Sinopsis Bad Genius The Series Episode 12 (S1E12) (2020) *TAMAT*

Di cerita sebelumnya, Lin dkk harus bersusahpayah menyelesaikan operasi curang mereka karena masalah demi masalah terus menghadang. Ujung-ujungnya terungkap bahwa Bank telah menyewa dua orang dalam di percetakan tanpa memberitahukan pada yang lain. Tidak itu saja, karena panik, ia gagal menghapal satu jawaban sama sekali. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis Bad Genius The Series Episode 12 Lengkap

Bank keukeuh melanjutkan operasi curang mereka, walau tanpa memberikan jawaban yang benar sekali pun. Ia beralasan bahwa masa depan dirinya, Pat, dan Grace sudah berantakan. Berbeda dengan Lin yang masih bisa melanjutkan sekolahnya di luar negeri. Di saat yang sama, Bank keceplosan menyatakan bahwa ia sudah terlanjur bersusahpayah ‘membawa’ mereka bertiga untuk bergabung dengannya.

Mendengarnya, Lin, Pat, dan Grace akhirnya menyadari bahwa orang yang telah membocorkan praktek curang di ujian STIC pada media ternyata adalah Bank. Pat sempat emosi, namun ia tidak bisa membalas saat Bank menegaskan bahwa apa yang telah ia lakukan tidak ada bedanya dengan yang sebelumnya dilakukan Pat kepadanya.

Untuk menghentikan perselisihan, Bank mengajak mereka semua melakukan voting. Grace menyatakan bahwa ia akan ikut apapun itu keputusan Pat. Setelah berpikir sejenak, Pat memutuskan untuk melanjutkan rencana mereka.

Melihat ketiga temannya itu, Lin yang tidak ingin membohongi klien-klien mereka dengan memberikan jawaban palsu, memilih untuk mundur dan meninggalkan mereka.

Ayah Lin mendapati putrinya sedang duduk di meja makan. Saat ditanya, Lin langsung mengaku dan menceritakan semua yang telah ia lakukan barusan bersama Pat, Bank, dan Grace. Sambil meneteskan air mata, Lin merasa sangat menyesal dan memohon maaf pada ayahnya. Sempat terdiam, ayah Lin kemudian memeluk putrinya yang menangis itu.

Beberapa saat kemudian, Lin meminta agar ayahnya mau menemani dirinya mendatangi Institut Ujian karena ia ingin mengakui semua perbuatannya. Ayah Lin terlihat lega mendengarnya.

Pasca pengakuan Lin, pihak kepolisian bergerak cepat. Satu persatu yang terlibat ditangkap. Mulai dari bu Music dan anak buahnya hingga Bank.

Sebelum Pat dan Grace ditangkap, ayah Pat lebih dahulu mendatangi mereka. Ia hendak mengirim Pat ke Amerika untuk melanjutkan studinya di sana. Pat menolak karena ia tidak ingin membiarkan Grace menghadapi semuanya sendiri.

Setelah beradu argumen, ayah Pat berjanji akan menyiapkan pengacara yang baik untuk Grace. Syaratnya, Pat mulai detik itu harus berpisah dengan Grace dan menuruti semua perintahnya.

Sepeninggal ayah Pat, Grace menatap wajah dengan tersenyum. Sembari menahan tangis, Grace menyatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Grace menambahkan bahwa ia sangat mencintai Pat.

Tanpa bisa lagi menahan tangis, keduanya lantas saling berpelukan.

Keluar dari ruang penyidikan, Grace bertemu dengan Lin dan ayahnya. Tanpa berkata apa-apa, Grace maju dan memeluk Lin erat.

Grace mengaku bahwa sebenarnya selama ini ia tidak setuju dengan semua yang mereka lakukan. Apa yang telah ia alami barusan justru membuatnya merasa sedikit lega.

Tak lama ayah dan ibu Grace mendatangi mereka. Ayah Grace mengingatkan agar Grace tidak lagi berhubungan dengan Lin. Grace menatap wajah Lin tanpa berkata apa-apa. Begitu pula dengan Lin. Sesaat kemudian tangan Grace meraih tangan Lin lalu menggenggamnya erat.

Setelah Grace pergi bersama kedua orang tuanya, Lin menumpahkan tangisnya di pelukan ayahnya.

Karena belum pernah memiliki catatan kriminal sebelumnya, baik Lin maupun Grace hanya dikenai hukuman percobaan 1 tahun. Berbeda dengan Bank yang terpaksa harus mendekam di tahanan remaja selama 1 tahun.

Lin menghampiri ayahnya dan menanyakan apakah sekarang ayahnya bahagia mengingat selama ini ia sudah mengecewakannya. Ayahnya menjelaskan bahwa ia sebenarnya juga tidak setuju dengan sistem pendidikan yang ada. Pun begitu, ia berjuang dengan caranya sendiri. Yaitu dengan tetap mendidik murid-muridnya dengan baik agar suatu saat nanti mereka menjadi orang yang hebat. Seandainya ia gagal, setidaknya ia sudah punya murid terhebatnya di samping, yaitu Lin. Lin tersenyum mendengarnya.

Lin dipanggil menemui bu kepala sekolah di aula sekolah. Bu kepsek berharap Lin bisa mewakili sekolah untuk mendapatkan beasiswa luar negeri yang lumayan berat saingannya. Jika Lin berhasil, maka otomatis nama sekolah akan terangkat.

Lin menolak. Tidak hanya itu, ia bahkan mengajukan pengunduran diri karena tidak mau lagi terlibat dalam sistem pendidikan yang bermasalah.

Karena belum lancar berbahasa Inggris, tugas-tugas Pat di sekolah barunya hancur. Hal itu membuat ayahnya marah. Teman Pat menyarankan Pat menyewa orang lain untuk mengerjakan tugas-tugasnya, seperti yang dia lakukan selama ini. Setelah berpikir sejenak, Pat menolak dan menyatakan ingin berusaha sendiri sebisanya.

Sementara itu, Grace mengikuti audisi peran. Usai audisi, ia hendak mengambil kembali tasnya yang tertinggal di panggung. Tanpa sengaja ia mendengar para juri sedang membicarakan aksinya barusan. Sebagian memuji kemampuan aktingnya yang cocok untuk diberi imbalan peran utama. Pun begitu, salah satu juri mengingatkan bahwa ada peserta lain yang kebetulan orang tuanya menjadi sponsor mereka.

Di saat mereka berdebat, Grace naik ke panggung lalu mengambil tasnya. Sebelum keluar, dengan tegas Grace meminta agar mereka tidak usah memberikan peran tersebut kepadanya jika kualitas aktingnya semata belum cukup untuk memenangkan peran tersebut.

Lin menemui Bank di tahanan. Bank masih sedikit kesal pada Lin. Apalagi saat ditanya, Lin mengaku tetap akan membuat pengakuan seandainya waktu bisa diputar kembali.

Pada akhirnya hati Bank luluh saat Lin menyatakan bahwa dirinya datang karena rindu dengan sosok Bank yang dulu. Yang ramah, tidak egois, dan baik hati. Mendengarnya, Bank mengaku bahwa ia juga merindukan dirinya yang dulu.

Sebelum berpisah, Lin mengajak Bank untuk membantunya karena ia punya rencana baru untuk memperbaiki sistem pendidikan yang ada. Sebelumnya ia sudah lebih dulu menghubungi Pat dan Grace. Keduanya setuju.

Lin berencana berjuang bersama Pat dan Grace, dengan jalan mereka masing-masing, untuk suatu saat nanti menjadi menteri pendidikan di Thailand. Ia kemudian minta agar Bank mau belajar hukum karena diharapkan nantinya Bank bisa menjadi perdana menteri Thailand. Bank setuju.


“Bad Genius The Series” tayang setiap hari Senin dan Selasa mulai tanggal 3 Agustus 2020. Di Indonesia, serial TV ini bisa disaksikan melalui layanan streaming iFlix dan WeTV secara gratis.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , , ,

Reply