Review Komik Grimm Fairy Tales #9 (Zenescope, 2006)

Di cerita sebelumnya, giliran dongeng tentang buncis ajaib yang diusung. Sudah pernah baca, kan? Itu tuh, “Jack And The Beanstalk”. Twist-nya tidak terlalu mengejutkan, bisa tertebak malah. Kurang greget lah pokoknya. Berharap di edisi ini bakal ada twist yang seru seperti biasanya. Penasaran? Yuk sama-sama kita simak sinopsis Grimm Fairy Tales #9 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #9 (Zenescope, 2006)

The very eccentric and very rich Mr. Lockett is smitten with the much younger and very beautiful Goldilocks. His advances finally prove successful as Goldy accepts an offer to move into his estate. However, little does Mr. Lockett know that Goldilocks is certainly not all she’s cracked up to be. She has a shocking plan to take his fortune out from
under his nose even if it means killing him. But Goldilocks quickly learns that gold-digging might not be the best career move after she finds 3 much bigger problems to contend with.

Story: Ralph Tedesco, Joe Tyler
Art: Adriano Honorato (Pencils) / Thomas Mason (Inks)
Color: Tori Mason
Letter: –
Judul Edisi: Goldilocks and the Three Bears
Tanggal Rilis: Agustus 2006

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Seorang wanita (tidak disebutkan namanya) tengah duduk di sebuah kafe. Tak lama seorang pria bernama Dan datang. Dan ternyata adalah selingkuhan wanita tersebut. Mereka berencana untuk membunuh Bruce, suami wanita itu, agar bisa mendapatkan hartanya. Setelah memastikan wanita itu yakin dengan rencana mereka, Dan pun pergi menuju rumah Bruce.

Sela yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka lantas sengaja meninggalkan buku dongeng berwarna merahnya di salah satu meja kafe. Wanita itu melihatnya dan mencoba memanggil Sela. Karena Sela (pura-pura) tidak mendengar, wanita itu kemudian mulai membaca halaman yang terbuka. Sebuah dongeng berjudul “Goldilocks and the Three Bears”.

Seperti biasa, Goldilocks, seorang pelayan toko yang memiliki paras cantik, sedang membersihkan toko tempat ia bekerja. Tak lama datang Mr. Lockett, pria tua kaya raya. Untuk kesekian kali, Mr. Lockett merayu Goldy untuk menikahinya. Goldy menolak dengan alasan sudah bertunangan dengan Daniel Bard. Sesaat kemudian giliran Daniel yang datang. Tahu diri, Mr. Lockett berpamitan dan undur diri.

Goldy dan Daniel lalu pergi ke taman. Selama ini ternyata diam-diam mereka berniat untuk merebut harta Mr. Lockett. Rencananya, Goldy bakal mendatangi Mr. Lockett dan mengaku sudah tidak tahan lagi dengan Daniel. Goldy sendiri sempat ragu karena ia mendengar gosip dari warga kota bahwa Mr. Lockett sebenarnya adalah penyihir. Daniel tidak mempercayainya dan meyakinkan Goldy untuk melanjutkan rencana mereka.

Malam harinya, dengan mengenakan baju yang indah, Goldy datang ke rumah Mr. Lockett. Ia disambut oleh Mr. Lockett dan tiga patung beruang berukuran besar di halaman. Mr. Lockett menyatakan bahwa ketiganya merupakan penjaga rumah yang ia dapatkan dari suatu tempat yang jauh.

Tanpa curiga, Mr. Lockett menerima Goldy yang, sesuai rencana, memberitahunya bahwa ia sudah tidak ingin lagi bersama Daniel. Mereka pun menghabiskan waktu untuk ngobrol hingga akhirnya Mr. Lockett meminta Goldy untuk beristirahat di kamar karena hari sudah larut.

Beberapa waktu kemudian, setelah yakin Mr. Lockett sudah tertidur, Goldy perlahan keluar dan membukakan pintu gerbang untuk Daniel yang sudah menunggu di depan. Keberadaan patung beruang di halaman rumah Mr. Lockett membuat Goldy kembali ragu. Namun tekad Daniel sudah kuat. Ia tidak mau lebih lama lagi hidup miskin. Tanpa mempedulikan Goldy, Daniel masuk ke kamar Mr. Lockett dan membunuhnya.

Yakin tidak terjadi apa-apa, keduanya lantas mengisi karung-karung yang sudah mereka persiapkan dengan harta perhiasan milik Mr. Lockett. Saat hendak mengambil karung terakhir, Goldy menyadari bahwa patung-patung beruang sudah tidak ada lagi di tempatnya. Sesaat kemudian, Goldy dan Daniel diserang oleh tiga beruang besar hingga tewas.

Dongeng barusan membuat istri Bruce berubah pikiran. Ia bergegas kembali ke rumah sembari menghubungi Dan. Pun begitu, hingga sampai di rumah Dan tetap tidak mengangkat telponnya.

Masuk ke kamar, wanita itu mendapati suaminya, Bruce, telah meninggal. Sementara di ruangan lain, tergeletak tubuh Dan dengan tiga bekas cakaran di tubuhnya. Belum hilang keterkejutannya, tiga beruang muncul dan menyerangnya.


Edisi ini mengingatkan pada edisi #7 lalu dimana Terry yang tidak mengindahkan peringatan Sela (dalam bentuk dongeng) akhirnya diserang oleh tujuh kurcaci dari dongeng “Snow White And The Seven Dwarves”. Sejauh ini sepertinya ada dua pola ending dari masing-masing edisi “Grimm Fairy Tales”. Antara happy ending dimana si karakter berpikir ulang setelah membaca dongeng, atau bad ending dimana si karakter tetap bersikeras melakukan rencananya. Pertinyiinnyi, akankah ada alternative ending di luar dua opsi tersebut? Mari kita tunggu saja. Toh masih banyak stok serial komik ini yang belum di-review, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply