Sinopsis Alice In Borderland Episode 6 (S1E6) (Netflix, 2020)

Di cerita sebelumnya, Arisu dan Usagi berhasil menemukan The Beach, yang ternyata adalah sebuah bangunan hotel mewah di pinggir pantai. The Beach ternyata tidak seindah namanya. Ada dua pihak yang sama-sama ingin berkuasa walau untuk saat ini yang ditunjuk resmi adalah kubu pimpinan Takeru Danma alias Hatter. Kubu lain dipimpin oleh Aguni, orang yang pernah ditemui Arisu dan Usagi dalam permainan Game of Tag. Chishiya dan Tatta juga ada di sana. Hatter menyatakan bahwa hanya orang yang memiliki satu set kartu remi lengkap yang bisa kembali ke tempat asal mereka. Benarkah? Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis Lengkap Alice In Borderland Episode 6 (S1E6)

Dalam kilas balik terlihat Hatter ternyata pertama kali datang ke hotel cikal bakal The Beach bersama dengan Aguni. Lompat ke masa sekarang, Hatter memasukkan setumpuk set kartu remi yang ia miliki ke dalam sebuah kotak.

Arisu dan Usagi mencari informasi mengenai ‘dunia’ tempat mereka berada saat ini pada penghuni The Beach. Ada yang mengatakan bahwa kota Tokyo kini dikelilingi hutan lebat. Ada pula yang menyebutkan bahwa siapa pun yang mencoba kabur melalui jalur air akan langsung terbunuh oleh sinar laser.

Keduanya lantas berpisah untuk mengorek informasi di tempat berbeda. Di saat itu Arisu melihat Kuji Asahi dan Momoka Inoue tengah berbicara serius berdua. Namun ketika Arisu memanggil mereka, keduanya langsung pergi meninggalkannya.

Sesaat kemudian terdengar suara letusan senapan tak jauh dari tempat Arisu berada. Saat diperiksa, terlihat ada 3 orang, masing-masing membawa senapan, melangkah masuk ke dalam bangunan hotel. Perlahan Arisu menghampiri bak sampah yang ada di sana. Tanpa disangka, di dalamnya terdapat tumpukan mayat yang sebagian sudah membusuk.

Chishiya dan Kuina tiba-tiba muncul dan memberitahu bahwa itulah The Beach yang sesungguhnya. Perwujudan dari aturan ketiga, kematian bagi pengkhianat.

Di rooftop, Chishiya menanyakan apa yang ingin dilakukan oleh Arisu. Arisu menjawab bahwa ia ingin mencari game master dan membalaskan dendam Karube dan Chota. Ia juga ingin kembali ke dunianya. Jika itu tidak memungkinkan, setidaknya Usagi bisa kembali.

Chishiya merespon dengan memberitahu betapa rentannya kondisi di The Beach saat ini dengan adanya dua kubu yang berkuasa. Ia berniat untuk mencuri set kartu milik Hatter, lantas secepatnya meninggalkan The Beach. Dan Chishiya menawarkan Arisu untuk bergabung dengannya dan Kuina.

Malam harinya, Hatter bersama beberapa orang pergi menuju area game untuk memperpanjang visanya. Setibanya di TKP, tak jauh terlihat ada orang yang diam-diam mengawasi.

Ann mengotopsi jasad beberapa orang yang telah meninggal dan menemukan adanya chipset di dalam otak mereka. Tak lama Tatta datang dan memintanya untuk ikut dengannya karena ada hal buruk terjadi.

Chishiya memanggil Arisu untuk bergabung dengan dirinya dan eksekutif The Beach yang lain di sebuah ruangan. Saat masuk ke dalam, terlihat tubuh Hatter yang ternyata sudah menjadi mayat. Ia diklaim tewas dalam game semalam. Pun begitu, ketika Ann hendak memeriksa jasadnya, Niragi langsung mencegahnya.

Dengan tewasnya Hatter, seharusnya yang menjadi pemimpin selanjutnya adalah orang dengan nomer urut dua. Yaitu Kuzuryu. Lagi-lagi dengan tegas Niragi menolak dan menyatakan bahwa yang seharusnya berkuasa adalah orang yang terkuat di antara mereka. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah Aguni.

Awalnya para pendukung Hatter tidak setuju. Namun dengan ancaman tindak kekerasan, Niragi bersama Samura alias Last Boss sukses memaksa mereka semua untuk menyetujui usulan tersebut.

Hal pertama yang dilakukan pasca pergantian pemimpin adalah serah terima set kartu. Kode brankas tempat set kartu disimpan ada di dalam amplop hitam yang disegel oleh cincin bertuliskan BOSS milik Hatter. Proses tersebut disaksikan oleh para eksekutif The Beach.

Chishiya diam-diam memperhatikan Aguni saat ia membuka amplop tersebut.

Chishiya, Kuina, Arisu, dan Usagi berbagi tugas. Arisu diminta untuk menyusup masuk ke dalam kamar Hatter dan mengambil set kartu yang dimaksud, sementara yang lain mengawasi keadaan.

Di saat Aguni, Niragi, dan yang lain mengumumkan perihal pergantian pemimpin di The Beach kepada para penghuni The Beach di lobi, Arisu mulai menjalankan rencana Chishiya. Chishiya, yang mengawasi posisi Aguni, memberikan instruksi pada Arisu, termasuk kode brankasnya. Dari eksperesi wajah Aguni saat membuka amplop, Chishiya yakin bahwa kertas di dalamnya sama sekali tidak mencantumkan kode brankas. Kodenya sendiri adalah 8022, yang berasal dari tulisan BOSS.

Arisu kemudian memasukkan kode yang dimaksud pada brankas yang ia temukan di dalam lemari. Tanpa disangka, alarm langsung berbunyi. Tidak itu saja, Aguni, Niragi, dan bahkan Chishiya sudah ada di belakangnya. Usagi juga ikut tertangkap. Chishiya ternyata menjebak Arisu dan sengaja membocorkan rencana tersebut pada Aguni.

Tanpa banyak basa basi, Niragi langsung menghajar Arisu habis-habisan. Di saat itu, Chishiya memperhatikan Aguni yang terlihat menoleh ke arah lukisan rusa di tembok.

Tak lama Niragi lalu memerintahkan anak buahnya untuk membawa Arisu dan Usagi ke sebuah kamar.

Di salah satu kamar, Arisu diikat kuat di sebuah kursi. Tidak itu saja, mata, telinga, dan mulutnya ikut ditempeli lakban. Dengan visa Arisu yang akan habis esok malam, Niragi berniat membuat Arisu menjalani masa-masa terakhirnya dalam ketakutan karena tidak bisa tahu kondisi di sekitarnya. Termasuk soal waktu.

Setelah merasa urusan dengan Arisu beres, Niragi dan anak buahnya membawa Usagi ke kamar lain.

Ann mengotopsi jenazah Hatter dan menemukan peluru yang membuat Hatter terbunuh.

Sementara itu, Chishiya kembali ke kamar Hatter dan menemukan brankas lain di balik lukisan rusa. Terungkap bahwa kertas dalam amplop hitam sebenarnya berisi gambar rusa. Kali ini tepat, isinya adalah set kartu milik Hatter.

Niragi dan anak buahnya hendak memperkosa Usagi ketika tiba-tiba listrik di seluruh bangunan hotel menyala. Termasuk TV yang ada di kamar mereka.

Ketika Niragi dan yang lain kebingungan, Usagi memanfaatkan momen tersebut untuk kabur.

Chishiya melangkah menuju gerbang hotel. Kuina sudah menunggu di sana. Kendati demikian, Kuina merasa bersalah telah membuat Arisu dan Usagi dalam posisi seperti sekarang. Chishiya tidak peduli karena semua itu ia lakukan demi bertahan hidup.

Saat hendak melewati gerbang, Chishiya menyadari adanya pagar laser di sana. Ia segera mencegah Kuina sebelum tubuhnya terkena sinar laser.

Usagi tiba di lobi yang sudah dipenuhi oleh warga The Beach. Semuanya tampak berkumpul di bagian tengah. Penasaran, Usagi mendekatinya. Ternyata ada Momoka di sana, dalam keadaan tewas dengan tubuh tertusuk pisau.

Sesaat kemudian diumumkan bahwa permainan malam itu akan dimulai dengan tingkat kesulitan Sepuluh Hati. Nama permainannya Evil Withch alias penyihir jahat. Dalam waktu 2 jam, mereka diminta untuk menemukan si penyihir atau orang yang telah melakukan pembunuhan tersebut. Permainan akan berhasil dimenangkan jika penyihir telah ditangkap dan dilemparkan ke Fire of Judgment, api unggun raksasa, yang ada di halaman hotel.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply