Review Komik Grimm Fairy Tales #11 (Zenescope, 2006)

Di cerita sebelumnya, kita mendapat pelajaran moral mengenai betapa pentingnya untuk tidak menilai seseorang dari penampilan luarnya saja. Seperti kata pepatah tuh, “don’t judge a book by its cover“. Bisa-bisa nanti jadi kodok seperti yang dialami Lizette, hehehe. Cerita dalam Grimm Fairy Tales #11 kali ini sebenarnya masih ada hubungannya dengan pepatah tersebut. Tentang bahayanya baper hanya gara-gara sesuatu yang kita lihat di depan mata. Seperti apa cerita lengkapnya? Simak cuss sinopsisnya di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #11 (Zenescope, 2006)

When a young bride experiences trust issues with her husband she enlists the help of a private investigator. When evidence points to an affair she begins to assume the absolute worst case scenario never stopping to realize that curiosity killed the cat. Will the lesson she learns help her overcome her jealousy before it’s too late? Another incredible Zenescope twist on the Brothers Grimm fable “Bluebeard”

Story: Ralph Tedesco, Joe Tyler
Art: Jason Craig
Color: Thomas Mason, Tori Mason
Letter: –
Judul Edisi: Bluebeard
Tanggal Rilis: Oktober 2006

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Debbie, yang belum lama menikah dengan Tom, merasa tidak yakin akan kesetiaan Tom padanya. Diam-diam ia menyewa detektif swasta untuk mengawasi suaminya. Hasilnya membuat dirinya terkejut. Detektif tersebut kembali dengan membawa foto-foto yang menunjukkan kedekatan Tom dengan seorang wanita bernama Naomi, yang kebetulan bekerja di gedung yang sama dengan Tom. Tidak itu saja, si detektif menambahkan bahwa keduanya sempat terlihat masuk ke dalam gudang penyimpanan barang milik perusahaan tempat Naomi bekerja di suatu malam.

Berita tersebut membuat Debbie gundah. Terlebih malam harinya Tom memberitahu Debbie bahwa ia hendak pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan. Yang lebih membuatnya kalut, saat terbangun di tengah malam ia melihat Tom sedang memasukkan sebuah peti ke dalam mobilnya. Esok harinya, saat Debbie menanyakan hal tersebut, Tom mengaku tidak melakukan apa-apa.

Debbie, yang ternyata bekerja di sekolah tempat Sela Mathers bekerja, terus menerus memikirkan hal tersebut. Begitu Sela mengetahui alasannya, ia memberikan buku dongeng pada Debbie. Ia yakin dengan membaca dongeng “Bluebeard” bisa membantu menenangkan hati Debbie.

Setelah kosong selama ratusan tahun, seorang pria datang untuk mengklaim sebuah kastil megah sebagai miliknya. Warga sekitar menjulukinya Bluebeard, karena terdapat rambut-rambut berwarna biru di kepala maupun jenggotnya. Beberapa rumor berkembang seputar Bluebeard. Mulai dari dirinya yang punya kemampuan sihir, tidak bisa mati, hingga memiliki harta yang tidak terbatas.

Dari kesemuanya itu, rumor terakhir sudah hampir dipastikan benar. Terlihat dari banyaknya barang-barang yang diantarkan ke kastil. Bahkan sampai memakan waktu berhari-hari.

Beberapa minggu kemudian, Bluebeard mengirim utusannya ke pelosok negeri. Ia menyatakan niatnya untuk mencari pendamping. Kendati demikian, gosip buruk tentangnya membuat hanya sedikit wanita yang berani datang melamar. Salah satunya, yang kemudian terpilih menjadi istri Bluebeard, adalah Dasha.

Malam harinya, Bluebeard memberitahu Dasha bahwa ia akan melakukan perjalanan ke luar kota selama beberapa hari. Ia memberikan kunci seluruh kamar yang ada di kastil pada Dasha. Semua yang ada di dalam kamar boleh dimiliki Dasha. Hanya satu yang ia minta. Yaitu agar Dasha tidak membuka dan masuk ke dalam kamar yang ada di lantai paling bawah. Dasha pun berjanji akan menurutinya.

Hari demi hari berlalu. Awalnya Dasha masih bisa menjaga amanahnya. Namun lamban laun ia mulai penasaran dengan apa yang sebenarnya disimpan Bluebeard di kamar lantai terbawah. Pada malam ke-empat, Dasha nekat membuka kamar tersebut dan masuk ke dalamnya. Betapa kaget begitu yang ia lihat adalah beberapa mayat wanita dan potongan kepala-kepala wanita.

Takut ketahuan, Dasha mengunci kembali pintu tersebut dan berusaha keras membersihkan kunci kamar yang bersangkutan agar tidak menimbulkan kecurigaan Bluebeard. Apa daya, saat Bluebeard datang, ia langsung tahu bahwa Dasha telah melanggar janjinya.

Dengan marah Bluebeard mencoba menangkap Dasha. Dasha sempat mengambil pisau di dapur dan berusaha kabur. Tepat di lantai bawah, Bluebeard berhasil menepis pisau yang dibawa Dasha dan menangkapnya. Ia kemudian hendak menyeret Dasha masuk ke dalam kamar. Sebelum itu terjadi, Dasha mampu meloloskan diri, mengambil kembali pisau yang sebelumnya ditepis Bluebeard, dan menusukkannya ke tubuh Bluebeard.

Debbie syok membaca dongeng tersebut. Ia heran kenapa Sela memberikan buku tersebut kepadanya. Sesaat kemudian Tom datang dan mengajak Debbie ikut bersamanya. Untuk berjaga-jaga, Debbie diam-diam mengambil pisau dan menyembunyikannya di balik tubuhnya.

Di luar, terlihat ada sebuah kapal boat di mobil Tom. Tanpa mau memberitahu Debbie, Tom lanjut mengajak Debbie masuk ke dalam mobil. Ia berjanji akan memberikan kejutan pada Debbie di suatu tempat.

Selama perjalanan, Debbie membayangkan bahwa Tom bakalan membunuh dirinya agar bisa bersama Naomi. Tubuhnya nanti akan ditenggelamkan ke danau dengan menggunakan kapal boat tersebut.

Beberapa waktu kemudian, mereka tiba di sebuah gudang. Tom lantas mengajak Debbie masuk ke dalam. Debbie yang panik tidak lagi bisa berpikir jernih. Ia langsung menusuk Tom dengan pisau yang sedari tadi masih ia simpan. Tubuh Tom yang bersimbah darah terjatuh ke arah pintu hingga terbuka. Di balik pintu terlihat teman-teman Debbie, yang sudah mempersiapkan pesta kejutan untuk ulang tahun Debbie. Naomi sendiri ternyata adalah perencana pesta yang disewa oleh Tom untuk mengatur semuanya bagi ultah Debbie.

Sela yang juga berada di sana prihatin kenapa Debbie tidak membaca dongeng Bluebeard hingga usai. Pasca Dasha menusuknya, Bluebeard memberitahu Dasha bahwa apa yang Dasha lihat hanyalah trik sihir yang sengaja Bluebeard siapkan. Ia tidak benar-benar membunuh wanita-wanita tersebut. Bahkan yang Dasha lihat sebenarnya hanyalah patung belaka.


Baru di edisi lalu saya mengharapkan adanya ending alternatif, ternyata langsung dibalas di edisi #11 ini. Twist tragis tidak hanya terjadi dalam dongeng Bluebeard dan Dasha, melainkan juga dalam kehidupan Debbie dan Tom. Menariknya, banyak pembaca komik ini yang menyalahkan Sela karena secara tidak langsung sudah membuat Debbie semakin parno dengan kecurigaannya. Saya pribadi sih masih tetap merasa kesalahan utama ada pada Debbie, karena keburu terbawa emosi dan tidak menyelesaikan membaca dongeng tersebut hingga tuntas. Bagaimana menurut teman-teman?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply