Review Komik Grimm Fairy Tales: Inferno #3 (Zenescope, 2010)

Di cerita sebelumnya, terungkap bahwa Grace Dante sebenarnya adalah Mercy Dante. Saat ini ia terperangkap di neraka sebagai bagian dari penebusan dosanya. Sela berjanji akan membantunya keluar dari dunia tersebut jika Mercy membantunya menemukan Brian Watson di pusat neraka. Mercy menyanggupi. Berhasilkah ia melakukan misi tersebut? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales: Inferno #3 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Mercy Dante battles her way deeper into the pits of hell as she searches for “The Priest.” Once a man of the cloth the Priest has been sentenced to an eternity inside the third ring of the Inferno, the circle reserved for the wrathful and the gluttonous. And he may be the only one who can guide Mercy further into hell as she searches for the man she must rescue. But when Dante makes her way inside of an eerie and unwelcoming church in the middle of the third ring she knows there is something very evil lurking and she must rely on her instincts in order to make it out in one piece.

Story: Ralph Tedesco
Art: Gabriel Rearte
Color: Jason Embury, Milen Parvanov
Letter: Jim Campbell
Judul Edisi: Issue Three
Tanggal Rilis: 1 September 2010

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Saat hendak turun, Mercy bertemu dengan Max di dalam lift. Tidak lagi merasa terkekang olehnya, Mercy menghajar Max dan menembak kedua kakinya. Dengan Max yang tidak lagi berdaya, Mercy menyeretnya keluar dan meninggalkannya begitu saja di jalanan. Sesaat kemudian sekawanan monster datang dan menghabisi Max.

Tiba di stasiun subway, Mercy bertemu kembali dengan pria yang memberikan peringatan terhadapnya di subway. Namanya adalah Virgil. Ia sadar telah melakukan banyak hal buruk selama hidup dan kini menjalani hari-harinya di neraka dengan memohon ampun pada siapa saja yang mau mendengarkannya. Ia berharap suatu saat nanti bisa keluar dari tempat tersebut walau ia sendiri tidak yakin akan hal itu.

Virgil lalu memberikan sebuah jam tangan pada Mercy. Ia mengaku itu adalah jam tangan milik mendiang istrinya, yang sudah membantunya untuk tetap waras selama ini. Ia percaya tak lama lagi Mercy bakalan diuji habis-habisan dan siapa tahu, jam tangan tersebut juga bisa membantu Mercy. Mercy pun menerimanya.

Saat hendak masuk ke dalam kereta subway, Mercy menoleh ke belakang untuk berpamitan pada Virgil. Virgil ternyata sudah menghilang begitu saja.

Tak lama Mercy tiba di gereja yang diinformasikan oleh Sela sebelumnya. Pendeta yang ia temui di sana ternyata adalah pendeta yang sebelumnya ia bunuh saat menjalankan tugasnya sebagai pembunuh bayaran. Si pendeta yang sudah tahu siapa Mercy langsung menyerangnya dan berusaha untuk membunuhnya.

Setelah berhasil mengatasi si pendeta, Mercy menanyakan keberadaan Brian Watson. Yang tahu ternyata bukanlah si pendeta, melainkan seorang wanita yang sebelumnya tengah berdoa di gereja tersebut. Ia memberitahu bahwa awalnya Brian sering datang ke gereja untuk berdoa bersamanya. Hingga pada akhirnya ia tidak tahan lagi dan dibawa ke bagian terdalam dari neraka. Tidak seorang pun berhasil keluar dari tempat tersebut.

Dengan tenang Mercy lalu menanyakan ke arah mana ia harus berjalan.


Tidak sulit untuk ditebak bahwa pendeta yang dimaksud oleh Sela sebelumnya adalah pendeta yang pernah dibunuh oleh Mercy di Grimm Fairy Tales #41. Saya pribadi masih penasaran dengan karakter Virgil. Apa mungkin ia pernah eksis di salah satu edisi GFT sebelumnya. Terlebih sosok si Drew, sopir taksi yang ada di Inferno #1, saya yakin banget kalau itu adalah Drew Peirce, karakter dalam Grimm Fairy Tales #14 dan #15. Sekilas mirip wajahnya. Ada teman-teman yang tahu?

gambar #22731

Leave a Reply