Review Film Suster N (Dendam Suster Ngesot) (2007)

Meski digarap lebih dulu ketimbang “Suster Ngesot The Movie” (ada dokumentasinya di situs http://sustern.blogspot.com/), “Suster N” baru dirilis beberapa bulan setelahnya. Tepatnya pada bulan Oktober 2007. Ini adalah proyek kedua Viva Westi sebagai sutradara (setelah setahun sebelumnya debut melalui “Serambi”), sekaligus film perdananya yang menyasar genre horor. Banyak bintang-bintang ternama yang beradu akting di dalamnya. Namun apakah itu bisa menjamin filmnya bakal berkualitas? Simak sinopsis dan review singkatnya di bawah ini.

Sinopsis Singkat

Review Film Suster N (Dendam Suster Ngesot) (2007)

Setelah sekian lama tinggal di Belanda, Sarah (diperankan oleh Atiqah Hasiholan) kembali ke Indonesia untuk menikah dengan Jonathan (diperankan oleh Bob Steven) dan tinggal di Villa Rose warisan neneknya, Rose (diperankan oleh Dominique Sanda). Sarah ingin menghidupkan kembali tempat tersebut sebagai panti jompo, persis seperti yang dilakukan oleh neneknya dulu. Saat hampir mulai menempatinya, seorang wanita yang mengaku sebagai penduduk sekitar, Wulan (diperankan oleh Wulan Guritno), menawarkan diri untuk bekerja sebagai pengelola tempat tersebut. Ia juga bisa menyiapkan karyawan-karyawan lain untuk bekerja di sana. Sarah dan Jonathan menyetujuinya.

Satu persatu penghuni panti mulai berdatangan. Salah satunya adalah oma Ayu Wijaya (diperankan oleh Titi Qadarsih), yang mengaku memiliki indera keenam. Ia memberitahu Sarah agar berhati-hati pada Wulan yang diam-diam jatuh hati pada Jonathan.

Esok harinya, oma Ayu diketemukan dalam kondisi tewas. Masalah ternyata tidak berhenti di situ. Beberapa penghuni panti lain turut menghembuskan nafasnya secara bergantian. Sarah sendiri mulai mengalami berbagai penampakan dan kejadian aneh, yang sayangnya tidak dipercaya oleh Jonathan. Pun begitu dengan Maya (diperankan oleh Ardina Rasti), adik Jonathan, yang tiba-tiba datang. Bukannya membantu, malah seringkali membuat suasana jadi makin rumit.

Belakangan akhirnya diketahui bahwa Wulan bukanlah manusia biasa, melainkan hantu suster Norah — perawat di panti jompo Villa Rose yang dulu berusaha membunuh seluruh penghuninya sebelum akhirnya dihentikan oleh Rose — yang berniat untuk membalas dendam.

Tanggal Rilis: 25 Oktober 2007
Durasi: 115 menit
Sutradara: Viva Westi
Produser: Ferry Angriawan
Penulis Naskah: Syamarhan, Viva Westi
Produksi: Virgo Putra Film
Pemain: Wulan Guritno, Atiqah Hasiholan, Ardina Rasti, Bob Seven, Titi Qadarsih

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Ternyata ada juga film horor Indonesia yang kuat dalam unsur misteri. Sejenak saya bahkan lupa bahwa yang sedang saya tonton adalah film setan. Apalagi di babak pertama dan kedua, sutradara Viva Westi tidak lebay dalam menyelipkan penampakan. Seperlunya saja, sekedar untuk mengingatkan kita semua bahwa “Suster N” adalah film bergenre horor.

Deretan cast pemain yang diisi nama mentereng ternyata tidak disia-siakan oleh sang sutradara yang juga merangkap sebagai penulis naskah bersama timnya, Syamarhan. Urban legend di Jawa Barat mengenai seorang suster bernama Norah yang melakukan pembunuhan sadis terhadap para penghuni panti jompo tempat ia bekerja berhasil diramu dengan baik menjadi sebuah cerita yang mencekam dan sarat misteri. Kalau pun ada kekurangannya, adalah ketidakadanya usaha untuk menutupi sosok protagonis dalam film ini. Tidak sulit untuk menebaknya.

Untungnya, masih ada twist lain yang tidak kacangan. Adegan puncak sebenarnya cukup menegangkan seandainya saja digarap dengan lebih serius. Sang sutradara terlihat sudah kehabisan bensin di titik tersebut, sehingga yang harusnya seru jadi terasa biasa. Ada pula satu dua pertanyaan yang belum terjawab, walau tanpa dijawab pun tidak merusak akhir cerita.

Balik lagi ke pemain, dua nama yang bagi saya sukses mencuri perhatian. Wulan Guritno dan Atiqah Hasiholan. Keduanya mampu memerankan karakter masing-masing dengan meyakinkan. Terlebih Wulan yang benar-benar terlihat anggun di sini.

Sayangnya, dengan jumlah jump scare yang terbatas, efek menyeramkannya tidak tersampaikan. Hanya formula-formula standar yang digunakan. Seandainya bagian ini dioptimalkan pasti bakal lebih joss lagi hasilnya.

Penutup

“Suster N (Dendam Suster Ngesot)” mengobati kerinduan saya akan minimnya film horor Indonesia yang kuat dalam segi misteri. Meski tahu siapa yang berada di balik semua kejadian, masih ada unsur why yang bikin penasaran. Viva Westi juga cerdas dengan memasukkan karakter Maya, yang bertugas untuk membuat penonton makin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Yang saya heran cuma satu. Itu Sarah setelah suaminya berselingkuh dengan Wulan kenapa masih mau, ya?

7/10. This movie deserves it.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply