Sinopsis Alice In Borderland Episode 3 (S1E3) (Netflix, 2020)

Di cerita sebelumnya, Arisu dan Karube yang berniat mencari dokter untuk Chota mengikuti permainan kejar-kejaran (Game of Tag). Di luar dugaan, game tersebut adalah game yang mematikan dan nyaris membuat mereka kehilangan nyawa. Kendati demikian, keduanya berhasil selamat bersama dengan Usagi, Chishiya, Agni, dan Tatta. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis Lengkap Alice In Borderland Episode 3 (S1E3)

Arisu masih syok dengan apa yang barusan terjadi. Usagi mengatakan bahwa apapun itu, mereka semua sama. Sama-sama harus melakukan apa saja untuk bertahan hidup.

Sementara itu, Chishiya menemukan secarik kertas di saku celana Horseman. Terdapat coretan berbentuk seperti lingkaran dan garis-garis di sekelilingnya.

Saori mendapati bahwa visanya akan berakhir malam nanti. Telah nekat melakukan segalanya demi mendapatkan jabatannya saat ini, ia bertekad untuk kembali ke kehidupannya sebelumnya.

Tak lama Arisu dan Karube datang. Karube menceritakan tentang walkie talkie yang ia temukan dan tentang Beach. Ia yakin itu adalah tempat yang aman, semacam area perlindungan bagi orang-orang yang menghilang. Apapun yang terjadi, ia memastikan akan menemukan tempat itu dan menuju ke sana.

Setelah mengetahui visa Saori dan juga Chota habis malam nanti, Arisu dan Karube menyatakan akan membantu mereka menyelesaikan permainan. Setelah itu baru mereka akan pergi mencari Beach.

Arisu dibayang-bayangi oleh wajah Horseman yang menyerangnya di kamar 406. Yang ia lihat ternyata adalah Saori.

Secara tidak langsung Arisu memberitahu Saori bahwa ia lega masih tetap hidup meski sudah melihat berbagai hal mengerikan. Saori membalasnya dengan mengungkapkan tekad yang sama, untuk terus bertahan hidup.

Karube kembali ke bar tempatnya bekerja dan mengambil sebuah cincin yang sebelumnya sengaja ia simpan untuk Emi. Gara-gara itu ia hampir terlambat berkumpul dengan Arisu, Saori, dan Chota yang hendak menuju area permainan.

Setibanya di sana, Chota langsung menghardik Karube. Ia menganggapnya tidak peduli dengan dirinya yang visanya hampir habis. Arisu dan Karube heran melihat sikap Chota.

Setelah berjalan beberapa saat, mereka tiba di sebuah taman botanikal (Shinjuku Natural Botanical Garden), tempat game akan berlangsung. Di dalam, mereka mendapati sebuah meja yang penuh berisikan senjata tajam dan alat berat. Terdapat pula ponsel pemandu permainan serta semacam perangkat kacamata VR yang berjumlah 4 unit.

Masing-masing diminta untuk mengenakan kacamata tersebut. Setelah dipakai, otomatis terlihat berbagai informasi di layar. Juga muncul kalung yang langsung melingkari leher mereka.

Begitu game dimulai, diberitahukan bahwa tingkat kesulitannya adalah Tujuh Hati. Nama permainannya adalah Hide And Seek (Sembunyi-Sembunyian). Aturannya, satu orang akan menjadi serigala dan tiga orang lainnya menjadi domba. Si serigala harus mencari domba-domba tersebut. Nantinya, domba yang tertangkap oleh serigala akan otomatis berganti status menjadi serigala. Sebaliknya, jika sudah berhasil menangkap domba, si serigala akan berubah menjadi domba.

Namun tidak itu saja. Ternyata hanya akan ada satu pemenang, yaitu serigala. Siapa pun yang pada saat permainan berakhir berstatus menjadi domba akan otomatis kalah dan terbunuh. Arisu, Karube, Chota, dan Saori syok mendengarnya.

Secara acak lantas dipilih satu orang menjadi serigala. Ia adalah Chota. Dan permainan dengan durasi 15 menit pun dimulai.

Tidak ingin memainkannya, Chota berusaha untuk melepaskan kalung dan kacamata VR yang ia kenakan. Arisu mencegahnya, mengingatkan bahwa kalung tersebut bakal meledak jika Chota nekat melakukan hal itu.

Secara reflek Chota menoleh ke arah Arisu. Hal itu membuat Arisu kini berstatus sebagai serigala. Arisu yang terbengong-bengong ganti menoleh ke arah Karube. Kini giliran Karube yang menjadi serigala.

Saori menyadari bahwa tidak ada gunanya domba bersembunyi karena pemenangnya adalah serigala. Tidak tahu harus berbuat apa, Karube meminta saran pada Arisu. Mereka bergantian saling bertatapan hingga status serigala berpindah pada Saori yang baru saja mengambil sebuah palu di meja.

Saori bergegas pergi meninggalkan mereka, masuk ke dalam area taman. Ganti Karube yang ngeh kalau yang sebenarnya harus bersembunyi adalah serigala. Tanpa pikir panjang, Karube buru-buru mengejar Saori.

Perangkat kacamata yang dikenakan ternyata bisa membuat mereka saling berkomunikasi. Chota meminta agar Saori tidak kabur dan berdiskusi bersama untuk mencari solusinya.

Saori tidak peduli. Ia bahkan tega menghajar Karube, sama seperti halnya Karube yang tidak ragu menyerang Saori dengan parang yang ia bawa. Duel keduanya berujung pada Arisu yang kini menjadi serigala.

Baik Saori dan Karube kini mengejar Arisu. Saat terkejar oleh keduanya, Arisu minta diberi waktu untuk berpikir. Saori mengabaikannya dan bergerak untuk menyerang Arisu. Tanpa disangka Chota muncul dan langsung menyergap Saori.

Kesempatan itu digunakan oleh Arisu untuk kabur. Kini tersisa Karube yang mengejar Arisu. Karube sendiri juga ingin tetap hidup meski harus mengorbankan nyawa sahabatnya.

Setelah mencari tempat aman, Arisu berusaha membuka kacamata yang ia kenakan. Usahanya gagal. Di saat menatap ke kaca yang ada di hadapannya, ia kembali terbayang momen dimana Horseman yang menyerangnya meninggal. Hal itu membuat Arisu menjadi panik dan tidak ingin mengalami nasib serupa. Ia pun bergegas bersembunyi agar tidak ketahuan oleh Karube.

Waktu berlalu. 5 menit kini durasi tersisa. Chota mengungkapkan bahwa ia tidak peduli siapa dari mereka yang bertahan. Ia hanya tidak ingin persahabatan mereka berakhir dengan kondisi seperti itu.

Dalam persembunyiannya, Arisu teringat dengan masa-masa menyenangkan yang ia jalani bersama Karube dan Chota selama ini. Betapa mereka selalu ada di saat dirinya terpuruk.

Arisu kemudian mengungkapkan keinginannya untuk mundur dari game tersebut. Baginya, hanya Karube dan Chota yang ia miliki. Ia tidak ingin tetap hidup jika harus kehilangan keduanya.

Dengan waktu tersisa hanya tinggal 3 menit, Arisu bergegas mencari kedua sahabatnya itu. Namun begitu, keduanya justru memilih untuk menghindar dan bersembunyi dari Arisu. Saori sendiri sengaja diseret dan disekap oleh Chota agar tidak terlihat oleh Arisu.

Di saat-saat terakhir, Karube menceritakan betapa bahagianya momen-momen yang ia jalani bersama Arisu dan Chota. Chota mengamininya sambil menangis. Ia lantas berpesan agar Arisu tetap hidup.

Saori yang sadar tidak bisa lagi berbuat apa-apa akhirnya hanya bisa memeluk Chota. Sementara itu, di saat 10 detik tersisa, Karube muncul di depan Arisu dan mengucapkan selamat tinggal.

Arisu berusaha secepat mungkin mendatangi Karube, namun terlambat. Waktu habis dan kalung yang dikenakan Karube meledak. Begitu juga dengan Chota dan Saori.

Arisu syok dan berteriak histeris.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply