Review Film The Call (2020)

Setelah sempat berhenti berlangganan Netflix beberapa waktu lalu, minggu lalu saya tergoda untuk mendaftar kembali gara-gara gak sengaja nemu trailer film yang satu ini, “The Call”. Apalagi ditambah dengan manga “Alice in Borderland” yang diadaptasi menjadi serial live-action dan ikut dijadwalkan tayang di layanan video streaming yang sama. Atau tepatnya pada tanggal 10 Desember mendatang. Nah, seperti apakah “The Call” ini? Apakah saya menyesal sudah merogoh kocek untuk berlangganan Netflix kembali? Simak review singkatnya di bawah ini.

Sinopsis Singkat

Review Film The Call (2020)

Two women living at different time zones are connected by a phone. When 28-year-old Seo-yeon loses her cell phone on her way to visit her sick, estranged mother in a rural area. She digs up a decades-old cordless phone from the junk closet of her childhood home. Suddenly, she gets a call from a woman named Young-sook asking for her friend. Seo-yeon hangs up thinking the woman has the wrong number, but later learns that the call was coming from the same house 20 years ago.

Tanggal Rilis: 27 November 2020
Durasi: 112 menit
Sutradara: Lee Chung-hyun
Produser: Jeong Hui-sun
Penulis Naskah: Lee Chung-hyun
Produksi: Yong Film
Pemain: Park Shin-hye, Jeon Jong-seo, Kim Sung-ryung, Lee El, Oh Jung-se, Lee Dong-hwi, Park Ho-san

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Aseli, gak nyangka banget filmnya bakal seperti ini. Trailer yang disajikan mampu menutupi alur cerita yang sebenarnya, dengan tetap menyelipkan beberapa petunjuk. Jika teman-teman mengira “The Call” adalah film suspense thriller biasa, seperti saya pada awalnya, bersiap-siap untuk terkejoet. Ada unsur mistis dan juga scifi di dalamnya. Beneran komplit.

Di paruh pertama, film ini seolah mengejek film-film sejenis yang mengandalkan premis pasaran. Beberapa kali tebakan saya ditepis oleh plot yang tidak disangka-sangka. Sayang, keseluruhan cerita yang sudah mengaduk-aduk emosi dan perasaan harus dirusak oleh twist pada ending — atau tepatnya pada credit scene — yang sangat tidak penting. Terlalu memaksa agar berakhir tragis.

Sebagai orang yang berharap teori dunia pararel adalah nyata, cerita dalam film ini sudah pasti menarik minat saya. Konsep alur waktu yang berjalan beriringan namun masih bisa mempengaruhi masa depan pun bukan hal yang baru. Tidak sulit untuk saya cerna. Kendati demikian, mungkin akan ada sebagian orang yang merasa hal tersebut aneh dan tidak masuk akal. Jika teman-teman termasuk di antaranya, dan kebetulan belum menonton filmnya, coba untuk open minded saja agar tetap bisa menikmatinya, hehehe.

Salah satu bagian favorit saya adalah ketika dunia Kim Seo-yeon ikut berubah akibat aksi Oh Young-sook di masa lalu. Efeknya patut diacungi jempol. Bukan sekedar karena keren, melainkan detil. Sampai sampai model rambut Seo-yeon ikut bertransformasi.

Seo-yeon sendiri diperankan oleh Park Shin-hye. Bukan hal aneh melihat aktingnya yang memukau di “The Call”. Jam terbang, baik di dunia layar lebar maupun layar kaca, tidak akan berbohong. Namun yang juga sukses mencuri perhatian adalah Jeon Jong-seo yang berperan sebagai wanita psikopat Oh Young-sook. Sulit dipercaya jika ini adalah judul kedua dalam portofolionya pasca menjalani debut di tahun 2018 lalu dalam “Burning”. Bisa ditonton dimana ya filmnya?

Penutup

Thriller, suspense, mistis / paranormal experience, dan bumbu science fiction semuanya bercampur aduk dalam “The Call”. Untungnya masing-masing punya takaran yang pas. Kita tetap bisa fokus pada cerita utama mengenai kehidupan Seo-yeon. Pesan moralnya pun tersampaikan. Sayang, adegan ekstra dalam credit scene terasa dipaksakan. Mengejutkan memang, namun bagi saya tidak penting penting amat. Apapun itu, skor 8/10 masih layak disematkan.

Catatan: rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply