Review Komik Injustice: Gods Among Us #11 (DC Comics, 2013)

Di cerita sebelumnya, merespon aksi mata-mata yang dilakukan Batman dan Martian Manhunter, Superman membocorkan identitas asli Batman ke publik. Di saat hendak mengkonfrontasi Batman, yang mereka hadapi ternyata Martian Manhunter. Hal itu berujung pada tewasnya Martian Manhunter yang berniat menghabisi Wonder Woman. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Injustice: Gods Among Us #11 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Batman launches a dangerous gambit to break into Superman’s Fortress and steal the super-soldier pill. Everything’s on the line as he and his team have only minutes before Superman sees through their distraction.

Superman has caught Batman’s team inside his fortress. But before he can unleash his fury, he suddenly finds himself in the greatest battle of his life, going head-to-head with Captain Atom. It’s an epic battle with deadly consequences!

Tragedy follows tragedy as Batman’s disastrous assault on Superman’s Fortress comes to a brutal end. Even if he gets what he came for, will the price prove too costly for his team?

Story: Tom Taylor
Art: Tom Derenick, Jheremy Raapack, Bruno Redondo
Color: Sergi Erra, Fran Vazquez, Santi Cacas, David Lopez
Letter: Wes Abbott
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 27 November 2013

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Batman (Bruce Wayne) menghubungi presiden AS. Ia mengaku membutuhkan sesuatu sebagai pengalih. Presiden mengiyakan.

Green Arrow (Oliver Queen) dan Black Canary (Dinah Lance) tiba di markas rahasia Batman yang baru. Saat itu Black Lightning (Jefferson Pierce) tengah kesal pada Batman karena tidak diberitahu soal Hawkgirl yang disekap oleh Batman. Seandainya tahu dari awal, ia pasti tidak akan bergabung dengan tim Batman.

Di saat yang lain mulai ikut memojokkannya, Batman memberitahu soal kematian Martian Manhunter di tangan Superman (Clark Kent). Pun begitu, Batman yakin sebelum penyamarannya ketahuan, Martian Manhunter sudah berhasil ‘mempengaruhi’ seseorang di pihak Superman. Semalam ada pesan terenkripsi yang dikirimkan kepadanya, berisi informasi tentang pil super Lex Luthor yang diproduksi di Fortress of Solitude.

Berniat mencurinya, Batman meminta Catwoman (Selina Kyle), Black Canary, dan Captain Atom (Nathaniel Christopher Adam) untuk ikut dengannya. Apalagi pengalih dari presiden AS sudah siap. Yaitu pasukan militer AS yang sengaja digerakkan ke arah Korea Utara. Green Arrow memaksa untuk ikut.

Superman tiba di White House dan memintanya menarik mundur tentara AS. Di saat bersamaan, Batman dan dkk berhasil menemukan Fortress of Solitude dan masuk ke dalamnya. Batman kaget begitu mendapati Jonathan dan Martha Kent di sana. Ia buru-buru mengajak timnya untuk meninggalkan TKP. Batman khawatir keadaan bakal bertambah runyam apabila Superman mengira ia datang ke sana untuk menculik kedua orang tuanya.

Apes, Superman keburu datang dengan tatapan penuh emosi. Tangan kanannya mencengkeram leher Captain Atom yang sama sekali tidak berdaya.

Jonathan dan Martha mencoba menenangkan Superman. Momen tersebut dimanfaatkan Captain Atom untuk menyerang Superman. Serangannya mengakibatkan sebagian atap Fortress of Solitude runtuh dan menutupi pintu masuk. Green Arrow yang berusaha melindungi kedua orang tua Superman terperangkap di dalam.

Batman meminta Green Arrow untuk mencari jalan keluar lain sementara ia, Black Canary, dan Catwoman membantu Captain Atom. Captain Atom sendiri ternyata tidak mudah untuk dikalahkan. Superman bahkan sempat berada dalam posisi terdesak.

Wonder Woman tiba-tiba muncul dan menebaskan pedangnya ke leher Captain Atom. Meski masih bisa menahannya, namun sedikit goresan sudah cukup untuk memicu energi nuklir dalam tubuh Captain Atom untuk meledak. Diperintah oleh Pentagon untuk menghabisi Superman jika memang ada kesempatan, Captain Atom lantas mencengkeram tubuh Superman dan membawanya ke luar angkasa agar meledak bersamanya.

Superman berusaha untuk melepaskan diri. Wonder Woman menyusul mereka untuk membantu Superman. Namun sebelum itu terjadi, tubuh Captain Atom sudah keburu meledak.

Beberapa saat kemudian, Superman tersadar. Tubuhnya sedikit terluka tapi ia baik-baik saja. Berbeda dengan Wonder Woman yang tampaknya terluka cukup parah. Superman segera menghubungi Watchtower dan meminta seseorang datang untuk mengambil Wonder Woman. Cyborg (Victor Stone) menanyakan apakah Superman membutuhkan bala bantuan. Superman menjawab tidak.

The Flash (Barry Allen) tiba. Dengan tatapan kosong Superman memberitahu The Flash bahwa pemerintah AS dan juga Batman telah berusaha untuk membunuhnya. The Flash terkejut mendengarnya. Superman lalu meminta The Flash segera merawat Wonder Woman. Ia nanti akan menyusul setelah memastikan kedua orang tuanya baik-baik saja.

Di Fortress of Solitude. Dengan mendobrak tembok, Superman masuk ke dalam. Ia memberitahu kedua orangtuanya bahwa pemerintah AS menginginkan dia untuk mati. Saat ditanya, Green Arrow mengaku tidak tahu menahu mengenai hal itu.

Green Arrow lantas berusaha untuk mengambil salah satu pil super yang ada di meja tak jauh darinya. Superman reflek menggunakan heat visionnya untuk menghancurkan pil super tersebut. Seperti sudah punya rencana rahasia, Green Arrow lalu berusaha mengalihkan perhatian Superman dengan cara menembakkan panahnya.

Tanpa disangka, panah tersebut memantul dari tubuh Superman tepat ke arah Jonathan. Superman kaget dan mulai menatap ke arah Green Arrow dengan tatapan marah. Green Arrow kembali melesatkan anak panahnya, tapi kali ini ia sengaja mengarahkannya ke luar.

Tak lama, Batman, Black Canary, dan Catwoman menemukan panah Green Arrow. Selain alat deteksi, juga ada sebutir pil super di panah tersebut. Batman berniat untuk menunggu Green Arrow, namun Black Canary menyatakan hal itu tidak perlu karena ia yakin saat ini Green Arrow telah tewas.

Dan perkiraan Black Canary memang benar karena di Fortress of Solitude, tanpa bisa dicegah lagi oleh Martha, Superman baru saja menghabisi Green Arrow.


Kali ini saya merasa kasihan pada Green Arrow. Apes banget. Tapi harusnya dia juga sadar ding. Udah jelas jelas Superman kebal sama panah ecek ecek. Kemungkinan memantul tanpa arah yang jelas lebih besar. Eh lah kok tetep disikat juga. Tapi tetep, saya masih lebih condong ke pihak Superman. Go, Superman, go! 😀

rk injustice11

Leave a Reply