Review Komik DCeased: Hope At World’s End #9 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, ada sedikit cerita ringan mengenai bagaimana bergabungnya Bobo, Krypto, Ace, dan Comet dengan para superhero lainnya di Ivy’s Garden, kota Gotham. Keempatnya menemani Amy, anak perempuan yang sempat diselamatkan oleh Red Hood dkk dalam mini seri DCeased: The Unkillables. Nah, kisah apa lagi yang akan disajikan dalam DCeased: Hope At World’s End #9 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik DCeased: Hope At World's End #9 (DC Comics, 2020)

The heroes have regrouped at the Fortress of Solitude following the rescue of survivors from Jotunheim. As they plan their next course of action a possible weapon is discovered that could help balance the scales against the Anti-Living—and it’s in the hands of the Pied Piper?!

Story: Tom Taylor
Art: Marco Failla
Color: Rex Lokus
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: Chapter Nine
Tanggal Rilis: 8 September 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di Fortress of Solitude. Superman (Clark Kent) gundah setelah tahu apa yang terjadi di Kahndaq. Ia gusar kenapa Black Adam tidak meminta pertolongan kepadanya. Lois Lane menyatakan bahwa sebagian orang punya harga diri yang tinggi. Bagi mereka, meminta pertolongan justru menunjukkan kelemahan mereka. Kendati demikian, Lois yakin bahwa Clark tidak seperti itu.

Setelah tenang, Clark dan Lois lantas berciuman. Tanpa disangka Jimmy Olsen datang. Keduanya sempat bingung hendak menjelaskan, namun ternyata Jimmy sudah lama tahu bahwa Clark adalah Superman. Ia sengaja berdiam diri karena paham bahwa alasan Clark tidak memberitahu identitasnya pada dirinya adalah untuk melindunginya dari orang-orang jahat. Jimmy kemudian mengabarkan bahwa Cyborg mengajak semuanya berkumpul.

Cybord dan Lex Luthor memberitahu bahwa mereka sudah berhasil memanfaatkan beberapa satelit Lexcorp untuk mendeteksi keberadaan Anti-Living (orang-orang yang telah terinfeksi). Dengan mengamati pergerakan mereka, secara tidak langsung mereka juga bisa mengetahui kemungkinan adanya orang-orang yang masih belum terinfeksi dan bisa diselamatkan.

Superman mengusulkan untuk fokus pada orang-orang tersebut dan membawanya ke Themyscira maupun Gotham Garden. Talia tidak menyetujuinya. Menurutnya, dengan kekuatan yang mereka miliki, lebih baik jika mereka fokus menghadapi kelompok Anti-Living dan memusnahkan mereka sebelum lebih banyak lagi berbuat kerusakan. Lex setuju dengan pendapat Talia.

Lois membela suaminya. Pun begitu dengan Wonder Woman, yang percaya bahwa rencana Superman biasanya selalu berhasil. Mau tidak mau Talia mengalah.

Sebelum itu, Cyborg meminta untuk mengecek situasi di Central City terlebih dahulu. Dari pengamatan satelit, ada konsentrasi Anti-Living yang cukup besar ke sebuah bangunan. Dalam bangunan yang dimaksud ternyata ada sosok David Singh, kepala polisi, serta Pied Piper (Hartley Rathaway), seseorang yang punya kemampuan untuk mengontrol orang lain dengan menggunakan serulingnya. Apesnya, kekuatan Hartley ternyata tidak berlaku bagi orang-orang yang terinfeksi. Alih-alih mengontrol, tiupan seruling Hartley justru mengundang mereka untuk datang.

Dalam keadaan terdesak, David dan Hartley berniat untuk bunuh diri ketimbang berubah menjadi zombie. Untungnya Martian Manhunter tiba-tiba muncul dan menyelamatkan keduanya. Sudah ada Superman dan Wonder Woman di luar menunggu. Kelimanya lantas pergi menuju Fortress of Solitude.


Berhubung tidak mengikuti serial The Flash, saya jadi baru tahu adanya karakter Pied Piper ini. Kemampuannya tidak jauh beda dengan versi dongeng. Hanya dimodifikasi untuk mengontrol manusia, bukan tikus. Jika memang tiupan sulingnya bisa menarik perhatian Anti-Living, sepertinya kemampuan Hartley bakalan berguna banget. Dengan catatan ia tidak mati duluan, ya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply