Sinopsis Bad Genius The Series Episode 5 (S1E5) (2020)

Di cerita sebelumnya, pihak sekolah memberitahu adanya kesempatan untuk meraih beasiswa ke luar negeri (US) bagi Bank dan Lin. Karena hanya ada 1 posisi yang tersedia, Bank mempersilahkan agar Lin saja yang mengambilnya. Sementara itu, Lin berniat tidak lagi memberi contekan pada Pat dkk mulai semester depan. Untuk menutup biaya semester berikutnya, Lin minta agar Pat mencari klien sebanyak-banyaknya di semester sekarang. Untuk mengakali klien-klien tambahan yang merupakan murid kelas lain, Lin menggunakan media speaker sekolah untuk membagikan jawabannya. Sayangnya, Bank berhasil mengetahui adanya praktek kecurangan yang sedang berlangsung. Dengan diikuti oleh guru pengawas, Bank menelusuri jejak Lin yang bersembunyi di gudang untuk memberikan jawaban ujian. Tau ada yang datang, Lin bergegas bersembunyi di sebuah loker. Langkah Bank yang hendak menghampiri loker tersebut terhenti saat ia melihat ada tutup flash disk milik Lin di lantai.

Sinopsis Bad Genius The Series Episode 5 Lengkap

Guru pengawas datang saat Bank tengah menimang tutup flash disk milik Lin. Ia menanyakan apakah Bank berhasil menemukan pelakunya. Sempat terdiam, Bank akhirnya menjawab bahwa ia tidak melihat siapa siapa di tempat itu. Guru pengawas lantas meminta Bank untuk menemui bu kepala sekolah.

Lin, Pat, dan Grace membahas mengenai insiden yang baru saja terjadi. Pat khawatir Bank tau bahwa Lin-lah pelakunya. Lin berniat untuk menanyakannya langsung pada Bank. Sebelum pergi, ia minta agar Pat mengembalikan sisa uang yang telah dibayarkan klien-klien mereka karena ia tidak lagi berniat untuk memberikan contekan di sisa ujian mereka. Meski berat karena terpaksa harus belajar, Pat tidak punya pilihan lain.

Guru pengawas melaporkan kemungkinan adanya kecurangan ujian pada bu kepsek. Awalnya bu kepsek mengira semua itu hanya kebetulan belaka. Namun karena Bank, yang juga ada di hadapannya, membenarkan pernyataan guru pengawas, bu kepsek pun mulai menganggap itu adalah insiden yang serius. Setelah mendengar jawaban Bank bahwa ia tidak tahu siapa pelakunya, bu kepsek pun mempersilahkan Bank untuk meninggalkan ruangan.

Lin menghampiri yang tengah berada di perpustakaan. Saat ditanya kenapa sebelumnya Bank meminta bertemu di perpus, Bank sama sekali tidak menjawab. Alih-alih, ia justru memberikan tutup flash disk Lin yang ia temukan sebelumnya kepadanya. Lin langsung ngeh bahwa Bank sudah tau bahwa dirinyalah pelaku penyebaran jawaban ujian.

Di luar perpus, Lin mencoba memberitahu Bank bahwa ia melakukan hal tersebut karena ingin balas dendam pada pihak sekolah yang sudah memeras ayahnya. Bank tidak peduli. Baginya, perbuatan Lin sama buruknya dengan yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Bu kepsek menginterogasi Ping yang memiliki akses ke ruang penyiaran. Dari hasil pemeriksaan, sistem audio kontrol sekolah memang sempat bermasalah. Namun teknisi sekolah sudah memperbaikinya beberapa waktu sebelum minggu ujian. Curiga ada yang tidak beres, bu kepsek mencoba mengorek keterangan dari Ping. Kendati demikian, Ping memilih untuk tetap tutup mulut walau diancam bakal ikut kena hukuman apalagi nantinya benar ada yang memanfaatkan sistem audio kontrol sekolah tersebut untuk menyebarkan jawaban ujian.

Pat membelikan sebuah ponsel baru bagi Grace. Saat sedang termenung sendiri di kamar karena merasa bersalah pada Pat, ponsel baru Grace berbunyi. Adalah Tong yang mengirim pesan agar Grace datang ke rumahnya pukul 9 nanti.

Tanpa sengaja Grace melihat video makan malamnya bersama Pat di hari jadi mereka kemarin. Video tersebut membuat Grace makin galau.

Tak lama ponselnya kembali berbunyi. Kali ini Lin yang menelpon. Tau sahabatnya sedang bersedih, Grace memutuskan untuk mendatangi rumah Lin. Saat Grace OTW, tanpa ia sadari ada sebuah mobil sedan membuntutinya.

Di rumah Lin, Grace menyemangati Lin agar tetap fokus pada beasiswanya. Toh apa yang sudah dilakukan Lin selama ini, termasuk berbohong pada ayahnya dan Bank, adalah demi mereka juga. Bukan hanya untuk Lin sendiri. Lin menganggukkan kepala tanda setuju. Ia kemudian berterimakasih dan mengatakan bahwa ia menyayangi Grace. Sempat terdiam, Grace membalas dengan ungkapan perasaan yang sama.

Melihat Lin, Grace sempat hendak mengakui apa yang telah ia lakukan pada Claire. Pun begitu, saat ditanya oleh Lin, Grace kembali menyimpannya rapat-rapat.

Tiba-tiba saja ponsel Lin berbunyi. Ada pesan masuk dari Tong yang menanyakan apakah ia tahu Grace dimana Grace berada. Saat Lin memberitahu Grace, Grace langsung mengecek ponselnya. Ternyata Tong sudah sempat mengirimkan pesan kepadanya terlebih dahulu dan mempertanyakan kenapa Grace belum juga datang.

Bergegas Grace pamit dengan alasan diminta untuk pulang ke rumah. Ia bahkan menolak tawaran Lin untuk diantarkan sampai ke depan rumah. Karena heran, Lin tetap mengikuti Grace yang terlihat buru-buru pergi dengan menggunakan taksi.

Mobil sedan yang sebelumnya mengikuti Grace mendadak berhenti di depan rumah Lin. Ternyata Pat yang mengendarainya. Ia meminta agar Lin segera masuk dan ikut dengannya.

Dalam perjalanan, Pat menceritakan bahwa ia diam-diam menyadap ponsel baru Grace agar bisa mencari tahu apa yang sebenarnya disembunyikan Grace darinya. Ia mengaku memaksa Lin ikut karena ia takut kekhawatirannya bahwa Grace selingkuh benar-benar nyata.

Grace tiba di rumah Tong. Mobil Pat juga tak lama kemudian sampai. Pun begitu, baik Pat maupun Lin tidak bisa melihat siapa orang yang membukakan pintu pagar untuk Grace.

Penasaran, Lin menghubungi Grace via telpon. Pat ikut mendengarkan. Saat ditanya, Grace berbohong dan menyatakan ia sedang bersantai di rumah dan bersiap-siap untuk mandi.

Begitu telpon ditutup, Pat tidak bisa lagi menahan kesalnya. Namun ia kemudian memutuskan untuk pergi dan tidak peduli lagi dengan Grace.

Sementara itu, di ruang tengah, Tong mulai perlahan mendekati Grace. Saat tangannya hendak menyentuh tangan Grace, Grace tiba-tiba berdiri dengan alasan hendak ke kamar kecil. Hal itu membuat Tong marah dan menuduh Grace jijik kepadanya. Grace membantah. Ia mengaku gugup karena belum pernah melakukan hubungan intim dengan siapa pun sebelumnya.

Tanpa mempedulikan jawaban Grace, Tong menambahkan bahwa Grace tidak seharusnya jijik kepadanya, melainkan pada Pat, kekasihnya sendiri. Ia mengirimkan foto-foto bukti perselingkuhan Pat dengan Claire ke ponsel Grace saat itu juga. Tanpa disangka, Grace mengaku bahwa ia sudah tahu semua itu dari dulu. Meski sedih, ia sadar diri bahwa satu-satunya cara bagi orang yang tidak punya apa-apa seperti dirinya agar bisa tetap bersama dengan Pat adalah dengan tetap diam dan pura-pura tidak tahu apa-apa.

Tong sempat merasa iba pada Grace yang mengungkapkan itu semua sembari meneteskan air mata. Namun Tong kemudian melihat tangan kanan Grace yang ternyata sedang diam-diam mencubit pahanya. Tahu bahwa Grace hanya pura-pura menangis, Tong mulai menghampiri Grace kembali dan berniat melanjutkan aksinya.

Dari jendela tiba-tiba muncul Pat disusul dengan Lin. Tanpa basa basi Pat menghajar Tong yang ia anggap sudah berani mendekati Grace. Adu argumen tidak bisa dihindari lagi. Pada akhirnya berujung pada terbongkarnya rahasia Grace sebagai orang yang telah memberi contekan pada Claire hingga bersambung ke Moo.

Mendengar itu, baik Pat dan Lin merasa kecewa pada Grace. Keduanya meninggalkan Grace begitu saja, yang hanya bisa menangis penuh penyesalan.

Bu kepsek memanggil Lin ke ruangannya. Mengingat hanya ada 2 orang yang mampu menjawab soal ujian dengan tepat, Lin ditanya apakah ia terlibat dalam skandal tersebut. Lin tidak mengaku dan menyatakan bu kepsek sama sekali tidak punya bahwa dirinya terlibat.

Mendengar jawaban Lin, bu kepsek kemudian membuka pintu ruangannya dan memanggil Bank masuk. Ia mengancam akan menghukum keduanya jika tidak ada yang mengaku. Begitu mendengar beasiswa Bank bakalan dicabut, Lin akhirnya mengaku bahwa dirinya memang terlibat dalam kecurangan ujian.

Ayah Lin dipanggil ke ruangan kepala sekolah. Sudah ada Lin di sana. Tanpa basa basi, bu kepsek menceritakan bahwa Lin sudah terlibat dalam skandal kecurangan ujian dan bisa diberikan hukuman yang berat. Pun begitu, bu kepsek memberi kesempatan bagi Lin untuk meringankan hukumannya sendiri apabila ia mau memberitahu siapa saja murid-murid lain yang terlibat. Walau dipaksa oleh ayahnya, Lin tidak mau menjawabnya.

Saat bu kepsek mengancam bakal mencabut hak beasiswa luar negeri Lin, Lin jadi terbawa emosi. Ia menuduh bu kepsek melakukan itu karena ingin memuluskan jalan keponakannya sendiri untuk mendapat beasiswa tersebut. Bu kepsek tidak terima dan meminta Lin untuk segera minta maaf kepadanya. Meski berat, karena ada ayahnya di sana, Lin kemudian meminta maaf.

Bu kepsek lantas memberi kesempatan terakhir pada Lin. Ia akan men-skors Lin hingga akhir semester dan mau tidak mau Lin bakal tinggal kelas. Jika Lin tidak mau itu terjadi, Lin harus memberitahu siapa yang bekerjasama dengannya. Sambil meneteskan air mata Lin menyatakan bahwa ia menerima hukuman tersebut.


“Bad Genius The Series” tayang setiap hari Senin dan Selasa mulai tanggal 3 Agustus 2020. Di Indonesia, serial TV ini bisa disaksikan melalui layanan streaming iFlix dan WeTV secara gratis.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply