Review Film Misterius (2015)

Setelah “Angker” dan “Kemasukan Setan“, saatnya kita lanjutkan lagi dengan karya sutradara Muhammad Yusuf berikutnya. Yang ini berjudul “Misterius”, dirilis satu tahun setelah film yang disebutkan di awal paragraf. Tidak hanya sebagai pengarah, Muhammad Yusuf juga merangkap sebagai produser dan penulis naskah di sini. Lalu bagaimanakah hasilnya? Dapatkah melebihi kualitas film-film beliau sebelumnya? Simak sinopsis dan review singkatnya di bawah ini.

Sinopsis Singkat

Review Film Misterius (2015)

Sejak Sumiyati (diperankan oleh Lia Waode) meninggal, arwahnya terus saja menghantui keluarga bosnya, Lestari Soecipto (diperankan oleh Sofia Adios). Dirinya dan juga kedua anaknya, Agus (diperankan oleh Ayub Darjam) dan Wulan (diperankan oleh Efritha Berliana), menjadi tidak tenang karena teror hantu Sumiyati. Untuk menyelesaikan mereka, Lestari meminta bantuan pada teman suaminya, Pak Gozali (diperankan oleh Muhammad Iqbal). Dapatkah ia mengembalikan arwah Sumiyati ke alamnya sekaligus menguak rahasia di balik semua teror tersebut?

Tanggal Rilis: 5 November 2015
Durasi: 81 menit
Sutradara: Muhammad Yusuf
Produser: Muhammad Yusuf
Penulis Naskah: Muhammad Yusuf
Produksi: Triple A Films
Pemain: Sofia Adios, Efritha Berliana, Muhammad Iqbal, Ayub Darjam, Lia Waode

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

“Misterius” ternyata tidak semisterius judulnya. Seharusnya bertajuk “Membosankan” karena itu lebih sesuai dengan apa yang saya rasakan saat menonton. Pengalaman yang jauh berbeda, jika tidak dibilang 180 derajat, dengan saat menonton “Kemasukan Setan” dan “Angker”.

Kemampuan sutradara Muhammad Yusuf dalam membangun suasana mencekam seolah sirna begitu saja. Ia menjadi tidak ubahnya sutradara horor medioker yang mengandalkan jump scare murahan yang dipadukan dengan efek suara yang mengagetkan pemirsanya. Tidak ada istimewanya. Ini terasa sekali karena saya kebetulan menonton ketiga film ini di hari yang sama.

Di dua film sebelumnya, akting pemeran utama sangat menonjol dan berkualitas karena banyak adegan yang dilakoni sendiri. Tidak di sini. Sejak awal ada beberapa karakter utama di layar, yang sayangnya tidak ada satu pun yang bisa menampilkan kemampuan seni peran di atas standar. Tapi boleh lah satu thumbs up untuk akting Lia Waode saat adegan bunuh diri minum racun. Lumayan disturbing.

Oh ya, perasaan yang sama muncul saat pemilik susuk tertawa. Bikin merinding.

Dari segi naskah sebenarnya ada perkembangan. Setidaknya ada kejelasan mengenai karakter-karakter utama yang terlibat dalam cerita. Tidak ada yang ujug-ujug nongol atau bersliweran di layar tanpa kita kenali asal muasalnya. Apesnya, masalah anyar eksis. Cerita malah jadi bertele-tele dengan sesi percakapan yang sebagian terkesan dipanjang-panjangkan untuk menambah durasi.

Tapi tidak semua yang ada dalam “Misterius” ini buruk kok. Adegan saat pak Gozali jebak arwah Sumiyati di kursi cukup keren. Cool banget gayanya. Aksi Wulan saat menjelajahi isi rumah dengan hanya bermodal sebatang lilin juga lumayan menegangkan.

Penutup

Dari ketiga film besutan Muhammad Yusuf yang sudah saya tonton, “Misterius” bisa dibilang sebagai yang paling gagal alias mengenaskan. Kemampuan beliau dalam membangun suasana dan menghadirkan karakter dengan kepribadian kuat menghilang begitu saja. Yang ada hanyalah film horor Indonesia pada umumnya dengan kualitas di bawah rata-rata. 2/10.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply