Review Komik Grimm Fairy Tales #41 (Zenescope, 2009)

Di cerita sebelumnya, Sela Mathers berusaha menyelamatkan Jillian Howard, putri salah satu orang terkaya di dunia, yang hobi menghambur-hamburkan uang ayahnya. Sayangnya, Jillian lebih memilih untuk terus bersenang-senang ketimbang bertobat. Alhasil ia pun jatuh ke tangan Belinda. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak jawabannya di sinopsis komik Grimm Fairy Tales #41 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #41 (Zenescope, 2009)

In Grimm Fairy Tales #29, contract killer Mercy Dante committed the unthinkable and ultimate act of evil. Now witness her story firsthand as her past comes back to haunt her and Sela arrives to offer Mercy one and only shot at redemption. The prequel story to Zenescope’s upcoming Grimm Fairy Tales’ Dante’s Inferno mini-series is here!

Story: Raven Gregory
Art: Gabriel Rearte
Color: Mark Roberts
Letter: Bernie Lee
Judul Edisi: Dante’s Inferno Prelude
Tanggal Rilis: 26 Agustus 2009

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Tujuh bulan berlalu Mercy Dante membunuh Trisha Franks (baca: Grimm Fairy Tales #29). Dua minggu pasca Mercy membunuhnya, David, ayah Trisha, bunuh diri. Sejak itu Mercy terus dibayang-bayangi oleh sosok Trisha. Fokus dalam pekerjaannya sebagai pembunuh bayaran pun tidak mampu menghilangkan Trisha dari pandangannya. Ia bahkan merasa seolah-olah Trisha bisa berkomunikasi dengannya.

Saat Mercy tengah berendam di bak mandinya, seorang pria menyusup masuk dan hendak membunuhnya. Tidak sulit bagi Mercy untuk mengatasinya. Termasuk juga seorang pria lain yang hendak menembaknya dengan senapan jarak jauh dari gedung yang ada di seberang. Sayangnya ia tidak sempat mengetahui siapa sebenarnya yang memberi perintah pada mereka untuk membunuhnya.

Dari hasil penyelidikannya, Mercy mendapat informasi bahwa orang yang ingin membunuhnya adalah Belinda. Ia juga mengetahui kalau ada seorang wanita berambut hitam panjang ingin bertemu dengannya (Sela Mathers). Wanita itu mengaku tahu tentang orang tua Mercy.

Esok harinya Mercy bertemu dengan Sela. Tanpa banyak basa basi, Sela menawarkan diri untuk membantu Mercy. Untuk meyakinkannya, Sela menunjukkan bahwa ia tahu ada Trisha di sana. Mercy kaget karena tidak menyangka bahwa selama ini sosok Trisha memang benar-benar ada. Bukan karena ia gila dan berhalusinasi.

Sela lantas menggenggam tangan Mercy. Ia mengkonfirmasi apakah Mercy ingin agar Trisha tidak lagi menghantuinya. Mercy mengiyakan.

Sela meminta Mercy membuka matanya. Tanpa disangka, ia kini kembali berada di momen 7 bulan lalu, saat dirinya menodongkan pistolnya ke arah Trisha untuk membunuhnya. Namun kali ini Mercy memutuskan untuk membebaskan mereka kedua.

Sepeninggal David dan Trisha, Sela muncul dan menghampiri Mercy. Ia menyatakan bahwa Mercy masih harus bertanggung jawab atas nyawa orang-orang yang ia bunuh saat menjalankan profesinya sebagai pembunuh bayaran. Mercy pasrah. Perlahan Sela mengarahkan pistol Mercy ke wajahnya dan tak lama terdengar suara tembakan. Terlihat tubuh Mercy yang tergeletak bersimbah darah.

Beberapa jam kemudian, Death tiba di TKP. Ia kaget mendapati tubuh Mercy di sana, bukannya Trisha.

Di luar, Sela mengamati sambil tersenyum. Ia menyatakan bahwa bukan hanya Death saja yang punya rencana.


Fix lah. Maret kita akan bahas miniseri Dante’s Inferno ini bersamaan dengan spin-off Neverland. Saya belum membaca keduanya jadi belum ada gambaran jalan ceritanya. Jika memang tidak terlalu panjang, mungkin nanti masing-masing akan saya singkat dalam 1 artikel saja. Tapi jika memang lumayan berbelit ya seperti apa, dibahas per edisinya.

Untuk cerita di edisi ini tidak ada yang perlu dibahas. Sudah cukup jelas sih. Saya cuma penasaran bagaimana nanti Sela menghidupkan kembali Mercy. Karena seingat saya Sela belum pernah melakukan hal itu sebelumnya. Berbeda dengan Belinda.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply