Sinopsis Alice In Borderland Episode 2 (S1E2) (Netflix, 2020)

Lanjut, ya. Setelah kemarin kita sajikan sinopsis episode perdana dari Alice In Borderland, kali ini giliran episode keduanya. Namun ada sedikit perubahan format, dimana untuk sinopsis edisi ini dan seterusnya tidak akan sedetil sebelumnya. Selain itu, di episode berikut banyak sekali perbedaan dengan versi asli alias manga-nya. Saya sampai harus ubek-ubek lagi komiknya untuk meng-crosscheck karakter-karakter yang ada. Jadi, selamat membaca!

Sinopsis Lengkap Alice In Borderland Episode 2 (S1E2)

Yuzuha Usagi berdiri di rooftop sebuah bangunan, menyaksikan hujan sinar laser yang menghabisi nyawa orang-orang yang visanya sudah berakhir. Dalam adegan kilas balik terlihat aksi Usagi saat melakukan mountain climbing. Ia sempat tergelincir, namun untungnya ada ayahnya yang memegangi talinya. Usagi terlihat sangat bangga dan mengagumi pada ayahnya.

Arisu, Karube, Chota, dan Saori menetap di sebuah pusat perbelanjaan. Hal itu memudahkan mereka untuk mendapatkan makanan, minuman, serta tempat untuk beristirahat. Saat tengah makan bersama, Saori memberitahu bahwa ia sudah tiba 3 hari sebelum bertemu dengan Arisu dkk. Ia belum tahu banyak mengenai dunia tempat mereka berada saat ini. Saori juga menutupi fakta bahwa saat semua orang menghilang ia tengah berselingkuh dengan bossnya sendiri.

Arisu meyakini ada game master, alias pihak tertentu yang mengatur semua permainan yang ada. Namun ia heran kenapa masing-masing orang bisa datang di waktu yang berbeda. Pasalnya, ia sempat menemukan tas plastik berisi buah-buahan dan sayuran yang sudah membusuk di dalam mobil. Artinya, buah-buahan dan sayuran tersebut sudah tertinggal di sana dalam jangka waktu lama.

Dengan kondisi kaki Chota yang tampak semakin parah, Arisu dan Karube memutuskan untuk mendatangi lokasi permainan dan berharap salah satu pesertanya adalah seorang dokter. Game pada malam itu berlangsung di sebuah apartemen yang berbentuk huruf L. Ada belasan peserta selain Arisu dan Karube. Salah satunya adalah Usagi.

Setelah waktu pendaftaran ditutup, diumumkan bahwa permainan yang akan mereka mainkan adalah Game of Tag alias kejar-kejaran. Aturannya, dalam jangka waktu 20 menit mereka harus menemukan ruangan khusus di apartemen tersebut. Jika gagal, maka sebuah bom akan meledak dan menghancurkan bangunan apartemen. Tidak itu saja. Sembari mencari, mereka juga harus menyelamatkan diri dari ‘sesuatu’ yang akan mengejar dan membunuh mereka.

‘Sesuatu’ yang dimaksud ternyata adalah orang yang mengenakan topeng kuda (Horseman) dan membawa senapan mesin. Satu persatu peserta tewas di tangannya. Arisu dan Karube terpaksa harus mati-matian menghindar sekaligus mencari kamar yang dimaksud.

Saori mendatangi Chota. Dengan kata-katanya ia berusaha menghasut Chota agar lebih percaya kepadanya ketimbang kedua sahabatnya. Untuk lebih meyakinkannya, Saori mengungkapkan bahwa saat orang-orang menghilang ia sebenarnya sedang bercumbu dengan bossnya. Ia melakukan hal itu karena terpaksa dan sebenarnya sangat membenci si boss. Tidak hanya itu, Saori pun mulai mencium Chota. Meski awalnya menolak, lama kelamaan Chota pasrah dan mengikuti kemauan Saori.

Dengan tubuh atletis dan kemampuan mountain climbing-nya, Usagi bisa dengan lincah menghindari kejaran Horseman. Ia juga mampu berpindah dari satu lantai ke lantai yang lain langsung dari tembok, tanpa harus menggunakan tangga.

