Review Komik Injustice: Gods Among Us #8 (DC Comics, 2013)

Di cerita sebelumnya, Lex Luthor ternyata selamat dari ledakan Metropolis. Setelah mengetahui niat Superman dkk, ia memutuskan untuk bergabung dan membantu mereka mewujudkan rencana tersebut. Sementara itu, Batman berhasil menculik Hawkgirl dan mengirimkan orang lain (kemungkinan adalah Martian Manhunter) untuk berpura-pura menjadi Hawkgirl. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Injustice: Gods Among Us #8 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Lex Luthor proposes his vision for how the Justice League might implement Superman’s peace keeping mission. Meanwhile storm clouds gather on far off Apokolips, as Darkseid’s son Kalibak plans an invasion.

Superman’s out to establish peace on earth. But what happens when the planet is overrun by alien hordes? Will former allies put aside their differences for the common good?

Millions are dying from the invading hordes of Apokolips. Superman is forced to remove any remaining inner restraints and unleashes a truly terrifying display of power.

Story: Tom Taylor
Art: Mike S. Miller, Tom Derenick
Color: Alejandro Sanchez
Letter: Wes Abbott
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 28 Agustus 2013

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di Justice League Watchtower. Hawkgirl palsu menyatakan Batman (Bruce Wayne) sengaja melepaskannya untuk menyampaikan pesan kepada mereka. Batman ingin agar Superman (Clark Kent) dkk mulai bekerja bersama dunia, bukan bekerja untuk dunia. Shazam (Billy Batson) dan The Flash (Barry Allen) secara tidak langsung menyetujui hal itu. Wonder Woman (Princess Diana) jadi kesal pada mereka.

Sebelum keributan bertambah besar, Robin (Damian Wayne) nimbrung. Paham kebiasaan ayahnya, ia meyakini semua itu hanyalah bagian dari strategi Batman agar mereka terpecah belah. Lex Luthor mengamini. Ia menyarankan agar mereka semua, diwakili oleh Superman, menjelaskan apa yang sebenarnya mereka inginkan pada masyarakat secara baik-baik. Ia berharap dengan komunikasi yang baik maka apa yang Superman harapkan bisa terwujud tanpa harus melalui kekerasan lagi.

Di Apokolips. Kalibak mendatangi ayahnya, Darkseid. Ia mendengar kabar Superman berniat untuk berdamai dan sudah menarik anak buahnya di berbagai tempat. Kalibak ingin turun ke bumi untuk menguji perdamaian tersebut.

Di saat itu Kalibak baru sadar bahwa di hadapan Darkseid ada Black Racer (Willie Walker) yang tengah ia siksa. Asyik dengan ‘mainan’ barunya, Darkseid mempersilahkan Kalibak menyerang bumi.

Di Paris. Di hadapan pers dan ribuan warga, Superman, ditemani oleh Lex, Diana, dan Billy, memberikan pernyataan. Ia mengaku bahwa beberapa tindakannya mungkin terlihat ekstrim, namun semua itu dilakukan demi memberikan keselamatan bagi mereka semua.

Tanpa disangka, sesaat kemudian, ratusan, atau mungkin ribuan, pasukan Apokolips, Parademon, muncul melalui boom tube dan langsung menyerang semua orang yang ada di sana. Superman bergegas menginstruksikan agar Wonder Woman dan Shazam melindungi yang lain.

Berikutnya giliran Kalibak yang muncul dan langsung menembak Superman dengan senjatanya. Superman emosi. Melihat tatapan Superman yang berubah total menjadi ganas membuat Kalibak gentar. Tanpa banyak basa basi, Superman lantas menghajar Kalibak.

Sementara itu, di Watchtower, The Flash berniat untuk bergabung dengan yang lain di Paris untuk membantu mereka. Cyborg (Victor Stone) tiba-tiba mencegahnya karena pasukan Apokolips ternyata tidak hanya menyerbu kota tersebut, melainkan juga Shanghai, Moscow, Mumbai, dan Istanbul.

Di tempat lain, Batman mengajak timnya untuk menghadapi pasukan Apokolips. Kendati demikian, Catwoman (Selina Kyle) dan Black Canary (Dinah Lance) ragu karena kekuatan mereka jelas tidak sebanding. Hanya Captain Atom (Nathaniel Christopher Adam) saja yang mungkin masih bisa mengatasi Parademons.

Kembali ke Paris. Superman memaksa Kalibak untuk memerintahkan pasukannya mundur. Kalibak menolak dan ganti memanggil anak buahnya untuk berbondong-bondong mengeroyok Superman. Bagi Kalibak, sifat lemah Superman saat ini tidak akan bisa membuatnya memenangkan perang sampai kapan pun. Ia bahkan tidak mampu membunuh segelintir musuh untuk menyelamatkan orang-orang tak berdoysa. Ucapan Kalibak membuat Superman mendengarkan kembali teriakan-teriakan ketakutan penduduk bumi yang berusaha melarikan diri dari pasukan Apokolips.

Mata Superman tiba-tiba memerah dan dengan heat visionnya ia membantai pasukan Apokolips yang mengeroyoknya. Kalibak pun, yang sempat memohon ampun, ia hajar walau belum jelas apakah Kalibak sampai tewas atau tidak.

Superman kemudian mendatangi The Flash yang tengah beraksi di Mumbai. Ia menceritakan apa yang dikatakan oleh Kalibak dan merasa bahwa itu semua ada benarnya. Terlebih dalam situasi seperti sekarang dimana tidak akan mungkin bagi mereka untuk menyelamatkan semua orang tanpa membunuh pasukan Apokolips. The Flash sebenarnya tidak setuju namun ia tidak bisa berkata apa-apa karena tidak punya solusi lain.

Setelah ‘mendapat ijin’ dari The Flash, Superman terbang ke luar angkasa untuk menyerap energi sinar matahari. Tak lama ia melaju ke bumi dan menghancurkan seluruh pasukan Apokolips dalam sekejap. Batman syok melihatnya.

Superman kembali ke Paris. Lex dan seluruh warga yang ada di sana menyambutnya dengan gembira.


Untuk selanjutnya sepertinya gak akan saya beri kalimat penutup lagi. Emosi euy lama-lama bawaannya sama Batman. Udah tahu kondisinya benar-benar terdesak seperti ini, kok ya masih aja gak terima kalau musuh terpaksa harus dibunuh. Sama seperti edisi sebelumnya di Arkham Asylum, Batman seperti gak sadar diri kalau dia gak sekuat yang dia bayangkan. Penjahat-penjahat yang ia tangkap dan penjarakan di sana toh hampir tidak ada yang bertobat. Lolos, berbuat jahat, ditangkap, dipenjara. Gitu aja terus sampai Batman kostumnya ganti warna kembang telon.

Bukan hanya di komik ini atau jagat Injustice-verse ini saja. Di canon apalagi. Itu sebabnya saya tidak begitu suka karakternya. Nyebelinnya, cerita-cerita DC Comics yang bagus biasanya berhubungan dengan si manusia kelelawar. Di sisi lain, komik Superman yang sempat menyenangkan untuk di baca di era New 52 malah jadi ngebosenin pasca Rebirth.

Ya sudahlah.

Bagaimana menurut teman-teman?

gambar #22975

Leave a Reply