Sinopsis Alice In Borderland Episode 7 (S1E7) (Netflix, 2020)

Di cerita sebelumnya, Hatter diketemukan dalam kondisi tewas. Hal itu membuat kubu Aguni memaksa untuk menjadi pemimpin yang baru. Meski tidak setuju, para pendukung Hatter sebelumnya tidak bisa melawan saat Niragi dan Last Boss, tangan kanan Aguni, mengancam mereka dengan kekerasan, dan terpaksa menyetujuinya. Sementara itu, Chishiya mengajak Arisu dan Usagi untuk bergabung dengannya mencuri set kartu Hatter lalu kabur. Tanpa disangka, Chishiya berkhianat dan mengorbankan Arisu dan Usagi hingga kedua tertangkap. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis Lengkap Alice In Borderland Episode 7 (S1E7)

Suasana di lobi menjadi tegang. Masing-masing pihak saling menuduh yang lain sebagai penyihir. Terlebih setelah Ann membongkar bahwa Hatter sebenarnya tewas terbunuh dan peluru yang ia temukan di tubuh Hatter sama dengan yang digunakan oleh kubu militan Aguni.

Tidak mau kalah, Aguni mengancam siapa saja yang bukan merupakan kelompoknya adalah penyihir. Tanpa ragu ia memerintahkan anak buahnya untuk membunuh penghuni The Beach dan melemparkan mereka ke api unggun.

Niragi merespon ucapan bosnya dengan menembakkan senapannya ke udara. Sontak penghuni The Beach berhamburan meninggalkan lobi. Termasuk Asahi dan Usagi yang menyempatkan mengambil ponsel di meja untuk Arisu nantinya.

Kelompok militan dengan sadis membantai penghuni The Beach yang mereka temui. Satu demi satu area hotel disisir demi mendapati penghuni yang bersembunyi. Usagi dan Asahi sendiri bertemu dengan Tatta dan temannya, Joe. Tatta menawarkan diri untuk membantu Usagi mencari Arisu sebagai balas budi karena sebelumnya pernah ditolong oleh Arisu.

Chishiya dan Kuina berada di ruang kontrol, mengawasi segala sesuatu yang terjadi di dalam hotel melalui kamera CCTV. Di saat itulah Kuina melihat ada seseorang yang tengah menggeledah ruangan kantor hotel.

Untuk menghabisi lebih banyak orang, Niragi sengaja naik ke rooftop dan menembaki orang-orang di halaman dengan senapan jarak jauhnya. Sementara itu, Last Boss memilih untuk membakar basement hotel guna memaksa orang-orang yang bersembunyi di dalam untuk keluar.

Asahi menemukan seseorang bersembunyi di bak mandi salah satu kamar. Saat diperiksa oleh Usagi, ternyata ia adalah salah satu anak buah Niragi yang sengaja bersembunyi karena tidak mau ikut melakukan pembantaian. Darinya, Usagi mendapat info bahwa Arisu disekap di area bangunan utama.

Di tempat lain, Tatta dan Joe tanpa sengaja bertemu dengan dua orang kelompok militan. Mereka memang berhasil melumpuhkan keduanya. Namun sayang, seorang lagi yang bernama Saiko tiba-tiba muncul dan menembak Joe hingga tewas. Dengan emosi Tatta menerjang Saiko dan menanyakan tempat Arisu disekap. Setelah mendapat jawaban (di lantai 4), Tatta langsung memukul Saiko hingga pingsan.

Orang yang dilihat Kuina dari CCTV ternyata adalah Ann. Ann tidak curiga jika Kuina adalah penyihir karena penyihir sebenarnya pasti akan bersembunyi atau ikut membantai orang-orang yang lain. Tak lama, barang yang dicari Ann di sana berhasil diketemukan. Adalah lem super, yang hendak ia gunakan untuk mengambil sidik jari dari pisau di tubuh Momoka.

Ann sendiri ternyata berprofesi sebagai forensik di Tokyo Metropolitan Police. Sehingga ia tahu persis bagaimana cara mengidentifikasi penyihir yang sebenarnya melalui keahlian yang ia miliki.

Saat keduanya berjalan menuju lobi, langkah Ann terhenti. Sudah ada Last Boss menghadang di depan mereka. Melihatnya, dengan tenang Kuina melangkah maju dan meminta Ann untuk lanjut ke lobi sementara ia menghadapi Last Boss.

Orang-orang yang terdesak untuk kabur dari kobaran api nekad menyerang beberapa orang dari kubu militan yang menghadang.

Sementara itu, dalam sebuah kilas balik, terlihat bahwa dulunya Niragi sering mengalami bully dari rekan-rekan sekolahnya. Itu yang menyebabkan dirinya sekarang bersikap kejam pada orang lain.

Kuina ternyata memiliki dasar ilmu bela diri. Ia bisa mengimbangi serangan demi serangan Last Boss dan pedangnya.

Dalam kilas balik, terungkap bahwa Kuina sebenarnya adalah seorang laki-laki. Ayahnya mendidiknya dengan keras sebagai ahli bela diri. Pun begitu, karena pada dasarnya Kuina memiliki kepribadian yang lembut dan suka berdandan sebagai wanita, pada akhirnya ia memilih untuk pergi meninggalkan rumah.

Chishiya tiba-tiba muncul di rooftop. Dari hasil pengamatannya, pembangkit listrik utama dalam hotel menyala begitu game dimulai. Sedang yang memiliki akses ke ruangan listrik hanyalah para eksekutif. Ia meyakini penyihir ada di antara salah satu eksekutif, hingga ia berniat untuk menghabisi mereka satu persatu.

Niragi yang sejak awal tidak menyukai Chishiya menantangnya. Tanpa ragu Chishiya berlari mendekat dan melemparkan set kartu yang ia miliki ke udara. Niragi kaget melihatnya. Di saat Niragi lengah, Chishiya menyalakan flame thrower mini buatannya tepat ke muka Niragi. Tubuh Niragi terbakar dan ia terjatuh dari rooftop.

Dalam kilas balik lain, Last Boss dulunya hidup berkesusahan. Profesi yang ia geluti sebagai penulis / blogger juga tidak membuahkan hasil. Begitu pindah ke dunia yang baru, Last Boss tidak ingin kembali ke kehidupannya yang lama. Ia sengaja mentato seluruh tubuh dan wajahnya sebagai tanda untuk tidak kembali ke kehidupan sebelumnya.

Mendengar cerita Last Boss, Kuina justru merespon dengan tawa. Sebelumnya ia merasa dirinya dan Last Boss sama. Ternyata tidak. Kuina masih ingin menghadapi kehidupan lamanya jika ia bisa keluar dari dunia mereka saat ini, sementara Last Boss tidak.

Tanpa basa basi lagi, pertarungan keduanya pun berlanjut.

Dengan susah payah Arisu berhasil melonggarkan ikatan lakban di miliknya. Ia lalu berteriak sekuat tenaga meminta pertolongan.

Secara kebetulan Usagi, Tatta, dan Asahi berada tak jauh dari kamar tempat Arisu disekap. Usagi samar-samar mendengar teriakannya. Usaha mereka membebaskan Arisu sempat mengalami gangguan dari dua orang militan, yang untungnya bisa dilumpuhkan oleh Tatta dan Asahi.

Tanpa membuang waktu Usagi melepaskan ikatan di tubuh Arisu.

Last Boss sengaja memecahkan kaca di lantai untuk menghadang langkah Kuina yang tidak mengenakan alas kaki. Alih-alih gentar, Kuina yang sempat teringat kembali dengan ibunya justru makin mantap dalam menghadapi Last Boss. Serangan Last Boss tidak hanya bisa dihindari, melainkan ia juga berhasil dilumpuhkan.

Tatta dan Asahi berkumpul di kamar Arisu dan Usagi. Dengan waktu tersisa hanya 30 menit, mereka menjelaskan aturan mainnya dengan cepat pada Arisu.

Setelah mendengarnya, Arisu yakin ini adalah permainan yang harus dipikirkan matang-matang penyelesaiannya. Mereka harus bisa berpikir dari sudut pandang penyihir.

Usagi mengatakan bahwa jika ia penyihirnya, maka ia akan memilih untuk bergabung dengan kubu militan. Arisu ragu. Jika benar seperti itu, kemungkinan besar mereka malah akan saling bunuh. Dari pengalamannya, game bertipe Hati biasanya didesain agar pemenangnya mereka menyesal atau tidak nyaman.

Sudah banyak penghuni The Beach yang tewas di tangan kubu militan. Dua orang di antaranya (note: di manga disebutkan nama mereka, cuma saya lupa) mulai merasa tidak nyaman melakukan itu semua.

Arisu mulai menyadari bahwa mereka seharusnya berpikir dari sudut pandang sebagai game master. Game yang mereka jalani, baik dari waktu, lokasi, maupun aturan mainnya, semuanya terasa sudah dipersiapkan. Bukan kebetulan belaka. Arisu yakin game master sengaja mengatur itu semua agar kondisi di The Beach menjadi kacau.

Dari hasil analisa sidik jari di pisau, Ann berhasil mengetahui identitas penyihir. Sayangnya, begitu ia keluar dari kamar untuk memberitahukan jawabannya, seseorang dari kubu militan menghantamnya hingga tak sadarkan diri.

Arisu tiba-tiba berdiri tegak. Ia mengklaim sudah tahu siapa penyihirnya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply