ayah Lin menanyakan kapan ibu Lin akan menjemputnya untuk sekolah di Australia. Lin menjawab bahwa ia akan mengikuti ujian GED terlebih dahulu di Bangkok, baru setelah itu berangkat ke Australia. Walau tidak melarang, ayah Lin terlihat menahan diri untuk tidak bersedih.

Tak lama Grace menghubunginya, mengingatkan Lin untuk mengambil bayarannya. Tanpa disangka Lin menolaknya, lalu keluar dari grup chat mereka.

Ibu kepala sekolah Pornthip memanggil Bank dan ibunya perihal insiden ujian STIC di Australia. Ia ternyata curiga bahwa Bank bukan sekedar mencontek untuk dirinya seperti yang ia katakan pada pengawas ujian saat diinterogasi.

Lin berulangkali mencoba menghubungi Bank, namun Bank selalu menghindar. Ia hanya mengatakan masih butuh waktu untuk berbicara dengan Lin. Lin memakluminya.

Seseorang membocorkan rahasia mengenai sindikat mencontek ujian STIC melalui media sosial. Ia mengaku sebagai teman salah satu peserta ujian yang ikut berbuat curang. Tidak hanya menyebarkan gosip, ia bahkan ikut menampilkan foto pensip 2B yang berisi barcode jawaban ujian.

Berita tersebut langsung viral dimana-mana. Buntutnya, seluruh universitas menolak menerima hasil ujian STIC khusus untuk peserta ujian di Thailand dan meminta mereka untuk melakukan ujian ulang di bulan Februari mendatang.

Ayah Pat yang kebetulan mendengar berita tersebut bersama Pat meminta Pat untuk segera melakukan pendaftaran ulang bersama dengan Grace. Pat mau tidak mau mengiyakan.

Malam harinya, Pat mencoba mengecek kembali hasil ujian STIC miliknya. Dan ternyata benar, nilainya telah dibatalkan.

Sesaat kemudian ayahnya datang dan menanyakan apakah Pat sudah melakukan daftar ulang. Karena belum, ayah Pat meminta Pat untuk melakukannya saat itu juga.

Sadar diri bahwa ia tidak akan mungkin lolos ujian STIC apabila mengerjakannya sendiri, Pat lantas mengaku bahwa ia termasuk salah satu di antara peserta yang melakukan kecurangan dalam ujian. Ia menolak untuk melakukan daftar ulang dan menanyakan apakah tidak sebaiknya ia kuliah di tempat lain saja.

Tanpa disangka, ayah Pat tetap meminta Pat untuk melakukan daftar ulang. Ia memastikan bakal melakukan apa saja untuk membuat Pat belajar dan lulus ujian tersebut. Pasalnya, Pat sudah terlanjur membuat pernyataan di saat wawancara yang bisa membuat ayahnya malu apabila Pat ketahuan berbuat curang.

Mendengar hal itu giliran Pat yang emosi. Ia merasa ayahnya egois dan hanya mementingkan dirinya saja. Sang ayah seolah tidak peduli bahwa anaknya tidak memiliki kemampuan yang sama dengan dirinya, namun tetap memaksakan agar ia mengikuti jalannya.

Dengan tegas Pat menyatakan bahwa ia tidak mau lagi menggunakan uang dan barang pemberian ayahnya. Ia lantas melepaskan satu persatu akseksoris dan pakaian yang dikenakan hingga hanya tersisa pakaian dalam. Alih-alih iba, ayah Pat justru menganggap Pat sudah tidak memiliki harga diri. Pat pun langsung pergi meninggalkannya tanpa mempedulikan teriakan ibunya yang mencoba memanggilnya.

Grace tiba di sebuah gedung. Pat ternyata menyewa kamar apartemen di sana dengan bekal uang hasil sindikat menconteknya. Masalahnya, ia tetap bergaya hidup mewah dan banyak membeli barang dengan harga mahal. Grace mengingatkan bahwa uang mereka terbatas. Pat terdiam mendengarnya.

Grace kemudian memberitahu bahwa kemarin Bank menghubunginya.

Lin tiba di depan percetakan Honest Commerce milik Grace. Saat hendak masuk, Bank menelpon dan meminta Lin untuk datang ke tempatnya nanti malam. Lin mengiyakan.

Malam harinya, Lin dan Bank bertemu di depan laundry milik Bank. Bank langsung meminta maaf karena baru bisa menghubunginya. Lin tidak mempermasalahkan.

Lin kemudian memberitahu bahwa ia akan melanjutkan sekolahnya di Australia. Dengan catatan ia lolos ujian GED dan mendapatkan kewarganegaraan di negara tersebut. Bank tersenyum dan mengatakan bahwa ia mungkin bakal merindukan Lin. Dengan sedikit salting Lin lantas mengucapkan hal yang sama.

Setelah berbasa basi, Bank mengatakan bahwa tujuannya mengundang Lin adalah karena ia membutuhkan bantuannya. Lin tidak keberatan. Bank lantas mengajak Lin masuk. Tanpa disangka, di dalam sudah ada Pat dan Grace.

Bantuan yang dimaksud oleh Bank ternyata adalah permintaan agar Lin mau kembali melakukan sindikat kecurangan untuk ujian PATT dan GATT. Jika merasa berhasil, maka uang yang terima akan jauh lebih besar ketimbang ujian STIC. Lin terkejut mendengarnya. Ia merasa hal itu tidak memungkinkan karena ujian tersebut berlangsung pada waktu yang bersamaan di seluruh Thailand.

Bank menyatakan masih ada satu cara. Yaitu dengan mengetahui soal ujian sebelum ujian tersebut berlangsung. Pat nimbrung dan mengatakan bahwa ia merasa strategi Bank cukup masuk akal.

Lin menolak mentah-mentah. Ia meminta mereka mengambil saja uang bagiannya jika memang masih membutuhkan uang. Bank menjawab bahwa uang tersebut hanya cukup untuk bertahan hidup sementara. Berbeda dengan uang hasil sindikat ujian PATT dan GATT.

Lin tetap tidak setuju. Ia balik badan dan berniat meninggalkan mereka. Saat hendak membuka pintu, Bank memanggilnya dan menanyakan apakah Lin sudah tahu bahwa gara-gara insiden STIC kemarin ia dikeluarkan dari sekolah. Tidak hanya itu. Dengan catatan kecurangan yang pernah ia lakukan, tidak akan mungkin lagi bagi Bank untuk masuk ke sekolah medis seperti yang ia cita-citakan.

Lin terdiam merenung di ruang tengah. Ayahnya tiba-tiba turun dan meminta maaf karena belakangan sudah bersikap aneh. Ia mengaku bukannya tidak ingin Lin bersekolah di luar negeri. Sebaliknya, ayah Lin justru merasa gagal karena tidak bisa memberikan sesuatu yang lebih baik bagi Lin. Ia pun berpesan agar nanti Lin sering sering mengunjunginya.

Keduanya lantas berpelukan.

Lin lalu memberitahu bahwa ia hendak mengundurkan jadwal kepergiannya ke Australia dengan alasan masih ada beberapa hal yang perlu ia selesaikan. Ayah Lin senang mendengarnya karena berarti ia masih punya waktu untuk berkumpul bersama dengan putrinya.

Di dalam kamar, Lin teringat kembali pertemuannya dengan Bank.

Saat itu Bank memohon agar Lin mau membantunya memperbaiki masa depannya yang sudah hancur berantakan. Bank, juga Pat dan Grace, memastikan bahwa itu adalah terakhir kalinya mereka melakukan hal itu. Lin akhirnya setuju.


“Bad Genius The Series” tayang setiap hari Senin dan Selasa mulai tanggal 3 Agustus 2020. Di Indonesia, serial TV ini bisa disaksikan melalui layanan streaming iFlix dan WeTV secara gratis.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , , ,

Reply