Sementara itu, Karube yang sudah tidak tahan lagi memutuskan untuk menghadapi Horseman. Secara kebetulan, ada 2 peserta lain, sama-sama mengenakan gelang locker, yang berniat melakukan hal yang sama. Salah satunya kemungkinan besar adalah Morizono Aguni. Setelah mengajak Karube bergabung dengannya, Aguni menginstruksikan Arisu agar mencari ruangan yang dimaksud. Arisu setuju.

Setelah berkeliling, Arisu tiba-tiba teringat saat sebelumnya ia dan Karube sempat menyelamatkan seorang pria (kemungkinan besar adalah Kodai Tatta) dari serangan Horseman. Ketika itu, Horseman bela-belain menembaki Tatta dari 2 lantai di atasnya. Arisu curiga bahwa Horseman sengaja melakukan hal itu untuk menjauhkan Tatta dari ruangan yang ada di dekatnya, kamar nomer 406.

Karube, Aguni, dan rekan Aguni berhasil memancing Horseman ke basement. Kendati demikian, Aguni ternyata tega mengorbankan rekannya sendiri demi memancing Horseman agar lengah. Bersama Karube, ia lantas berusaha untuk menyerang dan melumpuhkan Horseman.

Bergegas Arisu menuju kamar 406. Ia tiba bersamaan dengan seorang pria yang mengenakan hoodie, Shuntarō Chishiya. Chishiya, yang terlihat jago melakukan analisa, rupanya juga sudah menduga bahwa kamar 406 adalah ruangan yang harus dimasuki. Tebakan mereka tidak salah. Tanpa disangka, ada Horseman lain berjaga di dalam. Agar terhindar dari tembakan senapan mesin, Chishiya berlari ke luar kamar sedang Arisu masuk ke dalam sebuah kamar yang ternyata berisi 2 buah tombol. Keduanya harus ditekan bersamaan jika ingin menghentikan waktu mundur dan memenangkan permainan.

Dengan waktu permainan yang semakin menipis, Arisu segera berteriak dari balik jendela, memberitahukan agar peserta lain yang masih hidup untuk menuju kamar 406. Usagi yang mendengarnya bergegas menuju TKP.

Horseman yang dihadapi Aguni dan Karube cukup lihai dalam bertarung. Karube bahkan mengalami luka cukup parah akibat sabetan parang Horseman. Pun begitu dengan Karube yang mengalami luka goresan di wajahnya.

Horseman berhasil masuk ke kamar tempat Arisu berada. Mati-matian Arisu berusaha untuk menghadapinya. Chishiya kesulitan untuk masuk ke dalam karena harus menghindar dari tembakan acak senapan mesin Horseman. Begitu Usagi tiba melalui jendela, Chishiya langsung mengoper stun gun miliknya sehingga ia bisa melumpuhkan Horseman. Dengan waktu yang hanya tersisa beberapa detik, tanpa basa basi lagi Usagi dan Arisu melompat untuk menekan kedua tombol yang ada. Usaha mereka berhasil.

Tak lama kemudian, sebuah kalung di masing-masing leher Horseman meledak. Kedua Horseman ternyata juga peserta yang ‘dipaksa’ untuk ikut dalam permainan walau dengan status yang berbeda.

Saat memeriksa saku celana milik rekan Aguni, Karube menemukan sebuah walkie talkie. Terdengar suara di seberang yang meminta agar ‘mereka’ segera kembali ke Beach. Karube bingung mendengarnya. Lebih membingungkan lagi, Aguni tiba-tiba menghilang begitu saja.

Penutup

Berhubung tidak dijelaskan mengenai nama-nama karakter baru yang hadir hingga akhir, saya mencoba menambahkan sendiri nama mereka dalam sinopsis di atas. Yaitu Aguni dan Tatta. Dalam versi manga, Arisu baru bertemu dengan keduanya di Beach. Pun begitu, dari gaya / penampilan keduanya, saya yakin banget kalau itu adalah Aguni dan Tatta. Tapi kalau ternyata salah ya ntar saya ralat, hehehe.

UPDATE: Ternyata benar itu adalah Aguni dan Tatta ^_^

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply