Sinopsis Bad Genius The Series Episode 6 (S1E6) (2020)

Di cerita sebelumnya, bu kepsek akhirnya tahu bahwa pelaku penyebaran jawaban ujian adalah Lin. Namun demikian, Lin memilih menerima hukuman skors selama 1 semester ketimbang memberita siapa saja teman-temannya yang ikut terlibat. Sementara itu, rahasia Grace dan hubungannya dengan Tong diketahui oleh Pat yang sengaja membuntuti kekasihnya itu. Alhasil, baik Pat maupun Lin tidak percaya lagi pada Grace. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis Bad Genius The Series Episode 6 Lengkap

Ayah Lin kecewa berat setelah tahu semua yang dilakukan Lin selama ini. Lin membela diri, mengatakan semua itu demi membalas perlakuan pihak sekolah yang tidak adil kepada ayahnya. Ayah Lin tidak bergeming. Walau bagaimanapun, semua yang ia lakukan, termasuk membayar uang ‘sogokan’ untuk bu kepsek, adalah bentuk tanggungjawabnya sebagai seorang ayah.

Selain memerintahkan Lin mengembalikan uang yang sudah ia kumpulkan dari klien-kliennya, sebagai hukuman tambahan, ayah Lin melarang Lin untuk mengambil beasiswa ke luar negeri dari sekolah. Ia juga bakal menjual mobilnya untuk menebus biaya sekolah Lin semester depan. Lin hanya bisa menangis mendengarnya.

Esok harinya, Lin menghubungi ibu kandungnya yang kini tinggal di Australia bersama keluarga barunya. Sambil menahan air mata, Lin menanyakan apakah ia diperbolehkan untuk pindah ke Australia dan tinggal bersama ibunya. Ibu Lin kaget mendengarnya. Ia mengira ada sesuatu yang terjadi antara Lin dengan ayahnya.

Tidak ingin ibunya makin curiga, Lin lantas beralasan hendak melanjutkan belajar dan akan menghubungi ibunya kembali di lain waktu.

1 bulan kemudian.

Pat dimarahi ayahnya gara-gara ada 1 nilai mata pelajarannya yang turun. Pat beralasan bahwa ia kurang giat belajar. Ayah Pat merespon dengan meminta Pat mengajak Grace untuk makan siang bersama.

Mengingat hubungan mereka sudah retak sejak insiden bersama Tong sebelumnya, Pat mencoba mencari cara agar ayahnya membatalkan makan siang tersebut. Kendati demikian, ayah Pat justru makin tegas dan memastikan bahwa Pat harus datang bersama Grace pada hari Minggu mendatang.

Pat mendatangi rumah Grace dan memberitahukan ajakan dari ayahnya. Grace heran mendengarnya. Ternyata, Pat pernah mengatakan pada ayahnya bahwa nilainya jadi bagus berkat hubungannya dengan Grace. Mau tidak mau Grace menyetujuinya.

Pada saat makan siang bersama, ibu Pat menanyakan apakah Grace tertarik untuk pergi ke Amerika. Grace mengiyakan. Tanpa disangka, ayah Pat menyatakan bahwa ia ingin menguliahkan Pat di Boston. Tidak itu saja, agar nilai-nilai Pat tetap bagus, ia meminta Grace agar ikut bersama Pat kuliah di sana. Grace bingung harus menjawab apa.

Melihatnya, ayah Pat lantas mengajak Grace dan Pat untuk ngobrol di luar. Ia menceritakan bagaimana ayahnya dulu berusaha dengan keras untuk bisa mengumpulkan uang dan menyekolahkannya di Boston. Ia juga menjelaskan betapa pentingnya untuk mengembangkan diri jika ingin menjadi orang yang sukses. Setelah sempat saling berpandangan dengan Pat, Grace menyatakan bahwa ia menerima tawaran ayah Pat.

Pat, yang masih kesal dengan perbuatan Grace sebelumnya, marah karena Grace menerima tawaran ayahnya. Grace membalas bahwa ia menerimanya semata-mata karena ingin bisa bersama Pat.

Setelah Grace masuk ke dalam lift, Pat merenungi kata-kata Grace barusan. Ia teringat pada perbuatannya yang juga sebenarnya menyakiti perasaan Grace. Beberapa saat kemudian ia pun memutuskan untuk menyusul Grace.

Saat pintu lift terbuka, tanpa disangka masih ada Grace di sana. Tengah menangis. Ia lupa menekan tombol lift saking galaunya. Hal itu membuat hati Pat makin luluh. Perlahan ia masuk ke dalam lift dan menampar perlahan pipi kiri Grace. Ia mengatakan bahwa itu adalah hukuman atas kesalahan Grace. Oleh sebab itu, Pat minta agar Grace juga menamparnya agar segala yang terjadi bisa saling termaafkan. Grace tersenyum sembari menampar pelan pipi Pat. Keduanya lalu berpelukan.

Lin mengisi waktu skorsing dengan menjadi guru les di lembaga kursus yang dipimpin oleh bu Music. Agar bisa mendapatkan uang lebih banyak, Lin meminta agar bu Music memberinya klien sebanyak-banyaknya. Alih-alih, bu Music lantas menawarkan pekerjaan sebagai joki ujian masuk universitas, ujian STIC.

Tanpa disangka, bu Music sudah tahu latar belakang Lin. Termasuk penyebab dirinya di-skors. Itu sebabnya ia menawarkan pekerjaan tersebut kepadanya. Sempat bimbang, Lin akhirnya menerima setelah tahu bayarannya cukup besar.

Di hari ujian, Lin menjemput klien pertamanya. Ia kaget begitu tau klien tersebut adalah Grace. Karena masih marah, Lin tidak banyak bicara sepanjang perjalanan. Ia juga sempat menyindir Grace bahwa ia melakukan itu karena sudah menjadi tugasnya, bukan untuk membantu Grace.

Saat hendak masuk ruang ujian, ibu Lin menelpon. Lin mengaku hendak ikut ujian. Ibu Lin mengira bahwa Lin mengikuti ujian untuk dirinya sendiri. Ia juga mengatakan bahwa ia hendak menyiapkan makan siang untuk anaknya karena di Australia sudah masuk tengah hari.

Pernyataan ibunya membuat Lin kepikiran. Begitu melihat jam saat itu dan membandingkannya dengan jam di Australia, ia pun menyadari sesuatu.

Lin memberitahu Pat dan Grace bahwa ujian STIC dilakukan di hari yang sama dan jam yang sama di seluruh dunia. Meski demikian, adanya perbedaan zona waktu akan menyebabkan perbedaan waktu ujian pula. Artinya, ujian STIC di Australia berlangsung 4 jam sebelum ujian STIC di Thailand.

Lin lalu mengatakan bahwa seandainya ia terbang ke Australia dan ikut ujian di sana, maka ia bisa mendapatkan jawabannya dan membagikannya untuk banyak orang peserta ujian sekaligus di Thailand. Pat terkagum-kagum mendengarnya.

Pun begitu, satu-satunya cara untuk ‘mengeluarkan’ kunci jawaban dari ruang ujian adalah dengan menghapalnya. Lin sudah mencoba melakukannya, namun dengan waktu yang terbatas, ia hanya bisa menghapal 50 jawaban dari 100 soal yang ada. Untuk bisa mewujudkan rencana gila mereka, ia butuh partner 1 orang lagi yang memiliki kemampuan sama dengannya.

Bank menemani ibunya melakukan pemeriksaan tulang belakang. Dari hasil rontgen, dokter menyatakan bahwa kondisi ibunya sudah membaik. Jika kondisi tersebut terjaga, ibu Bank tidak perlu melakukan operasi.

Grace mendatangi rumah Lin. Ia meminta agar Lin tidak melakukan rencananya untuk membagikan kunci jawaban STIC. Lin awalnya tidak mau peduli dengan perkataan Grace. Namun setelah menyadari bahwa Grace benar-benar tulus meminta maaf kepadanya, Lin akhirnya menerima Grace kembali sebagai sahabatnya.

Tiba-tiba bel rumah Lin berbunyi. Saat Lin mengecek keluar, ada Bank di sana. Dengan sedikit ragu dan sembari menunduk, Bank menanyakan apakah benar berbuat curang dalam ujian seperti yang Lin lakukan sebelumnya bisa menghasilkan banyak uang. Karena jika benar, ia minta agar Lin mengajarinya.


“Bad Genius The Series” tayang setiap hari Senin dan Selasa mulai tanggal 3 Agustus 2020. Di Indonesia, serial TV ini bisa disaksikan melalui layanan streaming iFlix dan WeTV secara gratis.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply