Review Komik Grimm Fairy Tales #16 (Zenescope, 2007)

Di cerita sebelumnya, secara mengejutkan Sela Mathers memutuskan untuk menghukum langsung orang yang menolak untuk membaca buku dongeng miliknya. Apalagi setelah orang tersebut teguh pendirian untuk tidak merasa bersalah atas tindakan-tindakannya (yang jelas-jelas salah). Sebuah twist yang menarik. Bagaimana dengan edisi kali ini? Apakah bakal ada twist menarik lainnya? Temukan jawabannya dalam sinopsis Grimm Fairy Tales #16 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #16 (Zenescope, 2007)

Sela’s change in attitude has spawned something she never saw coming as she receives a visit from the powerful being that granted her powers. The beautiful and mysterious heroine finds herself pulled directly into the very same world she’s summoned so many others into.

Now it’s time for the teacher to learn a lesson of her own and to make a choice that will affect not only her future but the lives of those who will need her.

Story: Ralph Tedesco, Joe Tyler
Art: Andrew Magnum
Color: Roland Salvidar
Letter: Artmonkeys
Judul Edisi: Little Miss Muffett
Tanggal Rilis: Agustus 2007

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sela Mathers terbangun dari tidurnya. Ia merasa ada yang memperhatikannya dari jendela. Setelah dilihat, hanya ada seekor laba-laba di sana.

Sela lantas mengganti pakaian dalamnya dengan gaun tidur sembari memikirkan kenapa belakangan ini ia sering mengalami mimpi buruknya. Dan entah kebetulan atau tidak, mimpi-mimpinya selalu berhubungan dengan laba-laba.

Sela kemudian melangkah keluar kamar. Saat membuka pintu, ia terkejut karena ujug-ujug ia sudah berada di dunia dongeng. Pintu yang barusan ia gunakan juga langsung otomatis tertutup tanpa bisa dibuka kembali.

Tidak itu saja. Di sana Sela sudah ‘disambut’ oleh beberapa karakter dalam cerita dongeng miliknya. Mulai dari Bluebeard, tiga babi kecil (Mike, Brian, dan Teddy), Goldilocks, hingga Beast. Mereka semua berniat untuk membunuh Sela.

Saat tengah berlari, tubuh Sela tiba-tiba dijerat oleh jejaring laba-laba raksasa. Laba-laba tersebut menyatakan bahwa setelah sekian lama pertemuan mereka terjadi. Berada di tengah-tengah laba-laba raksasa dan Beast dkk membuat Sela pasrah. Ia pun mengatakan bahwa ia sudah siap dengan pelajarannya yang berikutnya.

Jejaring laba-laba yang menjerat tubuh Sela secara ajaib menghilang. Tubuh Sela terjatuh. Saat tersadar, ia sudah berada di sebuah taman dengan mengenakan kostum yang berbeda. Di hadapannya ada seorang biksu bernama Shang yang segera dikenali Sela sebagai orang yang memberinya kekuatan dunia dongeng.

Tanpa bermaksud menghakimi, Shang mencoba mengingatkan Sela agar kembali ke jalan yang benar. Belakangan ia tahu bahwa Sela menggunakan kekuatannya untuk menghukum orang-orang yang salah. Sementara yang ia harapkan dari Sela adalah ia menggunakan kekuatannya itu untuk sekedar mengingatkan atau setidaknya mengajak mereka bertobat tanpa perlu bertindak terlalu jauh.

Awalnya Sela keberatan. Ia merasa sudah muak dengan sikap orang-orang yang keras kepala dan tidak mau berubah walau sudah diberi petunjuk melalui buku dongengnya. Itu sebabnya ia kemudian memutuskan untuk turun tangan langsung pada kasus-kasus tertentu.

Shang kemudian menunjukkan sebuah rumah pada Sela. Ada seorang wanita tua yang keluar dari dalam rumah, lalu meletakkan bunga di batu nisan yang ada di halaman belakang. Ada wajah seorang wanita di batu nisan tersebut, walau tidak terlalu jelas siapa.

Wanita tua itu sepertinya punya hubungan yang erat dengan Sela. Terlihat bahwa Sela masih merasa bersalah karena tidak bisa membantunya. Ia juga menambahkan bahwa apa yang telah terjadi di tempat itu masih menghantuinya sampai sekarang.


Well, ceritanya bersambung, jadi belum banyak yang bisa disimpulkan. Senang bahwa akhirnya sosok Sela Mathers diangkat menjadi cerita tersendiri. Sayang tidak dijelaskan terlebih dahulu asal usul kekuatan yang ia miliki dan seperti apa sebenarnya kekuatannya itu. Apakah hanya sekedar membawa orang keluar masuk dunia dongeng? Atau lebih dari itu? Penasaran juga dengan sosok wanita tua yang dihadirkan di penghujung halaman? Siapakah dia?

Di sisi lain, untuk cerita yang berkaitan dengan karakter utama serial Grimm Fairy Tales, saya pribadi mengharapkan artworknya bisa jauh lebih baik ketimbang yang ada di edisi ini.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply