Sinopsis Bad Genius The Series Episode 2 (S1E2) (2020)

Di cerita sebelumnya, Lin mulai bersekolah di Bangkok Educational School yang bergengsi. Setelah tau bahwa ia ternyata tidak menerima beasiswa penuh dari sekolah tersebut dan ayahnya masih harus membayar sejumlah biaya tiap semesternya, Lin memutuskan untuk menerima tawaran teman sekelasnya Pat, anak seorang konglomerat. Yaitu memberi contekan kepada Pat (dan juga Grace, kekasihnya) di setiap ujian dengan imbalan sejumlah uang. Semester pertama pun berhasil mereka lalui, walau Lin agak gundah mengingat aksi mereka bertiga mengakibatkan salah seorang guru harus dipecat oleh pihak sekolah. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

By the way, saat mengamati wajah Plearnpichaya Komalarajun, pemeran Lin, di episode pertama, saya kok entah bagaimana terbayang-bayang JKT48. Belakangan saya baru tau kalau June, nama lain doi, ternyata memang anggota dari grup idol BNK48 yang memang masih bersaudara dengan JKT48, hehehe.

Sinopsis Bad Genius The Series Episode 2 Lengkap

Bank tinggal bersama ibunya yang memiliki usaha laundry baju. Ibunya, yang menderita sakit punggung parah, terobsesi untuk menang undian lotre nasional. Nasehat Bank untuk tidak membuang uang untuk membeli undian tersebut sama sekali tidak dihiraukannya.

Suatu hari, karena harus mengirimkan laundry ke pelanggan, Bank datang ke sekolah dengan membawa baju yang telah dicuci dengan motornya. Niatnya untuk parkir di area parkir motor ditolak oleh penjaga parkir sekolah. Penyebabnya ternyata karena tempat tersebut sudah disiapkan khusus untuk Pat dan mobilnya.

pat dan mobil barunya

Tanpa mau mengalah, Bank meninggalkan begitu saja motornya di sana dan bergegas masuk ke sekolah.

Lin dan Bank dipanggil oleh bu kepsek Pornthip. Mereka diminta untuk mewakili sekolah dalam ajang Teen Genius. Bank awalnya menolak dengan alasan ingin berkonsentrasi untuk ujian. Bu kepsek kemudian memberitahu mereka bahwa pihak sekolah sudah memutuskan untuk menggunakan ajang tersebut untuk menentukan siapa di antara Bank dan Lin yang bakalan menerima beasiswa penuh pada tahun berikutnya. Pemenangnya ditentukan dari yang berhasil mendapatkan poin terbanyak dalam ajang tersebut.

bank dan lin di ruang kepsek

Sebelum ajang Teen Genius dimulai, Lin mengungkapkan bahwa ia sebenarnya tidak setuju dengan persyaratan dari bu kepsek atas beasiswa mereka. Menurutnya, karena dalam ajang tersebut mereka bekerjasama, akan lebih baik bagi siapapun yang nantinya terpilih untuk mendapatkan beasiswa penuh untuk membagi rata dengan yang lain. Bank tidak menanggapi perkataan Lin dengan alasan hendak berkonsentrasi.

Pada saat pertandingan berlangsung, Bank yang bernafsu untuk mengalahkan Lin justru nyaris membuat tim mereka kalah dari Chong De School. Untunglah, setelah kembali diberi pengertian oleh Lin agar lebih tenang dan sejenak mementingkan urusan tim terlebih dahulu, keduanya berhasil menjadi juara.

Pasca perlombaan, bu kepsek memberitahu bahwa Lin yang akan mendapatkan beasiswa penuh selama kelas 2. Bank diminta untuk belajar lebih giat agar bisa bersaing dan mendapatkan beasiswa penuh di kelas 3 nanti.

Lin berusaha meyakinkan Bank bahwa ia sama sekali tidak bermaksud seperti itu pada saat mereka berlomba sebelumnya. Pun begitu, Bank sudah terlanjur kesal. Ia kembali menegaskan niatnya untuk fokus pada sekolah dan tidak akan berteman dengan Lin.

Malam harinya, Lin memberitahu ayahnya bahwa ia sudah mendapatkan beasiswa penuh untuk tahun keduanya di sekolah. Melihat wajah Lin yang gundah, ayahnya langsung menebak bahwa itu berkaitan dengan murid penerima beasiswa yang satu lagi alias Bank. Lin berbohong dan menjawab bahwa pihak sekolah sudah mengubah peraturan mereka dan kini memberikan beasiswa penuh bagi mereka berdua.

lin berbohong pada ayahnya

Bank mengantarkan ibunya ke rumah sakit untuk diperiksa. Lamanya antrian membuat Bank berjanji bakal membawa ibunya ke klinik privat di lain waktu. Ibu Bank meminta putranya agar tidak perlu memikirkan hal tersebut dan pergi saja ke sekolah sebelum terlambat agar beasiswanya tidak sia-sia.

Dengan sedih, Bank memberitahu bahwa ia sudah tidak lagi mendapatkan beasiswa dari sekolah. Lagi-lagi ibu Bank meminta Bank agar tidak usah memikirkan hal tersebut karena mereka masih punya waktu beberapa bulan sebelum waktunya membayar biaya sekolah. Bank hanya bisa terdiam mendengarnya.

Dari Pat, Lin mengetahui bahwa tahun lalu ayahnya diminta untuk memberi sumbangan kepada pihak sekolah sebesar 200,000 THB. Hal tersebut membuatnya geram dan menerima ajakan Pat untuk ‘balas dendam’ pada pihak sekolah.

Esok harinya, Pat dan Grace memperkenalkan Lin pada tiga orang ‘pelanggan’ mereka. Ada Little Bean yang menangani siaran radio di sekolah; Ah De, atlet renang yang sibuk latihan; dan Ah Dong, pengagum berat Grace yang jago fotografi. Tanpa banyak basa basi, Lin memberitahu bahwa masing-masing dari mereka harus membayar 30000 THB kepadanya per semester. Sebagai gantinya, ia akan memberikan jawaban untuk 13 mata pelajaran.

para pelanggan lin

Agar tidak meninggalkan jejak, ketiganya diminta untuk membayar dalam bentuk cash kepada Pat. Pat nantinya akan memberikan 120000 THB kepadanya. Untuk Grace, karena dianggap sahabat oleh Lin, tidak perlu membayar sama sekali. Tidak lupa Lin mengingatkan agar mereka semua tidak membocorkan hal tersebut pada siapa pun.

Cara menyontek yang digunakan kali ini adalah melalui gerakan jari Lin. Akan ada 4 gerakan jari, seperti tengah bermain piano, berbeda. Masing-masing untuk jawaban A, B, C, dan D. Ah De merasa keberatan karena menghapal 4 variasi gerakan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah.

Pat dan Grace mencoba meyakinkan Ah De dan yang lain untuk terlebih dahulu mencoba cara yang diberikan Lin. Ah De menolak mentah-mentah dan memaksa agar Lin mencari metode lain yang lebih gampang.

Setelah semalaman berpikir, Lin menemukan metode baru yang lebih mudah. Yaitu dengan memanfaatkan jam dinding yang ada di depan kelas. Setelah satu jam berlangsung, Lin akan memberikan tanda dengan gerakan tangannya pada saat jarum jam bergerak di posisi tertentu.

Sebelum ujian berlangsung, guru pengawas datang bersama Bank. Karena terlambat, Bank diikutsertakan untuk ujian di kelas Lin. Tidak itu saja, ia diminta untuk duduk di sebelah Lin.

lin dkk bersiap untuk ujian

Tak lama ujian pun dimulai. Awalnya, trik Lin dkk berjalan lancar. Hingga tiba-tiba Bank mempertanyakan sikap Lin yang menurutnya terlalu banyak bergerak. Apesnya, sikap Bank justru membuat guru pengawas curiga. Hal itu berujung pada Bank yang panik dan tanpa sengaja menjatuhkan secarik kertas dari saku bajunya.

Bank buru-buru mengambil kembali kertas tersebut. Namun guru pengawas sudah terlanjur melihatnya. Ia lantas menghampiri Bank dan meminta Bank menunjukkan kertas tersebut. Bank sempat mati-matian mempertahankan kertas tersebut, namun tidak kuasa menahannya dari rebutan guru pengawas. Tanpa disangka, kertas tersebut berisi daftar alamat pengiriman pelanggan laundry.

Meski bukan berisi contekan, namun tindakan Bank dianggap sudah melanggar aturan ujian yang melarang membawa apapun selain alat tulis. Guru pengawas pun berniat untuk menggeledah barang bawaan Bank secara keseluruhan. Hal itu membuat Bank syok dan akhirnya muntah di meja. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia pergi meninggalkan kelas.

bank muntah dalam kelas

Dengan guru pengawas yang sibuk mengejar Bank, Pat mengingatkan Lin untuk melanjutkan memberi contekan sebelum waktu ujian habis.

Bank memberitahu ibunya bahwa ia ingin keluar dari sekolah. Mengira Bank memikirkan masalah biaya sekolah, ibu Bank mengatakan bahwa ia sudah berbicara dengan saudaranya, yang memastikan bisa meminjamkan uang untuk biaya sekolah Bank.

Beberapa saat kemudian, Lin tiba-tiba muncul di depan rumah Bank. Setelah berbasa-basi, Lin menceritakan bahwa ia sudah meminta bu kepsek untuk menyerahkan jatah beasiswanya kepada Bank. Saat ditanya lebih lanjut oleh Bank, Lin berdalih bahwa ayahnya baru saja menang lotre sehingga kini ia punya banyak uang. Lin juga menegaskan bahwa ia tidak ingin lagi bersaing dengan Bank.

lin menanyakan kejadian di saat ujian

Setelahnya, Lin menanyakan kenapa tadi Bank berusaha menyembunyikan kertas daftar pelanggan dari guru pengawas. Menurut Bank, saat SMP dulu teman-temannya mem-bully-nya dengan panggilan Little Bank gegara tau keluarganya memiliki usaha laundry. Dan ia sangat tidak menyukainya. Lin sendiri menahan senyum mendengarnya.

Sebagai ganti beasiswa, Bank lalu memberitahu Lin bahwa ia bisa mengirimkan pakaian kepadanya untuk di-laundry kapan pun secara gratis. Lin mengiyakan.

Bank mengantar Lin pulang dengan naik bus. Dalam perjalanan, Bank menyatakan bahwa ia ingin berteman dengan Lin.

lin dan bank dalam bus


“Bad Genius The Series” tayang setiap hari Senin dan Selasa mulai tanggal 3 Agustus 2020. Di Indonesia, serial TV ini bisa disaksikan melalui layanan streaming iFlix dan WeTV.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply