Sinopsis Bad Genius The Series Episode 1 (S1E1) (2020)

Ada sebuah serial yang sedang happening banget saat ini. Judulnya “Bad Genius The Series”. Dari namanya, sudah tertebak bahwa ini adalah adaptasi dari film layar lebar bertajuk sama. Dan memang tidak salah. Versi bioskopnya hadir pada tahun 2017 lalu dan berhasil mendapatkan respon yang positif dari berbagai pihak. Wajar jika kemudian film yang ceritanya diapdatasi dari kisah nyata ini dibuat ulang dalam bentuk serial layar kaca.

Sebagai seseorang yang saat SMA dulu sering nyontek 😀 sulit rasanya untuk melewatkan serial ini. Saya pribadi jarang meminta contekan dari teman sekelas. Lebih sering berusaha sendiri. Berusaha menyontek sendiri lebih tepatnya ya, bukan berusaha belajar sendiri, hehehe. Berbagai tehnik sudah pernah dipraktekkan. Tapi yang paling praktis adalah menulis bagian-bagian yang penting / susah diingat di kertas lalu dimasukkan ke dalam kotak pensil. Kalau tidak belajar sama sekali? Gampang. Langsung saja sekalian simpan buku catatan atau buku materinya dalam rak meja, lalu tutupi dengan jaket, hehehe.

Apakah cara-cara tersebut bakal digunakan dalam serial “Bad Genius The Series” ini? Jelas tidak karena dari episode 1 saja sudah terlihat meja tulisnya tidak memiliki rak, wkwkwk.

Yang juga sudah jelas, saya akan menuliskan sinopsis lengkapnya mulai dari episode pertama hingga terakhir di situs ini walau start-nya agak terlambat. Berikutnya semoga bisa tepat waktu, ya. Mumpung ada akses langganan plus kuota di iFlix.

By the way, sebetulnya gatal ingin menuliskan sinospis-sinopsis drakor seperti beberapa tahun lalu. Apalagi beberapa judul drama korea belakangan memang cukup layak untuk ditulis sinopsisnya di Curcol.Co. Seperti “It’s Okay To Not Be Okay” misalnya. Tapi pengalaman buruk artikelnya dianggap pelanggaran hak cipta (DMCA) oleh pihak distributor serial yang bersangkutan dulu membuat berpikir ulang untuk melakukannya.

Yah sudahlah, tanpa banyak curhat lagi, berikut sinopsis lengkap dari Bad Genius The Series Episode 1 yang tayang perdana tanggal 3 Agustus 2020 lalu.

Sinopsis Lengkap

Dalam pertandingan nasional Scrabble tingkat SMP (Youth Scrabble Championship), Lin (Rinrada Ninthep) menantang Sorawit di babak final. Walau ini aksi perdana Lin di ajang tersebut, namun ia sudah berhasil mencuri perhatian banyak pihak berkat kecerdasannya. Salah satunya adalah bu kepsek Bangkok Educational School, Pornthip, yang menjadi target sekolah Lin selanjutnya. Adalah ayah Lin sendiri yang mendaftarkan putrinya ke sekolah elit tersebut.

Dalam satu kesempatan, Sorawit yang terdesak mendapat bantuan jawaban dari seorang penonton (ayahnya?). Hal itu membuat kondisinya berbalik unggul. Lin sempat menyindir kecurangan Sorawit, namun tidak terlalu mengambil pusing. Pada akhirnya, Lin membalas dengan kemenangan telak atas Sorawit.

Keberhasilan Lin menjuarai pertandingan tersebut membuat bu kepsek memutuskan untuk menerima Lin di Bangkok Educational School. Tidak itu saja, ia juga memberi Lin beasiswa penuh.

Di sekolah barunya, keisengan Lin bermain piano di ruang musik berujung pada kedekatannya dengan Grace (Ruchisaya Saetong), teman sekelasnya. Grace saat itu hendak mengikuti audisi drama musikal sekolah dan Lin membantunya menghilangkan bagian-bagian yang fals. Sayangnya, kepsek Pornthip mendadak mengeluarkan aturan baru dimana hanya murid dengan nilai minimal 3.25 saja yang diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam drama musikal tersebut. Grace sendiri memiliki nilai kurang dari 3. Tau betapa Grace menginginkan peran tersebut, Lin memutuskan untuk membantu Grace belajar.

grace kecewa tidak diloloskan audisi

Waktu berlalu. Pada saat UTS mata pelajaran Matematika, Lin kaget mengetahui bahwa soal-soal yang diberikan ternyata sama persis dengan yang selama ini diberikan oleh Mr. Soporn, guru matematika mereka.

Meski sudah mulai dengan curiga dengan sistem pendidikan di sana, Lin terlebih dahulu berusaha membantu Grace yang kebetulan duduk tepat di belakangnya. Bergegas ia menyelesaikan semua soal yang ada, menulis jawabannya di penghapus, lantas mengirimkan penghapus tersebut pada Grace dengan cara memasukkannya ke dalam sepatu lalu mendorongnya ke belakang.

lin memberi contekan pada grace

Saat hasil diumumkan, baik Lin dan Grace sama-sama mendapat nilai bagus. Grace yang kegirangan meminta agar Lin terus membantunya. Tanpa disadari, Mr. Soporn ada di belakang mereka.

Lin berdalih bahwa ia telah mengajari Grace selama ini. Mr. Soporn menerima jawaban Lin, namun mengingatkan keduanya bahwa ia juga pernah menjadi pelajar dan tau soal contek menyontek.

Sepeninggal Mr. Soporn, Grace mengajak Lin untuk makan malam bersama dengannya dan Pat, kekasih Grace.

Malam harinya, di restoran mewah milik keluarga Pat, Pat meminta Lin untuk juga memberi contekan kepadanya. Tidak dengan cuma-cuma. Ia bakalan memberi imbalan uang pada Lin. Pat ingin mendapatkan nilai bagus karena dijanjikan mobil anyar oleh ayahnya. Lin tidak langsung menjawab permintaan Pat.

Pulang ke rumah, Lin baru mengetahui bahwa selama ini ayahnya, yang merupakan seorang guru bergaji kecil, sebenarnya sedang berusaha mati-matian untuk mengumpulkan uang demi membayar hutang pada Paman Wun. Lebih mengejutkan lagi, ayah Lin ternyata berhutang demi bisa membayar uang sekolah Lin.

ayah lin mengaku sudah berhutang demi lin

Terungkap bahwa berbarengan dengan diterimanya Lin di Bangkok Educational School, ada satu murid lagi yang berhak untuk mendapatkan beasiswa di sana. Mengingat jatah beasiswa hanya diberikan untuk satu orang saja, kepsek memutuskan pada tahun pertama beasiswa hanya diberikan separuhnya saja. Sisanya tetap harus dibayar dengan uang. Baru pada tahu berikutnya akan diputuskan siapa di antara mereka berdua yang akan mendapatkan beasiswa penuh.

Tidak ingin masa depan Lin suram, ayah Lin sengaja menyembunyikan hal tersebut. Ia juga percaya bahwa Lin yang akan meraih beasiswa penuh tersebut tahun depan.

Mau tidak mau Lin menerima jawaban ayahnya tersebut.

Esok harinya, di sekolah Lin bertemu dengan seorang anak laki-laki yang sedang berusaha mengambil sebuah balon. Ada sebuah mainan mobil-mobilan terikat di balon tersebut. Anak tersebut ternyata habis kena bully oleh teman-temannya, diejek tidak akan mungkin bisa mengambil balon tersebut karena ia gendut.

Saat Lin hendak membantu mengambilkan balon tersebut dengan cara naik ke kursi, datang seorang siswa yang mengingatkan Lin agar berhati-hati. Siswa tersebut lantas membantu anak laki-laki itu mengambil balonnya sekaligus melepaskan ikatan mobil-mobilan di balon tersebut.

Sebelum pergi, anak laki-laki itu menggoda Lin dan siswa tersebut sebagai pasangan kekasih. Hal itu membuat keduanya malu-malu dan salah tingkah. Namun begitu keduanya saling berkenalan, situasi berubah 180 derajat. Siswa itu ternyata adalah Bank (Thanaphon Viliakun), penerima beasiswa yang satu lagi.

Fakta harus berbagi beasiswa dengan Lin membuat Bank tidak terima. Ia menganggap Lin sebagai kompetitor dan ogah berkawan dengannya. Alasannya adalah agar ia bisa serius belajar hingga lulus. Ia khawatir bakal baper apabila nantinya salah satu di antara mereka mendapatkan beasiswa penuh.

bank pergi membawa balon

Mengetahui ayahnya berusaha keras untuk mengmupulkan uang, Lin akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran Pat. Bayaran yang ia minta adalah sejumlah 30,000 THB, sesuai dengan biaya per semester yang harus dibayar ayahnya. Selain itu, Lin menyatakan bahwa ia hanya akan memberikan 3/4 bagian jawaban saja agar guru-guru tidak curiga.

Pada saat UAS Matematika, Mr. Soporn memergoki Lin yang tengah menulis sesuatu di penghapusnya. Tanpa disangka, yang ada di penghapus adalah tulisan yang menyatakan Mr. Soporn sudah memberikan kunci jawaban UAS pada murid-muridnya. Lin pun meninggalkan kelas dan mengancam akan mengadukan hal tersebut pada bu kepsek.

Khawatir hal itu terjadi, Mr. Soporn mengejar Lin dan mengkonfrontasinya. Ia mengingatkan Lin adalah murid yang mengandalkan beasiswa, tidak perlu membayar seperti murid-murid lainnya. Oleh karena itu sudah sewajarnya kalau ia membantu mereka dalam ujian. Lin tidak bergeming, bahkan menunjukkan gelagat seolah ia sedang merekam kata-kata Mr. Soporn sebagai bukti pada bu kepsek.

mr soporn terhenyak

Mr. Soporn yang curiga sempat meminta Lin menunjukkan ponselnya. Ia pun kaget begitu tahu bahwa ponsel Lin tidak merekam, melainkan justru terhubung langsung pada bu kepsek Pornthip. Karena bel kelas berbunyi dan murid-murid kelas lainnya mulai keluar ruangan, Mr. Soporn pun mau tidak mau mengembalikan ponsel Lin dan masuk kembali ke kelas.

Belakangan terungkap bahwa semua yang terjadi telah direncanakan oleh Lin, Grace, dan Pat. Lin sengaja memancing Mr. Soporn keluar ruangan agar Grace bisa menukar lembar soal milik Lin, yang jawabannya telah ditandai, dengan lembar soal miliknya. Karena hal itu dilakukan oleh Grace tepat begitu Mr. Soporn keluar ruangan, tidak ada murid lain yang ngeh dengan ulahnya. Setelah itu, barulah ia memberi kunci jawaban pada Pat dengan menggunakan tehnik penghapus plus sepatu yang dilakukan Lin sebelumnya.

Nomer yang dihubungi oleh Lin juga bukanlah nomer asli bu kepsek, melainkan nomer milik Pat.

Lin pun yakin bahwa setelah kejadian tersebut Mr. Soporn tidak bakalan mengusik mereka lagi.

Malam harinya, tersebar berita di grup kelas bahwa pihak sekolah sudah mendengar mengenai ulah Mr. Soporn selama ini. Gosipnya, Mr. Soporn bakalan segera dipecat.

Mendengar hal tersebut, Lin segera menemui Pat di apartemennya. Ternyata saat sebelumnya Lin berpura-pura menghubungi bu kepsek, Pat merekam semua pembicaraan tersebut. Setelah menghilangkan suara Lin, ia pun mengirimkan hasil rekaman itu ke pihak sekolah dengan alasan tidak percaya Mr. Soporn bakal tidak akan membalas dendam pada mereka. Ia bahkan heran kenapa Lin seolah membela Mr. Soporn.

Esok harinya, Lin kembali bertemu dengan si anak laki-laki sebelumnya. Tanpa disangka, ia adalah putra dari Mr. Soporn, yang tidak lama kemudian muncul sembari membawa barang-barangnya setelah dipecat oleh pihak sekolah.

Di akhir semester, keinginan Grace dan Pat tercapai. Grace mendapat peran dalam drama musikal seperti yang harapkan. Begitu pula dengan Pat, mendapatkan mobil baru seperti yang dijanjikan ayahnya.

Lin sendiri merasa galau dengan apa yang telah ia lakukan.


“Bad Genius The Series” tayang setiap hari Senin dan Selasa mulai tanggal 3 Agustus 2020. Di Indonesia, serial TV ini bisa disaksikan melalui layanan streaming iFlix dan WeTV.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply